DWI MINGGUAN TERBIT 12 HALAMAN
Edisi: 116/Thn IV / 16 - 29 Maret 2011
Aetra Asal Tembak Tagihan Hal.
Ratusan Buruh Mogok Kerja
3
Hal.
6
Harga Eceran :
Lelang Ex-Pangonan Kec Bongas Turun 15 % Hal. 8
Rp. 3.000,-
(Jabodetabek)
Pengadaan Buku Berbau KKN Hal.
10
Pengamat dan Politikus Yakin SBY Reshuffle Kabinet Jakarta, Melayu Pos Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto mengatakan, desakan reshuffle terhadap SBY bukan hanya berasal dari kader Partai Demokrat. Namun, dari desakan para pengamat politik, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan berbagai pihak lainnya. “Desakan itu timbul bukan dari pengamat demokrat saja tapi pengamat, LSM, partai dan lain lain,”katanya . Meski isu reshuffle mulai reda, Bima meyakin SBY tetap akan melakukan reshuffle kabinet. Sebab pada hakikatnya, reshuffle adalah kebutuhan untuk meningkatkan kinerja pemerintah sebagaimana disuarakan para pengamat. “Jika memang diperlukan maka Presiden SBY akan melakukan reshuffle,” ujarnya. Sebab menurutnya, pernyataan Presiden SBY dditegaskan bahwa Presiden tiBersambung ke hal. 11
Agni Pratistha
Nikmati Profesi Jadi Editor TITIAN MUHIBAH
Baca di hal. 11
Komunitas Terseret Narkoba
Oleh: Mas‘ud HMN Ketua Pusat Kajian Peradaban Melayu Jakarta DUA BELAS Maret 2011, Surat Kabar Ibu Kota Kompas menurunkan dua berita tentang narkotika. Berita pertama, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Nusa Kambangan terlibat penjualan narkoba. Berita yang kedua, Petugas Badan Narkotika tangkap artis yang ditemukan membawa obat terlarang. Secara sekilas dari berita itu tidak ada yang aneh dan luar biasa. Orang hampir setiap waktu mendengar berita berkenaan dengan narkotik tersebut. Meskipun ada larangan, ada ancaman hukuman, toh masalahnya tidak dapat diatasi, malahan bertambah merebak saja. Ada indikasi komunitas tertentu terseret narotika. Yang pasti faktanya narkotik itu diperjual belikan di lembaga pemasyrakatan yang di sana ada aparat, padat aturan hukum. Maksud kita daerah itu daerah yang dijaga dengan aparat, yang mestinya narkotik tidak akan ada dijual belikan di situ. Sekali lagi, kenyataan adalah lain dari yang kita duga. Jika ini dipandang sebagai gejala atau cermin, maka ini adalah wajah dari wajah Indonesia kita. Yang menjadi pertanyaan, apakah orang orang ini belum mengerti bahaya narkotika bagi kehidupan? Apakah mereka tidak tahu, narkotik akan menimbulkan kecanduan, dan merusak sel kesadaran? Apa sebenarnya yang menjadi ukuran mereka untuk terus terlibat dalam narkotik. Pandangan ahli sosial tentang narkotik telah banyak diungkap bahwa sesungguhnya narkotik mempunyai relasi kuat dengan kriminal. Artinya semakin marak pemakaian narkotik, akan semakin naiklah tingkat perbuatan kejahatan. Bahkan dunia telah menetapkan narkotik sebagai barang terlarang. Kejahatan dengan sumber akar dari obat terlarang tentu saja mengkhawatirkan. Mungkinkah ada jalan untuk mengatasinya? Sebagai bagian dari pandangan sosial, bahwa perbuatan terlarang atau kejahatan itu bersumber juga dari keasalahan dan dosa. Kesalahan dan dosa menjadikan manusia tidak tenang dan menmgalami tekanan. Orang ingin lari dari tekanan dan beban dosa tersebut. Jalan dengan memakai obat terlarang untuk menjadikan jiwanya tenang. Namun obat tsb memberikan efek tenang sementara, tapi untuk selanjutnya kambuh lagi seperti semula, berkepanjangan. Maka narkotik menjadi kebutuhan komunitas tersebut. Alhasil, komunitas penjara dan komunitas artis Bersambung ke hal. 11
PANTUN MELAYU
Cuaca gelap semakin redup Masakan boleh kembali terang Budi bahasa amalan hidup Barulah kekal dihormati orang
Tuan Puteri membeli ginseng Singgah di pasar mencari kari Jangan ikut budaya samseng Kelak menyesal di kemudian hari
Anak angsa mati lemas Mati lemas di air masin Hilang bahasa kerana emas Hilang budi kerana miskin
Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto
Foto: Ist
SOLIDARITAS. Puluhan wartawan yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan Anti Kekerasan (Sowak) menggelar unjukrasa di halaman Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Jakarta, Jumat (11/3). Mereka mendesak Kapolri melakukan penyidikan ulang pasca vonis bebas terhadap terdakwa kasus pembunuhan kontributor Sun TV, Ridwan Salamun.
