Harian Umum
Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat
11 MINGGU 17 SEPTEMBER 2017 26 DZULHIJAH 1438 H
EDISI: 309, TAHUN KE-69 Harga Eceran Rp3.750/Eks (Luar kota tambah ongkos kirim)
12
TUTURAN
13
GABA GABA
14
SULAM EMAS
PULAU PENYU
Destinasi Wisata Dan Edukasi MEMANG sepantasnya, jika Pesisir Selatan diberi nama Negeri Sejuta Pesona. Pasalnya, negeri ini memiliki berjuta destinasi wisata yang patut dikunjungi. Diantaranya, terdapat wisata edukasi yang satu-satunya di Kabupaten Pesisir Selatan, tepatnya di Amping Parak, Kecamatan Sutera.
HAL. 16
04.59 12.19 15.31 18.22 19.31
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (QS Al Anfaal Ayat 2)
Panggung ON AND ON
Bangkitkan Rockabilly KREATIFITAS anak muda Kota Padang semakin berkembang. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya grup band yang bermunculan dengan jenis musik yang beragam salah satunya adalah on and on. Group band ini merupakan band yang membangkitkan genre musik rockabilly yang sempat hits pada zaman 70 an. “Kita terbentuk pada akhir 2015, pada saat itu on and on merupakan satu satunya band yang mengusung genre tersebut,” ujar, Cacink gitar vokal on and on, Jumat (15/9). Ia mengatakan, dengan mendengar musik Rockabilly yang mereka usung, para pendengar akan kembali pada suasana tahun 70an. Dimana saat itu Elvis Presley menjadi icon musik tersebut dan juga mempengaruhi cara berpakaian anak muda dunia, yang identik dengan celana cubrai serta rambut yang klimis dengan minyak rambut Pomade. “On and on di gawangi beberapa orang personil, saya di vokal gitar, Bursa di contra bass, Chemenk di drum,” ulas Cacink. Ia menambahkan on and on telah banyak mengisi acara yang ada di Kota Padang , terakhir menjadi band pembuka salah satu band rockabilly asal Bali yaitu Devildice yang manggung pekan kemaren di Bat and Arrow Cafe Klenteng. >> BANGKITKAN : hal 07
BERBAGAI NEGARA — Pelaksanaan iven tahunan ke Sembilan, Tour de Singkarak 2017 mendapat sejumlah sorotan. Kendati demikian, iven ini dianggap sebagian kalangan telah berimbas untuk Sumbar yang makin banyak dikenal dunia. DOKUMEN
TdS, Dibenci dan Dirindu PADANG, HALUAN — Sejak tahun 2009, Tour de Singkarak (TdS) telah digelar. TdS merupakan kejuaraan balap sepeda resmi dari Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International) yang diselenggarakan setiap tahun di Sumatera Barat, termasuk tahun 2017 ini. Namun, apa daya. Iven yang kerap memunculkan pro dan kontra di tengah kalangan kini tengah mendapat banyak “co-
baan”. Dari pusat, anggaran pelaksanaannya yang diposkan melalui Kementerian Pariwisata, dipotong tagak.
Setidaknya, ada Rp4 miliar yang dipangkas. Di rumah sendiri, anggaran tak mulusmulus amat turun. DPRD Sumbar kini malah melirik pos anggaran untuk iven ke Sembilan itu, untuk dipangkas pula pada APBD-P tahun 2017 ini. Sebenarnya, dari segi pelaksanaan, iven ini justru membaik. Kejuaraan ini telah menjalin kerjasama dengan Amaury
Sport Orga¬nisation yang menjadi penyelenggara Tour de France di Perancis. Tour de Singkarak sendiri, sudah masuk dalam salah satu kejuaraan balap sepeda resmi Persatuan Balap Sepeda Internasional di kelas 2.2 Asia Tour. Sejak tahun 2009, Iran mencatatkan diri sebagai penyumbang juara terbanyak, yakni 7 kali. Satu kali, gelar jua-
ra TdS juga sempat terbang ke Eropa kala Oscar Pujol Munoz menjadi juara. Sebagai catatan, Oscar sendiri saat itu turun bersama tim asal Iran (2012). Soal keikutsertaan tim asing, TdS sangat digandrungi sehingga banyak tim asal luar negeri yang ikut ajang ini.
>> TdS : hal 07
KPK Resah Kerap Tangkap Kepala Daerah
Lestarikan Bahasa Minang, Disbud Siapkan Kongres
JAKARTA, HALUAN — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Basaria Pandjaitan, menyatakan lembaga anti rasuah itu punya harapan tidak ada lagi bupati di Tanah Air yang tersandung kasus korupsi. KPK tidak ingin seluruh bupati pindah kantor ke Kuningan. Hal tersebut disampaikan Basaria saat jumpa pers kasus suap yang melibatkan Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnaen. “Saya katakan, harapan terakhir, kita tidak menginginkan seluruh bupati akan pindah ke kantornya KPK, di Kuningan (Jakarta) ini. Ini serius,” kata Basaria, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (14/9).
