DWI MINGGUAN TERBIT 12 HALAMAN
Edisi: 126/Thn IV / 3 - 16 Agustus 2011
Kapolda Metro: Tulisan Wartawan Lebih Dahsyat dari Bom Waktu Hal. 4
Harga Eceran :
Kepengurusan KONI Dilarang Pejabat
Rp. 3.000,-
(Jabodetabek)
Oknum Jaksa Makelar Kasus Hal.
6
Hal.
9
Sering Melontarkan Pernyataan Kontroversi
Marzuki Sebaiknya Diganti Jakarta, Melayu Pos Desakan agar Demokrat mereshufle Ketua DPR, Marzuki Alie, terus bergulir. Alasannya, wakil ketua dewan pembina Demokrat itu, tak cakap. Terlalu sering lontarkan pernyataan kontroversi. “Terlalu seringnya Marzuki Alie sebagai Ketua DPR-RI membuat pernyataan yang meresahkan dan melecehkan masyarakat, ada baiknya Ketua Dewan Pembina dan Ketua Umum PD menarik Marzuki Alie sebagai Ketua DPR,” ujar Ketua Masyarakat Profesional Madani Ismed Hasan Putro.
Pinkan Mambo
Sulit Dapat Kecocokan dengan Pria
Baca di hal. 11
TITIAN MUHIBAH Pelanggaran Etik dan Kejahatan
Menurut Ismed, langkah ini sebagai penyelamatan citra DPR dimata public, juga untuk kebaikan Partai Demokrat (PD). Apalagi, dalam suasana politik yang carut marut, perlu upaya pengkondusifan. Untuk itu, dia meminta agar Marzuki ditarik agar tidak ada lagi pernyataan kontroversial yang membuat kegaduhan politik dalam negeri. Ditegaskannya, pernya-
taan Marzuki ini identik dengan perlawanannya terhadap komitmen Ketua Dewan Pembina PD. Aneh kiranya, jika Marzuki yang juga pimpinan di PD justru menentang upaya dari SBY dan bangsa dalam melakukan perlawanan terhadap korupsi. “Lebih ironis lagi pernyataan Marzuki Alie semakin menegaskan pada publik bahwa Bersambung ke hal. 11
Foto: Ist
AKSI RANTAI DIRI. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Jaringan Kampus melakukan aksi rantai diri di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Sabtu (30/7). Dalam aksinya mereka meminta kepada pemerintah untuk lebih peduli kepada kepentinga dan kesejahteraan rakyat serta menyegerakan penyelesaian kasus-kasus TKI/TKW di luar negeri.
Warga Portal Lahan PT BAS
Sengketa Lahan PT Raka Berujung Maut Oleh: Mas‘ud HMN Ketua Pusat Kajian Peradaban Melayu Jakarta
Jika saja hanya dengan partai politik jalan untuk masuk surga, maka saya memilih tidak masuk surga.