BPK Lakukan Pemeriksaan Istri Dikerjai Oknum Bank, Suami Pasrah di Pemkab Bandung Bandung, Melayu Pos Kegiatan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) RI Perwakilan Jawa Barat akan melakukan pemeriksaan di lingkungan Pemkab Bandung, terhitung mulai tanggal 2 Maret 2011 yang berlangsung selama 25 hari, dan difokuskan kepada arus kas keuangan dan pengelolaan aset yang dimiliki Pemkab Bandung. “Sesuai dengan fungsi yang dimiliki, BPK akan melakukan pemeriksaan khusus yang menyangkut pertanggungjawaban administrasi keuangan LKPD atau Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung tahun 2010,” ucap Ketua Tim pe-
meriksa pendahuluan BPK RI, Bawana Adi saat melakukan pertemuan dengan para Kepala SKPD, Camat, Kepala Kelurahan serta bendahara di Gedung Moch Toha Soreang Rabu (2/3). Pertemuan dihadiri pula Bupati Bandung H. Dadang Mohamad Naser, SH. S.Ip, Wakil Bupati Bandung Drs. H. Deden Rukman Rumaji, Asisten Pemerintahan H. Yudi Haryanto, SH, Inspektur Inspektorat Kab Bandung Diar Irwana, SH. Kendati kegiatan tersebut diarahkan kepada pemeriksaan, Bawana Adi menegaskan pihaknya tidak akan mencari-cari kesalahan. Karena opini dalam pemeriksaan
BPK bukan salah dan benar, melainkan wajar dan tidak wajar. “Karena hasil dari pemeriksaan ini, akan muncul dalam bentuk wajar tanpa pengecualian atau wajar dengan pengecualian,” tambah Bawana Adi seraya menyebutkan pemeriksaan BPK akan menyangkut pula aspek pembinaan pengelolaan keuangan negara. Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH, S.Ip dalam kesempatan tersebut menyambut baik adanya penjelasan umum yang disampaikan BPK RI. Karena menurutnya, dari penjelasan ini biasa menjadi bahan pelajaran Bersambung ke hal. 11
Terkait Dugaan Pemalsuan dan Penyuapan
Ormas Laporkan PT Sebukit Indah Mempawah ke Polisi Kembayan, Melayu Pos Dana APBN yang dihibahkan untuk penanggulangan bencana alam banjir yang telah diperuntukan untuk Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Kalbar sebesar Rp 2 miliar yang kini ditangani oleh PT Sabukit Indah Mempawah untuk peninggian jalan sepanjang 1,5 km di desa Tanjung Merpati, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau dinilai tidak mentaati Bersambung ke hal. 11
HISTLEGEND
Karimun, Melayu Pos Laki-laki mana yang hatinya tak hancur berkepingkeping kalau perempuan yang menjadi pujaan hatinya sekaligus istri dan ibu dari calon bayi yang sudah dua bulan dalam kandungan ternyata diam-diam punya selingkuhan. Bahtera rumah tangga R (24 tahun) PNS yang bertugas di Kelurahan Tanjungbatu Barat bersama N (22 tahun) honorer TU SMP Negri 01 Tanjungbatu, Kundur, Karimun terkandas sudah. Harapan menyongsong hari-hari yang bahagia berdua bagi R seakan tinggal kenangan karena cinta yang tulus yang ia
curahkan semata-mata hanya buat N ternyata hanya bertepuk sebelah tangan, diamdiam rupanya N punya dambaan hati seorang laki-laki lain, dia adalah IWN, (38 tahun) seorang oknum Kepala Unit Bank Rakyat Indonesia di Tanjungbatu yang sudah punya istri dan lima orang anak yang masih kecil-kecil, dialah laki-laki yang menabur prahara di rumah tangga R, sehingga jadi berantakan tak berkesudahan. Awal semua itu terjadi pada Sabtu (26/02) sekitar pukul 21.50 WIB di kediaman rumah orang tua N di Paret Gantung, Batu Empat Kundur Bersambung ke hal. 11
