Edisi Sabtu 22 Agustus 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

8 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 5 TAHUN KE 73

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

sabtu kliwon, 22 agustus 2020 Mayat Pengangguran Gegerkan Warga Pura Demak

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

Penegakan Hukum Profesional dan Tegas

Tim Gabungan Kian Masif Awasi Prokes di Masyarakat Menekan angka lonjakan kasus transmisi lokal di wilayah Kabupaten Tabanan, jajaran TNI/Polri bersama Satpol PP Tabanan dan instansi terkait kian masif mengawasi disiplin masyarakat dalam pelaksanaan protokol kesehatan (prokes). TABANAN | HAL. 4

Karangan bunga mendukung penegakan hukum dari masyarakat juga dikirim ke Mapolres Badung. Menurut Kasatreskrim Polres Badung AKP Laorens Rajamangapul Heselo, hal itu sebagai bentuk dukungan rakyat terhadap Polri dalam menegakkan hukum. BADUNG | HAL. 3

Warga di seputaran Jalan Pura Demak, Denpasar Barat, Jumat (21/8) kemarin, digegerkan dengan penemuan mayat pria bernama Ng Joe Tjoen (57). Korban yang seorang pengangguran ini ditemukan di depan toko buah dan tergeletak di kursi kayu. DENPASAR | HAL. 2

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Semangat ’’Bali Bangkit’’ Songsong Ketahanan Ekonomi Krama Bali Oleh Viraguna Bagoes Oka

‘’Parlemen harus melakukan terobosan agar bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Di tengah kekhawatiran rakyat dan beban ekonomi yang bertambah, parlemen harus menunjukkan bahwa kita tidak berhenti sejenak pun serta terus bekerja untuk rakyat. Anggota parlemen harus semakin cepat menghasilkan undang-undang yang dapat membantu mengatasi dampak pandemi Covid-19.’’

RENTETAN disrupsi ekonomi global sejak 2018 telah berakibat kepada terdesrupsinya pariwisata global, regional termasuk ekonomi lokal krama Bali. Dengan datangnya puncak desrupsi wabah Covid-19 membuat keterpurukan ekonomi krama Bali menjadi semakin dalam. Namun dengan semangat berlandaskan ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ dan tekad gotong royong dan kepemimpinan Bali yang terpadu serta semangat nindihin Bali, maka diharapkan akan masih

ada secercah harapan besar menyongsong Bali Bangkit. Dengan digaungkannya optimisme, keyakinan tinggi dan tekad kuat seluruh komponen krama Bali sebagai satukesatuan ‘’alam Bali, krama Bali dan kebudayaan Bali’’ diharapkan Bali Era Baru bisa terwujud. Apalagi dengan telah mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat diharapkan akan dapat memberikan manfaat dan dampak strategis. Pertama, Bali bangkit era baru dan dengan dukungan penuh dari Presiden dan pemerintah pusat termasuk pendanaannya langsung dari APBN

adalah wujud nyata kepedulian pemerintah pusat untuk pengembangan Bali, walaupun pemerintah pusat sedang memprioritaskan dan berjuang keras mengatasi wabah pandemi Covid-19 yang masih terus belangsung hingga saat ini. Kedua, dengan Bali bangkit era baru ini merupakan sinyal positif yang baik bagi Bali di bidang ekonomi/bisnis dan peluang potensi untuk meningkatnya taraf hidup ekonomi masyarakat di Bali di bidang pariwisata, pertanian dan perdagangan barang/jasa termasuk kelancaran distribusi arus barang dan orang secara

lebih efisien dan efektif. Ketiga, dengan Bali bangkit telah membuka peluang semakin luas untuk meningkatnya investasi untuk berkembangnya dunia usaha/bisnis di kawasan Bali dan Nusa Penida dengan keindahan alam dan infrastruktur yang terus sedang dibenahi. Keempat, di luar pariwisata, potensi pengembangan ekonomi maritim dan kelautan juga akan menjadi alternatif pilihan bidang usaha yang potensial untuk berkembang, sehingga bisa menampung tenaga kerja akibat PHK. Hal. 7 Tantangan dan Ancaman

Detailkan Rencana Aksi ’’Bali Bangkit’’

Denpasar (Bali Post) Bali harus terus didorong untuk bangkit. Tidak perlu menunggu pandemi Covid-19 untuk bangkit. Kalau sampai kebangkitan ekonomi tidak terjadi maka akan berdampak tidak baik bagi Pulau Dewata. Yang terpenting dilakukan saat ini adalah mendetailkan rencana aksi dan mengejawantahkannya dalam aksi nyata, sehingga Bali Bangkit tidak berkutat dalam tataran wacana semata.

