
3 minute read
Gunakan 'Pergi & Lakukan Sesuatu'
Go and Do Something diperuntukkan bagi orang dari segala usia yang ingin menjadikan dunia tempat yang lebih baik, sarat ide praktis untuk beraksi, pokok doa dan fakta. Ada 17 topik – satu untuk tiap SDGs. Ada banyak cara memakai buku ini:
• Luangkan waktu membaca dan merenungkan salah satu dari SDGs setiap hari selama 17 hari ke depan dan berkomitmen pada 17 cara baru yang akan mengubah cara Anda bertindak dan berpikir. • Bahas salah satu bab setiap minggu dengan orang lain. Dapat dilakukan di kelas Sekolah Minggu, pertemuan wanita, latihan grup musik, atau kelompok Pendalaman Alkitab. • Guru dapat menggunakan materi ini di sekolah, terutama dalam diskusi kelompok atau untuk ide proyek. • Pengkhotbah dapat menggunakan materi sumber untuk mengilhami seri khotbah tentang bagaimana orang seharusnya hidup setia di dunia saat ini.
Advertisement
Apa Tujuan Pengembangan Berkelanjutan?
Mayor Victoria Edmonds
SDGs berlaku untuk semua orang, dari segala usia, di tiap komunitas dan tiap negara di bumi dan didukung oleh 193 negara anggota PBB pada September 2015. Meski tiap negara memulai dari titik yang berbeda untuk tiap tujuan, semua negara berkomitmen untuk bekerja mewujudkannya. SDGs didasarkan pada visi bersama tentang seperti apa dunia yang diinginkan para pemimpin dunia di masa depan – masa depan yang aman, berkelanjutan, dan berdasarkan kesetaraan semua orang baik antar negara maupun di dalam negara.
SDGs didasarkan pada keyakinan bahwa tidak seorangpun layak ditinggalkan. Tidaklah cukup bahwa rata-rata orang mengalami peningkatan hidup. Orang yang paling miskin dan paling rentan juga harus mengalami peningkatan dalam hidup dengan berkurangnya kesenjangan antara yang terkaya dan termiskin.
Mengapa terlibat dalam SDGS?
Lt‐Kolonel Dean Pallant
Fakta bahwa pemimpin dunia menyepakati serangkaian tujuan yang mencerminkan nilai-nilai yang telah dipromosikan oleh Bala Keselamatan selama 125 tahun adalah sesuatu yang disambut baik – terutama karena hal itu dapat menghasilkan perubahan positif bagi orang yang paling miskin dan paling rentan. Tujuannya mengidentifikasi masalah dan mempromosikan nilai-nilai yang sangat akrab bagi prajurit Bala Keselamatan: kesetaraan bagi semua orang tanpa diskriminasi; kesejahteraan bagi semua orang untuk berkembang; menjadi pengurus yang baik di dunia dan atas sumber dayanya; mengupayakan perdamaian dan keamanan bagi semua orang.
Ini adalah nilai-nilai yang disoroti Alkitab dan yang mengilhami orang-orang Kristen selama lebih dari 2000 tahun. Semua orang, tanpa terkecuali, diciptakan menurut gambar Allah dan sama berharganya bagi Dia (Kejadian 1:27‐31). Dalam Khotbah di Bukit, Yesus berkata: ‘Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah’ (Matius 5:9). Yesus menyatakan bahwa Ia datang supaya kita ‘mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan’ (Yohanes 10:10).
SDGs mengakui pelajaran yang dipetik Bala Keselamatan beberapa tahun silam – orang-orang dan komunitas perlu berpartisipasi dalam pengembangan mereka sendiri. Selain itu, Bala Keselamatan menyadari pentingnya integrasi. Sama seperti Tuhan menciptakan manusia sebagai pribadi yang terintegrasi dengan tubuh dan jiwa mereka, sehingga mereka yang ingin berpartisipasi dalam misi Tuhan untuk menyelamatkan dunia tidak seharusnya memiliki layanan yang terfragmentasi atau hanya merawat tubuh namun mengabaikan jiwa dan penyembuhan spiritual. Jenderal André Cox mendorong Bala Keselamatan untuk memusatkan perhatian pada SDGs di tiap program. Ini tidak berarti hanya untuk negara berkembang. Tujuannya universal, untuk tiap bangsa, untuk semua orang, di manapun.
Dapatkah kita mendoakan SDGS?
Lt‐Kolonel Eirwen Pallant
Doa mengakui peran Sang Pencipta dalam penatakelolaan urusan dunia, dan mengucap syukur pada-Nya untuk keberhasilannya ketika hal itu terwujud. Salah satu kontribusi ISJC adalah menyerukan prajurit Bala Keselamatan untuk mendoakan SDGs. Doa meminta Pencipta untuk campur tangan dalam urusan umat manusia. Kami percaya Dia bisa. Kami mendoakan mereka yang terlibat dalam pekerjaan yang terkait erat dengan SDGs. Informasi dasar diikuti dengan seruan untuk merenungkan. Perenungan seperti ini pasti mengarah pada pertanyaan, bagaimana tujuan ini mempengaruhi saya? Apakah saya berkontribusi pada masalah? Dapatkah saya berkontribusi untuk keberhasilan tujuan ini?
Perenungan semacam ini dapat menyebabkan perubahan pikiran dan sikap yang nyata, dengan tindakan hasil. Seperti yang Yesus ajarkan kita untuk berdoa: ‘Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di surga’ (Matius 6:10).