Haluan 29 Agustus 2017

Page 1

Harian Umum

Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat SELASA,

29 Agustus 2017 / 7 Dzulhijah 1438 H / Edisi: 291, Tahun ke-69 / Harga Eceran Rp3.750/Eks (Luar kota tambah ongkos kirim)

BASKO BAYAR KE NEGARA

Pengurusan SHGB Merujuk Sertifikat Induk 1983 PADANG, HALUAN — Nofrizal Chai mengaku mengurus Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) 200, 201 dan 205 atas permintaan Basko. Pengurusan dilakukan merujuk kepada sertifikat induk tahun 1983 yang secara jelas mencantumkan objek adalah tanah Negara bekas Eigendom Verponding 1650. “Tanah itu tanah negara bekas eigendom sisa, itu terlihat pada sertifikat induk yang dulunya milik PT Pembangunan Padang, dan setelah dibeli Pak Basko beralih nama ke atas nama beliau. Kapan persisnya mulai dikuasai Bapak Basko saya tidak tahu. Yang jelas, sejak 2009 saya bergabung ke Basko Group, tanah itu sudah dikuasai juga,” kata Chai, saksi dalam kasus dugaan pemalsuan surat yang didakwakan kepada CEO Basko Group H. Basrizal Koto (Basko) di Pengadilan Negeri Padang, Senin (28/8). Selain Chai, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Sumbar Mulyadi Sajaen dkk, juga menghadirkan dua saksi lain, Vivi yang merupakan staf di perusahaan milik Basko Group, dan Syawaluddin yang merupakan tokoh masyarakat Air Tawar, lokasi terbitnya

BERIKAN KETERANGAN – Tiga orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum ( JPU) memberikan keterangan dalam sidang lanjutan dugaan pemalsuan surat yang didakwakan kepada CEO Basko Group H. Basrizal Koto (Basko) di Pengadilan Negeri Padang, Senin (28/8). Para saksi menyebut, sejak awal proses penerbitan hingga sertifikat, tidak ada permasalahan yang terjadi. HUDA PUTRA

Proses Penerbitan Sertifikat Tanpa Sanggahan

S

IDANG kasus dugaan pemalsuan surat yang didakwakan kepada CEO Basko Group H. Basrizal Koto (Basko) kembali bergulir di Pengadilan Negeri Padang, Senin (28/8). Tiga orang saksi memberikan keterangan dihadapan majelis h akim. Sejumlah fakta baru terungkap. Menurut para saksi, tidak ada yang janggal mulai dari awal proses sertifikat, hingga terbitnya surat. PT KAI baru mengklaim tanah itu miliknya setelah sertifikat keluar sekitar tahun 2011. Sewaktu pengukuran, tidak ada klaim dari pihak manapun. Petugas BPN melakukan kerjanya tanpa hambatan. Baik saat pengukuran, hingga terbitnya sertifikat Selain itu saksi juga memastikan, pengurusan sertifikat juga berlatar sertifikat induk tahun 1983 tentang tanah negara bekas Eigendom Verponding 1650. Bukan termasuk ke dalam aset PT KAI. Ketiga saksi, termasuk seorang tokoh masyarakat Air Tawar Timur juga menyebutkan, tanah itu dulunya dihuni masyarakat. Setelah itu, Basrizal Koto melakukan pembebasan serta melakukan pembayaran kepada warga yang terkena dampak pembebasan lahan. Tidaka da gejolak s ewaktu pembebasan. Berikut keterangan lengkap ketiga saksi. Hakim Soetedjo :Anda bekerja di PT Basko sebagai apa? Nofrizal Chai :Humas, pak. Hakim Soetedjo :Memang PT Basko itu berapa perusahaan sih? Nofrizal Chai :Banyak, pak. Hakim Soetedjo :Apa saja? Nofrizal Chai :Ada mall, ada hotel, ada juga Haluan. Saya Humas Basko Holding, SK saya dari Jakarta, pak. Hakim Soetedjo :Kemudian, Pak Basrizal

>> PROSES hal 19 Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan." (QS As Sajadah Ayat 11) SUBUH ZUHUR ASHAR MAGRIB ISYA

05.02 12.22 15.39 18.25 19.35

WIB WIB WIB WIB WIB

>> PENGURUSAN hal 07

PT KURNIA SEJAHTERA PASTIKAN PRODUK STERIL

Heboh Garam Diduga Bercampur Kaca KITA belum bisa menyimpulkan apakah garam itu mengandung kaca atau tidak, karena masih dalam penyelidikan” HILDA MURNI Pejabat BPOM Padang

SOLOK, HALUAN — Khalayak Sumbar, Senin (28/8) dihebohkan dengan informasi temuan garam diduga mengandung kaca oleh konsumen di Kota Solok. Namun, informasi itu masih simpang siur. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sumbar masih melakukan penelitian. Sementara, prosuden menganggap informasi itu sesat. Kehebohan diawali dengan kecemasan Khamira (40), pemilik usaha pembuatan keripik di Jalan Destamar IV, Kelurah Kampung Jawa, Kecamatan Tanjung Harapan,Kota Solok, Senin (28/8) yang mendapati butiran-butiran kristal me-

TERJADI DI LIMAPULUH KOTA

Ratusan Kepsek Hanya Berstatus Plt LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kemelut di Pemkab Limapuluh Kota tampaknya terus bergulir. Belum usai kehebohan tarik ulur pelantikan tiga pejabat, kini heboh pula soal status Pelaksana tugas (Plt) seratusan kepala sekolah. Status tak penuh ini membuat roda pembangunan di bidang pendidikan tersendat. Secara keseluruhan, ada 163 kepala sekolah yang saat ini berstatus Plt. Kondisi ini sudah berjalan lama.

