8
Kamis, 23 Maret 2017
GRIYA MAHASISWA
Harga Rp 1.000
Kegiatan Mapala
Kembangkan Kegiatan Alam Bebas, Malimpa Susuri Gua Luweng
Kamis, 23 Maret 2017
Tahun 13/ No. 4
Gedung Admisi
UMS, Koran Pabelan – Mahasiswa Muslim Pecinta Alam (Malimpa) melakukan kegiatan Susur Luweng Pacitan untuk terus mengembangkan aktivitas alam bebasnya. Kegiatan bertajuk “Menelusuri Kedalaman untuk Sebuah Kejayaan” tersebut dilakukan di kedalaman Luweng Jaran, Dusun Kasri, Desa Djlubang, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan pada Minggu-Jumat (5-10/3).
S
eperti yang dikemukakan oleh salah satu atlet, Fahrijal, bahwa kegiatan susur gua tersebut bertujuan untuk menambah dan memperbaharui data mengenai Luweng Jaran yang sudah dimiliki oleh Malimpa. Penambahan dan pembaharuan data tersebut berupa pemetaan gua (mapping). Definisi dari pemetaan gua sendiri ialah gambaran perspektif gua yang diproyeksikan ke bidang datar yang bersifat selektif. “Pemetaan itu nantinya dapat dipertanggungjawabkan baik secara matematis
Mahasiswa Keluhkan Ruang Kelas yang Sempit Reporter: Dian Aulia Citra Kusuma
maupun secara visual dengan skala tertentu,” ujarnya, Selasa (14/3). Luweng Jaran sendiri, tambah Fahrijal, memiliki kedalaman 1 meter dengan 2 pitch (turunan). Pitch pertama memiliki kedalaman 23 meter dan pitch kedua sedalam 18 meter. Gua utama berada setelah menuruni pitch kedua. Lorong di dalam gua begitu sempit, sehingga untuk menyusurinya harus bisa mengaplikasikan beberapa teknik, seperti: merangkak; duck walking; dan
merayap. “Para atlet harus bisa meminimalisir pergerakan karena minimnya oksigen dalam gua,” lanjut Fahrijal. Atlet susur gua yang lain, Roni Septian, menuturkan bahwa tidaklah mudah untuk menelusuri sebuah gua. Seseorang atau kelompok yang ingin melakukan kegiatan tersebut harus memahami bagaimana caranya melakukan Single Rope Technique (SRT), mengerti karakteristik gua, dan mengerti mengenai sumber aliran air di dalam gua. Oleh karena itu,
dibutuhkan atlet yang mampu memahami semua hal itu dan bisa mengaplikasikannya. Malimpa akhirnya melakukan seleksi ketat, dan memperoleh enam atlet susur gua, yaitu Roni Septian, Adib Maulana, Iqbal Nurii, Heru Ade, Fahrijal, dan Yuli Adi. “Karena Malimpa selalu memegang prinsip aman dalam setiap kegiatannya, maka para atlet rutin melakukan training centre, materi, dan simulasi sebelum hari kegiatan,” ujar Roni, Selasa (14/3). [Ritmika/PE]
“Satu Ikatan dan Satu Perjuangan” UMS, Koran Pabelan – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Surakarta adakan panggung seni meriahkan milad ke-53 di Hall Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah
Surakarta (UMS), Senin (13/3). Panggung seni tersebut bertajuk “Satu Ikatan dan Satu Perjuangan”.
S
elaku Ketua Panitia Milad IMM, Andi Hartini, menjelaskan pengangkatan tema tersebut bertujuan agar mampu mengharmonisasi komisariat yang ada di Surakarta. Selain itu, pengangkatan tema tersebut juga diharapkan mampu membangkitkan ghiroh ber-IMM agar lebih solid, kompak, dan akrab. “Saya berharap anggota komisariat IMM yang ada di Surakarta tetap ber-
partisipasi,” ujarnya, Senin (13/3). Selain diperingati dengan serangkaian perlombaan, menurut Andi, acara tersebut juga dimeriahkan dengan adanya stand sederhana untuk anggota IMM. Stand tersebut diadakan untuk menjajakan makanan hasil buatan mereka. Namun Andi menyayangkan kurangnya sumber daya manusia (SDM) pada penyelenggaraan acara itu. “Namun, tidak semua anggota dapat berkontribusi.Jadi ada anggota pimpinan cabang IMM ikut turun tangan,” jelasnya.
