Harian Umum
Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat SENIN,
25 September 2017 / 5 Muharram 1439 H / Edisi: 316, Tahun ke-69 / Harga Eceran Rp3.750/Eks (Luar kota tambah ongkos kirim)
SELUNDUPKAN 9 EKOR KUKANG
Petani dan Tukang Ojek Diringkus PADANG, HALUAN — Petugas Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Seksi Wilayah II Pekanbaru serta Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Harimau berh asil mengamankan sembilan ekor kukang (Nycticebus coucang) dari dua orang warga di kawasan Lubuk Basung dan Maninjau. Kedua pelaku yang diduga saling berkaitan yakni J yang berprofesi sebagai petani
diamankan pada Rabu (20/9). Sedangkan H, yang bekerja sebagai tukang ojek diamankan pada Kamis (20/9). “Kita amankan dari dua lokasi, satu di rumah dan satu lagi tengah membawa. Rinciannya sebanyak enam ekor di antaranya dari seorang petani berinisial J di Lubuk Basung, dan tiga ekor sisanya diamankan dari seorang tukang ojek berinisial H di Maninjau. ungkap Khairul, seorang penyidik Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera, kepada Haluan, Sabtu (23/9) di Kantor BKSDA Sumatera Barat. Menurutnya, saat ini pelaku dalam proses penanganan perkara dan untuk Kukang, sementara akan dititipkan di lembaga observasi agar bisa terselamatkan. Lebih lanjut dirinya menjelaskan, kukang masuk ke dalam kelompok Apendiks I, yakni satwa liar yang dilarang dalam segala bentuk perdagangan.
>> PETANI hal 07 Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai. (QS Yasiin ayat 6) SUBUH ZUHUR ASHAR MAGRIB ISYA
04.59 12.19 15.31 18.22 19.31
WIB WIB WIB WIB WIB
BALAI Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera mengamankan sembilan ekor Kukang (Nycticebus) dari dua orang tersangka di Wilayah Agam dan Maninjau. Nantinya primata ini akan dilepas liarkan namun sebelumnya akan dibawa ke Solok untuk direhabilitasi. HUDA PUTRA
Alumni UNP Amankan Pemberian Gelar Mega
DIHADANG PARANG
Gojek-Ojek Pangkalan Nyaris Bentrok PADANG, HALUAN — Intimidasi kepada Gojek mulai terjadi di Kota Padang pasca kantor operasional gojek Padang di tutup, Rabu (19/9) silam. Belasan driver Gojek nyaris baku hantam dengan puluhan tukang ojek pangkalan di simpang Kampus STKIP Sumbar, Gunung Pangilun, Minggu (24/9) siang sekitar pukul 13.00 WIB. Tak terima hal itu, para pengendara Gojek lain menunjukkan solidaritas. Mereka mendatangi lokasi dan meminta penjelasan kepada puluhan tukang ojek yang biasa mangkal di sana. Adu mulut tak terhindarkan. Beruntung, kedua koordinator berhasil meredam dan tidak sampai terjadi adu fisik. Informasi yang dihimpun Haluan, salah seorang driver Gojek, Fadli (25) dihadang menggunakan sajam (senjata tajam-red) saat akan mengantarkan orderan Go-Food di dekat kampus itu. Dirinya diancam hendak dibacok apabila berani masuk ke wilayah sekitar STKIP. “Saya dihadang dan akan dibacok kalau tetap berkeras masuk ke dalam. Saya sudah bilang tidak mengambil dan mengantar penumpang. Tapi hanya mengantarkan makanan (Go-Food-red), tapi tetap tidak diperbolehkan dan disuruh balik kanan,” kata Fadli kepada Haluan di Sekre Gojek cabang Nanggalo. Dikatakan Fadli, karena tidak boleh masuk, ia akhirnya memarkirkan sepeda motornya disimpang dan berjalan kaki mengantarkan makanan. Namun tetap tidak diperbolehkan dan sempat akan dipukul. Karena kondisi tak kondusif lagi, Fadli menelpon pengorder yang merupakan salah
KETUA Iluni UNP, Fauzi Bahar memberikan keterangan pers terkait adanya aksi penolakan penganugerahan gelar doktor kehormatan kepada Presiden Kelima Indonesia, Megawati Soekarno Putri. RINA
SOAL 5.000 PUCUK SENJATA
Pernyataan Panglima TNI Picu Reaksi JAKARTA, HALUAN — Pernyataan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menyebutkan adanya institusi di luar TNI dan Polri yang sempat merencanakan mengimpor 5000 senjata ilegal mendapat reaksi dari anggota I DPR RI. Anggota Komisi I DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta isu impor senjata ilegal yang disampaikan Panglima TNI harus diusut tuntas. “Pernyataan Panglima TNI soal adanya institusi di luar TNI dan Polri yang sempat merencanakan impor senjata ilegal itu harus ditindaklanjuti serius secara hukum,” tegas Dasco dalam rilisnya, Sabtu (23/9). Karena isu itu menurut politisi Partai Gerindra itu, bisa diketagorikan sangat high profile. “Maka sebaiknya Presiden membentuk tim khusus untuk mencari faktafakta awal agar kasus ini bisa diselesaikan lewat jalur hukum,” sarannya.(berita terkait halaman 21) Setidaknya menurut dia, ada tiga hal yang perlu diusut secara tuntas. Pertama, soal impor ilegal tersebut. Dimana hal itu jelas merupakan tindak pidana serius
