2 minute read

Hadiri MFF Gala Premiere, Wali Kota Apresiasi Karya Para Sineas Madiun

Dunia Perfilman di Kota Madiun kian menggeliat. Apalagi, Pemerintah Kota Madiun siap hadir untuk membantu. Hal itu disampaikan Wali Kota Madiun, Maidi saat Madiun Film Festival (MFF) gala premiere di CGV Plaza Lawu Madiun, Kamis (16/3). Wali Kota Madiun, Maidi memang turut hadir menyaksikan pemutaran tiga film terbaik dari gelaran MFF beberapa waktu yang lalu.

Oleh: Sudarno, Kota Madiun

Advertisement

"Inovasi itu akan muncul karena yang dilihat menarik. Saya terima kasih sekali kepada para pemuda kita, para sineas kita ini yang sudah membuat beberapa film tentang kotanya,'' kata Wali Kota Maidi. Para pemuda, lanjut Wali Kota, secara tidak langsung sudah turut menyambut hal positif yang dimili Kota Madiun. Artinya, apa yang mere- ka lakukan sudah menambah hal positif tersebut. Wali Kota memang membuka pintu lebar-lebar terkait apapun yang membawa kebaikan untuk kota. Seperti para sineas yang diwujudkan melalui karya-karya film. "Pemerintah harus hadir dengan memberikan dukungan agar hasil karya mereka semakin baik. Produk boleh lokal, tetapi hasil harus nasional bahkan internasional,'' jelasnya. Wali Kota mempersilahkan para sineas menghadirkan sutradara jempolan untuk belajar. Pemerintah siap memfasilitasi. Wali Kota menyebut bakat sineas para pelaku perfilman akan semakin terasah dengan belajar dari para ahli. Karenanya, Wali Kota berharap kemampuan dan keinginan yang sudah kuat tersebut untuk terus ditingkatkan. "Kalau perlu sutradara, akan kita hadirkan. Seperti ini memang perlu ahli agar semakin hebat,'' ungkapnya. Terpisah, Novan Arendra, Sinematografi penggagas MFF menyebut kegiatan gala premier sekaligus untuk tansi. Tapi kami naikkan peminat tel ini selalu rama gi kita baru ban mendukung skill praktek industri, Pendaftaran ORS telah dibuk lalu hingga akhi banyak beasiswa SMEKDORS un ini. Mulai diskon hingga 30 persen tu mendapat biay is dan potongan Selain itu, bagi ik baru yang Hafid memperingati Hari Film Nasional yang jatuh di bulan Maret. Selain itu, pemutaran film juga sekaligus bentuk apresiasi kepada pelaku sineas Kota Madiun khususnya yang telah mengikuti MFF. Novan menyebut total ada 26 karya film yang kemudian dipilih tiga terbaik. Pemilihan dilakukan langsung oleh sutradara Hanung Bramantyo.

"Kalau berkaca Jogja, Bandung, dan Jakarta, kita memang masih tertinggal jauh ya. Tapi paling tidak perfilman di Kota Madiun sudah mulai menggeliat dan semoga ke depan bisa semakin berkembang,'' ungkapnya sembari berencana membuat film pendek berseries ke depan. [gat]

Pernah Gagal pada Ujian Stase Terakhir

Muda, menginspirasi dan berprestasi. Itulah gambaran dari sosok Lina Nur Hidayahtur Rohmah. Mahasiswa UM Surabaya Fakultas Kedokteran (FK) UM Surabaya angkatan pertama yang kini telah menjadi seorang dokter.

Lina panggilan sapaan akrabnya berhasil lulus pada Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) periode November 2022 dengan mengantongi nilai terbaik nasional. Dalam capaian tersebut ia menempati urutan ke dua dari FK PTN/PTS se-Indonesia.

Di balik capaian itu, rupanya Lina sempat down lantaran ia harus mengulang stase clinical comprehensive UGD, sehingga harus mengulang semua dari awal selama satu bulan. Sementara teman-teman yang lain sudah memasuki waktu libur, bahkan akibat hal tersebut, orang tuanya sempat dipanggil.

"Tapi Alhamdulillah, semua bisa terlewati dengan baik dan bersyukur bisa lulus tepat waktu,"kata Lina, Kamis (16/3).

Menurutnya kegagalan yang dialami menjadi salah satu titik balik kehidupannya. Ia meyakini bahwa kesuksesan tidak instan. Perjuangan saat menjalani proses itulah yang terpenting. Kegagalannya memberikan pelajaran bahwa ia harus berjuang lebih banyak, bekerja lebih keras dan berdoa lebih tulus.

"Bersyukur punya orang tua yang selalu support, mereka tidak pernah berhenti memberi dukungan, meski saya pernah gagal, orang tua selalu memotivasi, dan justru itu berdampak besar dalam diri saya,"imbuh Lina. Saat ditanya, tips belajar ala dirinya

"Yang saya terapkan dalam hidup adalah, setiap hari harus ada kemajuan, meskipun itu sedikit tidak menjadi masalah, yang penting adalah konsisten."

Lina Nur Hidayahtur Rohmah

This article is from: