Melayu Pos

Page 1

DWI MINGGUAN TERBIT 12 HALAMAN

Edisi: 114/Thn IV / 16 Februari - 1 Maret 2011

Bupati Tegaskan Ahmadiyah Bukan Islam Hal.

Camat Nyaris Baku Hantam Dengan Warga

3

Hal.

Usut Dugaan Korupsi di Humas

5

Hal.

Harga Eceran :

Pendidikan di Cipunagara Ternoda

6

Hal.

9

Rp. 3.000,-

Ketua LPMD Kaliwedi Lor Dilaporkan

(Jabodetabek)

Hal.

10

Yenny Wahid:

Persoalan Kerukunan Beragama Bisa Mengancam Integritas Bangsa Jakarta, Melayu Pos Direktur Eksekutif The Wahid Institute Yenny Wahid menemui Ketua MPR Taufiq Kiemas di gedung MPR/ DPR RI, membicarakan permasalahan kerukunan beragama. Jika permasalahan ini dibiarkan sangat berpotensi mengancam integritas bangsa.

Laudya Chintya Bella

Ingin Menikah Dua Tahun Lagi

Baca di hal. 11

TITIAN MUHIBAH Terapi Nurani

Oleh: Mas‘ud HMN Ketua Pusat Kajian Peradaban Melayu Jakarta TERAPI NURANI merupakan upaya spirtual dalam kesehatan batin. Artinya semakin sukses upaya terapi nurani seseorang semakin sehat pula mental (jiwa) yang bersangkutan. Dalam tradisi Tasauf, sebagaimana dikemukakan Ziauddin Sardar (1978) hal itu dihubungkan dengan pembersihan diri membentuk budaya kesalihan,Yang intinya adalah menyempurnakan asas kemanusiaan dimuka bumi. Ia menyatakan bahwa prosesnya dapat dilakukan dengan, membangun kesadaran untuk mengingat kekurangan dan kesalahan, karena itu harus bertobat, tidak melakukan lagi serta berbuat banyak dalam hal yang positif dan kebajikan. Melakukan zikir adakah mengingat Allah Maha Pencipta seraya diiringi ungkapan lapaza tertentu. Melakukan ibadah, adalah pemujaan keapada Allah dan penghambaan diri dengan menuruti perintah serta menghentikan segala laranganNya. Bersikap Sabar yang merupakan upaya pengendalian diri dalam menerima takdir dan intropeksi serta evaluasi semua apa yang dilakukan. Menurut Sardar, proses ini bisa memastikan bahwa perjalanan nurani seseorang telah terawat dengan baik. Dalam kata lain sudah dilakukan terapi nurani terhadap yang bersangkutan. Sesungguhnya yang disampaikan Sardar tersebut diatas banyak berkaitan dengan fenomena umum yang ada sekarang. Bukankah saat sekarang elit masyarakat kita amat lama tenggelam dalam euporia reformasi, membawa hati nurani beku, bahkan buta rasa hilang kepekaannya. Sehingga kemudian menimpakan masalah yang berkepanjangan. Menurut Syafii Maarif (2010), kerusakan bangsa ini lantaran tidak berfungsinya nurani dan kerusakannya sudah hampir sempurna. Syafii menilai ada yang tidak beres pada bangsa Indonesia kini. Ia pun menyebut ketidak beresan itu mulai dari korupsi, kebohongan, dan kolusi, Akibatnya adalah kemiskinan rakyat tidak tertangani dengan semestinya Untungnya kata Syafii Maarif Yang Maha Kuasa dengan sifatnya yang Rahman (pengasih) dan Rahim (penyayang) belum jera terhadap manusia Indonesia Bangsa yang diistilahkan ibarat sebagai mutiara khatulistiwa masih dilindungi dan eksis dalam menghadapi tantangan tangtangannya. Namun demikian, sampai kapan budaya bangsa semacam demikian akan mampu bertahan. Budaya kebohongan dan korupsi menyatu dan telah jadi sistem Bersambung ke hal. 11

PANTUN MELAYU Anak Cina Bertimbang Madat Dari Makasar langsung ke Deli Hidup di Dunia Kita Beradab Budaya Tidak Diperjual Belikan Berguru hadap pada perjuangan Berguru hati pada keikhlasan Berkaca jiwa pada mereka yang Papa Terbarkan sapa dalam bahasa kejujuran Bunga Melati Harum Baunya Sering dipakai Merias Wanita Walau Agama Kita Berbeda Tujuan Kita Tetaplah Sama

“Persoalan kerukunan agama yang nasional, salah satunya Cikeusik. Jika persoalan agama ini tidak dituntaskan maka akan mengancam integritas bangsa. “Jadi kami minta segenap pimpinan in-

formal bersatu, semua pimpinan baik eksekutif, yudikatif, mari kita menyatukan energi,” ujarnya. Selain Yenny, ada juga tokoh-tokoh agama dan pengerak HAM seperti Adhie Marssardi, Wimar Witorlar, Romo Benny, Hendardi, Teguh Santosa. Sementara Ketua MPR didamping Wakil Ketua MPR Melanie Leimena Suharli. Sebagaimana diberitakan, puluhan warga menyerang jamaah Ahmadiyah yang ada di sebuah rumah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, Minggu (6/2/2011) pagi. Tiga orang Bersambung ke hal. 11

Foto: Ist

MENOLAK KEKERASAN. Massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Medan melakukan aksi teatrikal saat aksi damai menolak kekerasan dengan membentangkan poster di Bundaran SIB Medan, Sumut, belum lama ini. Dalam orasinya mereka menolak segala bentuk kekerasan yang mengatasnamakan agama dan meminta pemerintah agar menyelesaikan secepatnya dengan menindak tegas para pelaku penyerangan di Cikeusik Pandeglang Jawa Barat dan Temanggung Jawa Tengah.

BLH Harus Tindak Komisi I DPRD Kab Kepulauan Perusahaan Bodong Meranti Akan Bentuk Pansus

Penerimaan CPNS Yang Diduga Berbau KKN

Selatpanjang, Melayu Pos Kabupaten Kepulauan Meranti adalah salah satu kabupaten paling bungsu di Provinsi Riau, hasil pemekaran dari induknya yaitu Kabupaten Bengkalis yang disahkan oleh DPR RI tanggal 19 Desember 2008 dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden RI berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 tahun 2009 tanggal 16 Januari 2009. Terbentuknya Kabupaten Kepulauan Meranti yang bertujuan demi untuk menanggulangi rentan kendali birokrasi yang artinya demi

mempercepat arus pelayanan masyarakat (publik-red) di segala sisi, dalam hal terbentuknya sebuah Kabupaten Kepulauan Meranti bukankah sesuatu hal yang mudah, ibarat kata pepatah bukan seperti membalikkan telapak tangan. Jika bicara mengenai tentang terbentuknya Kabupaten Kepulauan Meranti, para sesepuh/tokoh masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti yang telah memperjuangkan sejak tahun 1957 untuk berdirinya sebuah kabupaten. Sesepuh/tokoh masyarakat pemuda yang melakukan aksi gerakan yang

mengibarkan simbol bendera demi untuk berdirinya Kabupaten Kepulauan Meranti yang bermarkas di Selatpanjang (ibu kota Kabupaten Kepulauan Meranti) di Pekanbaru (Propinsi Riau) dan Jakarta (Pusat). Pada tanggal 19 Desember 2008 pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti disahkan oleh DPR RI dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden RI berdasarkan Undang-Undang nomor 12 tahun 2009 tanggal 16 Januari 2009. Maka Pemerintah Bersambung ke hal. 11

Bengkalis, Melayu Pos Badan Lingkungan Hidup (BLH) harus menindak tegas perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki dokumen pengelolaan lingkungan hidup. Kebijakan itu harus dilakukan sejak awal sebelum nantinya banyak berdiri perusahaan-perusahaan dengan berbagai alasan tidak mengurus dokumen. “Biasanya perusahaan ini berlindung di balik ancaman PHK para tenaga kerja kalau izin lingkungan hidupnya diotak-atik. Pemkab dalam hal ini BLH jangan mau mengikuti aturan main perusahaan. Namun sebaliknya harus lebih tegas lagi,” ujar pengamat lingkungan Khaiul

Saleh, kemaren. Dia yang akrab disapa Atah ini berpendapat, akan lebih baik setiap perusahaan yang akan berdiri dan berkemungkinan besar aktifitasnya memberikan dampak terhadap LH yang diperlukan. Sejauh dokumen belum lengkap, maka tidak diperkenankan untuk beroperasi. “Dengan cara seperti ini, minimal bisa mencegah kemungkinan terjadinya dampak sosial terhadap tenaga kerja. Persoalan yang muncul selama ini pemkab terlalu “ramah” perusahaan yang jelas-jelas tidak mengantongi dokumen LH tetap diperbolehlan untuk beroperasi,” ujar Bersambung ke hal. 11

