Snt08052014

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000

Rp. 50.000 Rp. 55.000

SUARA NTB Pengemban Pengamal Pancasila

KAMIS, 8 MEI 2014

16 HALAMAN NOMOR 54 TAHUN KE 10 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Sebar ’’Virus’’ Kebaikan

Gubernur Bangga Kampung Media Raih Prestasi Luar Biasa Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi memuji Kampung Media merupakan salah satu program Pemprov NTB lima tahun lalu yang dinilai paling berhasil. Kampung Media telah berhasil mendapatkan penghargaan Universal Service Obligation (USO) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika beberapa tahun lalu. Selain itu, pada acara Musrenbangnas 2014, akhir April lalu, Kampung Media masuk 9 Top Inovasi Nasional kategori Pelayanan Publik Terbaik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB). PADA acara sambung rasa komunitas Kampung Media NTB dengan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Selasa (6/5) malam yang berlangsung di Pendopo Gubernur, orang nomor satu di NTB itu mengaku cukup bangga dengan prestasi yang diraih Kampung Media. Gubernur yang biasa disapa Tuan Guru Bajang (TGB) ini menyebutkan prestasi yang

diraih itu merupakan prestasi luar biasa karena masuk 9 inovasi daerah dalam pelayanan publik terbaik di Indonesia. ‘’Dalam evaluasi saya, kalau melihat programprogram yang dilaksanakan sebagai program unggulan dan terobosan, maka Kampung Media adalah salah satu porgram yang secara objektif, Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/ist)

FOTO BERSAMA - Gubernur NTB, TGH.M.Zainul Majdi bersama Ketua TP PKK NTB, Hj.Erica Zainul Majdi foto bersama dengan komunitas Kampung Media se-NTB dalam acara sambung rasa di Pendopo Gubernur, Selasa (6/5) malam.

Spekulan Tanah Matikan Investasi di NTB Mataram (Suara NTB) Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Bidang Investasi, HM Turino Junaidi mengatakan, banyak sekali investor yang menelantarkan lahan investasi potensial di daerah ini. Lahan investasi potensial untuk pengembangan pariwisata seperti di Sekotong, Lombok Barat (Lobar) banyak yang belum digarap padahal investor sudah mendapatkan izin. Menurutnya, investor yang belum merealisasikan investasinya seperti spekulan tanah yang menghambat invetasi. “Spekulan tanah ini mematikan investasi. Karena banyak investor yang lain lebih serius menggarap tetapi tidak bisa masuk karena sudah ada yang menguasai lahan itu,”ujarnya ketika dikonfirmasi disela-sela acara akselerasi kerjasama Bussines to Bussines antara Kadin Jawa Timur dan Kadin NTB di Ma-

taram, Rabu (7/5) kemarin. Pengusaha asal Jawa Timur yang sudah beberapa tahun berinvestasi di NTB ini meminta pemerintah daerah untuk memperhatikan lahan-lahan yang dikuasai investor namun tak kunjung dilakukan pembangunan. Menurutnya, hal itu justru akan merugikan pemerintah daerah sendiri karena bisa menghambat investasi yang masuk ke daerah ini. Sementara itu, Sekda NTB, H. Muhammad Nur, SH, MH

ditemui usai pembukaan acara tersebut tak menampik bahwa memang banyak calon investor yang berinvestasi namun belum merealisasikan investasinya. Untuk itu, beberapa tahun terakhir Pemprov NTB bersama Badan Pertanahan Negara (BPN) melakukan evaluasi menyeluruh terkait dengan penguasaan-penguasaan lahan yang tidak digunakan sesuai dengan peruntukannya. Bersambung ke hal 5

TO K O H PERSOALAN Honorer Kategori 2 (K2) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sampai saat ini masih bergulir. Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan (Ali BD) menegaskan, hanya akan mengacu pada aturan hukum. Ia mengaku tidak mengenal istilah katrol atau lainnya dalam pengangkatan honorer K2 menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Demikian disampaikan bupati kepada Suara NTB di Selong, Rabu (7/5) kemarin. Ia menegaskan, pihak yang tidak memenuhi syarat tetap akan dinyatakan tidak memenuhi syarat. Bersambung H. Moch Ali Bin Dachlan ke hal 5 (Suara NTB/dok) (Suara NTB/bul)

Evaluasi Kasus Omprongan PERKEMBANGAN penyelidikan kasus bantuan omprongan tembakau di Kejati NTB belum menunjukkan tanda tanda ditingkatkan ke penyidikan. Meski demikian, pekan ini Kejaksaan akan mengevaluasi kasus tersebut, untuk mengetahui perkembangan penanganan oleh tim. Evaluasi dimungkinkan akan berlangsung dalam pekan ini, untuk mengevaluasi hasil pemeriksaan saksi- saksi dan dokumen yang diperoleh. “Evaluasi kemungkinan akhir pekan ini,” kata Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB, Made Sutapa, SH Rabu (7/5) kemarin. Bersambung ke hal 5

