Haluan (16-Juli 2017)

Page 1

Harian Umum

Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat

11 MINGGU 16 JULI 2017 21 SYAWAL 1438 H

EDISI: 252, TAHUN KE-69 Harga Eceran Rp3.750/Eks (Luar kota tambah ongkos kirim)

12

TUTURAN

13

GABA GABA

14

SULAM EMAS

CASSIO FRANSISCO DE JESSUS

Makin Dapat Tempat di Mata Fans SAAT pertama kali hadir di Padang, kehadiran Cassio Fransisco de Jessus tak langsung mendapat tempat di tim Semen Padang FC. Saat itu, pecinta tim ini masih terkesima akan eloknya penampilan bek asal Kamerun, Muhammadou Al Hadji di ajang Piala Jenderal Sudirman akhir tahun 2015 hingga awal tahun 2016.

HAL. 3

Mobil Sweeper, Pentingkah?

05.01 12.26 15.50 18.28 19.42

Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya. (QS Maryam ayat 76)

PADANG, HALUAN — Ranmor (kendaraan bermotor) penyapu jalan atau street sweeper diadakan Pemko Padang pada anggaran 2017 ini. Melalui Dinas Lingkungan hidup, dana sebesar Rp2,8 miliar digelontor demi sang sweeper. Namun, pengadaan ini, menimbulkan riuh. Ada yang beranggapan Padang belum perlu. Salah satunya, anggota DPRD Padang, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Padang Faisal Nasir. Dalam

wawancaranya tengah pekan lalu, Faisal meminta Pemko untuk mengkaji lagi. Padahal, pada Kamis (13/7),mobil

tersebut sudah sampai di Padang. “Pemko Padang hendaknya, melakukan kajian dan pertimbangan untuk mengadakan mobil penyapu jalan itu. Apa manfaatnya, dan siapa saja yang akan menikmati,” kata Sekr etaris Komisi IV DPRD Kota Padang ini. Sebagai catatan, beberapa bulan lalu, Kadis Lingkungan Hidup pernah berujar akan merekrut 500 tenaga relawan kebersihan. Perorang, gajinya

Rp1,9 juta (setaraUMR), artinya, ada uang senilai 950 juta rupiah yang harus dibayar Pemko setiap bulannya. Dan kemudian ditambah Rp2,8 M untuk beli sweeper. Menurutnya, mobil penyapu jalan itu tidak akan dinikmati seluruh masyarakat Kota Padang, hanya untuk jalan umum saja.

>> MOBIL : hal 07

Kartel Ingin Geser Menteri Susi JAKARTA, HALUAN — Masyarakat Perikanan Nusantara mengundang Badan Intelijen Negara (BIN) untuk menjelaskan maksud pernyataan Kepala BIN Budi Gunawan. Dalam sambutannya di Halaqah Nasional Alim Ulama, Budi menyatakan ada kekuatan kartel yang ingin menggeser Susi Pudjiastuti dari kursi Menteri Kelautan dan Perikanan. Deputi VI Bi dang Komunikasi dan Informasi BIN, Sundawan Salya, hadir dalam pertemuan tersebut mewakili BIN. Seusai pertemuan, ia mengaku perbincangan dengan Masyarakat Perikanan Nusantara sangat konstruktif. Ia mengungkapkan, maksud dari pernyataan Kepala BIN, yang dimaksud kartel bukanlah asosiasi nelayan dan pengusaha di bidang perikanan. Sundawan mengatakan pernyataan Kepala BIN merupakan hasil deteksi dini BIN terkait kartel perikanan. “Statement beliau, hasil deteksi dini dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat, yuk mari menjadi bagian dari solusi, jangan bagian dari masalah,” ujar Sundawan seusai pertemuan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (14/7).

>> KARTEL : hal 07

Panggung

SASARAN KARTEL — Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyampaikan pandangannya dalam sebuah diskusi. Dalam analisa BIN, Menteri Susi jadi sasaran kartel terkait bisnis perikanan yang didorong untuk dicopot dari cabatannya sebagai menteri. IST/NET

RAMON ARMAN

Garap Album Kedua

>> GARAP : hal 07

RAMON ARMAN

SETELAH sukses merilis album pertamanya yang berjudul Dek Janji Manih, Cinto Manikam, belum lama ini, Ramon Arman tengah siap-siap untuk melahirkan album keduanya. Pria 6 bersaudara yang memiliki nama asli Zarmon, dan nama Ramon Arman adalah gabungan dari namanya dengan kakaknya. Soal kiprahnya di bidang olah vokal ini, awalnya pria asal Pauh Kota Padang ini mengaku tidak mendapatkan dukungan dari orangtuanya. Hal ini dikarenakan latar pendidikanya yang berasal dari pesantren, melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi agama hingga menyelesaikan program magister agama. Hal itu tidak menjadi penghalang bagi suami dari Suci Ramahani ini, untuk memberanikan diri sebagai artis pop minang. Menurut Ramon Arman dalam lagu pun masih bisa berdakwah,