Tunjukkan Bali Siap

NASIONAL

Kemenparekraf Persiapkan Wisata dalam Tatanan Kehidupan Era Baru KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mempersiapkan objek-objek wisata di Tanah Air agar sehat dan bersih dalam tatanan kehidupan era baru di tengah pandemi Covid-19. ‘’Perekonomian agar bisa berjalan di tengah pandemi Covid-19, khususnya dalam membuka sektor pariwisata. Namun yang perlu kita persiapkan lebih awal adalah kesiapan objek-objek wisata termasuk pendukung lainnya agar mengikuti protokol kesehatan,’’ kata Koordinator Promosi Wisata Minat Khusus Budaya Kemenparekraf Santy Lusiani, di Desa Pemuteran, Kabupaten Buleleng, Jumat (21/8) kemarin. Ia mengatakan, pemerintah pusat melalui Kemenparekraf terus berupaya mempersiapkan program-program dalam menyambut tatanan kehidupan era baru. Salah satunya dengan Program Revitalisasi Bumi. ‘’Melalui Program Revitalisasi Bumi, kami mengajak masyarakat mempersiapkan lebih awal dalam menyambut kunjungan wisatawan dengan kehidupan sehat dan bersih. Bali sebagai daerah tujuan wisata utama, maka program ini dimulai dari Pulau Dewata,’’ ujarnya. Menurut Santy Lusiani, dengan pandemi Covid-19, para wisatawan sekarang adalah punya pola pikir untuk berwisata berbeda dengan sebelum terjadi pandemi. Saat ini para wisatawan akan memperhitungkan soal kesehatan menjadi prioritas utama, setelah itu baru memikirkan objek wisata yang akan dikunjunginya. ‘’Dengan terjadinya pandemi Covid-19, para turis tidak semata-mata hanya melihat objek wisata. Tetapi yang lebih penting diutamakan masalah kesehatan. Bagaimana di objek wisata itu soal kebersihannya dan bagaimana penerapan protokol kesehatan di objek wisata tersebut,’’ ujarnya. Oleh karena itulah, Santy Lusiani mengajak masyarakat dan pemangku kepentingan pariwisata untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan kebersihan di lingkungan objek wisata. Kesiapan mendatangkan wisata yang pertama diperhatikan adalah di kawasan wisata tersebut harus sangat ketat menerapkan protokol kesehatan. ‘’Antara lain menyediakan tempat cuci tangan beserta kelengkapannya, prosedur untuk jaga jarak dan menghindari kerumunan. Begitu juga pelayan wisata harus steril dengan menggunakan masker (pelindung wajah) dan hand sanitizer,’’ katanya. Hal. 7 Program Revitalisasi Bumi

BALI POST dan Bali TV bekerja sama dengan Yayasan Dharma Naradha menerima titipan sumbangsih anda untuk menyiapkan sembako beras petani Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” peduli dampak Covid-19. Sumbangsih dapat disalurkan langsung ke Redaksi Bali Post dan Bali TV atau langsung melalui : 1. Rekening Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Renon No: 010.01.13.00003-7 a/n Yayasan Dharma Naradha. 2. Rekening BRI Kantor Cabang Denpasar Gajah Mada No : 0017-01-003115-30-6 a/n Yayasan Dharma Naradha 3. Rekening BNI Cabang Gatot Subroto No : 8887788683 a/n Yayasan Dharma Naradha Bukti transfer dapat di-WA ke 082118183588 JUMAT, 21 AGUSTUS 2020 Desak Nyoman Utami

Rp

Jumlah Penerimaan Hari Ini Jumlah Penerimaan Sebelumnya Total Penerimaan

Rp Rp Rp

10.000 10.000 66.035.000 66.045.000

Bali Post/eka

WISATAWAN - Salah satu objek wisata yang mulai dikunjungi wisatawan, meskipun jumlahnya sangat jauh di bawah saat sebelum pandemi Covid-19.