PADANG, HALUAN — Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Sumbar bersama Balai Bahasa, pakar bahasa Minang, dan pihak-pihak terkait lainnya akan mengadakan kongres bahasa Minang. Kongres tersebut digelar untuk melestarikan bahasa Minang. Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Taufik Effendi, mengatakan, pihaknya berencana menyelenggarakan kongres tersebut berdasarkan perhatiannya terhadap sikap penutur bahasa Minang saat ini. Saat ini banyak orang Minang menggunakan bahasa Indonesia ketika berbincang dengan sesama orang Minang. Selain itu, ada keluarga Minang mengajari
Basaria menjelaskan, salah satu yang dilakukan KPK dalam rangka pencegahan yakni dengan membuat aplikasi sebagai base practice. Aplikasi ini, lanjut Basaria, sudah diterapkan di sejumlah daerah seperti Bandung, Bali, Bogor, dan Surabaya. “Base Practice ini aplikasi yang sudah terpakai dan bagus bisa dikontrol oleh pimpinan setiap kepala unit di sana, atau kadis, dan bisa juga dikotrol oleh masyarakat,” ujar Basaria. Basaria menyatakan, aplikasi ini dibagikan KPK kepada sejumlah kepada daerah seperti Bupati atau Wali Kota.
>> KPK : hal 07
Saya mengapresiasi musisi yang membuat lirik lagu dengan bahasa Minang dan pengusaha kaus yang bertuliskan bahasa Minang. Hal seperti itu merupakan upaya pelestarian bahasa Minang. TAUFIK EFFENDI
anaknya bahasa Indonesia, bukan bahasa Minang. Menurutnya, kondisi itu mengancam bahasa Minang. “Ada juga orang Minang berbahasa Indonesia dengan sesamanya karena menganggap bahasa Minang tidak romantis. Ini aneh,” ujarnya di ruangan dinasnya saat rapat bersama beberapa pakar bahasa Minang dari Universitas Andalas (Unand) dan Kepala Balai Bahasa Sumbar, Agus Sri Danardana, Kamis (14/9). Berdasarkan kondisi itu dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Kebudayaan Sumbar untuk melestarikan bahasa Minang, kata Taufik,
>> LESTARIKAN : hal 07
Merawat Silek untuk Bekal di Masa Depan “MUSUAH indak dicari, kok basuo pantang diilakan” (musuh tidak dicari, kalau ketemu jangan dihindari), pepatah-petitih tersebut sudah menjadi keharusan bagi pandeka (pendekar) di Minangkabau. Laporan: CHAIRUL Karena sejatinya silek (silat) merupakan seni beladiri yang bertujuan untuk membela diri, bukan menyerang. Selain itu, silek juga juga berfungsi melatif tata cara bersikap, dan mengenal tuhan. Ada banyak silek yang berkembang di Sumatera Barat, dan tetap eksis hingga sampai saat ini. Hal ini yang tetap dirawat dan dipertahanwww.harianhaluan.com www.harianhaluan.com
kan oleh perguruan silek usoli. Bertujuan meningkatkan kecintaan terhadap budaya dan tradisi Minangkabau, perguruan silek usoli terus menggiatkan latihan di sasaran silek yang berada di Nagari Cubadak, Kecamatan Lima Kaum, Kamis, (15/9). Perguruan ini telah mendidik sebanyak 75 murid yang dilatih oleh Dt.Ta Mandaro sebagai guru utama. Dari pantauan Haluan, ke lokasi sasaran yang terletak di Jorong Supanjang Nagari Cubadak, terlihat
lokasi yang seadanya dengan luas 3x4 M, yang diberi atap terpal plastik berwarna biru. Ditempat yang sederhana tersebutlah anak-anak berlatih silek. Dt, Gindo mengungkapkan, para pesilat itu latihan setiap Sabtu malam dan Rabu malam yang diawasi oleh dua orang pendeka (guru) yakni Dt Gindo said dan Dt, Pono. “Kami sangat salut dengan kegigihan mereka, buktinya setiap hari sabtu malam padepokan ini dipenuhi oleh para murid dan penonton,” ujar Dt.Gindo. Ia juga berharap agar generasi muda sekarang mencintai lagi kebudayaan san tradisi Minangkabau dimasa lalu.
>> MERAWAT : hal 07
DUA pelajar SD di Kabupaten Tanah Datar mengikuti latihan silat di sebuah sasana. CHAIRUL Redaktur: Rakhmatul Akbar
Layouter: Luther