Edisi: 125/Thn IV / 20 Juli - 2 Agustus 2011
Parlin Marpaung Kasi P2B Kecamatan Tebet
Tebet Sarang Bangunan Bermasalah
Hal.
DWI MINGGUAN TERBIT 12 HALAMAN
Dana APBN Diduga Masuk Kantong Pribadi Hal. 7
3
Harga Eceran :
Kuat Dugaan PT TASK Lakukan Pelanggaran Hal.
8
Rp. 3.000,-
(Jabodetabek)
PT SLR Melakukan PHK Terhadap Para Karyawan Hal. 10
DPR Harus Lebih Fokus Untuk Membongkar Kasus Mafia Pemilu Jakarta, Melayu Pos Mantan Ketua Makhamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menilai, jika kinerja Panitia Kerja (Panja) Mafia Pemilu DPR hanya buang-buang waktu jika hanya mengurusi kasus surat palsu MK. Sebab yang terpenting untuk dibongkar dalam kasus itu yakni mafia pemilu dalam pemilu 2009 kemarin.”Saya kira kalau cuma ngurusi surat palsu lucu, apalagi surat palsu itu sudah masuk ke ranah hukum dan sudah ditangani polisi,” katanya.
Intan Nuraini
Ingin Jadi Guru TK
Baca di hal. 11
TITIAN MUHIBAH Melayu dan Pesan Sejarahnya
Oleh: Mas‘ud HMN Ketua Pusat Kajian Peradaban Melayu Jakarta MEMBICARAKAN MELAYU dan pesan sejarahnya seolaholah Melayu itu kini berada di persimpangan jalan. Paling tidak menghadapi pertanyaan Masyarakat Melayu, mana Melayunya. Apakah masyarakat Melayu sudah tercabut dari nilai-nilai dasarnya? Hal ini menarik untuk dikaji. Salah satu penelitian untuk kota Pekanbaru Riau, yang menguak sisi pelayanan publik menemukan pada 300 responden, menyatakan 67 persen menyatakan pelayanan buruk, hanya 20 persen menyatakan baik dan 13 persen lainnya menyatakan tidak tahu. Kota Pekanbaru yang nota bene repsentasi Masyarakat Melayu ternyata ada dalam tingkat pelayanan publik yang buruk. Pertanyaan terhadap responden Fokus pada pelayanan rumah sakit, pengaduan pada DPRD Provinsi, dan pelayanan transportasi. Indikasi ini menunjukkan cerminan kota bumi lancang kuning seperti berlawanan dengan sisi ke Melayuannya, yang baik budi manis bahasanya. Pertanyaan berikut, bagaimana ini bisa terjadi, lalu apa yang bisa diajukan sebagai upaya mengatasinya. Sesungguhnya, benarlah salah satu indikasi orang Melayu itu adalah baik budi dan bahasa atau dengan kata lain pelayanan. Masyarakat Melayu terkenal dengan kepandainnya bergaul, lemah lembut dan tidak senang menyakiti orang lain. Sejarah tanah Melayu sarat dengan perjumpaan peradaban besar, peradaban barat, Cina dan Islam sebagai driving forcenya (keunggulan penentunya). Agaknya, memang kita harus merujuk kepada asas yang ada dalam masyarakat yang lama seperti ungkapan atau pepatah kearipan diantarnya adalah : Melompat bersitumpu, mencencang berlandasan, merupakan ungkapan masyarakat Melayu yang mulai terlupakan. Lateralnya melompat mengangkat tubuh sementara bersitumpu adalah landasan tapak kaki. Ungkapan dipertalikan dengan mencencang yaitu memotong, memilah dan memilih. Kata berlandasan, tempat asal. Pada hakikatnya dua ungkapan itu satu maksud. Pengertian nya adalah setiap konsep harus berangkat dari apa adanya dan harus memiliki landasan. Manis budi bahasa, lembut dalam bertutur, baik hati adalah khasanah keunggulan masa lampau peradaban Melayu. Ini berlandaskan keterbukaan, kejujuran dan menyenangkan orang lain. Tetapi kini, mulai hilang berganti dengan acuh, mementingkan diri serndiri, dan Bersambung ke hal. 11
