DWI MINGGUAN TERBIT 12 HALAMAN
Edisi: 107/Thn IV / 10 - 23 November 2010
PPP Larang Anggotannya di DPR RI ke Luar Negeri
Hal.
5
KPAID : Diminta Aparat Hukum Bengkalis Sportif
Harga Eceran :
Rp. 3.000,-
(Jabodetabek)
Pungli Proyek DAK Dindik Masih Misteri? Hal.
6
Hal.
9
KPK Bertekad Menjaga Independensi Dalam Pemberantasan Korupsi Jakarta, Melayu Pos Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertekad menjadi lembaga penegak hukum dalam pemberantasan korupsi yang tidak akan bisa ditekan apalagi diintervensi oleh pihak manapun, tidak terkecuali kekuatan politik.
Nadine Alexandra
Menyenangi Hal Yang Baru
Baca di hal. 11
TITIAN MUHIBAH Tanah Air Kita
Hal itu menyusul kepercayaan publik yang menyatakan bahwa KPK adalah salah satu lembaga penegak hukum yang mampu mengatasi tekanan partai politik atau politisi. “KPK akan tetap menjaga kinerjanya untuk selalu independen (bebas tekanan dan kepentingan) tapi tetap profesional,” tandas Wakil Ketua KPK, Mochamad Jasin. Sebelumnya, Lembaga Survey Indonesia (LSI) melansir hasil surveinya mengenai kinerja empat lembaga penegak hukum. Hasilnya, KPK menjadi lembaga penegak hukum yang kinerjanya dianggap paling baik ketimbang Kepolisian RI dan
Kejagung. Sebanyak 15 persen reponden menilai KPK bisa mengatasi tekanan partai politik atau politisi, sebanyak 12 persen publik menilai KPK bisa mengatasi tekanan pengusaha. Selain itu, 19 persen publik menilai KPK mampu memberantas korupsi. KPK menyambut positif hasil survei itu. Menurut Jasin, hal itu menandakan bahwa masyarakat Indonesia masih menaruh harapan besar terhadap KPK sebagai lembaga yang memiliki kewenangan memberantas korupsi. Beberapa waktu lalu, KPK sempat diterpa masalah hukum meBersambung ke hal. 11
Din Syamsudin: Oleh: Mas‘ud HMN Ketua Pusat Kajian Peradaban Melayu Jakarta
Tuhan ! Di pintumu aku mengetuk. Aku tak bisa berpaling (sajak Chairil Anwar) Takrif tanah air dalam pengertian umum adalah Tanah, Sungai, Gunung Hutan dan Laut serta yang ada didalamnya. Sebagai bangsa dengan berkat rahmat Allah itulah tanah air kita terbentang dari Sabang sampai Papua. Disanalah kita berdiri sampai akhir masa dan untuk Indonesia Raya. Paparan diatas, hakikatnya Indonesia ditakdirkanNya kita ada bersama alam. Harapannya disitu adalah wujudnya Indonesia Raya yang penuh rahmat dan magfirahNya Paham KeTuhanan kita adalah demikian. Hal itu tercantum dalam Pembukaan Undang Undang Dasar dengan ungkapan bahwa kemerdekan bangsa dengan berkat rahmat Allah. Sebagai Pencipta, Allah adalah Maha Kuasa, Keyakinaan terhadap Maha Kuasanya Allah tidak akan pernah kita kurangi sedikitpun Dalam tulisan Syafii Maarif dalam Republika 2 Nopember. Ia menulis dibawah judul Teologi Dalam Menghadapi Bencana. Menurut dia, ada kepercayaan manusia tidak yakin ada yang mengatur alam. Seolah olah alam menentukan maunya sendiri. Karen Amstrong seperti dikutip Maarif, sejak perang Dunia II rakyat Inggris mulai meninggalkan Tuhan