HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000
Rp. 50.000 Rp. 55.000
SUARA NTB
SABTU, 3 MEI 2014
Pengemban Pengamal Pancasila
16 HALAMAN NOMOR 51 TAHUN KE 10 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@gmail.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Lusita Dituntut Lima Tahun Penjara
JPU Sebut Nilai Suap ke Kapolres dan Kajari Praya Mataram (Suara NTB) Lusita Anie Razak, terdakwa kasus suap mantan Kajari Praya Subri, SH,MH dituntut lima tahun penjara oleh Jaksa KPK, dalam sidang dengan agenda tuntutan, Jumat (2/5) kemarin. Lusita menurut JPU terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana suap terhadap aparat negara, tidak hanya ke Kajari Praya, tapi juga ke Kapolres Loteng. Pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram yang dibacakan bergilir Jaksa KPK Risma Ansyari dan Ali Fikri, dalam dakwaan mengurai rangkaian perbuatan pidana yang dilakukan terdakwa. Dalam kesimpulan tuntutannya, Jaksa KPK menyebut terdakwa Lusita Anie Razak secara sah dan meyakinkan bersalah
melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. ‘’Dan melanggar dakwaan Primair Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001,” kata JPU Ali Fikri. Bersambung ke hal 5
(Suara NTB/ars)
TO K O H Jadi Prioritas Utama GUBERNUR NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyatakan, masalah akses dan kualitas pendidikan merupakan dua hal utama yang menjadi perhatian Pemprov NTB. Diakuinya, memang masih ada sejumlah daerah di NTB yang kurang akses pendidikannya. Untuk itu, Pemprov NTB bersama pemda kabupaten/kota terus berupaya membuka akses pendidikan yang seluas-luasnya bagi masyarakat NTB. ‘’Pendidikan di NTB ada pencapaian-pencapaian yang kita raih. Alhamdulillah, banyak indikator sudah semakin membaik. Tetapi tetap, dua hal yang tadi disampaikan Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan baik mengenai akses maupun kualitas itu juga merupakan dua hal yang utama di NTB,”ujarnya TGH.M.Zainul Majdi Bersambung ke hal 5 (Suara NTB/ist)
KO M E N T A R Antisipasi Pilpres
KAPOLDA NTB, Brigjen Pol. Moechgiyarto menyatakan, pelaksanaan tahapan pemilihan legislatif (Pileg) di NTB berlangsung relatif aman dan kondusif. Pileg di NTB dinilai berjalan cukup sukses. Saat ini, pihaknya sudah mengantisipasi pengamanan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) beberapa bulan mendatang. ‘’Tidak ada kejadian yang menonjol yang terjadi di wilayah NTB ini pada Pileg kemarin. Untuk persiapan-persiapan, sudah kita koordinasikan dengan pihak KPU maupun Bawaslu Moechgiyarto Bersambung ke hal 5 (Suara NTB/dok)
DISKUSI - Lusita Anie Razak berdiskusi dengan penasihat hukumnya setelah mendengar tuntutan Jaksa KPK (kiri). Pasukan Brimob Polda NTB mengawal ketat Subri usai sidang perdana, kemarin.
TGH. Mustafa Umar Abdul Aziz Wafat
NTB Kehilangan Tokoh Ulama Besar Mataram (Suara NTB) TGH. Mustafa Umar Abdul Azis wafat Kamis (1/5) lalu. Pada Jumat (2/5) kemarin, ulama besar NTB ini, dimakamkan di Kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al Aziziyah, Kapek, Gunung Sari, Lombok Barat (Lobar). Pemakaman salah satu tokoh NTB ini dihadiri oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Bupati Lobar, Dr..H. Zaini Arony dan ribuan santri serta warga setempat. Dalam tauziahnya, Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi mengatakan warga NTB merasa kehilangan dengan wafatnya almarhum. “Saya dan
masyarakat tentunya sangat merasa kehilangan,” ujarnya. Gubernur juga menilai almarhum merupakan pribadi yang sangat percaya terhadap kekuatan doa. “Bahkan beliau sempat mengatakan tidak akan sering ke Pancor, namun doanya selalu dan tidak pernah putus,” imbuhnya. Dirinya pun berpesan kepada semua masyarakat agar dapat melanjutkan perjuangan yang telah dilakukan oleh TGH. Mustafa Umar Abdul Aziz. “Banyak hal yang telah diperjuangkan beliau, hendaklah itu dilanjutkan,” pesannya. Bersambung ke hal 5
Subri Didakwa Terlibat Konspirasi Kasus Along Mataram (Suara NTB) Dalam waktu bersamaan digelarnya sidang tuntutan terhadap Lusita Anie Razak, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Mataram yang Diketuai Dr.Sutarno,SH.MH juga menyidangkan terdakwa mantan Kajari Praya, Subri,SH.MH. Dalam agenda pembacaan dakwaan, Jaksa KPK menuduh Subri aktif terlibat dalam konspirasi kasus laporan Sugiharta alias Along terkait laporan dugaan pemalsuan dokumen tanah. Dari keaktifannya itu, Subri akhirnya menerima imbalan sebesar Rp 100 juta. Dugaan keterlibatan Subri
itu terungkap dalam persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa KPK Risma Ansyari, SH, MH dan Ali Fikri, SH, MH, dua jaksa yang sama dalam sidang Lusita Anie Razak. Dalam uraian perbuatan terdakwa, selaku Jaksa Subri pada Tanggal 14 Desember 2014 di Hotel Holiday Resort Lombok Jalan Mangsit Desa Batu Layar, Bersambung ke hal 5
TERTUNDUK - Mantan Kajari Praya tertunduk di kursi pesakitan saat pembacaan dakwaan oleh Jaksa KPK.
(Suara NTB/ars)
Ulama Pelopor Tahfizul Qur’an yang Berperangai Santun Kepergian Almaghfurullahu, TGH. Mustafa Umar Abdul Aziz di usia 85 tahun tak hanya menyisakan duka, namun juga pekerjaan rumah yang besar untuk melanjutkan perjuangan beliau selaku ulama pelopor pendidikan Tahfizul Qur’an (Penghafal Qur’an). TGH. Mustafa Umar adalah salah satu dari sedikit ulama yang benar – benar tekun mendalami ilmu agama dan menafkahkan seluruh hidupnya untuk menyebarluaskan ilmu tersebut. SEJAK muda, ia telah memperlihatkan kecemerlangannya dalam menuntut ilmu agama. Awalnya, ia berguru langsung kepada ayahnya, TGH. Umar Bin Abdul Aziz.
(Suara NTB/ami)
Setelah memperoleh dasar ilmu agama yang kuat, ia kemudian melanjutkan menimba ilmu di Ma’had Nahdlatul Wathan, Lombok Timur. Bersambung ke hal 5
DIMAKAMKAN - Pemakaman TGH. Mustafa Umar Abdul Aziz Jumat (2/5) kemarin, di Kompleks Ponpes Al Aziziyah dihadiri ribuan warga yang berasal dari berbagai daerah.