PANTUN MELAYU Da ulu kaliki na babuah Kinilah ubi nan babungo Dulu budi nan batuah Kinilah piti nan kuaso Dulu pepaya nan berbuah Kini singkong nan berbunga Dulu budi nan bertuah Kini duit yang kuasa Bansak kehulu kerapatan Sayang durian gugur bunganya Sesal kemudian pendapatan Sesal kemudian tiada gunanya
Dia menilai pemilu 2009 lalu merupakan pemilu yang banyak menuai permasalahan. Sehingga yang terlibat dalam penyelewengan dalam pemilu bukan saja Andi Nurpati saja tetapi banyak pihak. “Banyak yang lain-lain juga (yang terlibat). Pakoknya kita sudah tahu bahwa pemilu 2009 itu pemilu yang paling buruk dalam sejarah republik kita,” ujarnya. Dijelaskan, buruknya
pemilu 2009 kemarin dapat dilihat dari mulai perencanaan awalnya sehingga menimbulkan aturan-aturan yang banyak menuai permasalahan. Selain dari itu, dari segi penyelenggara pemilu sendiri dinilai kurang memadai dari kopetensi masing-masing individu. “Saya beberapa kali menyidangkan kasus-kasus kode etik di KPU, KPU provinsi memang tergambar Bersambung ke hal. 11
Foto: Ist
TUMPUKAN SAMPAH. Sejumlah kendaraan melintas di dekat tumpukan sampah di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (17/7). Pemkot Tangerang Selatan telah mencanangkan bersih dari sampah namun tetap ada tumpukan sampah yang belum terangkut, hal tersebut akibat buruknya pengelolaan sampah dan rendahnya kesadaran sebagian warga untuk turut menjaga kebersihan lingkungannya.
Oknum Jaksa Diduga Rekayasa Pasal Sampit, Melayu Pos Terdakwa narkoba divonis 2 tahun, Hakim menjatuhkan rehabilitasi terdakwa narkotika Arieansyah alias Arie (33), warga Jalan Kembali Gang Ayuandira, Kelurahan Ketapang, Sampit, divonis dua tahun pidana penjara. Majelis hakim Pengadilan Negeri Sampit memerintahkan, terdakwa Ariensyah menjalani rehabilitasi medis dan sosial selama dua tahun. Padahal, terdakwa Arie saat ditangkap kepolisian memiliki ganja seberat 2,18 gram dan sabu-sabu sebanyak 0,37 gram. Putusan hakim dibacakan belum lama ini. Sebelumnya,
jaksa penuntut umum (JPU) Victor Silitonga SH MH menuntut, supaya majelis hakim PN Sampit menyatakan terdakwa Arieansyah bersalah melakukan tindak pidana narkotika sebagaimana diatur dan diancam pasal 127 ayat 1 UU No 35 tahun 2009. Amar tuntutan yang dibacakan Siti Maimunah SH ini menuntut supaya terdakwa dijatuhi hukuman empat tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan. Menurut jaksa, hal yang memberatkan terdakwa pernah dihukum sebanyak dua kali dalam perkara narkotika tahun 2006 dan 2008. Setelah
tuntutan, majelis hakim menjatuhkan vonis terhadap terdakwa yang tidak didampingi penasehat hukum ini. Dalam amar putusannya, hakim menyatakan terdakwa telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan satu. Kemudian menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun. Selanjutnya, memerintahkan terdakwa tersebut menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial selama dua tahun di panti rehabilitasi. Hakim menetapkan masa menjalani rehabiliBersambung ke hal. 11
Jelang Hari Bhakti Adhyaksa Tahun 2011
Oknum Kejaksaan Diduga Bergerilya Cari Sumbangan Karawang, Melayu Pos Sudah menjadi kegiatan rutinitas bagi setiap instansi melaksanakan acara khusus untuk merayakan momentmoment penting, salah satu diantaranya memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) berdirinya suatu instansi. Dalam penyelenggaraan acara HUT, ada yang melaksanakan penuh kemewahan dan hanya dengan keserhanaan, semuanya tergantung motivasi Bersambung ke hal. 11
HISTLEGEND
Kejaksaan Negeri Karawang.
