Harian Umum
Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat KAMIS,
14 September 2017 / 23 Dzulhijah 1438 H / Edisi: 306, Tahun ke-69 / Harga Eceran Rp3.750/Eks (Luar kota tambah ongkos kirim)
Ratusan Warga Talang Tolak Proyek Geothermal AROSUKA, HALUAN — Rencana pemerintah untuk melakukan eksplorasi energi panas bumi (geothermal) sebagai upaya pemenuhan program energi nasional kembali menuai penolakan. Ratusan masyarakat Salingka
AKSI MASSA — Ratusan Masyarakat yang tergabung dalam Himpunan Masyarakat Pecinta Alam Gunung Talang (Hima Pagta) disambut Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin, Ketua DPRD Hardinalis Kobal dan Kapolres Arosuka AKBP Reh Ngenana saat menggelar aksi damai penolakan proyek geothermal di Tugu Ayam Arosuka, Rabu (13/9). YUTIS WANDI
EGI MAULANA
BENTROK BERDARAH DI LIMAPULUH KOTA
Anggota DPRD Jadi Tersangka Pembunuhan Dalam hati mereka ada penyaki, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (QS Al Baqarah Ayat 10)
SUBUH ZUHUR ASHAR MAGRIB ISYA
04.59 12.19 15.31 18.22 19.31
WIB WIB WIB WIB WIB
Konflik Driver Gojek dan Sopir Angkot Memanas BUKITTINGGI, HALUAN — Konflik antara driver ojek online dan sopir angkutan umum di Kota Bukittinggi semakin memanas. Unjuk rasa, dan penutupan Kantor Gojek Bukittinggi dua hari lalu, rupanya bukan puncak konflik. Rabu (13/9), motor seorang driver Gojek yang mau menjemput penumpang, disita sopir angkot. Informasi yang dihimpun Haluan, peristiwa itu terjadi di sekitaran Kampus IAIN
>> KONFLIK hal 07
Penolakan HTI Mentawai Berlanjut PADANG, HALUAN — Gelombang penolakan atas pemberian izin Hutan Tanaman Industri (HTI) di Pulau Siberut, Mentawai, terus digencarkan. Mahasiswa berulangkali melakukan aksi unjuk rasa. Terakhir, aksi demontrasi digelar, Rabu (13/9) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar. Puluhan mahasiswa asal Mentawai yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Menta
>> PENOLAKAN hal 07
LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Penyidik Satreskrim Polres Payakumbuh berhasil mengurai akar masalah bentrok berdarah di BukitAir Suci, perbatasan Taram dan Pilubang, Kecamatan Harau, Limapuluh Kota. Penyidikan yang dilakukan juga menetapkan anggota DPRD Limapuluh Kota, Tedi Sutendi sebagai tersangka pembunuhan. Tedi dianggap bertanggung jawab atas tewasnya, Erwin Saputra, (34), warga Jorong
DALAM kasus bentrok di perbatasan Taram dan Pilubang, penyidik menetapkan satu lagi tersangka, atas nama Tedi Sutendi” AKBP Haris Hadis Kapolres Limapuluh Kota
Koto Nan Gadang, Nagari Pilubang, Kecamatan Harau. Erwin adalah korban bentrok perebutan tanah ulayat di Bukit Air Suci. Dia terlibat parang la-
diang dengan Tedi dan Tito (40) – adik Tedi Sutendi –. Erwin yang hanya petani garapan dan menurut warga ingin mempertahankan tanahnya,
tewas dengan sejumlah luka sabetan parang. Tedi dan Tito juga berdarah-darah. Bahkan, hingga saat ini, Tedi masih dirawat di RSUP M Djamil Padang. Dia sempat kritis. Tapi, kondisinya kian membaik dan sudah berkomunikasi. Kakak beradik itu sekarang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tito sudah sejak Selasa menyandang status tertuduh.
