Koran Edents Vol. 1 Tahun 2021

Page 1

Koran Edents LPM Edents

Volume 01

Dinamika Intelektual Mahasiswa Edisi 22 Februari - 08 Maret 2021

Pandemi Tak Jadi Halangan, Persiapan PKM Tetap Digiatkan

Dari Redaksi Tahun 2021 ini, pembelajaran secara daring masih berlanjut. Tingginya angka kasus penambahan positif Covid-19 menjadi faktor utamanya. Meskipun kondisi yang masih seperti ini, kegiatan akademik harus tetap berjalan normal. Berbagai kegiatan akademik yang sudah menjadi acara tahunan tetap diselenggarakan dengan protokol kesehatan. Ini dilaksanakan untuk tetap memberikan iklim akademik yang ada.

Koran Edents Volume 1 ini menampilkan Laporan Utama 1 pada halaman utama dengan laporan mengenai persiapan FEB dalam menyambut Pekan Kegiatan Mahasiswa (PKM) yang akan dilaksanakan tahun 2021 meskipun di tengah pandemi. Selanjutnya Laporan Utama 2 mengulik tentang program baru dalam Kampus Merdeka yaitu Kampus Mengajar. Pada Kabar Kampus dilaporkan mengenai persiapan pelaksanaan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Undip 2021 yang akan dilaksanakan secara daring. Terakhir, rubrik Kabar Prestasi diisi oleh Fikannisa Dea Putri yang meraih penghargaan internasional di Model United Nation (MUN). Kami dari redaksi memohon maaf apabila terdapat kesalahan atau kekeliruan penulisan dalam koran ini. Kritik dan saran sangat diperlukan untuk menjadikan LPM Edents menjadi lebih baik lagi. Selamat membaca!

Kabar Prestasi

Masa pandemi yang disebabkan oleh Virus Corona mengakibatkan terbatasnya kegiatan masyarakat di berbagai kalangan. Salah satunya dalam kegiatan mahasiswa yaitu PKM. Program Kreativitas Mahasiswa atau yang sering disebut dengan PKM merupakan salah satu ajang tahunan yang selalu ditunggu-tunggu oleh mahasiswa. PKM adalah salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas mahasiswa supaya menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis yang tinggi dan mampu menerapkan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi serta kesenian yang berguna. PKM juga bisa disebut dengan lomba menulis proposal yang terbagi atas beberapa jenis, mulai dari penelitian, pengabdian masyarakat, kewirausahaan, hingga inovasi teknologi atau karya tulis. Proposal yang dinyatakan lolos seleksi selanjutnya akan didanai oleh pemerintah dan kemudian diadu di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional atau PIMNAS. Pada tahun sebelumnya terdapat 31 tim dari Universitas Diponegoro yang lolos menuju PIMNAS.

tidak akan menyulitkan para peserta. Masa Pandemi tidak Pelaksanaan PKM

Pelatihan yang dilakukan menargetkan mahasiswa baru, dengan asumsi bahwa mahasiswa yang masuk di tahun sebelumnya telah mendapatkan pelatihan pada tahun masuk. Pada awalnya, mahasiswa akan dikenalkan dengan PKM yang dilakukan pada saat Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Pendidikan Karakter (Pendikar). Selanjutnya, akan dilakukan pelatihan di berbagai tingkat, yang pertama adalah pada tingkat fakultas dan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan tingkat

Hambatan

Pelaksanaan PKM pada masa pandemi, tidak menjadi hambatan bagi mahasiswa FEB untuk tetap mengikuti PKM. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah partisipasi mahasiswa FEB yang luar biasa. “Pada tahun sebelumnya, mahasiswa yang mengumpulkan proposal sekitar 100. Namun, pada tahun ini menjadi 219 dari gelombang satu dan masa pengumpulan proposal diperpanjang untuk gelombang dua,” jelas Maal. Sehingga, mahasiswa mendapatkan kesempatan yang besar untuk mengikuti PKM. Mahasiswa mendapatkan pelatihan dan bimbingan dengan dosen melalui berbagai platform. Contohnya melalui WhatsApp, Zoom, Teams. Artinya, mahasiswa tetap dapat berdiskusi dan mendapat bimbingan dari dosen. Target dan Harapan Pelaksanaan PKM