Seorang PK PT Raka Tewas Mengenaskan Tapung Hilir, Melayu Pos Dusun Plambayan Kecamatan Tapung Hilir, Jumat sekitar Pukul 07.30 Wib (29/ 7) terjadi Kasus yang mengakibatkan hilangnya nyawa salah seorang PK PT Raka MD Sihombing (26) di dalam lahan bersengketa, dimana anggota PK PT Raka sebanyak lebih kurang 300 orang berangkat kelokasi posko masyarakat dengan mengendarai 1 unit dam truk nomor Polisi BM 8682 TF, satu unit Daihatsu Taft dengan Nomor Polisi BK 1848 TG dan satu
(Thomas Jefferson, Pencetus Decleration of Independent America)
BERDASARKAN pernyataan Thomas Jefferson yang kita kutip di atas, ternyata sejak dulu memang ada keraguan terhadap fungsi partai politik. Partai politik menurut defenisinya adalah golongan dari rakyat sebagai alat demokrasi yang memperjuangkan susunan negara dan masyrakat tertentu (Ensiklopedi Umum, 1984). Tujuannya untuk bisa membawa anggotanya kepada jalan berkemajuan yang benar atau masuk surga. Tetapi hal yang diperlihatkan akhir akhir ini oleh beberapa perilaku elit pimpinan partai adalah sebaliknya yaitu melanggar etika dan melanggar hukum. Bangsa kita seharusnya memastikan bahwa jangan ada elit bangsa yang berprilaku yang tidak benar melanggar etik dan atau melanggar hokum. Sebab, di Indonesia kini hal itu dipertunjukkan dengan semakin jelas saja partai politik tidak berfungsi seperti yang diharapkan. Faktanya yang diperlihatkan DPP Partai Demokrat, kadernya berantakan dengan macam-macam masalah moral, uang suap dan korupsi. Bendahara umum M Nazaruddin, dan penipuan surat Mahkamah Konstitusi dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) oleh Andi Nurpati Ketua DPP Partai Demokrat. Khusus dari M Nazaruddin tersiar berita bahwa ia telah membagi-bagi uang kepada petinggi partai. Meskipun ada yang membantah, tetapi nuansa tetap saja menyita perhatian publik, yaitu jika tidak semua, sebagian besar petinggi partai Demokrat diduga terlibat dalam kasus M Nazruddin tsb. Disamping itu, partai lain juga diterpa oleh badai yang serupa seperti PDIP, Golkar, PPP yang kini sudah mendekam dalam penjara. Mereka adalah elit partai sebagian anggota perlemen yang konon kini ada 40 orang yang sudah divonis bersalah karena suap dan korupsi. Alangkah gelapnya masa depan bangsa bila elit partai politik yang juga menjadi elit negara bergelimang perbuatan yang tidak sesuai dengan moral jabatan yang dipikulnya. Perbuatan yang tidak sesuai seperti perbuatan melanggar etika, perbuatan kejahatan. Sehingga dengan perbuatan pelanggaran etika dan hukum membawa Bersambung ke hal. 11
PANTUN MELAYU
Pohon pepaya didalam semak Pohon manggis sebasar lengan Kawan tertawa memang banyak Kawan menangis diharap jangan
Kemuning ditengah balai Bertumbuh terus semakin tinggi Berunding dengan orang tak pandai Bagaikan alu pencungkil duri
Ngun Syah Betara Sakti Panahnya bernama Nila Gandi Bilanya emas banyak dipeti Sembarang kerja boleh menjadi
Polisi disiagakan untuk meredam situasi di area PT Raka.
Bersambung ke hal. 11
Sampit, Melayu pos Ratusan warga Biru Maju, terdiri atas orang tua, anakanak, bahkan kaum perempuan mendatangi areal perkebunan PT Buana Artha Sejahtera (BAS) di Desa Biru Maju, Kecamatan Telawang, Senin (27/6). Mereka me-mortal dan mematok batas lahan transmigrasi yang diduga diserobot PT BAS. Perusahaan perkebunan itu disinyalir menyerobot lahan warga transmigrasi bukan tanpa alasan, buktinya berdasarkan laporan hasil Tim Pemeriksaan titik koordinat areal transmirgrasi Desa Biru Maju, Kecamatan Telewang, Kabupaten Kotawaringin dan Surat Kepala Dinas Kehutanan pada 18 April 2011 tentang analisa status kawasan hutan serta Surat Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Trans-
migrasi pada 19 April 2011 tentang Analisa Status Kawasan Transmigrasi. Setelah ditelaah dan diperiksa di lapangan terhadap areal transmigrasi dan areal perkebunan kelapa sawit PT Buana Artha Sejahtera dengan menggunakan data digital peta areal transmigrasi dan areal perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur, Data digital peta tim terpadu Kementerian Kehutanan yang merupakan lampiran Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : S.486/Menhut/II/2010 tertanggal 20 September 2010 perihal persetujuan pemanfaatan kawasan APL pada revisi RTRWP Kalimantan Tengah serta pengambilan titik koordinat terhadap areal transmigrasi Desa Biru Maju. Bersambung ke hal. 11
Rp 500 Juta APBN Diduga Judi Gelver Marak di Batam Dikorupsi Disnakertrans Pelalawan Pelalawan, Melayu Pos Dugaan penyelewengan ratusan juta dana APBN yang dialokasikan untuk kegiatan Padat Karya anggaran tahun 2010 di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pelalawan mencuat. Indikasi penyelewengan dana itu dibeberkan oleh sejumlah sumber yang tidak mau diungkap identitasnya, juga tampak sangat jelas dari sikap yang ditunjukkan oleh dinas itu sendiri ketika masalah itu dikonfirmasi wartawan.
