HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000
Rp. 50.000 Rp. 55.000
SUARA NTB Pengemban Pengamal Pancasila
JUMAT, 14 MARET 2014
16 HALAMAN NOMOR 12 TAHUN KE 10 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@gmail.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Dewan Soroti Kinerja Imigrasi
NTB Bisa Jadi Tempat Nyaman bagi Pelaku Kejahatan Internasional Mataram (Suara NTB) Adanya dugaan bahwa oknum petugas Imigrasi Mataram memberikan perlindungan terhadap Warga Negara Asing (WNA) yang masa tinggalnya sudah habis dengan imbalan sejumlah uang memunculkan kekhawatiran. Jika benar demikian, maka NTB bisa menjadi tempat persembunyian yang nyaman bagi pelaku kejahatan internasional sekalipun.
Wakil Ketua DPRD NTB, H. L. Moh. Syamsir, SH, yang dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (13/3) kemarin menilai, pelaku terorisme, narkoba dan oknum WNA yang terlibat kejahatan internasional bisa saja mencari perlindungan di NTB jika mereka mendapati adanya titik lemah dalam pengawasan oleh Kantor Imigrasi Mataram. ‘’Kalau sudah terindikasi terjadi pungli, seperti itu, disitu dia pintu masuknya,’’ ujar politisi PBB ini dengan nada prihatin. Bersambung ke hal 5
(Suara NTB/met)
PELAYANAN - Suasana pelayanan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Mataram, Kamis (13/3).
TO K O H
Dana Kampanye Parpol
Tak Ada Kompensasi
Gerindra Terbesar
PIHAK Kejati NTB membantah tudingan Penasihat Hukum (PH) Direktur PT. Citra Gading Asritama (CGA), Muhammad Antonius,SH. Bantahan itu terkait adanya tawaran awal dari pihaknya kepada tersangka Direktur PT.CGA, Ichsan Suaidi soal penyerahan uang Rp 8,9 miliar. Kajati NTB, Sugeng Pujianto,SH,MH dengan tegas menyatakan, tidak ada kompensasi penangguhan penahanan dari penyerahan kerugian negara tersebut. Bersambung ke hal 5
(Suara NTB/dok)
EMPROV NTB meminta Tim Pengawasan Warga Negara Asing (WNA) yang dikomandoi Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTB untuk lebih optimal lagi bekerja. Sehingga keberadaan WNA di daerah ini terdata dan terpantau dengan jelas. ‘’Oleh karenanya, tim yang telah dibentuk yang dikomandoi oleh Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTB agar lebih optimal lagi bekerjanya. Sehingga tidak ada lagi orang asing yang tidak terdata dan terpantau,’’ kata Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB, H. Mahdi Muhammad, SH, MH dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (13/3) siang kemarin. Dijelaskan, kewenangan pengawasan WNA berada pada Kanwil Kementerian Hukum dan HAM melalui Kantor Imigrasi Mataram. “Sehingga pada saat dikeluarkannya izin tinggal kepada orang asing, Imigrasi sudah mengetahui siap saja orang asing yang tinggal dan bekerja di NTB,’’ terangnya. Bersambung ke hal 5
Mataram (Suara NTB) Laporan awal dana kampanye parpol peserta Pemilu 2014 memperlihatkan bahwa saldo kebanyakan parpol di NTB sudah terkuras dan nyaris
habis sebelum masa kampanye yang melibatkan massa dimulai. Padahal, lazimnya di musim kampanye itu, terlebih mendekati hari pemungutan suara, Bersambung ke hal 5
Sumber KPU NTB
Sugeng Pujianto
Diduga Bermasalah
KO M E N TTAA R
Dinas PU NTB akan Cek Proyek SPAM Bima
H. Dwi Sugianto
Mataram (Suara NTB) Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Bima senilai Rp 18 miliar diduga bermasalah atau terjadi penyimpangan atas laporan dari masyarakat yakni Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara (LPPN) NTB. Menyikapi persoalan ini, Dinas PU NTB belum mengetahui secara persis permasalahan tersebut dan akan segera melakukan pengecekan. “O.. saya belum tahu persis (permasalahannya),” kata Kepala Dinas PU NTB, Ir. H. Dwi Sugianto, MM ketika dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (13/3) siang kemarin ketika keluar dari kantornya. Dikatakan, dirinya belum mengetahui persis persoalan mengenai dugaan penyimpangan proyek SPAM di Kabupaten Bima yang dikerjakan tahun 2013 dengan anggaran sebesar Rp 18 miliar tersebut. Bersambung ke hal 5
C.03.08.13
Yusri
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mengincar seluruh Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang ada di Provinsi NTB. Tahun 2015 mendatang, dipastikan gambaran data jumlah LKM yang tersebar sudah dapat diketahui jumlahnya. Kepala Kantor Pewakilan OJK Provinsi NTB, Yusri, Kamis (13/3) mengatakan bahwa lembaga pengawas perbankan ini sesuai amanat undang-undang, untuk melakukan pengawasan terhadap seluruh lembaga keuangan yang ada, belum termasuk koperasi. Belum dapat disimpulkan gambaran jumlah LKM yang tersebar di NTB. Bersambung ke hal 5
(Suara NTB/dok)
Incar LKM