Proyek MIN Desa Kerang, CV Kayu Awasi Pengantre BBM Menggunakan Jerigen Manis Mengarah ke Penyidikan Bondowoso, Melayu Pos Teka-teki pelaksanaan proyek rehab gedung sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Desa Kerang, Kecamatan Sukosari akhirnya terjawab sudah. Proyek yang menelan dana APBN sebesar Rp. 585 juta tersebut dimenangkan CV Kayu manis Jember. Namun, proyek tersebut malah di Sub-kontraktualkan kepada CV Indah Jaya Jember. Ini sudah jelas-jelas menabrak Kepres 80. Pernyataan ini disampaikan Kepala Kejak-

HISTLEGEND

saan Negeri (Kajari) Bondowoso, Hari Prasetyo, SH kepada Melayu Pos, Senin (31/1) kemarin diruang kerjanya didampingi Kasi Intel Kejari, Didik Agus Suroto, SH. Kajari juga mengaku, bahwa Direkur CV Kayu Manis Jember sudah tiga kali dipanggil oleh Kasi Intel. Namun, yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan tersebut. Malahan, pihak CV Kayu Manis mengirim surat kemana-mana, yang intinya bahwa proyek tersebut Bersambung ke hal. 11

Hari Susetyo Kajari Bondowoso

Mempawah, Melayu Pos Antrean kendaraan hampir setiap hari terlihat dalam kurun waktu beberapa bulan ini di SPBU, hingga ke badan jalan raya. Kebanyakan sipengendara kendaraan menggerutu kesal terhadap perlakuan karyawan SPBU yang lebih mendahulukan mengisi jerigen yang menumpuk di mesin pengisian. Di sela-sela kondisi yang dialami oleh si pengandara, Melayu Pos mengkonfirmasi salah seorang sopir truk dan pengendara sepeda motor.

Oleh Adhitya Suryo

Seperti yang diutarakanya, “Jika setiap hari kami harus antre seperti sekarang ini, bisa-bisa kami tidak makan. Dan kami sangat kesal kenapa yang lebih diutamakan karyawan SPBU mengisi jerigen yang menumpuk yang belum jelas keperuntukannya. Sedangkan kami sangat memerlukan untuk jasa angkutan umum dan membawa dagangan kami,” tutur si pengendara dengan kesal. Dilihat dari sisi lain, banyak sekali broker BBM dari Bersambung ke hal. 11 Bagian: Kedua (habis)

Sejarah dan Legenda REYOG Ponorogo TERLEPAS DARI versi asalusul reyog, bagaimanakah perkembangan reyog itu sendiri? Reyog mengalami perkembangan dan perubahan dari waktu ke waktu hingga menjadi reyog seperti yang kita lihat saat ini. Perubahanperubahan mendasar dapat kita lihat dari beberapa hal antara lain Kata Reog dulunya adalah Reyog. Kata reyog yang diubah menjadi Reog dikarenakan kebijakan pemerintah

daerah. Kebijakan pemda menghapuskan huruf “y” dalam reyog ini memang didasarkan pada penulisan dalam Kamus Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Depdiknas pada tahun 1983. Dalam kamus itu memang dituliskan bukan reyog tetapi reog. Belakangan penulisan reog dijadikan slogan kota oleh pemda, yang berarti resik, omber, dan girang gumirang. Padahal dalam prinsip konco reyog, terutama Embah Bikan, dan (alm)

Embah Mujab dan juga yang tersirat dalam Babad Ponorogo menjelaskan bahwa reyog itu mereprsentasikan makna teologis-kultural masyarakat Ponorogo yang masih bernama Wengker waktu itu. Reyog mereka maknai (r) rasa kidung, (e) engwang sukma adilihung, (y) Yang Widhi, (o) olah kridaning Gusti, dan (g) gelar gulung kersaning Kang Moho Kuoso. Penggantian reyog menjadi reog pada saat itu sempat

menimbulkan polemik. Bupati Ponorogo yang saat itu dijabat oleh Markum Singodimejo yang mencetuskan nama reog tetap mempertahankan sebagai slogan resmi Kabupaten Ponorogo. Peran pemerintah dalam pergeseran itu cukup signifikan, dengan berbagai instruksi bupati, wajah reog sedikit demi sedikit beribah menjadi lebih teratur dan seragam. Pergeseran nilai makna gemblak Bersambung ke hal. 11


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.