disebabkan adanya perang Dunia yang menghancurkan dan menewaskan banyak manusia, tidak ada yang mampu menghentikannya. Tuhan, kata Amstrong meskipun banyak yang telah berdoa meminta Tuhan turun tangan menghentikan bencana perang tersebut. Perang tidak berhenti dan terus membawa korban Demikian tulis Syafii Maarif Kita tidak tahu dengan pasti benar tidaknya tesis Amstrong tersebut. Hanya saja ia telah menukilkan putus asanya bangsa Inggris sehingga ingin lari dari takdirNya meninggalkan Tuhan. Dalam hal yang sama bencana alam yang menimpa bangsa Indonesia melahirkan pertanyaan apa sikap bangsa kita. Penulis berani memastikani bangsa Indonesia tidak demikian, Bangsa Indonesia tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah. Bencana gunung Merapi di Yogyakarta, Tsunami Mentawai dan Bencana di Papua yang menimpa sebagai kejadian beruntun memang adalah duka kita semua. Tetapi keimanan kita menerimanya sebagai takdir Bersambung ke hal. 11
PANTUN MELAYU
Tetak buluh panjang suluh Mari jolok sarang penyengat Angkat doa jari sepuluh Doa minta biar selamat
Tetak buluh panjang suluh Mari jolok sarang penyengat Angkat doa jari sepuluh Doa minta biar selamat
Bila memandang ke muka laut Nampak sampan mudik ke hulu Bila terkenang mulut menyebut Budi yang baik ingat selalu
Pengusaha Galian C Terus Melanggar Aturan
Wajar Penetapan Merapi Sebagai Bencana Nasional Magelang, Melayu Pos Meski pemerintah sudah menetapkan koordinator penanganan bencana Merapi berada di tangan Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), namun Presiden SBY belum menetapkan bencana Merapi sebagai bencana nasional. Dengan melihat ruang lingkup ancaman letusan Merapi, Din Syamsuddin menilai penetapan Merapi sebagai bencana nasional sudah layak. “Sangat. Sangat layak, bencana gunung Merapi sebagai bencana nasional karena lingkup sangat luas melibatkan rakyat yang me-
Foto: Ist
PENGUNGSI MENINGKAT DRASTIS. Ribuan pengungsi beristirahat di tempat pengungsian sementara yang merupaka Gelanggang Olahraga (GOR) di Klaten, Minggu (7/11). Jumlah pengungsi di Kabupaten Klaten meningkat hingga lebih dari 10 kali lipat lebih dari perkiraan awal 5.000 menjadi 52.000 pengungsi akibat semakin meluasnya dampak letusan merapi.
ngungsi hampir 200 ribu orang,” tegas kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin. Terkait dengan penanganan bencana Merapi, Din menilai, kinerja pemerintah dalam menangani korban belum berjalan maksimal. Banyak posko pengungsian yang didirikan secara mandiri oleh warga ataupun masyarakat luas belum terpantau oleh pemerintah. “Posko pengungsi tidak terlalu terjangkau oleh pemerintah. Logistik menumpuk di pemerintah tidak seluruhnya tersebar dan terdistribusi ke Bersambung ke hal. 11
Pemberian Sanksi Haruskah Ditingkatkan?
Jajaran Komisi A DPRD Kabupaten Pekalongan menerima bingkisan parcel dari LSM beberapa waktu lalu yang berisi satu liter bensin dan sekantong batu serta pasir dari DAS Sengkarang.
