HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004
SUARA NTB Pengemban Pengamal Pancasila
SELASA, 28 JULI 2020
Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@gmail.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah menyalurkan JPS Gemilang (foto kiri). Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah membagikan paket JPS Gemilang kepada perwakilan warga penerima.
’’Sabuk Pengaman’’ Ekonomi NTB di Tengah Pandemi
STRATEGI sabuk pengaman ekonomi NTB di tengah pandemi melalui akselerasi belanja daerah dan menggerakkan ekonomi lokal dengan cara yang tak biasa (extraordinary), mampu membuat IKM dan UMKM menggeliat di tengah pandemi. Sejak wabah Covid19 masuk ke NTB
pada pertengahan Maret lalu, Pemprov membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Di mana, gubernur mengomandoi langsung penanganan dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan oleh Covid-19. Sedangkan Wakil Gubernur mengomandoi penanganan kesehatan Covid-19.
Langkah yang dilakukan NTB, ternyata mendahului semangat Peraturan Presiden (Perpres) No. 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang sudah diundangkan 20 Juli 2020. Bersambung ke hal 8
H. Zulkieflimansyah
Hj. Sitti Rohmi Djalilah
JPS Lotim JPS Gemilang
JPS Gemilang, Cikal-Bakal Penguatan IKM/UMKM Lokal PENGADAAN program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang menjadi salah satu upaya Pemprov NTB untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Sejak penyaluran tahap pertama pada 16 April lalu, program tersebut terus dibenahi dalam penyaluran tahap II pada 30 Mei, dan penyaluran tahap III pada 13 Juli. Koordinator Bidang Pemulihan Sosial dan Ekonomi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M.TP menerangkan dalam prosesnya penyaluran JPS Gemilang memang mengalami beberapa kendala. Termasuk pada penyaluran tahap pertama. Dicontohkan, seperti banyaknya keluhan dari kepala desa bahwa paket bantuan yang diberikan tidak lengkap. Semisal beras dan telur telah dibagikan, tapi minyak goreng belum. H. Ridwan Syah Bersambung ke hal 8
Konsep Program JPS Gemilang juga diadaptasi oleh Pemerintah Kabupaten /Kota di NTB untuk diaplikasikan dalam program bantuan. Warga di Desa Golong, Kabupaten Lombok Barat yang merupakan penerima paket JPS Mantap.
Pacu Belanja dan Penyaluran Kredit
Penanganan Dampak Sosial dan Ekonomi Dialokasikan Rp460,66 Miliar
H. Lalu Gita Ariadi
UNTUK menekan dampak sosial dan ekonomi pandemi Covid-19, Pemprov NTB mengalokasikan anggaran sekitar Rp460,66 miliar. Dengan rincian, penanganan dampak sosial berupa Jaring Pengaman Sosial (JPS) sebesar Rp150,16 miliar dan penanganan dampak ekonomi sebesar Rp310,5 miliar. Sedangkan untuk penanganan kesehatan, dialokasikan anggaran sebesar Rp466,28 miliar. Pengalokasian anggaran tersebut setelah dilakukan realokasi dan refocusing anggaran dalam APBD NTB 2020 yang totalnya sebesar Rp926,96 miliar. Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si dalam acara ‘’Bincang-bincang Fiskal dan Percepatan Penyerapan Anggaran
Semester II Tahun 2020’’ yang diselenggarakan Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB, baru-baru ini mengatakan penggunaan dana stimulus ekonomi untuk mendukung pemberdayaan IKM dan UKM dinilai tepat. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) digerakkan memfasilitasi pemberdayaan dunia usaha agar roda ekonomi terus bergerak. Pemberdayaan yang melibatkan banyak IKM dan UKM lokal di NTB mampu melahirkan kluster-kluster dunia usaha. Sehingga memudahkan pemerintah daerah memetakan potensi SDA dan SDM untuk keberlangsungan usaha masyarakat. Syarwan Bersambung ke hal 8
Pentingnya Memberdayakan Potensi yang Ada BERBAGAI kebijakan ekonomi dari Pemprov NTB selama masa pandemi Covid-19 dinilai sudah tepat menjaga perekonomian di NTB. Dibutuhkan kebijakan jangka panjang untuk memberdayakan semua potensi yang ada di NTB. Pengamat Ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Mataram H. Ibrahim Abdullah (UMMAT), Dr. H. Ibrahim Abdullah, SE., MM, mengatakan, salah satu program Pemprov NTB seperti Jaring Pengaman Sosial (JPS) dinilai mampu mengatasi kebutuhan masyarakat dalam jangka pendek. Namun ia menekankan, perlunya menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Di samping itu, ia menyarankan, perlunya pemberdayaan UMKM, karena UMKM berjasa membangun perekonomian bangsa. Bersambung ke hal 8
Pemprov Harus Siapkan Strategi Ekonomi Jangka Panjang BERBAGAI kebijakan ekonomi Pemprov NTB dalam menangani dampak pandemi Covid-19 dinilai sudah tepat. Meski demikian, diperlukan kebijakan ekonomi jangka menengah dan jangka panjang untuk menjaga perekonomian di NTB tetap stabil. Pengamat ekonomi dari Universitas Mataram (Unram), Dr. M. Firmansyah, M.Si., pada pekan kemarin mengakui secara jangka pendek berbagai kebijakan Pemprov NTB bisa membuat perekonomian di NTB terjaga. Menurutnya, salah satu yang membuat ekonomi bergerak adalah dibuatkannya pasar terhadap produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). ‘’Kelesuan ekonomi karena pandemi ini pemerintah harus cari cara agar ekonomi terus bergerak, satu yang menyebabkan ekonomi bergerak adalah dibuatkan pasarnya,’’ katanya. M. Firmansyah Bersambung ke hal 8
Kebijakan ’’Sabuk Pengaman’’ Ekonomi NTB Diapresiasi Dewan KALANGAN wakil rakyat di DPRD Provinsi NTB memberikan penilaian yang sangat baik terhadap kinerja Pemprov NTB di bawah komando Gubernur/Wakil Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah - Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dalam menjalankan roda pemerintahan di masa krisis pandemi Covid-19, terutama dalam sektor Made Slamet ekonomi. Dalam masa darurat pandemi Covid-19, banyak pihak memprediksikan perekonomian NTB akan anjlok sangat parah. Akan tetapi kebijakan “sabuk pengaman” ekonomi NTB cukup berhasil meredam guncangan ekonomi yang timbul di masa pandemi. Bersambung ke hal 8
(Suara NTB/dok)
Langkah yang diambil Pemprov NTB dalam menangani Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan dampak sosial ekonomi mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Pusat. Kebijakan-kebijakan yang diambil Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc dan Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd cukup efektif meredam tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
Akselerasi Belanja Daerah dan Cara Tak Biasa Gerakkan Ekonomi Lokal