’’Langkah-langkah untuk membangkitkan perekonomian Bali harus berjalan bersama dengan upaya penanganan Covid-19. Yakni melakukan kegiatan ekonomi dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan ketat. Dalam hal ini, jangan ada kata mundur untuk membangkitkan ekonomi Bali.’’ I Nyoman Sugawa Korry Wakil Ketua DPRD Bali

‘’Daya tahan masyarakat, daya tahan perusahaan itu kan terbatas. Stok tabungannya, cadangannya kalau perusahaan, terbatas. Jadi harus dibangkitkan, tidak perlu menunggu Covid-19 ini selesai,’’ ujar Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry, Jumat (21/8) kemarin. Menurut Sugawa Korry, langkah-langkah untuk membangkitkan perekonomian Bali harus berjalan bersama dengan upaya penanganan Covid-19. Hal. 7 Mendorong Masuknya Wisdom

Denpasar (Bali Post) Pernyataan Bali bangkit dengan dibukanya pasar wisata domestik (wisdom) pada 31 Juli nyatanya tidak disertai dengan respons positif dari pasar domestik itu sendiri. Setelah 22 hari, pasar belum bereaksi sepenuhnya sesuai yang diharapkan. Ketua Bali Villa Association (BVA) Gede Ricky Sukarta mengatakan, hal itu bukan hanya masalah kesiapan untuk membuka pariwisata, meskipun stakeholder pariwisata telah mempersiapkan diri melakukan sertifikasi untuk menjamin kesiapan Bali menerima kunjungan wisatawan. ‘’Karena setelah Covid-19 harus berubah dari sisi SOP, karena ketika kita memberanikan diri buka, karyawan dan tamu harus dipastikan

’’Pemerintah pusat harus memperjuangkan Bali. Sebagai barometer pariwisata Indonesia, Bali harus diutamakan. Misalnya dengan mengubah regulasi. Perubahan regulasi itu salah satunya yang jadi harapan kalangan industri pariwisata adalah mengusulkan wisman tidak boleh ke Indonesia, kecuali ke Bali.’’

Moderasi Beragama Berkualitas Jadi Fokus Utama MELIHAT rencana pembangunan jangka panjang dan jangka menengah nasional yang ditugaskan Presiden kepada Menteri Agama, kemudian diselenggarakan oleh Dirjen Bimas Hindu, maka satu kata kunci yang harus diemban bersama adalah moderasi beragama. Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI Tri Handoko Seto mengatakan, moderasi beragama di kalan-

gan umat Hindu selama ini sudah baik. Kendati demikian, mengingat Hindu tersebar di seluruh Indonesia, maka moderasi agama Hindu adalah moderasi beragama yang berkualitas. Dikatakan, di Bali kualitas umat memang jauh lebih baik dibandingkan dengan kualitas umat Hindu di daerah-daerah lain. Di daerah pinggiran seperti di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Maluku, umat masih jauh dari akses terhadap pelayanan keagamaan. ‘’Sehingga kita harus fokus ke depan membesarkan Hindu Nusantara, Hindu di Indonesia yang tersebar di seluruh Nusantara yaitu Hindu yang memiliki keragaman

sehat. Tantangannya, tidak semua kalangan industri siap membuka propertinya. Maka dari itu, sampai saat ini proses sertifikasi masih berjalan,’’ ujar Ricky Sukarta, Jumat (21/8) kemarin. Menurut Ricky Sukarta, jumlah kamar hotel di Bali sebanyak 135.000 dan 95.000 di antaranya ada di Badung. Sementara saat Bali buka pertama pada 31 Juli lalu, telah ada 4.000 penumpang ke Bali. Jumlah tersebut hanya 0 sekian persen mengisi kamar hotel yang ada di Bali. Yang datang bukan untuk berlibur atau belum tentu menginap di hotel atau vila. ‘’Kalau hotelhotel BUMN mungkin sudah ada kerja sama dan hotel besar memiliki tempat untuk melaksanakan MICE. Jadi, masih banyak kamar yang belum laku,’’ ujarnya. Belum maksimalnya kunjungan wisatawan, menurutnya, karena masalah regulasi. Bali ini bagian dari Indonesia, yang juga mengikuti peraturan pemerintah Indonesia. Hal. 7 Pemerintah Pusat Mesti Perjuangkan Bali

budaya. Ini pertama yang harus kita sadari, kemudian kita kenali dan kita bangun bersama-sama,’’ ujar Tri Handoko Seto saat wawancara khusus Bali Post Talk serangkaian HUT ke-72 Bali Post, Gerakan Satu Juta Krama Bali Mewujudkan Bali Era Baru, Jumat (21/8) kemarin. Hal. 7 Utamakan Peningkatan Kualitas

Gede Ricky Sukarta Ketua Bali Villa Association


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.