Persiapan Fakultas Menyambut PKM

Saat ini, Universitas Diponegoro telah mempersiapkan dengan baik untuk melancarkan kegiatan PKM bagi para mahasiswa. Menurut salah satu dosen yang ditunjuk sebagai pembina PKM 2021, Maal Naylah, “Jadi sebetulnya PKM itu ‘kan rutin setiap tahun, jadi persiapan yang dilakukan pun sudah annual karena setiap tahun akan dilakukan. Kita bekerjasama dengan BEM untuk level fakultas kalau tahun lalu namanya Riset dan Keilmuan (Riskel), tahun ini namanya Akademik dan Keilmuan (Akel). Jadi dengan mereka, kita organize bagaimana mahasiswa FEB ikut berpartisipasi dalam pengajuan proposal yang diikutkan dalam seleksi internal di universitas.”

Menjadi

Dok. BEM FEB

departemen. Apabila mahasiswa yang mengikuti PKM dinyatakan lolos seleksi, maka akan dilakukan pendampingan oleh para dosen. Selain itu, pihak fakultas telah mempersiapkan insentif khusus bagi mahasiswa yang lolos seleksi internal maupun eksternal. Pandemi Memunculkan Pedoman Baru

Menilik pelaksanaan PKM pada tahun lalu, akibat dari penyebaran Virus Corona seluruh kegiatan PKM dilakukan secara daring termasuk pelaksanaan PIMNAS. Pada tahun ini, pelaksanaan PKM tidak wajib dilaksanakan secara daring, namun Concept Blended. Concept Blended diartikan dengan perpaduan antara daring dan luring. Apabila para peserta bisa melakukan kegiatan secara luring dengan menjalankan protokol kesehatan yang berlaku, maka tentu saja hal tersebut diperbolehkan. Maal menyatakan bahwa pedoman PKM selalu diupdate sesuai dengan kondisi di lapangan, sehingga

“Peningkatan partisipasi mahasiswa diharapkan bisa menciptakan kebiasaan akademik kita yaitu menulis produktif, membaca, serta kemampuan dalam menganalisis dapat meningkat. Saya lebih mengharapkan tujuan jangka panjang yaitu atmosfer akademik yang baik kita meningkat dengan menulis produktif salah satu alatnya yaitu peningkatan partisipasi mahasiswa dalam PKM,” lanjut Maal Naylah. Dengan mengikuti PKM, mahasiswa dapat berlatih menulis ilmiah, mengetahui bagaimana mencari isu terkini, membuat hipotesis, serta elemenelemen yang dibutuhkan dalam membuat riset. Keikutsertaan mahasiswa dalam PKM dapat melatih mahasiswa lebih produktif serta mendapatkan pengetahuan yang besar untuk dampak jangka panjang bagi mahasiswa. “Sebenarnya tidak ada target yang pasti, namun berharap adanya peningkatan dari tahun lalu.” ucap Maal Naylah selaku pembimbing PKM. Harapan ini bisa menjadi nyata dibuktikan dengan meningkatnya jumlah partisipan yang luar biasa. Pelatihanpelatihan yang diadakan dari pihak fakultas menghasilkan dampak positif untuk mengajak para mahasiswa mengikuti PKM. (lth)

Mahasiswi FEB Raih Penghargaan Internasional

Dok. Pribadi

Model United Nation (MUN) merupakan sebuah konferensi berupa simulasi PBB yang merupakan wadah bagi para generasi muda dari seluruh dunia untuk memperluas networking mereka. Salah satunya adalah Asia World Model United Nation III (AWMUN III) yang diselenggarakan oleh International Global Network (IGN). Konferensi ini berlangsung pada tanggal 13-16 November 2019 lalu di Nusa Dua, Bali. Pada AWMUN III ini, tema yang diusung adalah The Implementation of World’s Agenda 2030. Peserta yang mengikuti acara ini diharapkan dapat bertukar pikiran dalam sebuah diskusi untuk penerapan SDG’s/ 17 poin tujuan pembangunan berkelanjutan 2030 di masing-masing council yang telah ditentukan. Pengalaman Mengikuti MUN

Fikannisa Deaputri, mahasiswi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) tahun 2018, berhasil mendapatkan kategori Best Delegate of Organization of Islamic Cooperation (OIC) pada acara AWMUN III. Acara

ini bisa dibilang sangat bergengsi karena diikuti oleh generasi muda dari berbagai negara atau dikenal dengan istilah delegate. AWMUN III diikuti oleh 1.289 delegasi dari 78 negara. Sekitar tiga minggu sebelum konferensi berlangsung, Fika mendapatkan e-mail yang berisi bahwa ia akan menjadi delegasi dari negara Kazakhstan.

