EDISI : 115 TAHUN LXIII
SENIN 29 AGUSTUS 2011 M / 29 RAMADAN 1432 H
HARGA ECERAN
Rp2500
SEJARAH MENCATAT, HALUAN TERBIT SEJAK 1948 DAN MENJADI TUAN RUMAH DI NEGERI SENDIRI
04:51 05:01 12:22 15:38 18:27 19:36
EDISI LEBARAN
IdulFitri:Mudikke'Hulu'
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah36 kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS Al Baqarah:2-34)
Imsak Subuh Zuhur Ashar Maghrib (Berbuka) Isya
HARI INI TERBIT 28 HALAMAN
Oleh AZYUMARDI AZRA Guru Besar Sejarah dan Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta
WIB WIB WIB WIB WIB WIB
IDUL FITRI. Lebaran. Mudik. Ketiga istilah ini berkaitan satu sama lain. Istilah pertama—Idul Fitri— terkait langsung dengan kewajiban
MUI Sumbar
keagamaan bagi umat berimanberislam untuk mengakhiri ibadah puasanya, karena 1 Syawal sudah datang, dan haram berpuasa pada tanggal ini. Idul Fitri menjadi titik kulminasi ibadah puasa yang mengantarkan ash-sha’imin dan ashsha’imat ke dalam fitrah— kesuciannya seperti ketika pertama kali
diciptakan Allah SWT. Lebaran dan mudik adalah pengejawantahan dimensi sosial, kultural, dan ekonomi ibadah puasa. ‘Lebaran’ berarti membuka diri selebar-lebarnya untuk memperbaharui hubungan antar manusia (hablum-min an-nas) yang dalam perjalanan waktu menjadi ‘sempit’ Bersambung ke Halaman 11
TRANSISI DI LIBYA
Idul Fitri Bukan Perayaan Simbolik OLEH IRWAN PRAYITNO Gubernur Sumbar BANYAK orang, beragam pula cara mereka memaknai hari raya Idul Fitri. Ada yang memaknai Idul Fitri sebagai ajang untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat. Hari itu digunakan untuk mengencangkan tali silaturrahmi, saling memaafkan, membangun suasana baru dalam keluarga serta kaum kerabat dan lingkungan sosial. Sebagian muslim lainnya beranggapan Idul Fitri perlu disambut gembira karena telah mampu menundukkan hawa nafsu duniawi selama bulan Ramadhan, mengoptimalkan dan mengisi Ramadhan dengan beragam ibadah dengan penuh keikhlasan.
Bersambung ke Halaman 11
Idul Fitri dan Tradisi Minang OLEH: MOCHTAR NAIM SosiologdanmeraihgelarPhDdiUniversityofSingapore MENGINGAT kembali tradisi Idul Fitri yang khas Minang untuk diceritakan secara hangat dan menarik di ruang ini, terasa tak lagi segampang seperti membalikkan telapak tangan. Mungkin keningnya harus dikerutkan dulu, dan telunjuknya harus dilekatkan ke kepala, mengingatingat masa lalu di mana tradisi itu masih kental Minangnya yang semua kita mengikuti dan menikmatinya, dan hanya kita. Soalnya orang Minang yang hidup sekarang seperti saya juga dan semua kita bukan lagi hanya orang Minang saja lagi, tetapi dia dan kita adalah juga orang Indonesia dan bahkan orang modern mancanegara yang sudah kejipratan oleh sekian banyak pengaruhpengaruh luar lainnya dari manapun datangnya. Apalagi melalui bacaan dan media massa elektronik yang begitu beragam kita setiap hari disodorkan dan bahkan dicecar dengan bermacam informasi apapun yang sendirinya akan membawa pengaruh yang sangat besar terhadap cara hidup dan cara bersikap kita.
Bersambung ke Halaman 11
Khadafi Main Racun
SETELAH MENGHILANG sejak Tripoli dikuasai oposisi, Khadafi melakukan manuver dengan menebar racun di sumber-sumber air minum warga Tripoli. Pasukan oposisi melarang siapun meminum air Tripoli sebelum dinyatakan bersih.
TRIPOLI, HALUAN –– Proses transisi kepemimpinan di Libya agaknya tidak segampang yang dikira para oposisi. Setelah Khadafi lenyap, dan pasukan oposisi memasuki ibu kota Tripoli, semua kebutuhan dasar terutama air menjadi sangat ditakuti warga. Para intel pasukan oposisi mensinyalir seluruh sumber air bersih di Tripoli sudah diracuni oleh pasukan Khadafi. Karena itu tidak ada yang berani meminum air tersebut. Dan warga kota kini dalam kondisi krisis kebutuhan dasar. Selain air, maka bahan bakar, pasokan gas dan sembako juga langka di dalam kota. Pasukan oposisi berusaha keras menyalurkan kebutuhan dasar itu dari luar kota dari wilayah yang sudah dikuasai mereka. Bersambung ke Halaman 11
ANTARA
PEMUDIK MOTOR — Sejumlah pemudik motor melintas di Jl. Wates Km. 14, Yogyakarta, Minggu (28/8). Pemudik motor pada lebaran tahun ini meningkat sekitar 3 hingga 4 persen bila dibandingkan tahun lalu karena penjualan kendaraan roda dua di Indonesia yang semakin menggeliat.