Kemampuan PT Kundur Mas Kian Diragukan Masyarakat
Kelangkaan BBM Terus Terjadi Karimun, Melayu Pos Kelangkaan Bahan Bakar Minyak semakin menjadi langganan di Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun. Hal kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium yang menjadi kebutuhan masyarakat semakin menjadi langganan rutin dalam kurun waktu beberapa bulan bahkan sudah dirasakan hampir setahun. Kendati demikian kemampuan PT Kundur Mas semakin diragukan oleh masyarakat Kecamatan Kundur. Mengapa demikian? Keti-
daktegasan PT Kundur Mas selaku pemasok tunggal bahan bakar minyak (BBM) dari berbagai jenis di Kecamatan Kundur semakin tidak memiliki ketetapan peraturan, sehingga hal tersebut telah menjadi keluhan terhadap masyarakat yang memiliki kios tempat pengeceran bahan bakar jenis premium maupun jenis lain. Yanto meneger PT Kundur Mas yang dihubungi Melayu Pos, baru baru ini, untuk diminta keterangan terkait putusnya BBM di Kecamatan Bersambung ke hal. 11
Legalitas Lahan Kelompok Tani Desa Gemuruh Kembali Dipertanyakan
Dugaan Permainan Oknum Pejabat Semakin Kuat Karimun, Melayu Pos Legalitas lahan kelompok tani semakin hangat dibicarakan dan kembali dipertanyakan di tengah tengah masyarakat. Lahan seluas kurang lebih 45 HA yang telah dikembalikan oleh PT Timah dengan Pemerintah Daerah, dan kemudian lahan tersebut dihibahkan kepada kelompok tani Desa Gemuruh yang pada saat itu H Ismet Abdullah menjabat sebagai
Oleh T Luckman Sinar Basyarsyah II
Gubernur Kepri. Ironisnya, di saat Ismit Abdullah sudah tidak lagi menjabat sebagai orang nomor satu dan putra terbaik Kepri, lahan tersebut diduga berubah status menjadi lahan milik onknum pejabat yang masih dinas di Pemkab Karimun. Asas praduga tak bersalah masyarakat terhadap oknum pejabat ini semakin kuat dengan adanya sumber Bersambung ke hal. 11 Bagian: Kedua (habis)
Lahirnya Kerajaan Pesisir Sumatera Timur Asahan, Bilah, Kotapinang, dan Panai aja-raja Asahan, Bilah, Kotapinang, dan Panai m e m p u n y a i hubungan keluarga. Menurut cerita, Batara Sinomba dari Minangkabau menikah dengan adiknya sendiri (mungkin maksudnya satu marga, yaitu Nasution). Batara Sinomba dan istrinya diusir dan sampai di Tapanuli Selatan. Suami istri tersebut menetap di Pinang Awan, dekat Sungai Barumun. Batara
R
Sinomba dirajakan di Air Merah. Mereka kemudian mempunyai dua putra dan seorang putri yang bernama Siti Onggu. Batara Sinomba menikah lagi dan istri mudanya berkeinginan agar putranya ditunjuk sebagai pengganti ayahnya. Oleh karena itu, istri kedua berusaha mengusir putra Batara Sinomba dari istri pertama. Usahanya berhasil. Dua putra Batara Sinomba dari istri pertama dendam dan menemui rom-
bongan Sultan Aceh yang kebetulan lewat di situ. Tentara Aceh tersebut ternyata mempunyai masalah dengan Batara Sinomba, sehingga akhirnya Batara Sinomba terbunuh, kemudian diberi gelar Marhum Mangkat Di Jambu. Siti Onggu dibawa orang Aceh dan diperistri Sultan Aceh. Lama-kelamaan putra Batara Sinomba dari istri pertama rindu dan ingin mengetahui nasib Siti Onggu. Oleh karena itu, mereka
pergi ke Asahan menemui Haro-haro yang pandai mengadu ayam. Mereka bertiga pergi ke Aceh untuk menebus Siti Onggu. Sultan Aceh mengajak mereka untuk mengadu ayam. Ayam Sultan kalah dalam pertandingan dan terpaksa melepaskan Siti Onggu yang sedang hamil tua. Siti Onggu boleh dibawa pulang dengan syarat apabila bayi yang lahir laki-laki harus menjadi raja di Asahan. Setelah mereka kembali, Siti Bersambung ke hal. 11