2 minute read

Pergi & Lakukan Sesuatu

Next Article
SDG17 Bekerja Sama

SDG17 Bekerja Sama

arut malam – saat itu masih dini hari – pada tahun 1888 William Booth kembali dari serangan rohani di daerah selatan Inggris, dan tertidur sakit keras setibanya di rumah. Bramwell Booth, yang tinggal berdekatan, datang lebih awal esok paginya, dan baru saja dia memasuki ruang ganti, dengan bergegas, sigap dan ceria, ketika ayahnya, yang berjalan mondar mandir dengan gigi palsu berjuntai dan rambut acak-acakan, berteriak kepadanya, “Kemari, Bramwell!

Tahu tidak orang-orang yang tidur di malam hari di atas jembatan?

Advertisement

Tidur sepanjang malam di atas batu?” Bramwell, membalas sapaannya, berseru, “Ya, Jenderal; kenapa, tidakkah anda tahu?” Jenderal tampak seperti disambar petir. Dia menyaksikan untuk pertama kalinya pada malam sebelumnya sosok-sosok memilukan meringkuk di atas batu, dan sebagai akibatnya meski tidur di kasur hangat dia tidak bisa tidur lelap.

“Kamu tahu itu,” katanya, “dan kamu tidak melakukan apapun!” Terhadap serangan ini Kepala

Staf menjawab – pertama, bahwa

Bala Keselamatan saat ini tidak dapat melakukan semua yang perlu dikerjakan di dunia; dan, kedua – ia akui saat ini dia bicara seperti menjiplak buku – bahwa kita harus berhati-hati tentang bahaya beramal sembarangan.

Jenderal menyela dengan kemarahan atas kalimat itu. “Oh, aku tidak peduli itu semua,” katanya; “Aku pernah dengar itu sebelumnya. Tapi pergi dan lakukan sesuatu. Lakukan sesuatu, Bramwell, lakukan sesuatu!”

Dia berjalan mengelilingi ruangan, menyisir janggutnya yang panjang dengan jarinya dan berbicara dengan amarah kasih dan iba pada para tunawisma yang terpaksa tidur di relung jembatan London.

“Berikan gudang untuk mereka,” perintahnya; “apapun lebih baik daripada tidak ada sama sekali; atap di atas kepala, tembok mengelilingi tubuh mereka”; dan lalu menambahkan, dengan kepedulian yang menjadi ciri khasnya, “kalian tidak perlu memanjakan mereka.”’

Percakapan ini, antara Pendiri Bala

Keselamatan dan putera sulungnya, berujung pada lahirnya pelayanan sosial Bala Keselamatan yang diakui dan dihargai di seluruh dunia saat ini. Dua tahun sesudah percakapan ini, buku William Booth, In Darkest England and the Way Out diterbitkan dengan menjabarkan layanan sosial Bala Keselamatan. Rencana itu dilaksanakan dan berdampak signifikan dalam kehidupan jutaan orang. Dampaknya saat ini nyata dalam karya Bala Keselamatan di lebih dari 125 negara di seluruh dunia.

Rencana Booth bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan – ia ingin mengubah dunia. Ia mengerti bahwa perlu penanganan terhadap penyebab kesengsaraan serta efeknya. Bukan semata-mata inisiatif kemanusiaan. Melainkan pekerjaan sosial dan keadilan sosial yang dimotivasi oleh Injil Yesus Kristus. Termasuk di dalamnya bantuan darurat serta pengembangan pribadi dan komunitas serta advokasi. Prajurit Bala Keselamatan mengerti bahwa pekerjaan sosial dan keadilan sosial adalah bagian penting dari rencana Tuhan untuk menyelamatkan duniaNya.

Pasal-pasal pertama Kitab Kejadian menjabarkan krevativitas Tuhan yang tak tertandingi dan tak seorangpun dapat mengabaikan kebenaran bahwa Tuhan mengundang manusia ke dalam proses pekerjaan-Nya. Ia mempercayakan ciptaan-Nya pada

This article is from: