Harian Umum
Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat RABU,
19 Juli 2017 / 24 Syawal 1438 H / Edisi: 255, Tahun ke-69 / Harga Eceran Rp3.750/Eks (Luar kota tambah ongkos kirim)
TERKAIT RENCANA PEMBONGKARAN OLEH PT KAI
Warga Stasiun Siap Pertahankan Lahan WARGA akan tetap mempertahankan lahan yang mereka tempati sepanjang hal tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan” KUMAR Z CHAN Ketua Opakai BUKITTINGGI, HALUAN — Warga Stasiun, Kelurahan Aur Tajungkang Tengah Sawah, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi akan tetap mempertahankan lahan pemukimannya, yang rencananya akan digusur PT KAI Divre II Sumbar, hari ini, Rabu (19/7). Meski siap
mempertahankan, warga diharapkan tidak terprovokasi untuk berbuat anarkis. Ketua Organisasi Penyewa Aset Kereta Api Indonesia (Opakai), Kumar Z Chan menegaskan bahwa Opakai bersama warga sta
>> WARGA hal 07
PENGAWALAN KETAT – Tujuh pengedar sabu lintas provinsi yang ditangkap Polda Sumbar, dikawal ketat aparat bersenjata lengkap saat jumpa pers, Selasa (18/7). Sebanyak 500 gram sabu disita dari para pelaku. HUDA
TUJUH PELAKU DITANGKAP
Penyelundupan 500 Gram Sabu Digagalkan PADANG, HALUAN — Jajaran Polda Sumbar mengamankan tujuh pengedar sabu yang tergabung ke dalam dua jaringan pengedar narkoba lintas provinsi. Dari tangan pelaku, sebanyak 500 gram sabu asal Riau diamankan petugas. Direktur Reserse Narkoba Polda
Sumbar, Kombes Kumbul Kusdwijanto Sudjadi menyebutkan, tujuh orang yang diamankan oleh polisi berinisial F (32), Z (60), DL (25), CP (39), DM (34), DB (44), dan RS (35). Para pelaku ditangkap di sejumlah lokasi, dengan jumlah barang bukti berbeda-beda. “Pengungkapan jaringan pengedar
sabu-sabu ini berawal dari ditangkapnya DM oleh petugas kepolisian pada 12 Juli 2017 lalu di Jalan Raya Padang-Bukittinggi tepatnya di Terminal Bukit Surungan, Kota Padang Panjang. Dari tangannya, petugas KABID Humas Polda Sumbar Kombes Pol Syamsi memperlihatkan barang bukti sabu yang disita
>> PENYELUNDUPAN hal 07 dari tujuh pelaku. HUDA PUTRA
WAKIL KETUA DPRD PADANG DILAPORKAN KE BK
Sesungguhnya orang-orang yang tiada beriman kepada kehidupan akhirat, mereka benar-benar menamakan malaikat itu dengan nama perempuan. (QS An Najm: 53-27) SUBUH ZUHUR ASHAR MAGRIB ISYA
05.01 12.26 15.50 18.28 19.42
Wahyu: Ini Permainan Politik
WIB WIB WIB WIB WIB
ngelolaan pulau bisa diperketat. Tak boleh ada pihak asing yang bisa dengan mudahnya mengambil alih pengelolaan pulaupulau di Sumbar. “Jangan ada lagi pulau yang dijual ke pihak swasta dan pihak lain. Dengan demikian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Bahari juga
PADANG, HALUAN — Seorang perempuan melaporkan Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Wahyu Iramana Putra ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Padang, Senin (17/ 7). Dalam laporannya, perempuan bernama Yanthy Hasadis (50) menuding Wahyu melakukan pemerasan. Namun, Wahyu menanggapinya dingin dan menyebut semua hanya permainan politik WAHYU IRAMANA PUTRA semata. Dalam laporannya, Yanthy Hasadis yang merupakan warga Victoria Park, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten menyebut juga sudah melaporkan Wahyu ke Polresta Padang. “Saya merasa diperas oleh Wahyu. Makanya dia saya laporkan ke polisi dan BK DPRD,” ungkap Yanthy kepada Haluan, Selasa siang. Kepada Haluan, Yanthy Hasadis mengatakan telah memasukkan surat pengaduan ke BK DPRD Padang yang telah diterima oleh Sekretariat DPRD Kota Padang. Surat tersebut ditujukan kepada Ketua Badan Kehormatan DPRD Padang dan Ketua DPRD Padang. ”Surat