RIBUT SOAL SENGKETA TANAH KAUM MABOED
Lehar Pastikan Pro Masyarakat Landraad nomor 90/1931. Hal ini juga diperkuat dengan Surat Ukur no 30/1917 skala 1:5000 Subagyo Brotokusumo tanggal 20 Juni 1964 dan peta eksekusi nomor 35 tahun 1982 oleh juru sita Pengadilan Negeri Padang, Saifoel Azwar. Kuasa Hukum Lehar, Franz Adiosa SH mengatakan, dalam rentang tahun 1982 - 2010, masyarakat yang telah mensertifikatkan tanah di areal 765 ha telah ditipu selama ini oleh BPN Padang. Pada dasarnya, tahun 1982 sesuai dengan Surat Ukur no 30/1917 skala 1:5000 Subagyo Brotokusumo tanah tersebut diminta oleh ahli waris MKW Maboed bernama Jinoen untuk dilakukan sita jaminan. Mantan petugas ukur BPN Padang, Erwandi menggambar objek tanah batas di gambar situasi dengan nomor
>> RATUSAN hal 07
>> ANGGOTA hal 07
GAGAL LOLOS, VIETNAM BERNASIB TRAGIS
advertorial
PADANG, HALUAN — Adanya isu kegelisahan yang terjadi di tengah masyarakat pasca penetapan lima pegawai Badan Pertanahan Negara (BPN) Padang sebagai tersangka oleh Polda Sumbar, langsung ditanggapi oleh Lehar, Mamak Kepala Waris (MKW) Kaum Maboed. Lehar menjamin masyarakat yang berada di atas tanah yang menjadi sengketa saat ini tidak akan dirugikan. Pihaknya berjanji akan membantu masyarakat untuk melegalkan sertifikatnya. Dijelaskan Lehar, dalam legalitasnya, tanah seluas 765 hektare yang terbentang di empat kelurahan yakni Kelurahan Bungo Pasang, Dadok Tunggul Hitam, Ikur Koto dan Aie Pacah murni milik Kaum Maboed. Bukti kepemilikan itu tertuang dalam putusan
Gunuang Talang yang tergabung dalam Himpunan Masyarakat Pecinta Alam Gunung Talang (Himapagta) menggelar aksi unjuk rasa menolak pembangunan proyek geothermal yang akan dilaksanakan di Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, Rabu (13/9). Unjuk rasa berlangsung di bawah terik matahari sejak pukul 12.00 WIB hingga berakhir pukul 14.00 WIB. Massa yang datang dengan memakai truk, mobil pikap dan sepeda motor itu awalnya berkumpul di depan Taman Hutan Kota Ter padu (THKT) Arosuka. Di bawah pengaw a l a n aparat d a r i M a polres Arosuka, Kodim 0309 Solok dan Satpol PP kab. Solok, massa kemudian melakukan longmarch menuju Kantor Bupati Solok. Massa tak sampai masuk ke Kompleks Kantor Bupati Solok, karena sesuai kesepakatan, aksi akhirnya dilakukan di depan tugu ayam ku
35/1982 dan sekarang petanya tersimpan di Pengadilan Negeri Padang karena pada saat eksekusi tahun 1983 menjadi acuan bagi Pengadilan Negeri Padang. “Hal yang menjadi persoalan sampai saat ini, setelah melakukan pengukuran oleh Erwandi, yang bersangkutan tidak memasukkan hasil ukur tersebut ke dalam buku induk BPN Padang. melainkan memanipulasi data dan mencantumkan luasan tanah kaum Maboed hanya 2,5 hektare di Dadok Tunggul Hitam. Hal inilah yang menjadi pemicu persoalan tanah kaum Maboed yang sekarang hangat di tengah masyarakat Kota Padang,” kata Franz kepada Haluan, Rabu (13/9). Ia juga mengatakan, selama
Indonesia Tantang Thailand di Semifinal PADANG, HALUAN — Kemenangan 8-0 melawan Brunei Darussalam dalam pertandingan di Stadion Thuwunna, Yangon, Rabu (13/9) sore, mengantarkan Timnas Indonesia U-19 ke semifinal Piala AFF U-18. Di semifinal, Indonesia menantang Thailand yang jadi runner-up Grup A, di bawah Malaysia. Sementara, Vietnam mengalami nasib tragis. Kalah 1-2 dari tuan rumah Myanmar, Vietnam yang sebenarnya hanya butuh hasil seri, gagal lolos. Myanmar akan meladeni Malaysia. Tiga tim sebenarnya memiliki poin yang sama, yakni sembilan. Namun lantaran selisih gol Indonesia lebih unggul, maka skuat asuhan Indra Sjafri itu berhak menempati posisi pertama. Sedangkan Myanmar yang menang di laga tersebut, berhak lolos sebagai runnerup. Itu lantaran mereka unggul secara head to head atas Vietnam. Perhitungan head to head digunakan,
>> LEHAR hal 07
>> INDONESIA hal 07
PEMBANGUNAN MENELAN ANGGARAN RP34 MILIAR
Ada Ruang Fitnes di Gedung Baru DPRD Sumbar PADANG, HALUAN — Pembangunan gedung baru DPRD Sumbar yang berlantai enam, menelan anggaran Rp34 miliar. Bermacam fasilitas ada digedung yang akan ditempati pada Desember mendatang tersebut. Salah satu fasilitas, adalah ruang fitnes, lengkap dengan alat-alatnya. Setiap anggota dewan juga memiliki ruangan masing-masing. Sekretaris DPRD Sumbar, Raflis melalui Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) gedung baru DPRD, Mukhwww.harianhaluan.com
tar Zuardi menyampaikan, saat ini pengerjaan gedung telah hampir rampung. Lantai dua hingga lantai enam gedung baru DPRD sudah selesai dan bisa ditempati 22 Desember mendatang. Yang belum selesai hanya lantai satu. Sesuai perencanaan lantai satu akan dilanjutkan melalui APBD 2018. “Untuk lantai dua hingga enam, saat ini tinggal mengisi fasilitas,” ujar Mukhtar pada Haluan, Rabu (13/9). Lantai satu
>> ADA RUANG hal 07
GEDUNG baru DPRD Sumbar berlantai enam ini diprediksi akan ditempati pada Desember mendatang. HUDA PUTRA Redaktur: BHENZ MAHARAJO
Layouter: IRV@ND