8032016

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.75.000 SUMBAWA Rp.80.000 ECERAN Rp 4.500

SUARA NTB

SELASA, 8 MARET 2016

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 7 TAHUN KE 12 Online :http://www.suarantb.co.id E-mail: hariansuarantb@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Dugaan Reses Fiktif

Inspektorat Siap Serahkan ke APH Mataram (Suara NTB) Dugaan reses bermasalah yang dilakukan oknum anggota DPRD NTB atas nama Ahmad Yadiansyah, sebelumnya dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH). Namun sebelum itu, Inspektorat pun sudah melakukan audit khusus dan dianggap selesai. Namun jika suatu saat penegak hukum meminta hasil auditnya, maka akan diserahkan. “Sepanjang ada permintaan APH, kami serahkan,” kata Inspektur pada Inspektorat NTB, Dr. M. Agus Patria, SH, MH, Senin (7/3). Memang, untuk audit atas penggunaan uang negara/daerah dalam kegiatan reses dew-

an itu, menjadi rahasia internalnya dan terikat dengan kode etik. Tapi jika itu diminta oleh APH, maka pihaknya tidak bisa mengelak untuk menahan dokumen hasil audit dimaksud. “Dalam beberapa audit, kami berkoordinasi dengan kejak-

saan maupun kepolisian. Apa yang mereka butuhkan, sepanjang kita bisa penuhi, akan disampaikan,” terang Agus Patria. Sebelumnya Inspektorat hanya menemukan ada kesalahan administrasi dalam pertanggungjawaban reses

Ahmad Yadiansyah. Kesalahan itu berkaitan dengan laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran saat masa reses Yadi – sapaan Ahmad Yadiansyah – tahun 2015 lalu. Namun diakuinya, celah masalah itu sudah diselesaikan yang bersangkutan dengan melengkapi laporannya. Kesimpulan pihaknya, temuan itu sudah diselesaikan oleh Yadi sebagaimana rekomendasi Inspektorat. “Jadi Inspektorat sudah anggap ini selesai,” tegasnya. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/dok)

M. Agus Patria

TO K O H

(Suara NTB/ars)

OGOH-OGOH - Salah satu ogoh-ogoh yang akan ikut pada Parade Ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi 1938.

Lihat Psikologi Masyarakat PIHAK kepolisian menampik tudingan lambatnya proses penegakan hukum dalam penanganan konflik MonjokKarang Taliwang. Pekan lalu, warga beramai-ramai menyerahkan senjata tajam (sajam) pada malam tertangkapnya terduga provokator konflik. Bersambung ke hal 15

Sambut Nyepi, 113 Peserta Meriahkan Parade Ogoh-ogoh di Mataram

Umar Septono

KO M E N TTAA R

(Suara NTB/dok)

Keluarkan IUP Operasi Produksi BADAN Koordinasi Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BKPM-PT) NTB telah mengeluarkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi untuk penambangan atau penyedotan pasir laut di wilayah Lombok Barat (Lobar). IUP itu dikeluarkan setelah melalui proses perizinan teknis dan izin lingkungan. Menurut Kepala BKPM-PT, Ir. Ridwansyah, MTP, dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (7/3), setelah dikeluarkannya rekomendasi kelayakan lingkungan dari Badan Lingkungan Hidup dan (Suara NTB/dok) Penelitian (BLHP) NTB dan teRidwansyah lah dikeluarkannya izin kelayakan lingkungan, maka BKPMPT mengeluarkan IUP Operasi Produksi pada pertengahan bulan Februari lalu kepada PT. Timur Sukses Bersama (TSB). Bersambung ke hal 15

Tidak Terbit Berkaitan dengan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1938 pada Rabu (9/3), dan Kamis (10/3) SUARA NTB tidak terbit. Kami akan terbit kembali Jumat (11/3). Untuk itu kepada pembaca dan relasi iklan agar maklum. Terima Kasih Penerbit

Mataram (Suara NTB) Dalam menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1938 Rabu (9/3) besok, akan digelar parade ogoh-ogoh dan pecaruan pada Selasa (8/3) di Mataram. 113 peserta dari Mataram, Lombok Tengah dan Lombok Barat akan meriahkan Parade Ogoh-ogoh dan pecaruan nantinya. Menurut Ketua Panitia Parade Ogoh-ogoh dan Pecaruan 2016, Anak Agung Made Jelantik, dikonfirmasi di Mataram, Senin (7/3), dari 113 peserta, terdiri dari tiga peserta dari Lombok Tengah, 12 peserta dari Lombok Barat dan sisanya peserta dari Mataram. “113 peserta itu merupakan kelompok banjar atau terunateruni, kalau jumlah ogoh-ogohnya lebih dari itu,” ujarnya. Parade ogoh-ogoh tahun ini mengambil

tema perbedaan sebagai perekat persatuan. Ia menjelaskan makna dari tema tersebut, karena perbedaan kalau dipahami adalah sebuah keindahan. Dan saling menghargai di perbedaan itu dapat menciptakan persatuan. “Karena kita sebetulnya diciptakan sudah berbeda, perbedaan kalau dipahami adalah sebuah keindahan. Karena perbedaan ini kita ingin menggugah pola pikir masyarakat, saling menghargai, sehingga tercipta persatuan,” jelasnya. Ia mengatakan, parade ogoh-ogoh, memberi sebuah wujud kepada masyarakat seperti apa bhuta kala itu. Parade ini merupakan rangkaian dari pada pelaksanaan Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Caka 1938. Setelah parade ogohogoh akan diadakan ritual pecaruan. Bersambung ke hal 15

