Dampak Buruk Birokratisasi dalam Kepustakawanan Indonesia

Page 1

Dampak Buruk Birokratisasi dalam Kepustakawanan Indonesia Birokratisasi adalah kecenderungan (tendensi) untuk mengelola sebuah kegiatan dengan menekankan segi pengendalian (kontrol) melalui prosedur yang ketat dan terinci; seringkali demi kepentingan pengendalian itu semata atau demi kepentingan si pengendali. Dalam ilmu sosial, birokratisasi sering juga dikaitkan dengan rasionalisasi. Rasionalisasi merupakan upaya menggunakan rasio yang prosedural dan mekanistik dalam pengelolaan organisasi, sehingga cenderung mengabaikan aspek emosi maupun tradisi dalam tindakan. Dari segi ini, maka birokratisasi dan rasionalisasi seringkali lebih mengandalkan pendekatan teknis (technical approach), dengan asumsi bahwa kerja teknis atau "mesin" akan lebih teratur, terukur, serta terkontrol. Semua organisasi, termasuk Perpustakaan, memerlukan birokrasi tetapi tak semua birokrasi menunjukkan kecenderungan birokratisasi. Birokratisasi atau rasionalisasi mengubah sebuah organisasi menjadi "mesin rasional" yang cenderung menomor-duakan atau bahkan mengabaikan tujuan-tujuan sosial. Perpustakaan Indonesia memerlukan birokrasi. Namun, birokratisasi dan orientasi teknis di Kepustakawanan Indonesia telah menjadikan Perpustakaan sebagai "kantor" berisi "mesin" yang tak sesuai dengan kondisi sosial dan tujuan-tujuan sosial dari Kepustakawanan. Sebab itu, birokratisasi dan rasionalisasi dalam Kepustakawanan Indonesia harus dihentikan atau diminimalkan, sebelum menimbulkan dampak yang lebih buruk. Untuk mendukung argumentasi ini, izinkan saya menjelaskan 4 hal yang menggambarkan bahwa birokratisasi menghambat perkembangan Kepustakawanan Indonesia. 1 - Perpustakaan adalah institusi sosial yang mengandalkan tindakan-tindakan sukarela dan memerlukan pendanaan dalam bentuk subsidi. Institusi Perpustakaan yang paling besar dan meluas di sebuah negeri adalah perpustakaan-perpustakaan milik Negara dalam segala bentuknya (baik perpustakaan sekolah, perguruan tinggi, umum, desa, dan seterusnya). Perpustakaan-perpustakaan ini adalah milik bangsa Indonesia yang pengelolaannya memerlukan birokrasi. Fenomena birokratisasi di Indonesia telah mengubah institusi sosial yang berbasis kesukarelaan ini menjadi proyek-proyek administrasi. Mengingat jumlahnya yang besar dan beragam, maka perpustakaan-perpustakaan di Indonesia juga sewajarnya menjadi proyek-proyek administrasi yang besar pula. Namun ukuran proyek ini pada umumnya ditentukan lebih oleh besar-kecilnya dana, daripada oleh pencapaian tujuan. Birokrat dan penyusun proyek merupakan pihak yang paling menentukan keberlangsungan program perpustakaan. Perebutan posisi (sikut-sikutan) di dalam birokrasi lebih diwarnai kepentingan merebut posisi untuk menguasai proyek-proyek besar daripada mencapai tujuan-tujuannya. Akibatnya, Perpustakaan kehilangan pihak yang sungguh-sungguh ingin membangun institusi sosial berbasis subsidi dan kesukarelaan. Penentu dan pemegang dana Perpustakaan ada di tangan birokrat-birokrat yang sibuk dengan "politik kantor" dalam rangka menguasai proyek-proyek sesaat. Tujuan-tujuan jangka panjang sering dikalahkan oleh kepentingan-kepentingan jangka pendek. Mengingat birokratisasi dan birokrat di Kepustakawanan Indonesia merupakan penguasa sekaligus pembina pihak lain, maka pola kerja dan pola pikir birokrat ini merasuk ke segenap lapisan Kepustakawanan Indonesia, termasuk ke perpustakaan-perpustakaan yang bukan milik Negara (perpustakaan swasta). Selain itu, fenomena Birokratisasi Kepustakawanan Indonesia juga didukung oleh sekolah-sekolah perpustakaan yang secara sistematis dan sengaja membentuk para mahasiswa mereka sebagai teknisi-teknisi trampil. Ketika lulus dan bekerja di perpustakaan, mereka menjadi pekerja "fungsional" – kata lain dari pekerja teknis yang akan berada di bawah kendali birokrat-birokrat (yang berada di singasana "struktur"). Para birokrat struktural akan mengendalikan proyek/program, para fungsional dipersilakan bekerja secara teknis dan tidak ikut campur dalam urusan proyek.

1


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.
Dampak Buruk Birokratisasi dalam Kepustakawanan Indonesia by Pustakawan Indonesia - Issuu