>> GOJEK hal 07
>> PERNYATAAN hal 07
PADANG, HALUAN — Penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa (HC) untuk Presiden Indonesia Kelima, Megawati Soekarno Putri dari Universitas Negeri Padang (UNP) menimbulkan pro kontra. Jika sebelumnya disebut ada upaya penghadangan dari kelompok Forum Masyarakat Minangkabau (FMM), kali ini giliran alumni yang siap tampil mengamankan pelaksanaan kegiatan tersebut. Rencana ini, disampaikan
KAMI sebagai alumni tentu tidak ingin almamater kami tercoreng, dan kami juga tidak mau acara kami diganggu,” FAUZI BAHAR (Ketua DPP Iluni UNP)
langsung oleh Ketua DPP Iluni UNP Dr. Fauzi Bahar. Walikota Padang dua periode ini menyebutkan akan menyiapkan 5.000 mahasiswa Fakultas Ilmu
Keolahragaan (FIK) UNP untuk mengamankan jalannya acara penganugerahan gelar doktor
>> ALUMNI hal 07
SEMEN PADANG VS BARITO PUTRA
Ayo, Akhiri Catatan Buruk PADANG, HALUAN —Semen Padang akan menghadapi Barito Putra dalam lanjutan Liga 1 Indonesia pekan ke-26, Senin (25/9) di Stadion H. Agus Salim Padang. Semen Padang wajib meraih kemenangan demi menghentikan rekor buruk mereka dimana tujuh pertandingan tanpa kemenangan. Pelatih Semen Padang Nilmaizar mengaku para pemainnnya sudah siap menghadapi laga ini. “Pemain dalam kondisi sehat dan siap bertandingan. Pada pertandingan n anti kami tidak bisa menurunkan Elfis yang terkena akumulasi kartu. Sementara itu Rudi sudah bisa kembali dimainkan setelah menjalani sanksi larangan bertandin akibat akumulasi kartu,” ujar Pelatih Semen Padang Nilmaizar, kemarin. Setelah selesai pertan-
NILMAIZAR
dingan melawan Persiba, dimana Semen Padang mengalami kekalahan 1-0, para pemain Semen Padang langsung fokus menghadapi Barito Putra. “Setelah pulang dari pertandingan melawan Persiba kami sudah menggelar beberapa kali latihan sebagai persiapan menghadapi pertandingan melawan Barito Putra,” ungkapnya. Kembalinya Rudi akan menambah kekuatan Semen Padang di lini tengah. “Namun siapa yang akan menggantikan Elfis masih belum kita putuskan. Bisa jadi kami memainkan Ko Jae Sung, Handi dan Fino. Saya harus melihat kondisi terakhir pemain sebelum diturunkan,” sebutnya. Pelatih Barito Putra Jacksen Tiago tidak mau me-
>> AYO hal 07
SENGKARUT KUSUT TANAH ULAYAT DI SUMBAR
Revisi atau UU Baru untuk Selamatkan Hak Kaum Adat
K
EHILANGAN tanah adat atau tanah ulayat, bagai hantu yang menakut-nakuti kaum adat di Sumatra Barat (baca: Minangkabau). Tanah adat, adalah
MUSRIADI
www.harianhaluan.com
salah satu ciri eksistensi suatu kaum. Namun kenyataan saat ini, tak sedikit sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) yang terbit di atas tanah adat, dan dikelola oleh perusahaan dengan membuat perjanjian tertentu dengan kaum. Nah, berbagai model persengketaan muncul di atas perjanjian tersebut. Sengkarut benang kusut persoalan tanah adat belum lagi menemukan solusi. Pemerintah belum merevisi Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA), dan belum menerbitkan aturan perundang-undangan baru yang dapat meredam potensi masyarakat adat kehilangan hak atas tanah adatnya. Atas segala sengketa yang muncul di atas tanah adat, hanya dua “obat” penawarnya: Musyawarah
untuk Mufakat, atau Pengadilan. Pada momentum Hari Agraria Nasional (HAN) yang jatuh setiap 24 September ini, Harian Haluan mewawancarai Kepala Kantor Wilayah Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sumbar Musriadi, guna menggali apa sebetulnya usaha pemerintah untuk meminimalisir terjadinya sengketa baru, dan mencari jalan keluar atas persoalan yang telah ada di atas tanah adat. Berikut petikan wawancaranya. Tanya (T): Begitu banyak, kompleks, dan runyam persoalan pertanahan di Sumbar, yang terjadi di atas
>> REVISI hal 07 Redaktur: RAKHMATUL AKBAR
Layouter: IRV@ND