Bahkan ada Kepsek yang sudah 6 tahun sebagai Plt. Informasi yang dihimpun Haluan, dari sebanyak 163 Kepsek yang Plt, 120 merupakan Kepsek yang telah menjabat selama dua periode. Disebabkan tidak ada penggantinya, lalu statusnya “diturunkan” dari defenitif menjadi Plt. Sedangkan 43 Kepsek lainnya yang baru saja diangkat setahun belakangan. Mayo

>> RATUSAN hal 07

Garam Dioplos, Lalu Dipasarkan PAYAKUMBUH, HALUAN — Polres Kota Payakumbuh menemukan fakta baru dari kasus penggerebekan gudang penyimpanan sembilan ton garam di Tambun Ijuak, Nagari Koto Tangah Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota. Pemilik gudang rupanya sengaja mengoplos garam sebelum diedarkan. Pemilik gudang, Naldi (41) memesan garam dari Demak. Termasuk Sembilan ton yang digerebek polisi. Garam yang dipesan itu ternyata memiliki kadar yodium yang rendah dan tidak sesuai dengan standar takaran yodium garam yang harusnya beredar di tengah masyarakat. “Modus Naldi adalah membeli garam beryodium rendah dan standar. Kemudian mencampurnya dan membungkus dengan ke m a sa n baru. Gara mnya dioplos,” terang Kapolres Payakumbuh, AKBP Kuswoto, Senin (28/8). Dijelaskan Kasatreskrim Polres Payakumbuh, Iptu Wawan Darmawan, setelah mencampur garam yang beryodium standar dengan yang rendah, Naldi membungkusnya

>> GARAM hal 07

nyerupai serpihan kaca di dalam kemasan garam yang dibelinya. Khamira memakai garam merk KNA, produksi PD Kurnia, untuk adonan keripiknya. Cemas garam yang dipakainya akan membahayakan konsumen, Khamira menghentikan proses

pembuatan keripik , dan memilih melapor ke Dinas Koperindag Kota Solok. “Ada serpihan seperti kaca saya temukan di dalam kemasan, bercampur dengan garam,” terang Mira – pang

>> HEBOH hal 07

PETUGAS BPOM Kota Solok melakukan pengumpulan sampel garam yang diduga bercampur kaca, yang ditemukan seorang pengusaha keripik, Senin (28/8). Sejauh ini belum didapat kepastian, apakah garam memang bercampur kaca atau tidak. ERI

KPK Empat Hari di Sumbar PADANG, HALUAN — Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datang ke Sumbar, Senin (28/8), dan akan tetap berada di ranah Minang sampai Kamis (31/8) depan. Namun, kedatangan pejabat lembaga anti rasuah itu bukan untuk melakukan Operasi Tangkap Tangan

(OTT), melainkan untuk memantau dan mengevaluasi rencana aksi pencegahan dan penindakan korupsi terintegrasi pemerintah kabupaten dan kota di Sumbar. Pejabat KPK akan bertemu dengan semua kepala

>> KPK hal 07

DEPORTASI DARI MESIR TERUNDUR, KELUARGA CEMAS

Keluarga Mahasiswa Minang Surati Presiden LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Nasib dua mahasiswa asal Kabupaten Limapuluh Kota, Muhammad Hadi dan Nurul Islami yang ditahan oleh Kepolisian Mesir di Aga, Samannud, Mesir pada 1 Agustus 2017 Silam, semakin tidak jelas. Informasi dari media Online Mesir yang menyebutkan mereka sudah berada di Kairo ternyata tidak benar. Muhammad Hadi dan Nurul Islami ternyata masih di markas kepolisian Aga. Bahkan sampai sekarang kepulangan keduanya mulai tidak jelas. Pihak keluarga sudah diliputi kecemasan karena beredar juga inforwww.harianhaluan.com

masi kedua mahasiswa ini tidak diperlakukan dengan baik. Sepucuk surat akhirnya dikirim kepada Presiden RI, Joko Widodo. Surat tersebut ditulis langsung oleh Khaironi yang merupakan kakak kandung Nurul Islami. Didalamnya berisi tentang curahan hari keluarga yang mulai khawatir karena tidak ada kepastian dari KBRI dan Kemenlu terkait kepulangan dua mahasiswa ini. “Kami berkirim surat kepada Presiden Indonesia. Itu wujud keresahan,” tutur Khaironi, Senin (28/8) siang.

ORANGTUA keluarga mahasiswa Mesir asal Limapuluh Kota memperlihatkan foto anaknya ketika wisuda strata satu beberapa waktu yang lalu. Kini, nasib kedua mahasiswa itu tak pasti. JAWAPOS

>> KELUARGA hal 07 Redaktur: BHENZ MAHARAJO

Layouter: IRV@ND


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.