Perkembangan yang terkait dengan kemiskinan dan kerugian ekonomi telah didokumentasikan dengan baik, tetapi proses yang menjelaskan hubungan antara kemiskinan dan perkembangan anak belum dieksplorasi secara menyeluruh. Hubungan antara kemiskinan, status sosial ekonomi yang rendah ternyata memiliki pengaruh yang kuat terhadap perkembangan anak dan juga merupakan faktor risiko terjadinya tindak pidana yang dilakukan oleh anak dan kenakalan pada remaja.
Kemiskinan itu sendiri bukanlah penyebab, tetapi itu dikombinasikan dengan keadaan lain yang dapat menyebabkan perilaku menyimpang tersebut. Lalu, Apa saja keadaan yang dapat membuat seorang anak sampai melakukan tindak pidana?
Tai Soo Shoong, dkk mencoba mencari tahu pengaruh kemiskinan terhadap perkembangan karakter dan perilaku anak-anak pada studi kasus di Malaysia yang dapat dibaca melalui jurnal yang berjudul “ Poverty and Deliquency: A Qualitative Study on Selected Juvenile Offenders in Malaysia".