Haluan 15 Agustus 2013

Page 1

Harian Umum

MEDIA GROUP

KORAN LOKAL TERBAIK DI INDONESIA IKLAN 0751 4488700 SIRKULASI 082388441221 REDAKSI 082390765000

KAMIS

15 AGUSTUS 2013 M / 8 SYAWAL 1434 H Harga Eceran Rp3.500/eks, (Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)

TERBIT 24 HALAMAN EDISI 272, TAHUN KE 65

Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat

Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. (QS At Taubah Ayat 6)

05.04

12.26

15.46

18.28

19.39

MERAH PUTIH BELUM BERKIBAR

Nasionalisme Masyarakat Luntur RASA nasionalisme masyarakat Sumatera Barat sudah luntur. Hari Kemerdekaan dianggap sudah biasa saja. Bendera Merah Putih tak lagi dikibarkan. Kondisi ini sangat memprihatinkan. PADANG, HALUAN — Tanggal 17 Agustus hanya tinggal dua hari lagi. Namun semarak memperingati Hari Kemerdekaan RI yang diproklamirkan tahun 1945 ini belum terlihat. Bendera Merah Putih hanya berkibar di kantorkantor pemerintah. Sementara di tengah masyarakat nyaris tidak

ada. Kondisi ini sudah berlangsung sejak beberapa tahun belakangan. Bahkan di Ibukota Provinsi Sumatera Barat sendiri, Kota Padang tidak ada tanda-tanda bakal ada peringatan hari kemerdekaan RI dan adanya pesta 17-an. Duludulunya, sepekan menjelang Hari Kemerdekaan, di kompleks-kom-

KHAS

pleks perumahan penduduk sudah dibangun gapura dengan cat merah putih atau bagi yang sudah punya gapura tinggal mengecatnya saja lagi dengan warna bendera kita. Di sepanjang jalan protokol di Kota Padang, seperti Jalan Khatib Sulaiman, Jalan Rasuna Said, Jalan Sudirman, Jalan Pemuda, Jalan S Parman, Jalan Hamka, Jalan Gajah Mada, Jalan Perintis Kemerdekaan dan lainnya, nyaris tidak ada bendera yang berkibar di depan rumah warga, toko, ruko dan sejenisnya. Kalau pun ada, totalnya tak

sampai lima bendera, salah satunya di toko alat rumah tangga di dekat Pecel Lele Ibu Ita. Apalagi di perumahan-perumahan. Di seluruh perumahan yang ada di kawasan Air Tawar dan Tabing, cuma satu rumah yang terlihat mengibarkan bendera, yakni di Perumahan Jondul IV Blok JJ No.6. Kondisi yang memprihatinkan ini juga terjadi pada semua daerah kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Pantauan Haluan di Dharmasraya dan Solok Selatan, meski HUT RI hanya tinggal tiga hari sejak kemarin, namun Bendera Merah

Putih belum juga berkibar di tengahtengah masyarakat. Kalaupun ada, jumlahnya sangat minim. Wartawan Haluan Maryadi dari Dharmasraya melaporkan bahwa menjelang peringatan HUT RI ke68, Kabupaten Dharmasraya hanya dihiasi bendera partai, sedangkan bendera merah putih sebagai salah satu simbol Negara RI sangat minim sekali. Di sepanjang jalan lintas Sumatera (Jalinsum), bendera merah putih hanya berkibar di perkantoran pemerintah dan sebagian kecil di kantor swasta dan rumah penduduk,

namun angkanya sangat kecil sekali atau diperkirakan tiga persen saja. Parahnya lagi, begitu banyaknya perkantoran swasta termasuk perbankan di Pulau Punjung sebagai pusat ibukota kabupaten, umumnya tidak ada yang menaikkan bendera, seperti Kantor Cabang Pembantu Bank Mandiri, BRI Sungai Dareh, perkantoran swasta seperti lembaga keuangan atau financial, parahnya lagi kantor partai kecuali Kantor Partai Nasdem.

>> NASIONALISME hal 07

HJK PADANG KE-344 DIPERINGATI

Fauzi Bahar Diminta Tuntaskan Bengkalai PADANG, HALUAN — Jabatan Fauzi Bahar sebagai Walikota Padang hanya tinggal lima bulan lagi. Setidaknya, ada empat item pekerjaannya yang masih terbengkelai di antaranya pembebasan jalur dua bypass, terminal angkot, pasar raya dan kemacetan.

Budeng (38), peternak sapi pasisie saat menjual sapinya di Pasar Ternak Lakitan.

Sapi Pasisie Terancam Punah

S

EKDA Pessel Erizon Rabu (14/8) menyebutkan, sapi khas asal Pesisir Selatan (Pessel) perlu diselamatkan dari kepunahan. Tanda tanda kepunahan sapi khas Pessel itu ditandai dengan menyusutnya populasi sapi pasisie sementara sapi lokal jenis lain seperti sapi bali menyerbu daerah itu semenjak duapuluh tahun belakang. Berdasarkan data tahun 2007, populasi sapi tercatat sebanyak 90.344 ekor. Dan data terakhir (2012), jumlah sapi yang ada sebanyak 91.777 ekor. Di dalamnya sudah termasuk berbagai jenis sapi,

“Dengan jabatan Walikota Padang Fauzi Bahar yang hanya tinggal 5 bulan lagi, hendaknya dapat menyelesaikan pekerjaannya yang belum selesai sehingga ketika meninggalkan Kota Padang tidak meninggalkan beban yang berat bagi penerusnya atau menimbulkan

persoalan baru,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota Padang ke-344, Rabu (14/8). Pada HUT Kota Padang ke 344 ini, merupakan perayaan yang terakhir bagi Wa-

>> FAUZI BAHAR hal 07

YULI OKTARIA INGIN HIDUP TENANG

FAUZI BAHAR

Advertorial

DALAM TIGA TAHUN

Pemprov Sumbar Raih 58 Penghargaan

IRWAN PRAYITNO

MUSLIM KASIM

PADANG, HALUAN — Komitmen pasangan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Muslim Kasim membangun Sumatera Barat menuai hasil yang sangat gemilang. Tiga tahun masa kepemimpinannya, wilayah Sumatera Barat berkem-

bang dan tumbuh dengan pesatnya. Pasangan dari Partai Keadilan Sejahtera dan Golongan Karya itu, berhasil mendorong berbagai pemberdayaan masyarakat, pengendalian penduduk

>> PEMPROV hal 07

>> SAPI PASISIE hal 07

NAMA JE-MM JUGA HILANG DI INHIL DAN MERANTI Pejalan Kaki Sekarat Dihondoh Jasa Malindo............>> 02 Setiap Nagari Punya Jalur Evakuasi.................>> 04 Indonesia Akhirnya Menang.......>> 18

Pilkada Riau Makin Kacau PEKANBARU, HALUAN — Perihal semrawutnya surat suara yang akan digunakan dalam ajang pemilihan Gubernur Riau pada 4 September 2013, rupanya masih berlanjut. Hilangnya foto pasangan nomor urut 5 Jon Erizal-Mambang Mit pada surat

suara, ternyata tidak saja terjadi di Kabupaten Bengkalis. Kondisi serupa ternyata juga terjadi di Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti. Kondisi itu diakui Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indragiri Hilir, Joni Suhaidi, ketika dikon-

firmasi Senin kemarin. Menurut Joni, pada Kamis (8/8), pihaknya sudah menerima kiriman surat suara Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, di Kantor

>> PILKADA RIAU hal 07

Jual Ginjal Demi Bayar Utang Laporan: Ramadhani DUA hari sudah, Yuli Oktaria (30), berkeliling kota mencari informasi dimana dirinya bisa menjual ginjal. SDalah satunya mendatangi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang. Yuli berniat menjual ginjal untuk menutupi utang yang diperbuat mantan suaminya. Baru sampai di luar rumah sakit, dirinya menemui seorang perawat yang berada di tepi jalan. Sayangnya, jawaban perawat ini membuat Yuli kecewa. “Buk di sini, tidak ada tempat untuk menjual ginjal. Menjual ginjal itu dilarang buk. Ibu cari tempat lain saja,” kata Yuli menirukan suara perawat. Hati Yuli pun remuk, ketika mendengar ucapan perawat. Terbayang sudah di wajahnya rentenir yang datang menemui setiap saat. Tak lama kemudian, perawat menyarankan Yuli mendatangi salah satu kantor media. Dengan penuh semangat, keesokan harinya, Yuli berangkat dari rumahnya di Asrama Ganting Kompleks Asrama TNI AD, Padang Timur, mencari alamat salah satu stasiun TV yang ditunjuk perawat. Kekurangtahuannya akan informasi, sampai jam 12 siang

>> JUAL GINJAL hal 07

>> Editor : Ismet Fanany MD, Yon Erizon

>> Penata Halaman : David Fernanda


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.