Menurut Fika, di hari pertama, acara ini dimulai dengan sambutansambutan, penjelasan mengenai mekanisme acaranya, dan pidato dari anggota United Nation yang dulunya merupakan peserta MUN. Hari kedua, yakni acara konferensi terdapat beberapa mekanisme. Pertama, absen hadir dan hadir namun abstain. Peserta yang hadir namun abstain/tidak menyatakan sikap sama sekali, berarti tidak boleh berbicara karena tidak mempunyai hak untuk berbicara dan sebaliknya. Kedua, inisiasi motion. Motion yaitu berupa topik yang akan dibahas selama konferensi tersebut belangsung. Setiap peserta diberikan waktu untuk mengutarakan pendapatnya mengenai motion apa yang akan dibahas. Motion ini ditentukan dari hasil voting suara terbanyak. Jika motion sudah ditentukan, peserta dapat melakukan diskusi hingga waktunya habis. Setelah waktunya habis, peserta membuka motion kedua dan seterusnya. Di hari ketiga ada beberapa acara yakni Bali City Tour, pemberian penghargaan, upacara penutup, dan lainnya. Alasan Mengikuti MUN

Saat ditanya mengenai alasan mengikuti MUN, Fika mengatakan, “Ada dua alasan yaitu personal dan dari luar. Alasan pertama adalah karena saya sadar kalau persaingan kerja itu sangat ketat sehingga dibutuhkan banyaknya skill dan pengalaman untuk mencapai citacita yang saya inginkan. Akhirnya, saya sadar bahwa MUN memiliki

kesempatan untuk mendapatkan skill-skill tersebut dan network yang saya mau. Kedua, saya menyukai diskusi, ketemu orang-orang baru apalagi berbeda negara, dan suka belajar culture baru. Di MUN saya dipertemukan dengan orang-orang dari berbagai negara sehingga saya bisa melatih bahasa inggris-ku di sana.”

Selain mengikuti MUN, Fika juga aktif mengikuti organisasi kampus. Ia mengikuti beberapa organisasi diantaranya sebagai magang Edents 2018, Eksekutif Muda Jaringan dan Pergerakan (bidang Kebijakan Publik) BEM FEB 2019, dan Eksekutif Produser di TedxUndip 2019. Saat menjadi eksekutif muda di BEM FEB, ia berhasil menjadi Executive of The Year. Bukan hanya itu, pada tahun 2019, ia mendapatkan lisensi dari pihak TED dan kini ia menjadi Leader of Organizer di TedxUndip. Dalam mengatur waktu antara non-akademik dan akademik, Fika mengatakan, “Jangan terlalu banyak memikirkan sesuatu tanpa melakukan apa pun. Intinya adalah dikerjain. Setidaknya sekian persen harus selesai per harinya.” Pesan untuk Seluruh Mahasiswa

Pertama, siapa pun kita, dari mana latar belakang kita, atau apa yang kita punya sekarang, itu semua bukan penghalang bagi kita untuk terus bergerak untuk mencapai apa yang kita inginkan. Kedua, ketika mendengar omongan buruk dari orang lain tentang kita, jangan habiskan energi kita untuk mempermasalahkan hal tersebut, tapi fokus terhadap tujuan kita. Ketiga, jangan berhenti untuk mengeluarkan isi kepala dan persaan kita, bisa lewat hobi, misalkan ikut lomba. “Intinya kita jangan pernah berhenti untuk memberikan value diri kita terhadap orang lain. Keempat, jangan lupa untuk menjadi diri sendiri,” pungkas Fika. (lth)

Kordents Volume 01 Edisi 22 Februari - 08 Maret 2021

Pemimpin Umum : Muhammad Anisulfuad ; Pemimpin Redaksi : Luthfia Rizqi Maulida; Pemimpin Artistik: Marsha Sabrina Lillah ; Editor : Rio Dwi Cahyono; Layouter : Selina Aulia Azahra ; Reporter : Nindhita Mega Shafira, Fortuna Tunggadewi S., Dwiki Yanwar, Daffa Faqih Saputra, Luvita Dyaningsih, dan Finecia Shinta Dewi.

Diterbitkan Oleh Lembaga Pers Mahasiswa Edents

Sekretariat : Gedung PKM Lt. 1 FEB Undip, Tembalang Edents Call Center : 024-91181513


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.