DILEPAS, BERULAH LAGI

Warga Kuranji ini Jadi Buruan Polisi PADANG, HALUAN — Warga Karang Gantiang, Kecamatan Kuranji yang berinisial “R” harus kembali berurusan dengan polisi. “R” yang sebelumnya tersangkut kasus pencurian, kini jadi buruan polisi lagi karena dugaan penganiayaan terhadap s eorang ibu hamil, Kamis (13/7) malam. Aksi penganiayaan itu dilakukannya karena nekad melakukan aksi balasan ke lokasi tempat ia melakukan aksi pencurian di sebuah kos-kosan laki-laki tersebut dengan cara menyerang beberapa warga yang dianggapnya ikut

mengamankannya saat tertangkap basah mencuri. Akibat perbuatannya tersebut, seorang perempuan yang tengah hamil lima bulan nyaris mengalami keguguran akibat ketakutan diserang oleh pelaku dan seorang rekannya yang belum diketahui identitasnya tersebut. Korban diketahui bernama Winni Aptanidia (22), warga jalan Bandes Surau Balai, nomor 37 RT 01 RW 04, Kelurahan Anduring, Kecamatan Kuranji. Belakangan diketahui, Winni merupakan istri dari Irwanda Saputra (24), Jurnalis salah satu harian d i Sumatera Barat. Kepada sejumlah awak media, Irwan,

>> WARGA : hal 07

KEJATI Sumbar tengah menyelidiki dugaan masalah pengadaan lahan kantor Pol PP. IST/NET

KASUS PENGADAAN TANAH SATPOL PP

Kejati Kumpulkan Barang Bukti PADANG, HALUAN — Pengembangan kasus pembelian tanah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang memasuki babak baru. Saat ini Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar tengah melakukan mengumpulkan barang bukti kasus tersebut.

Aisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumbar, Dwi Samudji, mengatakan, pengumpulan barang bukti terhadap saksi-saksi tengah dilakukan. Apabila bukti sudah lengkap, maka akan dilakukan pemanggilan. “Dalam kasus m emang

belum ada dilakukan pemeriksaan saksi-saksi. Tapi kalau memang ada bukti yang kuat, nanti kita akan lanjut ke tahap demikian,” kata Dwi Samudji melalui sambungan telepon selular di Padang Jumat (14/7).

>> KEJATI : hal 07

Cegah Terorisme dari Media Hingga Seni dan Budaya

A

KSI teror yang terjadi di Indonesia tak hanya mengarahkan pada objek vital nasional (obvitnas). Tapi juga mengarak ke aparat keamanan dan masyarakat umum. Laporan:

RINA AKMAL & JULI ISHAQ Meski di sumbar belum ada kasus teror yang menyebabkan kerusakan fisik atau pun mental. Namun, sumbar dianggap sebagai tempat peristirahatan para pelaku. “Tadi malam saat diskusi ada yang menyebut Sumbar bukan tempat eksekusi, tapi tempat tidur-tiduran pelaku teror. Itu masuk akal. Sebab, www.harianhaluan.com www.harianhaluan.com

penangkapan diduga pelaku teror di beberapa tempat seperti Singapura dan Batam beberapa waktu lalu, saat dibuka identitasnya, ternyata berasal dari Sumbar,” kata Ketua FKPT Sumbar, Prof. Syaifullah. Menurutnya, memberantas terorisme dibutuhkan dukungan semua pihak, baik dari sisi aparatur negara. Bahkan untuk pencegahan bisa melalui media massa hingga seni dan budaya. Dijelaskannya, mema-

hami bahwa persoalan terorisme itu tidak bisa hanya diselesaikan oleh pihak kepolisian atau densus, tapi harus melibatkan masyarakat dalam program mengurangi tingkat tensi masya¬rakat radikalisme tersebut. “Sebab kalau dengan senjata menye¬lesaikan masalah radikal dan terorisme itu, misalnya dengan membunuh satu teroris, maka yang tumbuh itu bisa mencapai sepuluh teroris. Saat ini paham orang tidak lagi takut mati dibunuh, bahkan justru semakin suka ia menjadi penganten meledakan bom tersebut,” imbuhnya. PASUKAN antiteror TNI dan Polri menjadi kekuatan penting untuk mencegah tindak terorisme di Indonesia. IST/NET Redaktur: Rakhmatul Akbar

>> CEGAH : hal 07 Layouter: Luther


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.