Harian Umum
Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat KAMIS,
18 MEI 2017 / 21 Sya’ban 1438 H / Edisi: 207, Tahun ke-69 / Harga Eceran Rp3.750/Eks (Luar kota tambah ongkos kirim)
SURAT PERPANJANGAN BAGAN BELUM DIRESPON MENTERI KELAUTAN
Nelayan Terancam Tak Melaut 04.55 12.17 15.39 18.20 19.21
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS Al An’aam ayat 82)
PADANG, HALUAN — Ribuan nelayan di Sumbar terancam tak bisa melaut lagi mulai Juli 2017. Pasalnya, edaran tentang penggunaan kapal bagan akan berakhir Juni 2017. Sementara, surat dari Pemprov Sumbar terkait permintaan perpanjang edaran itu ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, hingga kini belum juga direspon. Menurut Kepala Dinas Ke-
lautan dan Perikanan (DKP) Sumbar Yosmeri pada wartawan, Rabu (17/5), jika tak diperpanjang, maka nelayan daerah ini dipastikan bermasalah dengan hukum, karena tak adanya izin melaut dari pihak berwenang. “Edaran yang lama jadwalnya sudah mepet, akhir Juni 2017 akan berakhir. Jika lewat dari itu maka nelayan kita akan terancam lagi saat melaut,”
EDARAN yang lama jadwalnya sudah mepet, akhir Juni 2017 akan berakhir. Jika lewat dari itu maka nelayan kita akan terancam lagi saat melaut.” YOSMERI Kepala DKP Sumbar
terang Yosmeri. Sebelumnya, Gubernur Sumbar juga sudah dua kali membuat surat kepada Menteri KKP RI, untuk merevisi Permen tentang penggunaan kapal bagan di atas 30 GT untuk nelayan Sumbar. Namun hingga kini tak ada realisasinya. “Mepetnya waktu yang tersisa untuk penggunaan kapal
>> NELAYAN hal 07
Nama Baik Nagari Birugo Ikut Tercemarkan BUKITTINGGI, HALUAN — Ninik mamak, pemuda dan anak nagari Birugo mulai bereaksi terkait Short Message Service (SMS) gelap yang diterima Walikota Bukittinggi. SMS berbau fitnah yang dinilai tidak saja mencemari nama baik walikota Ramlan Nurmatias, tapi juga Nagari Birugo. Pasalnya, dalam SMS juga berisi tudingan walikota menghamili seorang wanita di daerah Birugo. “Kami meminta kepada pihak kepolisian Resort Bukittinggi untuk dapat mengungkap pelaku penyebar SMS fitnah tersebut. Karena SMS yang dikirim itu berkaitan dengan warga Birugo,” kata Pangka Tuo Nagari Birugo, H. I. Dt Majo Nan Sati bersama H. Syarifuddin Djas Angku Pangeran, Rabu (16/5). Menurut mereka, segenap warga Birugo sangat m endukung langkah Walikota Ramlan Nurmatias yang melaporkan kejadian itu kepada Polres Bukittinggi, karena ini menyangkut pencemaran nama baik. Dan kepada pihak kepolisian kiranya dapat mengusut tuntas laporan walikota itu. Sebab dalam SMS itu bukan saja Walikota dan keluarganya yang difitnah namun juga terkait dengan nama Birugo. “Kami minta kepada pihak kepolisian untuk dapat mengungkap pelaku penyebar sms fitnah itu. Apalagi sms yang dikirim
>> NAMA BAIK hal 07
PERAWAT —Puluhan massa dari PPNI Sumbar saat melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, di ruang kerja Wagub, Rabu (17/5). Mereka meminta agar para perawat di Sumbar bisa diangkat menjadi PNS. IST
PULUHAN MASSA PPNI DATANGI RUMAH BAGONJONG
3.029 Perawat Tuntut Kejelasan Status PADANG, HALUAN — Puluhan massa dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumbar mendatangi Rumah Bagonjong, Rabu (17/5), siang. Kedatangan mereka untuk menuntut kejelasan st atus 3.029 perawat di Sumbar yang hingga kini tak menentu.
Gula Diprediksi Langka Saat Puasa
A
Padahal mereka telah mengabdi hingga belasan tahun. Kedatangan puluhan perawat dari PPNI Sumbar ini pun disambut langsung Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, di ruang kerja Wakil Gubernur di Rumah Bagonjong.
Ketua PPNI Provinsi Sumbar, Yopi mengatakan banyak perawat berstatus sukarela dan mengabdi belasan tahun di Puskesmas dan RSUD di Sumbar. Bahkan upah yang diterima sangat kecil dan dinilai belum mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Bahkan untuk menutup kebutuhan sehari-hari mereka terpaksa harus meminjam kepada keluarga. Karena memang ada yang tidak digaji,” kata Yopi kepada media usai pertemuan.