>> JANGAN hal 07
>> WAHYU: hal 07
Tabung Bahan Bakar Roket Tiongkok Jatuh di Agam AGAM, HALUAN — Masyarakat Jorong Kubu, Kenagarian Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, digegerkan dengan jatuhnya benda aneh dari langit, Selasa (18/7) WIB. Konfirmasi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), benda tersebut merupakan tabung bahan bakar roket Tiongkok yang lepas dan jatuh di Sumbar. Benda berwarna abu-abu, berbentuk bulat dengan berat sekitar 2,4 kg, dengan lingkar 110 cm itu jatuh sekitar pukul 09.30 WIB di dekat Kantor Pos Sungai Batang. Beruntung benda itu tidak sampai melukai masyarakat. Suara dentuman benda yang jatuh dari langit itu sangat keras dan
>> TABUNG hal 07
GUGUSAN pulau di Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Mandeh, Kecamatan XI Koto Tarusan, Pessel yang kini jadi lokasi wisata favorit di Sumbar. IST
Jangan Jual Pulau Sumbar ke Asing PADANG, HALUAN — Fraksi Golkar di DPRD Sumbar berharap dengan diusulkannya Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Tahun 20172037, ke depan tak ada pulaupulau kecil d i Sumbar yang dijual ke pihak asing. Sumbar sendiri memiliki 185 pulau kecil
yang sangat membutuhkan perhatian pemerintah daerah dalam pengelolaannya. Juru bicara Fraksi Golkar, Suhemdi menyebut, selama ini pihaknya melihat banyak pulaupulau di Indonesia yang dijual pada pihak asing. Termasuk di Sumbar. Namun dengan adanya Ranperda yang diusulkan Pemprov diharapkan ke depan pe-
Orang Minang Dianggap Lupa Beradaptasi PADANG, HALUAN — Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menilai orang Minang tertinggal di pentas nasional karena melupakan pasar, pendidikan, dan surau. Sejumlah tokoh di Sumatera Barat menanggapi dan menerjemahkan penilaian urang sumando Minang itu. Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Prof Firwan Tan menjelaskan, dulu orang Minang maju dalam bisnis karena yang dibutuhkan dunia bisnis pada masa lalu adalah orang pandai mengaji dan orang berani, antara lain, berani berdagang, berani berpolitik, karena dulu pasar belum begitu bersaing. “Kita terlambat menguwww.harianhaluan.com
FIRWAN TAN
GUSRIZAL GAZAHAR
GANEFRI
bah pola berbisnis seperti itu sehingga kita, misalnya, tidak mengikuti perkembangan zaman. Kini, orang berb isnis mengandalkan teknologi informasi, semen-
tara kita masih bereuforia dengan masa lalu. Berbisnis pada masa kini istilahnya tidak lagi berdagang, tetapi industri. Orang Jawa sudah melakukan industri. Mereka
berinovasi dalam berbisnis, yakni menggabungkan pengetahuan akademik dengan bisnis. Dunia bisnis saat ini membutuhkan orang berinovasi. Sementara itu,
Redaktur: BHENZ MAHARAJO
orang Minang pada zaman ini masih berbisnis dengan sistem lama, sistem kekeluargaan. Dalam berbisnis, manusia harus lebih cepat daripada perkembangan zaman. Kalau tertinggal dari perkembangan zaman, kita akan kalah,” ujarnya di Padang, Selasa (18/7). Seharusnya, kata Firwan, orang Minang tidak tertinggal dalam perkembangan zaman, dalam hal ini bisnis, karena punya falsafah adat yang merupakan modal lebih maju daripada orang lain. Falsafah tersebut, misalnya, alun takilek alah takalam, atau takilel ikan dalam aia, alah jaleh jantan
>> ORANG MINANG hal 07 Layouter: IRVAND