Dari sejumlah sumber yang termasuk salah seorang staf Disnakertrans itu menyampaikan, sebesar Rp 500 juta dana APBN anggaran tahun 2010 lalu, yang dikucurkan dari pemerintah pusat dialokasikan untuk kegiatan Padat Karya, pengelolaan dana itu terkesan sebagai bahan praktik korupsi di Dinas tersebut. “Pernyataan pemegang kegiatan yang selalu menyampaikan bahwa, kegiatan itu telah terlaksana untuk membuat kolam serta pengadaan bibit ikan di Sorek Satu
HISTLEGEND
Kecamatan Pangkalan Kuras dan pengelolaan kebun jagung di daerah Kecamatan Bandar Sekijang, itu hanya sebuah alasan belaka untuk menutupi boborok mereka. Sesungguhnya kegiatan itu tidak ada dilaksanakan tetapi dananya telah dihabiskan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya. Sungguh aneh sikap pihak Disnakertrans Pelalawan ketika Kepala Bidang Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja Dra Hj Titien Sumiaty Bersambung ke hal. 11
Jenis judi yang kini marak menghiasi Kota Batam.
Batam, Melayu Pos Masyarakat Batam resah karena arena gelanggang permainan (gelver) marak dan diyakini sebagai bentuk perjudian yang terbuka. Pasalnya, pemerintah dan polisi dinilai tutup mata karena gelver me-
ngantongi izin Pemkot Batam. Kota Batam sempat sepi pasca penutupan perjudian besar-besaran saat Jenderal Sutanto menjabat Kapolri. Sejak saat itu berbagai jenis perjuBersambung ke hal. 11
Oleh Iswara N Raditya
Hang Tuah dan Pertautan Budaya Melayu Jawa HIKAYAT Hang Tuah adalah sebuah maha karya monumental lagi legendaris. Hikayat ini merupakan sastra Melayu klasik terpanjang yang pernah ada, dengan tebal sekitar 500 halaman. Dalam bunga rampai sastra Melayu lama, cerita dalam Hikayat Hang Tuah selalu menjadi referensi sebagai contoh cerita lama. Selain itu, tidak kurang dari 20 buah salinan naskahnya tersimpan di berbagai perpustakaan di seluruh dunia. Ini adalah sebuah pembuktian bahwa Hikayat Hang Tuah pada masanya merupakan cerita yang sangat digemari masyarakat.
Cerita Hang Tuah sudah dikenal sejak abad ke-18, dan sejak saat itu
cerita rakyat Melayu ini mulai menarik perhatian pakar-pakar sastra
dari seluruh penjuru bumi, terlebih lagi pada abad ke-20, di mana ahliahli dari Barat dan Timur mulai intensif untuk melakukan penelitian mendalam terhadap Hikayat Hang Tuah. Kendati Hikayat Hang Tuah merupakan cerita rakyat dari Melayu, namun ternyata isi ceritanya cukup meluas dan membumi. Diantaranya adalah beberapa segmen yang mengisahkan tentang Jawa. Maka tak heran jika cerita Melayu ini sedikit banyak juga dipengaruhi unsur-unsur budaya Jawa. Kisaran kisah dalam Hikayat Bersambung ke hal. 11