Haluan 30 September 2017

Page 1

Harian Umum

Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat SABTU,

30 September 2017 / 10 Muharram 1439 H / Edisi: 320, Tahun ke-69 / Harga Eceran Rp3.750/Eks (Luar kota tambah ongkos kirim)

TERKAIT TUMPAHAN CPO KE LAUT

Cabut Izin PT Wira Inno Mas! JIKA dalam penelusuran masalah terbukti perusahaan lalai, cabut izinnya. Itu harus dipertimbangkan. Pemerintah harus tegas” YULIARMAN Anggota DPRD Sumbar.

PADANG, HALUAN — DPRD Sumbar meminta PT Wira Inno Mas bertanggung jawab atas tumpahnya 50 ton minyak sawit mentah ke perairan Teluk Bayur. Pemerintah, katanya juga mesti mempertimbangkan sanksi pencabutan atau pembekuan izin kepada perusahaan itu. Permintaan pertanggungjawaban disampaikan anggota DPRD Sumbar asal Daerah Pemilihan (Dapil) Pa-

dang, Yuliarman. Dia menyesali kebocoran Crude Palm Oil (CPO) dari tangki timbun PT Wira Inno Mas yang terjadi di Teluk Bayur. “Perusahaan itu harus bertanggungjawab mengatasi pencemaran akibat tumpahan minyak. Juga harus jadi pelajaran oleh perusahaan yang lain agar jangan lalai dengan tangki minyak mereka, khususnya yang terletak di

Teluk Bayur. Jika memang diperlukan dan adanya kesalahan fatal, cabut izin PT Inno Mas itu,” tegas Yuliarman. Disebut Yuliarman, selain meminta perusahaan bersangkutan bertanggungjawab pihak terkait agar memberi peringatan terhadap PT Wira untuk kedepannya lebih berhati-hati. “Jika dalam penelusuran masalah terbukti perusahaan ber-

sangkutan lalai, cabut izin perusahaan bisa dipertimbangkan. Pemerintah harus t egas, kapan perlu diberikan suatu sanksi. Tak hanya PT Wira Inno Mas, perusahaan-perusahaan yang lain juga harus diawasi bagaimana mereka menjaga tangki masing-masing,” ulas Yuliarman. Kemudian ia juga mengimbau

>> CABUT IZIN hal 07

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS Al BAqarah Ayat 183) SUBUH ZUHUR ASHAR MAGRIB ISYA

04.59 12.19 15.31 18.22 19.31

WIB WIB WIB WIB WIB

KPK Bisa Terbitkan Sprindik Baru Setnov JAKARTA, HALUAN — Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan bahwa pihaknya bisa menerbitkan surat perintah penyidikan (Sprindik) baru untuk mengusut kembali kasus Ketua DPR Setya Novanto terkait dugaan korupsi proyek e-KTP. Hal ini disampaikan Kepala Biro Hukum KPK Setiadi menanggapi putusan Hakim Cepi Iskandar di sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (29/9). Hakim Cepi memutuskan penetapan tersangka Novanto oleh KPK tidak sah. Dengan demikian, penyidikannya harus dihentikan. “Berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2016 yang mana didalam aturan itu, bahwa apabila dalam penetapan tersangka itu dibatalkan, penyidik dibenarkan untuk mengeluarkan surat perintah baru,” kata Setiadi usai sidang putusan praperadilan, Jumat petang. Namun, Setiadi menegaskan, bukan berarti KPK sudah memutuskan untuk kembali mengeluarkan Sprindik terhadap Novanto. KPK akan terlebih dulu mem

>> KPK BISA hal 07

Bareskrim Sita Aset YSN di Tegal PADANG, HALUAN — Penyidik Subdirektorat IV Dittipidkor Bareskrim Polri kembali menyita aset milik Yusafni Ajo, pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sumbar, yang terjerat kasus korupsi SPj fiktif. Aset yang disita berupa tanah yang berada di Desa Margahayu, Kecamatan Margasari, Tegal, Jawa Tengah. Tanah yang disita jumlahnya delapan bidang, dengan luas 14 ribu meter. Penyitaan ditandai dengan pemasangan papan warna merah sebagai tanda penyitaan untuk keperluan penyidikan, Jumat (29/9) siang. Diduga, uang pembeli tanah itu merupakan hasil korupsi dan tindak pidana pencucian uang oleh Yusafni. Kanit Dittipidkor Bareskrim Mabes Polri, AKBP Rahmat Nurhidayat mengungkapkan, tanah-tanah itu dibeli Yusafni seharga Rp. 1,2 miliar dari hasil korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan infrastruktur strategis di Dinas Prasjaltarkim Sumbar. “Uang hasil korupsi oleh Yusafni, sebagian dibelikan tanah di Tegal. Tanah ini merupakan akses jalan menuju ke lokasi penambangan galian C di Margasari,” ungkap Rahmat Nurhidayat. Dijelaskannya, pada tahun 2012 sampai

