Harian Umum
Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat SABTU,
26 Agustus 2017 / 4 Dzulhijah 1438 H / Edisi: 288, Tahun ke-69 / Harga Eceran Rp3.750/Eks (Luar kota tambah ongkos kirim)
INDONESIA VS MALAYSIA
SEPTIAN David Maulana dan Rezaldi Hehanusa saat melakukan selebrasi
Lebih dari Sekadar Tiket Final KUALALUMPUR, HALUAN — Indonesia akan menghadapi Malaysia di babak semifinal SEA Gam e s
lapangan, Kami bisa lebih nyaman bermain sayap, tapi kita juga bisa main bagus dengan lapangan kecil.” terang Luis Milla. Milla pun berharapa saat melawan Malaysia nanti,
cabang sepakbola, Sabtu (26/8) 19.45 WIB. Pertandingan ini lebih dari sekadar perebutan tiket lolos ke babak final. Untuk itu kedua tim diyakini akan menunjukan permainan terbaiknya. Selain dihangatkan berbagai permasalahan di luar sepakbola, pertandingan ini juga akan menjadi pembalasan laga kualifikasi Piala Asia U-23, dimana Indonesia kalah 3-0. Tentunya Luis Milla sudah belajar dari kesalahan tersebut. “Lawan Malaysia tak ada yang spesial, saya cuma akan katakan nikmati permainan di semifinal dan buat semua orang Indonesia bangga,” tegas Luis Milla. Skuat Garuda Muda akan tampil menghadapi teror Harimau Malaya Muda dan supporter Malaysia Milla pun percaya diri anak asuhnya tidak akan terpengaruh dengan terror supporter Malaysia. Milla juga bakal menginstruksikan para pemainnya agar menghindari kesalahan-kesalahan mendasar lawan Malaysia nanti. “Di Stadion Shah Alam kami akan bermain sangat baik dengan memanfaatkan lebar
timnas mendapat dukungan langsung dari warga Indonesia yang ada di Negeri Jiran. Dia juga mengharapkan laga berjalan baik dengan bermain penuh rasa hormat.”Kami datang untuk menikmati kompetisi ini. Saya harap akan menjadi pertandingan baik, dan saya ingin kedua tim bermain dengan kehormatan,” kata Milla seperti dikutip situs resmi PSSI. Asisten pelatih timnas Indonesia, Bima Sakti, meminta suporter Indonesia menjunjung persaudaraan dengan Malaysia. Dia tak ingin ada perseteruan di luar konteks sepakbola. “Kita sudah berhasil ke semifinal, jadi pendukung juga bersemangat, tapi kita juga harus jaga persaudaraan, karena kita berjuang atas nama olahraga sepakbola, bukan sebab lain. Bagi saya, Malaysia tim yang bagus dan punya peluang untuk menjadi juara,” kata Bima seperti dikutip Bharian. Hal senada juga disampaikan oleh pelatih Malaysia, Ong Kim
Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan." (QS As Sajadah Ayat 11) SUBUH ZUHUR ASHAR MAGRIB ISYA
05.02 12.22 15.39 18.25 19.35
WIB WIB WIB WIB WIB
Pembangunan 50 Kota Mandek Akibat Kisruh LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Polemik dan kisruh di Pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota yang seakan belum berujung, berdampak pada pembangunan daerah tersebut. Serapan anggaran rendah, pembangunan mandek. Polemik itu berdampak pada serapan anggaran untuk pembangunan. Limapuluh Kota kian terpuruk. Masyarakat seakan jadi tumbal kisruh yang terjadi. Sampai Agustus ini, penyerapan anggaran baru mencapai 27 persen. ”Apa yang kami lakukan saat ini, adalah dampak dari luapan terhadap tumpukan-tumpukan masalah yang selama ini sudah mengancam kepada roda Pemkab Limapuluh Kota. Salah satunya terhadap serapan anggaran hari ini yang masih rendah,” terang Wakil Bupati, Ferizal Ridwan. Lebih nyarisnya lagi, terang Ferizal, memasuki triwulan ketiga masih ada OPD Limapuluh Kota penyerapan anggaran nol. Begitu juga, Plt Kepala OPD Limapuluh Kota yang melakukan pemotongan anggaran sebesar 20 persen. “Ini sangat memiriskan. Tapi sudah di luar kewenangan dari Plt Kepala OPD di Limapuluh Kota. Karena itu, supaya tidak terjerumus saya melakukan pengembalian jabatan definitif Sekda dalam penyelamatan daerah,” tegas Ferizal. Buntut dari tidak terserapnya anggaran daerah dengan baik itu, berdampak langsung terhadap tidak bergeraknya roda pemerintahan dan lambannya pembangunan Kabupaten Limapuluh Kota. Ferizal
>> PEMBANGUNAN hal 19
>> LEBIH hal 07
Tanggap Darurat Galodo Tujuh Hari
MURID SD Negeri 03 Balaipanjang memilah buku pelajaran mereka rusak disapu galodo, Kamis (24/8). Efek galodo tak hanya dirasakan murid SD, tapi juga warga di dua nagari, Kecamatan Lareh Sgao Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota. IST
