EDISI : 107 TAHUN LXIII
MINGGU 21 AGUSTUS 2011 M / 21 RAMADAN 1432 H
HARGA ECERAN
Rp2500
HARI INI TERBIT 24 HALAMAN
SEJARAH MENCATAT, HALUAN TERBIT SEJAK 1948 DAN MENJADI TUAN RUMAH DI NEGERI SENDIRI Dan jika kamu sekalian menghendaki (keredhaan) Allah dan Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar. (QS Al Ahzab Ayat 29)
Imsak Subuh Zuhur Ashar Maghrib (Berbuka) Isya
04:52 05:02 12:24 15:42 18:28 19:38
WIB WIB WIB WIB WIB WIB
30 Mobil Dikempeskan Oknum Polisi
PADANG, HALUAN — Sekitar 30 mobil yang diparkirkan di Jalan Hamka dan S Parman, mulai dari depan Basko Grand Mall hingga depan Kantor PSDA Sumbar dikempeskan oleh oknum kepolisian sekitar pukul 14.30 WIB, Sabtu (20/8). Dua di antara mobil itu merupakan mobil dinas, atau berplat merah. Aksi ini menimbulkan kecaman dari pihak korban, sementara pihak kepolisian membantah
telah melakukan aksi tersebut. “Ya, saya kebetulan melewati Jalan Hamka, dan melihat polisi berseragam lengkap dan menggunakan rompi warna hijau mengempeskan mobil yang sedang parkir di jembatan. Tapi saya tak tahu menahu apa yang telah terjadi,” ujar Heru (38), salah
seorang saksi mata kepada wartawan, Sabtu (20/8) kemarin. Ia mengaku sempat mengabadikan momen itu dengan kamera ponsel dan membagibagikan foto yang diambilnya
itu kepada para wartawan. “Saya ingin mengambil foto dari luar kaca mobil, tapi karena polisinya melihat, saya ambil saja fotonya dari dalam kaca mobil,” jelasnya. Sementara itu, Zul (42), salah seorang korban menilai, aksi yang dilakukan polisi itu bukan suatu
solusi yang pantas dilakukan oleh penegak hukum. Menurutnya, jika pemilik kendaraan salah memarkirkan kendaraan sebaiknya dikenakan tilang saja, bukan dengan cara mengempeskan ban. Bersambung ke Halaman 11
Akhlaqul Karimah dan Virus KKN OLEH: MARJOHAN Pemerhati Sosial-Budaya MASIH INGAT gegapgempita kelahiran era reformasi dan demokratisasi, pada Mei 1998 yang lalu? Dengan ujung tombak, dan atau prakarsa mahasiswa, kekuatan rakyat berhasil menumbangkan pemerintah otoritarian Orde Baru. Tuntutan yang mereka usung dengan mulut berbuih: ubah dan rekonstruksi format yang telah berurat-berakar selama 32 tahun. Lebih dikerucutkan! Benahi format sosial; pulihkan (recovery) ekonomi masyarakat; kembalikan politik pada kedaulatan rakyat; tegakkan supremasi hukum; dan bebaskan Indonesia dari virus KKN alias korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Bersambung ke Halaman 11
Potensi "Raksasa" yang Perlu Dirawat PULANG BASAMO perantau Minang ke kampung halamannya, ranah Minang, merupakan momentum yang pas untuk mensinergikan potensi rantau dengan ranah. Pemerintah harus memanfaatkan peluang ini. Pulang basamo kegiatan yang memberikan nuansa dan makna tersediri bagi warga rantau yang pulang maupun bagi warga yang menanti di kampung. Pulang basamo dimaknai sebagai wujud kepedulian untuk membangun Ranah Minang, kampung halaman, mempererat silaturrahim, paubek rindu, palapeh taragak. Namun, jika dirunut ke belakang, sejak kapan pulang basamo itu dimulai, memang sulit diketahui. Tapi menarik juga pendapat Amri Aziz, Sekjen Badan Koordinasi Kemasyarakatan dan Kebudayaan Alam Minangkabau (BK3AM) Jakarta.
HASWANDI
KEMPES — Salah satu kendaraan dinas yang diparkirkan di jembatan yang menghubungkan Air Tawar dengan Ulak Karang dikempeskan oleh oknum polisi, Sabtu (20/8). Insert: Fotografer amatir menangkap seorang polisi diduga sedang mengempeskan ban mobil warga. Insert atas: Petugas polisi sedang berdialog dengan salah seorang pemilik kendaraan.
