HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000
Rp. 50.000 Rp. 55.000
SUARA NTB Pengemban Pengamal Pancasila
SELASA, 29 APRIL 2014
16 HALAMAN NOMOR 48 TAHUN KE 10 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@gmail.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
(ant/bali post)
POLITIK UANG - Komisioner Bawaslu Daniek Zuchron (kiri) didampingi Karo Teknis Pengawasan Pemilu Bawaslu Bernard (kanan)memaparkan hasil temuan pelanggaran Pemilu Legislatif di Jakarta, beberapa waktu lalu. Dalam temuan tersebut dilaporkan bahwa politik uang dalam pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014 masih tinggi, pelanggaran terjadi di Maluku 29,81 persen melaporkan praktik politik uang, di Papua ada 12 laporan atau 20,21 persen, di Jawa Tengah 14 laporan atau 12,23 persen, Sumut tiga laporan dan NTB 12 laporan.
Politik Uang Kini Lebih ’’Sadis’’ Mataram (Suara NTB) Jangankan caleg yang kalah. Bahkan caleg yang menang pun menilai praktik politik uang dalam Pemilu 2014 ini lebih ‘’sadis’’ dibandingkan pemilu – pemilu sebelumnya. Belum lagi, soal dugaan penggelembungan suara yang terjadi di mana - mana. Anggota DPRD NTB, H. Machsun Ridwainy kepada wartawan di DPRD NTB, Senin (28/4) kemarin mengungkapkan bahwa pemilu kali ini lebih buruk ketimbang pemilu sebelumnya. ‘’Ini pemilu paling jelek,’’ ujar politisi asal Lombok Timur ini. Melihat perolehan suaranya, Machsun yang mencalonkan diri dari PBB, berpeluang kembali duduk di DPRD NTB setelah mengumpulkan 11.384 suara dan menjadi caleg pengumpul suara terbanyak di partainya untuk Dapil NTB 3. Meski hasil ini sebenarnya menggembirakan, Machsun tak urung mengungkapkan kekesalannya terhadap fenomena politik uang dan dugaan penggelembungan suara di pemilu kali ini. Ia menilai, di Pemilu 2014 ini, praktik – praktik politik uang berkembang dengan maraknya varian – varian baru. Bersambung ke hal 5
Berada di Persimpangan
(Suara NTB/rus)
H. Moch Ali BD
KO M E N T A R
(ant/bali post)
HITUNG ULANG - Pengunjuk rasa membawa poster saat menggelar aksi di depan kantor KPUD NTB di Mataram, Senin (28/4). Aksi Asosiasi Perempuan Indonesia NTB dan Komunitas Pemilu Bersih tersebut menuntut KPUD NTB melaksanakan penghitungan ulang hasil Pileg 2014.
Caleg Perempuan Demo ke Bawaslu Mataram (Suara NTB) Puluhan warga yang tergabung dalam Asosiasi Perempuan Indonesia (API) berunjuk rasa di depan Kantor Bawaslu NTB, Senin (28/4) kemarin.
Demo tersebut menuntut penghitungan suara ulang Pileg 2014 karena dinilai banyak terjadi kecurangan terutama terhadap caleg perempuan. Bersambung ke hal 5
Tak Mau Investor Tanggung
‘’
WALIKOTA Mataram, H. Ahyar Abduh menegaskan pihaknya tak ingin investor tanggung yang menangani Mataram Water Park (MWP). Walaupun banyak investor yang menawarkan diri mengelola aset yang lama terbengkalai itu, pihaknya belum menemukan yang sesuai kriteria. ‘’Kalau ada pihak yang mau bekerja sama itu yang sungguh-sungguh dan sesuai rencana kita. Saya ndak mau yang tanggung-tanggung. Sudah banyak yang maju ke saya. Kalau hanya bagaimana mengoperasionalkan yang ada sekarang ini, terisi air kemudian orang bisa berenang wah bukan seperti itu,’’ terangnya. Bersambung ke hal 5
(Suara NTB/dok)
Tim sudah kembali dari Surabaya. Hasil pemeriksaan barang sudah ada,
H. Ahyar Abduh (Suara NTB/dok)
Dugaan Kerugian Negara Bertambah Mataram (Suara NTB) Setelah menemukan ada indikasi kerugian negara pada proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, belum serta merta melakukan penghitungan kerugian negara. Sebab dalam perjalanan penyidikannya, indikasi kerugian negara bertambah. Sehingga penyidik merasa perlu melakukan cek ulang. Rencana cek ulang fisik SPAM KLU itu sebenarnya sudah diinformasikan sejak beberapa pekan lalu oleh Kajati NTB Sugeng Pudjianto,SH,MH. Karena setelah mengevaluasi proses penyelidikan dan hasil pemeriksaan fisik bersama ahli beberapa waktu lalu, Kajati mengindikasikan kerugian negaranya bertambah. “Sehingga diperlukan cek fisik ulang. Rencana cek fisik kemungkinan dalam beberapa
