MAGELANG EKSPRES CMYK
Korane Wong Kedu
SELASA 1 DESEMBER 2015
TERBIT 20 HALAMAN / HARGA ECERAN Rp3000 Rp3000
Praja Pemukul Taruna Dipecat Sanksi Penurunan Pangkat Belum Berefek Jera JAKARTA - Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Ermaya Suradinata menegaskan, sanksi pemecatan lima praja pelaku pemukulan terhadap taruna Akademi Militer (Akmil) dilakukan karena sanksi turun pangkat yang selama ini ditetapkan, belum berefek jera. “Sesuai
perintah Pak Tjahjo (Mendagri,red), saya laksanakan. Supaya tidak terulang kekerasan, karena kekerasan itu kondisi yang tidak boleh terjadi. Saya melaksanakan revolusi mental itu berjalan sesuai aturan, dengan cara mengubah sistem yang sudah berlaku di sana dan selama ini berjalan,” kata Ermaya di Gedung Kemendagri, Senin (30/11). Menurut Ermaya, selama ini di internal IPDN seolah-olah berlaku sistem kalau
pemukulan atau pelanggaran berat, cukup dengan penurunan pangkat. Namun sekarang di erat kepemimpinannya, penurunan pangkat dinilai terlalu ringan. Sehingga kemudian diterapkan sanksi pemecatan.”Selama ini setelah saya evaluasi, mereka yang melakukan pemukulan setelah turun pangkat, itu tidak ada efek jera. Ini momen IPDN melakukan revolusi,” ujarnya. Saat ditanya apakah tradisi ‘kekerasan’
di IPDN belum juga hilang, Ermaya mengakuinya. Namun hal tersebut katanya, dilakukan oknum praja tingkat atas. Karena tradisi buruk itu sudah biasa mereka lakukan sebelumnya. “Yang sekarang dilakukan ini praja lama yang tingkatannya Nindya dan Wasana dan sudah lama di sini. Memang sebelum kepemimpinan saya. Masa lalu yang biasa dia lakukan, mulai sekarang harus dihentikan dan tantangan saya menghadapi mereka. Saya bertang-
gung jawab memecat para praja yang melanggar dengan kekerasan,” kata Ermaya. Sebagaimana diketahui, kasus kekerasan kembali terulang di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Tak tanggung-tanggung, korbannya kali ini taruna Akademi Militer yang tengah melakukan kunjungan ke kampus yang terletak di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat tersebut, Kamis (19/11) . ke hal 3
Roro Fitria Ogah Peran Panas SOSIALITA cantik yang multi talenta ini kembali main film. Jika biasanya wanita asal Jogja ini diplot dalam karakter protagonis yang sweet dan nice, kini dalam film berjudul SKENARIO TUHAN, dirinya ditantang untuk mainkan peran antagonis. “Aku terlibat pada film yang berjudul SKENARIO TUHAN memerankan tokoh bernama Jena dan menurut aku film ini
foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres
RUSAK. Sejumlah warga membantu memperbaiki rumah rusak milik korban bencana angin puting beliung dan hujan es yang terjadi Sabtu (28/11) lalu.
ke hal 3
Rumah Rusak Bertambah Jadi 187
SEMENTARA ITU 2016 Alokasi SM3T Berkurang Seribu Kursi JAKARTA - Pemerataan layanan pendidikan melalui program sarjana mengajar di daerah tertinggal, terluar, dan terdepatn (SM3T) tahun depan sedikit terganggu. Pasalnya kuota peserta SM3T berkurang sepertiganya. Dari kuota normal sebanyak 3.000 orang sarjana, menjadi tinggal 2.000 orang. Menurut informasi yang beredar, susutnya jumlah peserta SM3T tahun depan disebabkan penurunan anggaran di APBN 2016. Tahun ini ketika kuota SM3T masih 3.000 orang, anggaran yang disediakan mencapai Rp 395 miliar. Namun di APBN 2016 nanti alokasi anggaran SM3T dikepras menjadi Rp 295 miliar. Menteri Ristekdikti Muhammad Nasir tidak membantah bahwa tahun depan alokasi peserta SM3T turun sebanyak 1.000 orang. ke hal 3
LOGIS DOKTER MEDI Rubrik Inspirasi Sehat DIALOG Inspirasi Sehat (LOGIS) Dokter Medi Wirawan Magelang. SEHAT merupakan kebutuhan hakiki setiap makhluk hidup di dunia ini tanpa dapat ditawar tawar keberadaannya. Tubuh sehat membuat seseorang dapat mengisi hidupnya agar bermanfaat bagi orang lain dalam rangka beribadah kepada-Nya. Rubrik Inspirasi Sehat Dokter Medi Wirawan Magelang ini merupakan sarana pembelajaran secara bertahap tentang pemahaman sehat dari sudut paradigma sehat, bukan pemahaman sehat dari paradigma sakit yang selama ini ada dalam pikiran kita masing masing yang terbentuk secara tidak sadar sejak kita masih kecil. Paradigma sakit mengajarkan kepada kita semua bahwa sehat itu identik dengan peran dokter sebagai pemberi obat, pusat layanan kesehatan yang identik dengan tindakan medis, rumah sakit yang identik dengan perawatan medis rawat inap, apotek sebagai sarana mendapatkan obat obat farmasi dengan resep dokter serta tindakan tindakan medis mahal dan complicated yang kadang harus dilakukan saat sudah jatuh sakit, dan seringkali tidak terjangkau kantong masyarakat kebanyakan. ke hal 3