LIMAPULUH KOTA, HALUAN – Pemkab Limapuluh Kota menetapkan tanggap darurat bencana galodo selama tujuh hari. Selama tanggap darurat, petugas akan melakukan kerja cepat menolong para korban dan memulihkan akses transportasi yang putus. Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan dalam rapat koordinasi dengan jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) serta OPD, Jumat (25/8) menyebut, beberapa langkah penanganan dampak
bencana. Penanganan mesti dituntaskan selama enam hari atau seminggu ke depan. “Selama masa tanggap darurat, penanganan dampak bencana harus terfokus terhadap pemberian pertolongan kepada para korban banjir. Mulai dari pembersihan rumah, akses transportasi seperti jalan dan jembatan, sekolah yang terendam material lumpur, juga yang tertimbun longsor,” terang Ferizal dihadapan Komandan Batalyon Infanteri 131 Braja Sakti, Letkol Inf Mujibburrahman,
sumber air bersih dan saluran pipa Pamsimas. Sedangkan upaya normalisasi sungai, dimintanya OPD terkait seperti, Dinas PU dan Penataan Ruang atau Dinas Perikanan dapat mengerahkan alat berat ke lokasi, melakukan pembersihan atau penggalian badan sungai, untuk mengeluarkan material supaya arus air di Batang Mangkisi di kawasan Lurah Bukit bisa normal kembali. Selain memberikan sejumlah langkah penanganan di masa tanggap darurat bencana, Wabup Ferizal juga mengintruksikan kepada seluruh jajaran OPD serta Plt Sekda dapat berkoordinasi dengan jajaran TNI, Polri, aparatur kecamatan, nagari serta seluruh elemen masyarakat setempat. Terutama mendiskusikan kelancaran tugas
Dandim 0306 Limapuluh Kota, Letkol Inf Heri Sumitro, Danzipur Padang Mengatas, Kabag Ops Polres Payakumbuh, Kompol Basrial, Plt Sekdakab, M Yunus beserta sejumlah kepala OPD. Tim BPBD diinstruksikan terus melakukan pendataan korban bencana alam, menyegerakan pendistribusian logistik, pendirian posko tanggap darurat, pendistribusian air bersih. Juga akan dilakukan pengerahan massa untuk melakukan kegiatan pembersihan
Loncat ke Sungai, Pemuda Ampalu Tewas
WARGA membopong jasad Hamdi (20), pemuda Tanjung Ampalu, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung yang ditemukan tewas usai melompat dari atas jembatan Batang Ombilin, Jumat (25/8). OGAY www.harianhaluan.com
SIJUNJUNG, HALUAN — Seorang pemuda Tanjung Ampalu, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung bernama Hamdi (20), nekat terjun dari atas jembatan,Jumat (25/8). Aksi nekat itu membuat nyawa korban melayang. Jasadnya ditemukan sekitar 500 meter dari jembatan. Peristiwa yang menggegerkan Tanjung ampalu tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Tidak Ada yang tahu pasti kenapa Hamdi nekat bunuh diri. Para saksi juga tak menyangka, alumni SMK Negeri 1 Sijunjung itu akan nekat terjun ke sungai. Sebelum terjun, dia sempat bermenung di bibir jembatan kawasan Tapian Jugiak, Batang Ombilin, Jorong Simpang Tiga, Nagari Limo Koto, Kecamatan Koto VII.
Kar ena dinilai janggal, kar ena korban terjun tanpa melepas pakaian, membuat warga curiga. Setelah beberapa saat diamati, ternyata benar tubuh korban tidak kunjung muncul kepermukaan, hingga para warga seketika itu langsung bahu-membahu memberikan pertolongan. Kapolsek koto VII AKP suyanto mengatakan, seorang saksi mata yang kebetulan sedang menjaring ikan di sekitar TKP mengaku ikut terkejut melihat kejadian tersebut. Saking terkejut pihaknya pun secara reflek menghentikan kegiatan untuk selanjutnya mencoba memastikan apa yang jatuh. Betapa menurut saksi ketinggian
>> LONCAT hal 07
Selama masa tanggap darurat, penanganan dampak bencana harus terfokus pada penanganan. Mulai dari pembersihan rumah, akses transportasi dan sarana pendidikan” Ferizal Ridwan Wabup 50 Kota
>> TANGGAP hal 19
KORBAN First Travel memperlihatkan bukti laporan yang dibuat di Polresta Padang, Jumat (25/8) siang. Korban bernama David Kasidi (37) mengaku membayar Rp15 juta lebih ke First Travel, namun sampai kini tidak diberangkatkan umrah. AIDIL
Korban First Travel Melapor ke Polresta Padang PADANG, HALUAN — Seorang korban biro perjalanan umrah, First Travel melapor ke Polresta Padang, Jumat (25/8) siang. Pengakuan David, dia sudah menyetorkan uang Rp15 juta sejak tahun 2016 dan dijanjikan berangkat pada April lalu. Namun, sudah Agustus, dia tidak kunjung diberangkatkan.
Redaktur: BHENZ MAHARAJO
David Kasidi yang merupakan warga Batuang Taba, Kecamatan Lubuk Begalung dalam laporannya bernomor LP/1727/K/VIII/2017/SPKT Unit 1, menceritakan awal dirinya mencium ketidakberesan yang terjadi dengan First Travel. “Saya sempat mendapatkan program um-
>> KORBAN hal 07 Layouter: IRV@ND