TO K O H PEMKAB Lombok Timur (Lotim) tahun 2014 ini mengalokasikan anggaran Rp 2,25 miliar untuk KONI Lotim. Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan (Ali BD) mengharapkan, penggunaan dana tersebut tidak saja dihabiskan untuk tanda tangan rapat saja. ‘’Kinerja pemerintah saat ini terlalu banyak rapat. Akibatnya dana banyak untuk biayai rapat kurang untuk rakyat. Jika cara mengurus KONI itu seperti itu, saya yakin dunia olah raga kita tidak akan bisa maju,” ujarnya pada Pelantikan Pengurus KONI Lotim, Senin (28/4) kemarin. Bersambung ke hal 5
Kejati Agendakan Cek Ulang SPAM KLU
Nurodin
hari kedepan,” kata Juru Bicara Kejati NTB Made Sutapa SH menjawab Suara NTB via ponsel, Senin (28/4) kemarin. Tim penyidik pidsus akan tetap menggandeng ahli konstruksi dari Unram saat turun nanti. Tujuannya, untuk sama sama memastikan item yang mana saja harus diteliti lebih detail untuk dijadikan dasar perhitungan kerugian negara nanti. ‘’Pemeriksaan kali ini lebih detail dan mendalam,” ujarnya. Turunnya tim sebelumnya
sudah berlangsung bersama ahli konstruksi dan ahli mesin dari Universitas Mataram. Tujuannya sama, untuk cek fisik sebagai dasar perhitungan kerugian negara. Bahkan jika dihitung, pemeriksaan kali ini yang ke empat kalinya sejak kasus ini masih tahapan puldata. Bahkan saat almarhum Mahfudianto menjadi ketua tim penyidik, proyek ini sudah diperiksa. Bersambung ke hal 5
12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Mataram (Suara NTB) menyatakan bahwa informasi yang diminta 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Pihak Universitas Mataram (Unram) pemohon, bukan informasi yang dikecuali12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 akhirnya melunak terkait dengan sengketa kan. Namun, termohon hanya mempertany12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 informasi antara Jumaidi (mahasiswa akan tahun informasi yang diminta oleh 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Fakultas Hukum Unram) dengan Rektor pemohon (mahasiwa). 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Unram, Prof. Dr. Sunarpi. Kuasa hukum terDemikian dikatakan Wakil Ketua KI 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 mohon (Unram), Lalu Syarifuddin, SH NTB, Andayani, SE, MM ketika dikonfirmasi 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 dalam persidangan yang digelar Komisi In- di kantornya, Senin (28/4) siang kemarin. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 formasi (KI) NTB, Senin (28/4) kemarin Bersambung ke hal 5 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345
Sengketa Informasi Mahasiswa-Rektor
Unram Melunak
Proyek Terminal Haji BIL
Penyidik Kantongi Harga Barang Mataram (Suara NTB) Sepekan berada di Surabaya, tim penyidik Ditreskrimsus Polda NTB akhirnya rampung memeriksa saksi terkait pembelian barang untuk pembangunan Terminal Haji Bandara Internasional Lombok (BIL). Hasil pemeriksaan berupa harga barang sudah dikantongi penyidik. Harga barang dimaksud, terkait material pengadaan dalam konstruksi Terminal Haji BIL. Dimana dalam proyek yang menghabiskan APBD NTB Rp 7,1 miliar itu, materialnya
dipesan di Surabaya. ‘’Tim sudah kembali dari Surabaya. Hasil pemeriksaan barang sudah ada,’’ kata Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Nurodin,SIK dihubungi Suara NTB via ponsel , Senin (28/4) kemarin. Salah satu komponen yang diperiksa dimaksud, yakni konstruksi rangka dan atap. Dimana produknya dipesan di salah satu perusahaan di Surabaya. Hanya saja Nurodin belum mau menyebut berapa harga barang dimaksud.
Namun yang pasti, tahapan berikutnya, hasil itu akan disodorkan kembali ke BPKP untuk penghitungan kerugian negara. “Hasilnya kita koordinasikan lagi dengan BPKP untuk perhitungan kerugian negara,” terangnya. Dalam rangkaian pemeriksaan sebelumnya, tiga orang yang ditugaskan rekanan pelaksana yang bertugas membeli barang sudah diperiksa. Hasil keterangan ketiga orang itulah yang dikonfrontir ke sebuah perusahaan distributor di Surabaya. (ars)