Kekerasan Kepada Pekerja/ Buruh Kembali Terjadi
Manager dan Askep PT. MUP Jadi Tersangka Pelalawan, Melayu Pos Tindakan main hakim sendiri atau sewenang-wenang oknum perusahaan PT. Mitra Unggul Pusaka (MUP) kepada pekerja/buruh, semakin menjadi-jadi saja, selain menggelapkan hak-hak pekerja/ buruh, perlakuan seperti pemukulan, penyitaan barang, hampir menjadi budayanya. Bulan lalu terjadi penganiayaan kepada salah satu pekerja/buruh di PT. MUP
0leh Sayu Wiwit
Segati, pelakunya bukan yang lain Asisten PT. MUP sendiri di mana kasus tersebut telah P-21 di Kejaksaan Negeri Pangkalan Kerinci. Namun kali ini Pelakunya adalah Manager dan Askep PT. MUP Penarikan, setelah pemeriksaan korban dan saksi (9/3) di Mapolsek Pangkalan Kerinci, kini kedua pimpinan PT. MUP ini telah ditetapkan tersangka oleh Kapolsek Bersambung ke hal. 11 Bagian: Kedua (habis)
Sekelumit Sejarah Pelabuhan Internasional Panarukan DAN produk-produk perkebunan yang lain. Di pelabuhan Panarukan inilah tempat untuk menimbun, menyimpan dan mengangkut hasil perkebunan ke luar negeri. Pelabuhan Panarukan didirikan oleh salah seorang Ondemer terkemuka di kawasan Besuki yakni George Birnie pada tahun 1890-an dengan nama Maactschappij Panaroekan. Pelabuhan Panarukan ini pada saat sekarang kondisinya memprihatinkan, karena fungsi pelabuhan
dialihkan ke Probolinggo dan Banyuwangi, sehingga banyak tinggalan arkeologis di pelabuhan Panarukan yang dibongkar seperti gudang induk, kantor Djakarta Llyod dan gudang-gudang yang lainnya. Bangunan yang tersisa berupa dermaga kuno, gudang-gudang dan mercusuar. Pada masa dahulu terdapat “tanggang lanjang”. Yakni tempat rel trem atau kereta kecil yang menjorok ke laut. Fungsi rel trem ini untuk mengangkut barang
dari gudang penyimpanan ke perahu-perahu sebelum diangkut ke luar negeri oleh kapal besar. Bangunan ini panjangnya mencapai 550 M dan lebar 11 M. Bangunan ini terbuat dari bahan beton untuk bagian bawah, sedangkan bagian atas terbuat dari kayu. Pada bagian tengah terdapat rel besi tempat jalan trem pangangkut barang. Selain itu di pinggir pantai terdapat bangunan menara atau mercu suar yang berfungsi sebagai sinyal atau
tanda pelayaran. Letaknya di tepi pantai kawasan pelabuhan. Mercu suar tua ini hingga sekarang masih ada, dibuat dari kontruksi besi. Adapun mercu suar itu adalah sebagai tanda kedudukan pelabuhan Panarukan. Tinggi menara ini sekitar 50 M dengan lebar 8 M. Untuk menyinari menara tersebut pada jaman dahulu dipergunakan karbit namun sekarang menggunakan lampu listirk. Di sebelah kanan menara terdapat bekas bangunan
kolonial yang berupa perkantoran dan menjadi gedung induk Maasctschappij Panaroekan yang terbuat dari batu bata. Menurut seorang informan dahulu bangunan ini sangat megah berlantai tiga, namun pada saat sekarang bangunan itu sudah tidak ada lagi. Di sebelah kanan dan kiri bangunan induk ini terdapat puluhan gudang tempat penimbunan barang hasil perkebunan sebelum dikirim ke luar negeri. Bersambung ke hal. 11