UMS, Koran Pabelan – Setelah One Day Service (ODS) dipindahkan ke gedung Induk Siti Walidah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menggunakan gedung Admisi lantai II yang dibagi menjadi lima ruang sebagai tempat perkuliahan. Hal tersebut mumbuat beberapa mahasiswa mengeluh karena ruang kelas yang sempit dan fasilitas yang kurang memadai.
S
alah satu mahasiswi Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Wahyu Agung Putri, mengungkapkan bahwa minggu pertama masuk perkuliahan banyak mahasiswa yang harus berdiri karena tidak mendapatkan tempat duduk. Ruang perkuliahan yang kini digunakan juga lebih sempit daripada ruang-ruang yang sebelumnya pernah digunakan. Selain itu, fasilitas yang me-
nunjang kegiatan perkuliahan juga kurang dipersiapkan dengan baik. “Perkuliahan kan sudah jalan sampai minggu ketiga, tapi kita baru dapat kursi di minggu kedua, jadi banyak dari kami yang berdiri,” keluhnya, Rabu (15/3). Saat ini, lima ruang di gedung Admisi memiliki fungsi yang berbeda yakni ruang I untuk persiapan ruang Prodi Pendidikan Olahraga, ruang II digunakan untuk perkuliahan
Prodi Pendidikan Akuntansi dan Pendidikan Bahasa Inggris, ruang III dan IV untuk Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan ruang V sebagai ruang pembantu seminar proposal Prodi Pendidikan Akuntansi. Akan Segera Dirombak Wakil Dekan II FKIP, Sri Sutarni, menjelaskan bahwa pembagian ruang di gedung Admisi sudah diputuskan sejak bersambung halaman 7
Voucher Bookstore
WARTA KAMPUS Milad IMM
Ilustrasi: Riski Setyo / Koran Pabelan
Selain itu, pada panggung seni tersebut diadakan penyerahan lomba yang telah dilaksanakan oleh kader dan pimpinan IMM Kota Surakarta. Lomba tersebut antara lain Futsal, Tahfidz, Da'i, dan Bulu Tangkis Ganda PutraPutri. Salah satu mahasiswi Teknik Arsitektur, Azzah Juharida, menyampaikan harapannya agar milad kali ini bisa berjalan dengan semarak. “Semoga mahasiswa yang bukan anggota IMM mampu ikut serta di kegiatan ini,” harap dia, Senin (13/3). [Mg_Arlinda &Mg_Clara/VF &AM]
WR I: Sisa Dana Lari ke Pengembangan Akademik Reporter: Cici Birohmatika
UMS, Koran Pabelan – Sisa dana voucher Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Bookstore akan dikelola seoptimal mungkin sebagai dana pengembangan pendidikan mahasiswa. Hal tersebut dikarenakan voucher yang ditukarkan mahasiswa berasal dari alokasi pengembangan akademik.
S
elaku Manajer UMS Bookstore, Syaiful Achyar, mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui sisa dana yang berasal dari voucher UMS Bookstore yang tidak ditukarkan mahasiswa. UMS. Bookstore hanya mengelola voucher yang ditukarkan mahasiswa yang kemudian akan diajukan ke universitas. Selan-
jutnya akan dilakukan pencairan dana untuk operasional bookstore. “Untuk sisa voucher yang mengatur universitas,” ungkapnya, Rabu (8/3). Memberikan tanggapannya, Wakil Rektor I, Muhammad Da'i, bahwa dana yang digunakan untuk voucher UMS Bookstore berasal dari alokasi pengembangan akademik. Sisa dana dari
mahasiswa yang tidak menukarkan voucher-nya, akan dikelola seoptimal mungkin oleh pihak universitas sebagai pengembangan pendidikan mahasiswa. “Kalau voucher tidak diambil, dana voucher tidak akan dicairkan. Dana yang dicairkan adalah dari voucher yang ditukarkan,” ujarnya, Jumat (17/3). Salah satu unit bisnis bersambung halaman 7
Iklan dan Langganan:082226324155 SMS Suara Pabelanis: 081226885627