Pesta Dzeko di London
LONDON, HALUAN — Manchester City menunjukan dominasinya pada laga ketiga Liga Primer Inggris ketika membungkam Tottenham Hotspurs 5-1, Minggu (28/8). Edin Dzeko dan Nasri menjadi bintang lapangan. Pada partai yang digelar di White Hart Lane, kedua tim bermain terbuka dan membuat sejumlah peluang, tapi City yang bermain pendek kaki ke kaki lebih menguasai bola. Tuan rumah membuat peluang lebih dulu lewat tendangan bebas Rafael Van der Vaart
pada menit-20, sayang bola masih bisa ditepis Joe Hart. Faktor David Silva dan 'dinamo' baru, Samir Nasri, gelombang serangan tim tamu membuat pertahanan Spurs kewalahan. Sampai akhrinya harus kebobolan pada menit-34. Nasri memberikan kontribusi pertamanya dengan sebuah assist cantik yang diselesaikan oleh Edin Dzeko. Menit-41, Citizens sukses menggandakan keunggulan lagi-lagi lewat kerjasama Nasri dan Dzeko. Bersambung ke Halaman 11
Lebaran dengan Linang Air Mata Laporan Laporan:: ANDIKA D KHAGEN
L
EBARAN TERNYATA bukan milik semua orang. Lebaran yang selalu dimaknai secara masif dengan kegembiraan, toh tak sedikit saudara kita menitikkan air mata saat takbir menggema sahut menyahut dari masjid ke masjid, dari musala ke musala, dan di jalanan. Nyaris 500 ribu jiwa jumlahnya di Sumatera Barat yang digolongkan miskin oleh BPS. Karena miskin itu pula, mereka tak purna menikmati hari kemenangan bagi umat Islam ini.
Masni, 47 tahun, tak menyangka musibah datang saat jelang keluarganya menyiapkan Lebaran: rumahnya hancur diterjang abrasi. Ia, bersama keluarganya, akan menghabiskan hari kemenangan itu ditenda yang dipasang di depan rumahnya. Sementara, tampak mencolok. Nun di kompleks-kompleks perumahan elite, tawa dan ceria, serta kue-kue mewah berserakan di atas meja tamu bersama anggur dan soft drink. Tawa pun pecah. Masni memecah air mata di saat debur ombak bergemuruh menerjang tempat tinggalnya. Bersambung ke Halaman 11
AP
EDIN DZEKO dan Samir Nasri menjadi bintang kemenangan Manchester City 51 atas Tottenham Hotspur dalam lanjutan Liga Inggris di White Hart Lane, London, Minggu (28/8).
GUBERNUR DAN WAKIL OPEN HOUSE
Salat Ied Tanpa Gubernur
Laporan Laporan:: DEVI DIANI
MASNI
JATUHNYA 1 Syawal yang diperkirakan akan bertikai pada tahun ini, sedikit mengurangi ketidaknyamanan merayakan berlebaran. Pemerintah secara resmi memang belum menetapkan jatuhnya 1 Syawal. Kendati demikian, pelaksanaan salat Ied (Idul Fitri) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat direncanakan akan digelar di halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat. Namun Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dipastikan tidak dapat hadir, karena diminta menjadi Khatib Salat Ied di lingkungan Pemkab Pesisir Selatan. Karena itu, sambutan saat salat Ied akan disampaikan Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim. Khatib Salat Ied di Kantor Gubernur dipercayakan pada Prof Dr Syamsul Bahri Khatib, dan imamnya Drs Gazali. Bila cuaca mendung atau hujan, maka Salat Ied dipindahkan ke Masjid Nurul Iman Padang. Sebab Masjid Raya yang selalu dinantikan operasionalnya itu,
masih belum dapat difungsikan. Pembangunannya masih berlanjut. Kepala Biro Bina Sosial Setdaprov Sumbar, Abdul Gafar kepada Haluan, di Padang mengatakan, tidak banyak berubah dalam pelaksanaan Salat Ied ini. Persiapannya sudah matang. Bila halaman Kantor Gubernur tidak mencukupi untuk menampung jemaah, dapat dimanfaatkan jalan raya hingga ke halaman kediaman resmi gubernur. “Lokasi pelaksanaan Salat Ied serta khatibnya sudah kita persiapkan. Bila cuaca tidak bersahabat, pelaksanaan salat terpaksa kita pindahkan ke Masjid Nurul Iman Padang yang mampu menampung sekitar 4.000 jemaah. Sekarang kita tinggal menunggu pengumuman pemerintah tentang 1 Syawal saja,” terang Abdul Gafar. Dikatakan, Masjid Raya hingga saat ini masih belum dapat dipergunakan, termasuk untuk Salat Ied. Bersambung ke Halaman 11
TIDAK TERBIT Sehubungan dengan Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriah dan Cuti Bersama, maka Harian Haluan, Selasa-Minggu (30 Agustus – 4 September 2011) tidak terbit. Haluan terbit seperti biasa kembali, 5 September 20011. Para pelanggan dan relasi agar maklum. PENERBIT