>> BARESKRIM hal 07

BERSIHKAN LAUT — Personil yang terdiri dari Satuan Keamanan Laut (Satkamla) dari Lantama dan Yonmarhahlan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan Tentara Angkatan Laut dikerahkan dalam pembersihan laut akibat tumpahan Minyak Mentah PT Wira Innomas di Perairan Teluk Bayur, Padang. Dari 50 ton minyak yang tumpah, sekitar 30 tonnya sudah dibersihkan, hingga Jumat (29/9) siang. IST

Lima Pegawai BPN Praperadilankan Polda Sumbar PADANG, HALUAN — Lima pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang jadi tersangka kasus pemalsuan data negara terkait barang bukti kepemilikan tanah ahli waris Kaum Maboet, akhirnya mengajukan praperadilan. Penetapan kelimanya sebagai tersangka, dianggap kesalahan besar Polda Sumbar. Gugatan tersebut telah didaftarkan ke Pengadilan Negeri (PN)

Padang dengan Nomor Gugatan 04/ Pit.Pra/2017/PN-Pdg tertanggal 27 September 2017. “Menjadikan lima pegawai BPN Padang sebagai tersangka adalah kesalahan besar Polda Sumbar. Banyak pelanggaran yang dilakukan penyidik dan terkesan mengabaikan pembelaan kami. Karena itulah, kami melawan dan mengajukan praperadilan ke PN Padang,” kata Ketua Tim Penasihat Hukum

(PH) BPN Padang Rahmat Wartira kepada wartawan, Jumat (29/9). Rahmat Wartira menjelaskan, pelanggaran penyidik terlihat jelas setelah menyangkakan pelanggaran Pasal 263 ayat 2 terkait penggunaan dokumen palsu kepada lima pegawai BPN Padang. Sebab, dalam sangkaan pelanggaran pasal tersebut penyi

>> LIMA PEGAWAI hal 07

SIDANG DUGAAN KORUPSI E-KTP

Saksi Sebut Gamawan Pakai Perantara

JOHANES Richard Tanjaya alias Johanes Tan dihadirkan sebagai saksi perkara korupsi e-KTP. Jumat (29/9). Johanes dimintai keterangan di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor untuk terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong. IST

PADANG, HALUAN — Dugaan keterlibatan mantan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, dalam korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) kembali muncul dalam pe rsidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (29/9). Kali ini, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menghadirkan Johanes Richard Tanjaya alias Johanes Tan. Johanes bersaksi untuk terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong. Johanes adalah salah satu anggota tim yang ditunjuk sebagai pelaksana pengadaan e-KTP. Bersama Andi Narogong dan para pengusaha lain, Johanes

PULUHAN pengungsi Rohingya berebut makanan yang dibagikan relawan kepada mereka. Para pengungsi, sampai sekarang masih dihantui ketakutan dan belum mendapatkan jaminan keselamatan jika kembali ke Myanmar. IST

KAPAL TERBALIK

50 Pengungsi Rohingya Hilang BANGLADESH, HALUAN — Lebih dari 50 pengungsi Rohingya asal Myanmar hilang setelah kapal mereka tenggelam di perairan lepas pantai Bangladesh. Sejauh ini, 19 orang telah dipastikan tewas dalam insiden tersebut. Kepolisian Bangladesh menyatakan, para pengungsi tersebut tenggelam di lautan ganas pada Kamis (28/9) malam waktu setempat. Disebutkan kepolisian Bangladesh, kapal tersebut tenggelam di saat hujan deras dan

>> SAKSI SEBUT hal 07

>> 50 PENGUNGSI hal 02

RIBUAN ORANG IKUT AKSI 299

Melawan PKI, Menolak Perppu Ormas JAKARTA, HALUAN — Ribuan orang, Jumat (29/9) mendatangi Gedung MPR/ DPR. Mengawali aksi dengan salat jumat, massa mendesak DPR menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang tentang Organisasi Kemasyarakatan dan kebangkitan Partai Komunis Indonesia. Massa gabungan dari sejumlah ormas itu mulai berkumpul di depan Gedung MPR/DPR/DPD sejak pukul 9.00 WIB. Kaum pria datang dengan mengenakan gamis dan baju koko, sedangkan kaum wanita da

>> MELAWAN hal 07 www.harianhaluan.com

SEORANG pengunjuk rasa dalam mengibarkan bendera merah putih di depan Gedung MPR/DPR. Para pengunjuk rasa dalam aksi 299 mendesak DPR menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang tentang Organisasi Kemasyarakatan dan kebangkitan Partai Komunis Indonesia. IST Redaktur: BHENZ MAHARAJO

Layouter: IRV@ND


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.