>> 3.029 PERAWAT hal 07
BULOG GELAR PASAR MURAH HINGGA LEBARAN
DPRD: Waspadai Penimbunan Kebutuhan Pokok
NEHNYA, meski Bulog Sumbar telah menyiapkan stok gula hingga 300 ton, Kepala Diskoperindag Kabupaten Limapuluh justru memprediksi akan terjadi kelangkaan gula di pasaran saat bulan puasa mendatang. Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UKM Kabupaten Limapuluh Kota, Elvi Rahmi mengatakan kebutuhan gula di tengah masyarakat saat bulan puasa diprediksi akan meningkat tiga kali lipat. Pasalnya, kebiasaan masyarakat untuk berbuka dengan yang manismanis masih menjadi trend hingga saat ini. Sedangkan pasokan gula dari distributor maupun pemasok ke Limapuluh Kota sedang menurun karena produksi gula di kalangan petani juga sedang turun. “Kebutuhan gula di bulan puasa dipastikan meningkat tiga kali lipat dari hari biasanya. Sedangkan produksi gula sedang menurun. Kami prediksi saat ramadan besok gula akan langka,” kata Elvi Rahmi
PADANG, HALUAN — Anggota DPRD Sumbar Fraksi PDIP, PKB, dan PBB, Achiar meminta instansi terkait di jajaran Pemerintah Provinsi Sumbar mewaspadai penimbunan kebutuhan pokok yang kerap terjadi jelang ramadan. Mengingat permintaan bahan pangan jelang hari besar umat Islam tersebut akan meningkat tajam “Agar tak terjadi penimbunan diperlukan pengawasan ekstra, khususnya oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi masalah pangan,” kata
>> GULA DIPREDIKSI hal 07
>> DPRD: hal 07
Siapkan Ruang Pendingin Cabai PADANG, HALUAN — Guna memenuhi permintaan masyarakat akan kebutuhan bahan pokok, pemerintah Provinsi Daerah telah siapkan tiga ruangan pendingin untuk menyimpan kebutuhan pokok terutama cabai merah. Melalui Bulog Sumbar, saat ini cabai merah telah disimpan di dalam lemari pendingin tersebut. Kepala Bulog Sumbar Benhur Ngakimi, Rabu (17/5) mengatakan bahwa lemari es atau ruangan pendingin tersebut disediakan sebanyak tiga yang berada di lantai 1 dan lantai 2 Inpres IV. Satu ruangan tersebut bisa BULOG Sumbar gelar operasi pasar, Rabu (17/5). Operasi pasar akan berlangsung hingga lebaran di 190 titik di Kota Padang. WINDA
>> SIAPKAN hal 07
TERUNGKAP DARI SURAT SEORANG NAPI
DIHARAPKAN DAPAT ATASI MACET DI JALAN TUNGGUL HITAM
Danlanud Sutan Sjahrir Resmikan Pusat Perbelanjaan Diduga Ada Pungli di Rutan Painan “Saya ingin menghilangkan stigma masyarakat yang menganggap pasar tradisional itu kotor, jorok dan saya berharap dengan dilengkapi CCTV kami ingin meminimalisir tindakan pungutan yang di luar ketentuan yang merugikan masyarakat,”
Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Sutan Sjahrir Padang Kolonel Penerbang (Pnb) I Putu Gede Swastika, Rabu (17/5) meresmikan Pusat Perbelanjaan Dirgantara di Kawasan Tunggul Hitam Padang. Pusat perbelanjaan yang disiapkan dalam bentuk kios-kios ini, sekaligus diharapkan dapat mengatasi kemacetan di sepnajang jalan Tunggul Hitam. Danlanud Padang, Kolonel Pnb I Putu Gede Suartika kepada Haluan menyebutkan, pasar yang dinamakan Pusat Perbelanjaan
PAINAN, HALUAN — Isu da pungutan liar (Pungli) di dalam Rumah Tahanan (Rutan) kembali berhembus. Kali ini, kabar itu datang dari Rutan Kelas II B Painan, Kabupaten Pesisir Selatan. Diduga, pungli itu dilakukan oleh oknum Kepala Pengamanan Rutan (KPR) rutan tersebut. Bahkan oknum ini juga diduga memberikan perlakuan yang semenamena terhadap Napi. EDI MANSYAH Merebaknya isu pungli di rutan Painan itu, ternyata muncul dari sepucuk surat yang dilayangkan oleh seorang napi penghuni rutan tersebut. Napi yang enggan disebutkan namanya,
>> DANLANUD hal 07
>> DIDUGA hal 07
KOLONEN PNB I PUTU GEDE SWASTIKA Danlanud Sutan Sjahrir Padang
DANLANUD Sutan Sjahrir, Kolonel Penerbang (Pnb) I Putu Gede Suartika didampingi oleh Iswardi, pihak rekanan, Camat Koto Tangah, Syahrul dan Kasatpol PP Kota Padang, Dian Fakhri meresmikan Pusat Perbelanjaan Dirgantara di kawasan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Rabu (17/5). Dijadwalkan, pada akhir bulan nanti para pedagang yang akan berjualan di kawasan tersebut sudah bisa menempati tempat tersebut. PENTAK AU www.harianhaluan.com
Redaktur: ALMUDAZIR
Layouter: IRVAND