Made Sutapa (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) Ketua DPW PKB NTB, H. Najamudin Mustafa, menegaskan pihaknya akan siap mengkritisi kebijakan pemerintahan pasangan Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi-H.Muh.Amin, SH.M.Si (TGB-Amin) di periode 2014 – 2019 mendatang. Komitmen itu disampaikannya menyusul adanya kekhawatiran pihaknya akan laju pengelolaan pemerintahan di NTB di masa datang. Di Pemilu 2014 ini, PKB mencatatkan kemajuan yang sangat pesat. Dari awalnya hanya satu kini mereka akan meraih lima kursi di DPRD NTB. Dengan lima kursi itu, PKB pun mulai memasang siasat. Awalnya, mereka merupakan partai pengusung duet TGB-Amin yang kini tengah memimpin NTB. Namun, Najamudin menegaskan, ada sejumlah fenomena yang membuatnya merasa perlu memasang sikap lebih kritis terhadap duet ini. “Kalau keadaan seperti ini, tetap akan kita kritisi. Lima orang (anggota DPRD NTB) itu nanti untuk mengoreksi pemerintahan,” ujarnya. Bersambung ke hal 5

NTB Laporkan Kasus ”Suspect” MERS-CoV

Tak Ada Istilah Katrol

KO M E N T A R

Kritisi Pemerintahan TGB-Amin

POLA TANAM HIDROPONIK - Pola tanam hidroponik menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil pertanian. Tampak dua orang petani di wilayah Lembar, Lombok Barat sedang menyiapkan areal untuk menerapkan pola tanam hidroponik.

Jakarta (Suara NTB) Sejak penyakit Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) merebak di Arab Saudi dan menyebar ke negara-negara lain, sebanyak 13 provinsi di Indonesia, salah satunya NTB, telah melaporkan kasus suspect virus tersebut namun seluruhnya negatif. “Jumlah sampel yang diperiksa sampai tanggal 30 April 2014 sebanyak 77 sampel tapi semua kasus suspect tenyata negatif MERSCoV,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama di Jakarta, Rabu (7/5). Ketiga belas provinsi yang telah melaporkan pemeriksaan kasus suspect adalah Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DI

Yogyakarta, DKI Jakarta, Banten, Bali, NTB, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Sementara untuk kasus terbaru di Medan dan Bali, Tjandra mengatakan pihak laboratorium Balitbangkes sedang menunggu sampel yang dikirimkan untuk dilakukan pemeriksaan. “Kasus di Bali sedang diperiksa. Tapi kasus di Bali itu tidak demam tinggi, sebenarnya tidak masuk gejala umum MERS-CoV tapi tetap kita periksa,” kata Tjandra. Seseorang disebut suspect MERS-CoV jika memiliki infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dengan tiga keadaan yaitu demam tinggi di atas 38 derajat Celcius, batuk dan pneumonia. Selain itu, juga ditambahkan dengan kasus tersebut memiliki riwayat perjalanan ke Timur Tengah, Bersambung ke hal 5

Honorer K2 Mengaku Ditipu Ratusan Juta Rupiah Mataram (Suara NTB) Persoalan menimpa honorer K2 sepertinya tidak akan habis - habisnya. Belum selesai persoalan mereka yang lulus namun bermasalah, ada juga yang terpaksa harus “main” uang ratusan juta rupiah agar bisa lulus. Meski sudah menyetor uang, tapi toh tidak lolos juga. Ada empat nama honorer K2 asal Lombok Tengah yang mengaku jadi sasaran penipuan oknum pejabat di salah satu instansi di Lombok Timur. Kepada oknum berinisial MST, para honorer menyerahkan uang bertahap. Transaksi itu terjadi tahun 2010 lalu, dengan perjanjian, pada perekrutan Honorer K2 November 2013 lalu mereka akan lolos menjadi CPNS. KP, salah seorang honorer K2 mengaku per-

nah menyetor Rp 2 juta kepada MST, sebagai uang muka untuk mempermudah administrasi 18 Mei 2010. Kemudian pada 8 November 2010 kembali disetornya Rp 5 juta. Berdasarkan kuitansi bukti setoran yang lain, ternyata MST menyerahkan uang itu kepada H.MR di Jakarta, yang mengaku orang yang bekerja di Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB), yang bisa meloloskan pendaftar K2 dengan uang pelicin. Bersambung ke hal 5 BUKTI KUITANSI - M.Gazali, menunjukkan bukti kuitansi setoran para tenaga honorer K2 yang mengaku tertipu.

(Suara NTB/ars)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.