Sudah Tiga Kali Dipanggil
Dugaan Korupsi 1,4 Miliar
Mantan Direktur RSU Kabanjahe Divonis Bebas Sumut, Melayu Pos Majelis hakim PN Kabanjahe, Rabu (20/10) petang, memvonis bebas mantan Direktur RSU Kabanjahe, dr Suara Ginting, terdakwa kasus dugaan korupsi penggunaan anggaran alat-alat kesehatan (Alkes) dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSU Kabanjahe senilai Rp 1.414.100.000 yang bersumber dari dana APBD Karo TA 2008. Pembacaan vonis bebas
itu disampaikan majelis hakim yang diketuai Yohanes Priyana SH MH didampingi hakim anggota David Panggabean SH dan Jesael Manullang SH. Sedangkan dari JPU Jeky Kaban SH. Menurut majelis hakim Yohanes Priyana yang juga Ketua PN Kabanjahe itu, menyatakan bahwa terdakwa sama sekali tidak melakukan tindak pidana korupsi sesuai dengan yang disangkakan
Kajen, Melayu Pos Sepanjang tahun 2008 hingga penghujung tahun 2010 ini tercatat sejumlah pengusaha galian C di Kabupaten Pekalongan terbukti melanggar aturan. Bentuk pelanggaran aturan itu berupa tidak atau belum berijin namun telah beroperasi serta penggunaan alat berat yang menyalahi aturan. Namun begitu, sanksi yang telah dijatuhkan hanya berupa penutupan lokasi penambangan atau penarikan alat berat dari lokasi penambangan. Bersambung ke hal. 11
dan dakwaan JPU. “Oleh karena itu, terdakwa dibebaskan dari segala dakwaan dan dikembalikan harkat dan martabat terdakwa,” ungkapnya. Ketika hal itu dikonfirmasi wartawan ke Ketua PN Kabanjahe Yohanes Priyana, membenarkan terdakwa dibebaskan dari segala dakwaan JPU. Disinggung apa yang menjadi dasar dan Bersambung ke hal. 11
PT MUP Lecehkan Disnakertrans Pelalawan, Melayu Pos Dari sekian banyaknya perusahaan yang beropersi di Kabupaten Pelalawan, hanya PT Mitra Unggul Pusaka (PT MUP) Group PT Asian Agri, Desa Gondai, Kecamatan Langgam yang tidak mematuhi Undang-Undang Ketenaga Kerjaan yang telah diatur oleh Pemerintah, apa lagi yang berhubungan dengan hakhak pekerja yang selalu disepelekan begitu saja. Perusahaan yang berjalan di bidang
HISTLEGEND
perkebunan Karet ini bisa dikatakan perusahaan yang keras kepala atau kebal hukum. Jangankan pekerja yang dihargai, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pelalawan pun diabaikan. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten telah melakukan pemanggilan sebanyak tiga kali kepada management PT.MUP, terkait dengan pengaduan pekerja yaitu Sangkot (70) Bersambung ke hal. 11
Bagian: Pertama
Bukit Batu “Jejak Sejarah” terbentuknya Kalimantan Tengah
BERADA di atas Bukit Batu yang terletak di tengah hutan Kalimantan (Tengah), seperti berada di tempat yang mustahil. Berada di atas Bukit
Batu dengan segera orang akan membayangkan dari mana batu-batu besar itu berasal, karena tidak mungkin batu-batu itu berasal dari Sungai Katingan yang jaraknya cukup jauh, yaitu sekitar 15 Km2. Kalau batu-batu itu bekas dari puing-puing kerajaan, di Kalimantan Tengah tidak ada kerajaan yang berdiri karena merupakan daerah baru yang di buka dari hutan belantara. Berada di Bukit Batu seperti berada di satu tempat yang muskil
terjadi. Karena Bukit Batu sulit dijelaskan melalui fenomena alam dan realitas historis, setidaknya seperti Borobudur misalnya, sehingga Bukit Batu menghadirkan sistem keyakinan tersendiri bagi masyarakat setempat dan mempunyai legenda untuk meneguhkan keberadaan Bukit Batu, yang sekaligus, legenda itu, berfungsi sebagai legitimasi. Nama Bukit Batu bukanlah nama asing bagi orang Kalimantan, setidaknya un-
tuk Kalimantan Tengah. Memang, Bukit Batu terletak di desa Kasongan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Kisah yang bergulir pada masa silam, seorang yang bernama Burut Ules tinggal di desa Tumbang Linting. Burut Ules dikenal sebagai seorang yang mempunyai kemampuan spritual tingkat tinggi, yang dalam bahasa setempat disebut sebagai bakaji. Seperti halnya di Jawa ada kisah Djaka Tarub yang mengambil selendang
salah satu bidadari yang sedang mandi di telaga kemudian mengawini bidadari tersebut. Kisah Burut Ules menyerupai hal itu. Dia, Burut Ules, mengambil besaluka yang di Jawa dikenal dengan nama jarik. Bukan hanya sekali dia melihat tujuh dara yang turun dari langit dan mandi di telaga yang berada di tengah hutan belantara yang sedang ia persiapkan sebagai tempat tinggal. Ketika dengan sengaja Burut Bersambung ke hal. 11