Nasib Audit Hibah Bawaslu, Wagub Serahkan pada Inspektorat Mataram (Suara NTB) Wakil Gubernur (Wagub) NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si, menyerahkan kelanjutan audit hibah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTB sebesar Rp 13,5 miliar. Audit hibah Bawaslu ini sempat dihentikan sementara oleh Inspektorat NTB pada 2015 lalu, karena bersamaan dengan pelaksanaan Pilkada serentak pada tujuh kabupaten/kota di NTB. “Tidak ada instruksi apaapa, terserah dia Inspektor-

at. Pokoknya, saya serahkan kepada Inspektorat sesuai kewenangan yang ada,” kata wagub ketika dikonfirmasi mengenai kelanjutan audit hibah Bawaslu, Senin (7/3) siang. Amin mengatakan, siapapun yang menggunakan uang negara baik yang berasal dari APBD dan APBN sudah ada lembaga yang diberikan kewenangan untuk melakukan audit sesuai ketentuan yang berlaku. Menurutnya, audit

merupakan salah satu bagian dari pertanggungjawaban penggunaan uang negara. Sehingga, wajar jika Inspektorat sebagai salah satu lembaga pengawasan intern pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan uang negara. “Saya kira halhal yang tak perlu lagi diperdebatkan kalau Inspektorat melakukan pemeriksaan atau audit. Tidak perlu dipolemikkan,” ucapnya. Bersambung ke hal 15

Suhaili : Umar Said akan Dipaksa Mundur Mataram (Suara NTB) Ketua DPD Partai Golkar NTB versi Musda Praya, H. M. Suhaili FT, SH menegaskan jika kader mereka yang menjabat Ketua DPRD NTB, H. Umar Said, S.Ag tidak mundur, maka ia akan dipaksa mundur alias dilengserkan dari jabatannya. Pernyataan itu disampaikan Suhaili yang dikonfirma-

si Suara NTB, Senin (7/3). Suhaili menegaskan, pihaknya tetap menginginkan agar surat yang mereka layangkan ke DPRD NTB dibacakan dalam rapat paripurna. Setelah dibacakan, barulah proses berikutnya dari pergantian Ketua DPRD NTB dari Umar ke Hj. Baiq Isvie Rupaeda, MH berlanjut. Bersambung ke hal 15

Penyelidikan PLTU Jeranjang ”Jalan” di Tempat Mataram (Suara NTB) Sejauh ini penyelidikan pengadaan mesin pada PLTU Jeranjang belum menunjukkan perkembangan signifikan, bahkan masih ‘jalan di tempat’. Dokumen yang diamankan masih seputar data kontrak yang berbahasa asing. Direktur Reserse Kriminal

Khusus (Dir Reskrimsus) Polda NTB, Kombes Pol. Prasetijo Utomo mengakui, dokumen yang dikaji sebelumnya masih sama, belum ada penambahan data baru lagi. “Kan sudah saya kasih tahu sebelumnya. Dokumennya masih sama, yang berbahasa Inggris itu,” tegas Dir Reskrimsus, Senin (7/3). Bersambung ke hal 15

Kinerja 12 Pimpinan SKPD Tak Memuaskan Mataram (Suara NTB) Wakil Gubernur (Wagub) NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si mengungkapkan hasil evaluasi terhadap 12 pimpinan SKPD oleh Tim Evaluasi Kinerja yang dibentuk gubernur menunjukkan kinerja 12 SKPD tersebut rata-rata kurang memuaskan. Berdasarkan hasil evaluasi, ditemukan adanya kelemahan dalam koordinasi antar-SKPD dan kurangnya inovasi. “Bahwa memang pimpinan SKPD harus meningkatkan koordinasi antara SKPD. Misalnya, dalam program pengentasan kemiskinan, peningkatan IPM. Program-program itu lintas SKPD, lintas sektor. Ada sinkro-

nisasi program, ada sinkronisasi kebijakan. Nah ini yang masih lemah. Kemudian juga inovasi, produktivitas dari pimpinan SKPD,” kata wagub ketika dikonfirmasi Senin (7/3) siang. Dikatakan, hasil evaluasi ini sangat bagus sekali dan menjadi bahan evaluasi pimpinan dalam hal ini gubernur dan wagub. Adanya hasil evaluasi itu, maka pimpinan dapat memberikan motivasi dan mendorong mereka memperbaiki kinerja ke depannya. Hasil evaluasi tersebut menjadi catatan gubernur dan wagub dalam pengambilan suatu kebijakan. “Ini saya kira, nanti akan kita lihat. Ketika ada evaluasi atau

kebijakan-kebijakan di tingkat pimpinan nanti kita lihat hasilnya. Ini saya kira tak berhenti sampai di sini saja. Bukan sekadar kita ketahui hasilnya bahwa ini lemah. Kita memberi dorongan kepada pimpinan SKPD, diberi kesempatan untuk memperbaiki kinerjanya,” tambah wagub. Amin menambahkan pimpinan dalam hal ini gubernur dan wakil gubernur akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap 12 pimpinan SKPD tersebut. Semua catatan-catatan dari hasil evaluasi tersebut harus diperbaiki. Jika tak mampu memperbaiki kinerja, maka akan kelihatan pimpinan SKPD

tersebut akan cocok di bidang tertentu. “Ternyata jika hasil evaluasi cocoknya di SKPD ini, bidang ini. Tidak mesti mereka disanksi penurunan pangkat, tapi posisinya disesuaikan, direposisi sesuai kompetensi mereka. Pak Gubernur sedang mendalami hal itu bersama saya. Bersambung ke hal 15 H. Muh. Amin (Suara NTB/dok)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.