Neneng Resmi Buronan Interpol
Arsenal Telan Pil Pahit
LONDON, HALUAN — Arsenal kembali menelan pil pahit. Jika pada pekan lalu, Arsenal hanya mampu bermain imbang 0-0 dengan Newcastle dan kehilangan Gervinho akibat kartu merah, kemarin malam The Gunners gagal meraih poin di kandang sendiri, Stadion Emirates London. Arsenal kalah 0-2 dan kembali harus kehilangan satu pemain karena kartu merah yaitu Emmanuel Frimpong. Arsenal juga akan kehilangan pemain belakang Kosceilny yang mengalami cedera. Dengan absennya sejumlah pemain itu membuat Arsene Wenger tidak akan memiliki banyak pilihan untuk pertandingan berikutnya. Pada pertandingan ini tuan rumah Arsenal memainkan beberapa pemain pilarnya seperti Robin Van Persie, Theo Walcott, Andrey Arshavin dan pemain yang tengah digadang-gadang akan pindah ke Manchester City, Samir Nasri. Bersambung ke Halaman 11
SETELAH MANTAN Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin tertangkap, kini giliran istrinya menjadi buronan Interpol.
THEO WALCOTT
JAKARTA, HALUAN — Neneng Sri Wahyuni, istri Muhammad Nazaruddin tersangka kasus suap Wisma Atlet Jakabaring, Palembang resmi ditetapkan sebagai buronan Interpol. Neneng ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek pembangkit listrik tenaga surya di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Foto dan data Neneng sudah terpampang di layar situs Interpol, www.interpol.int, tepatnya di daftar red notice, persis sama dengan fotonya dalam paspor yang sudah dicabut Direktorat Jenderal Imigrasi. Dalam rilis Interpol, Neneng tertulis lahir 29 tahun lalu di Pekanbaru, Riau. Perempuan
bertinggi badan 164 sentimeter dan berat 57 kilogram itu disebut berkemampuan bahasa Inggris dan Indonesia. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam menyatakan, data interpol sudah memuat profil Neneng yang merupakan tersangka kasus dugaan korupsi di KPK terkait proyek di Kemenakertrans. Polri berharap dalam waktu dekat Neneng segera bisa ditangkap. Bersambung ke Halaman 11
MERAWAT KEMANDIRIAN
Tomi, Hidup dari Surau ke Surau Laporan Laporan:: ESHA TEGAR PUTRA
M
enjadi garin lantas hidup dari satu surau ke surau lain, bukanlah pilihan utama Tomi Cipta Nugraha, 18 tahun, ketika pertama kali memilih untuk merantau dari kampungnya di Mukomoko, Bengkulu, menuju Padang sejak awal 2007 lalu. Tapi kemauan kerasnya untuk meneruskan pendidikan di sekolah lanjutan
tingkat atas di Padang membuat kehidupan mudanya sebagai garin adalah kenikmatan lain bagi jiwanya. “Orang-orang memanggil saya garin, ustad, kadang buya, apa saja silakan,” kata pria yang akrab disapa Tomi dan sedang menempuh pendidikan di Jurusan Sejarah, Fakultas Sastra, Unand tersebut, Kamis (18/8). “Saya cuma ingin bersekolah di Padang, tanpa membebankan orang tua di kampung, yang memang sudah tidak
mungkin membiayai sekolah saya selepas pesantren,” tambahnya tentang penerimaan kehidupan mudanya sebagai garin. Lantas Tomi yang kini menjadi garin di surau Ihtiadul Mukminin, Jalan Banda Gadang, Gunuang Pangilun, Kecamatan Padang Utara tersebut bercerita bagaimana mulanya ia merantau dari kampung dan berpindah dari satu surau ke surau lain di Padang. Bersambung ke Halaman 11 DOK
ALUMNI SMEA 1 Padang angkatan 1978-1979 mengadakan buka bersama di kediaman Edison, salah seorang alumninya, pada Sabtu (20/8) di Padang.
Alumi SMEA 1 Padang Buka Bersama
PADANG, HALUAN — Alumi SMEA 1 (kini SMK 2—red) Padang angkatan 1978-1979 mengadakan buka bersama di rumah Edison, salah satu alumni, Sabtu (20/8). Kegiatan yang bertujuan menjalin silaturahim ini telah berlangsung dua kali. Edison sendiri adalah Direktur Utama PT Sangir Putra Reksindo Group. Penasihat Alumni 19781979, Hj Mukhniarty Basko menyebutkan, agak berbeda dengan temu alumni lain, kegiatannya rutin diadakan
sekali sebulan. “Tempat pelaksaannya dari rumah ke rumah, sehingga tidak hanya mempererat antarsesama alumni, tapi juga antarkeluarga,” katanya. Pada buka bersama yang dihadiri 40 orang itu, yang datang dari Jakarta dan Riau, Mukhniarty ini menyebutkan, hasil dari buka bersama tersebut rencananya akan dibuat program di tahun mendatang.
Bersambung ke Halaman 11