Puting Beliung dan Hujan Es di Temanggung TEMANGGUNG – Jumlah rumah rusak berat dan ringan, akibat angin puting beliung dan hujan es yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Temanggung Sabtu (28/11) kemarin bertambah. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung hingga Senin (30/11), tercatat sebanyak 187
rumah mengalami rusak akibat bencana alam tersebut. “Data ini masih data sementara, petugas kami masih melakukan pendataan jumlah rumah yang rusak akibat bencana itu,” kata Kasi Penanganan Darurat dan Logistik, BPBD Temanggung, Gito Walngadi, Senin (30/11). Ia menyebutkan, 187 rumah rusak berat dan ringan itu berada di lima kecamatan yakni, Kecamatan Jumo, Parakan, Kedu, Tretep, dan Ngadirejo. Di Kecamatan Jumo, ada dua desa yang terkena hujan es dan an-
gin puting beliung, yakni Desa Padureso dengan kerusakan ringan pada 20 rumah, satu mushola, dan dua rumah rusak berat. Di Desa Sukomarto terdapat dua rumah rusak ringan dan tiga rusak berat. Sedangkan di Kecamatan Kedu hanya satu rumah yakni di Desa Tegalsari yang mengalami rusak berat. Untuk Kecamatan Ngadirejo, hanya Desa Medari yang terkena bencana tersebut, namun menyebabkan 48 rumah rusak ringan, satu TPQ rusak sedang, dua rumah dan satu gedung perte-
muan warga yang rusak berat. “Di Kecamatan Ngadirejo cukup besar, kami juga masih menunggu data dari kecamatan ini,” terangnya. Untuk di Kecamatan Tretep lanjutnya, bencana ini merusak satu rumah dan satu balai desa di Desa Tretep. Satu rumah dan satu kandang rusak sedang di Desa Petirejo, serta di Desa Batursari terdapat enam rumah rusak berat, 56 rusak ringan, lainnya satu posyandu, satu WC umum dan satu pos ronda rusak berat. ke hal 3
Situs Liyangan, Saksi Jutaan Sejarah TEMANGGUNG – Kawasan situs Liyangan di Dusun Liyangan Desa Purbosari Kecamatan Ngadirejo, patut dikembangkan menjadi wisata budaya, sebab situs tersebut menyimpan berjuta sejarah Temanggung tempo dulu. “Sangat patut, nilai sejarah yang ada di situs Liyangan ini wajib dipublikasikan. Salah satu upayanya menjadikan kawasan itu objek wisata budaya,” kata Sujadi anggota Komisi 5 DPR RI saat berkunjung ke Temanggung, kemarin. Untuk itu pihaknya sangat mendorong pengembangan objek wisata Situs Liyangan menjadi kawasan wisata budaya. Apalagi jika dalam pelaksanaanya dihubungkan dengan mata air Jumprit.
“Dua-duanya mempunyai nilai budaya yang patut dipertahankan, jika keduanya bisa di hubungkan saya yakin ini bisa menjadi objek wisata budaya yang sangat menarik,” ujarnya. Jarak antara situs Liyangan dengan mata air Jumprit ini tidak terlalu jauh, hanya berkisar di antara satu hingga dua kilometer. Jika sepanjang jalan tersebut dijajakan pendukung wisata maka akan lebih menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke tempat tersebut. “Harus dikemas dengan baik, sehingga bisa menarik para wisatawan,” pintanya. Memang diakuinya, keberadaan situs Liyangan tidak bisa diganggu gugat, terutama situs yang berada di
zona utama candi. Pengembangan bisa dilakukan di luar zona tersebut. “Di luar zona itu bisa dikembangkan pendukung wisata, seperti tempat parkir, pedagang dan sarana penunjang lainnya,” katanya. Selain itu, katanya, untuk mendukung perkembangan wisata perlu disediakan tempat-tempat penginapan bagi pengunjung yang mau bermalam di kawasan tersebut. Guna mendukung keberadaan sebagai tujuan wisata, katanya, daerah tersebut perlu ada taman-taman, kolam dan sebagainya. “Masyarakat bisa mengembangkan homestay, dari situ nantinya bisa lebih berkembang,” ujarnya. ke hal 3
foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres
WISATA. Situs Liyangan yang ada di Dusun Liyangan Desa Purbosari Kecamatan Ngadirejo patut dikembangkan menjadi wisata budaya.
Demam Batu Akik yang Sudah Mulai Ditinggalkan
Dulu Pakai Akik Saja Ditawar, Kini Dilirik Saja Tidak Demam batu akik yang dulu sempat dirasakan berbagai kalangan, kini berangsur-angsur mulai ditinggalkan. Para pedagang batu akik di Jalan Sriwijaya yang kini menempati Pasar Sidomukti 2, Magelang Selatan, Kota Magelang pun mulai gigit jari. Demam batu akik yang dulu sempat membawa berkah, kini mulai meredup dan membuat omzet penjualan mereka turun drastis hingga mencapai 90 persen. WIWID ARIF, Magelang
Redaksi, Iklan dan Pemasaran: Jl. A. Yani No 348 Magelang Telp. (0293) 310846
foto : wiwid arif/magelang ekspres
SEPI. Pedagang batu akik di Pasar Sidomukti mengeluhkan sepinya pembeli batu mulia yang sempat tenar beberapa waktu lalu.
TAHUN 2014 lalu, Indonesia diguncang fenomena demam batu akik. Banyak yang mengira ketenaran batu mulia itu akan bertahan. Namun, hal itu tak terbukti, saat ini pemburu batu akik kian menyusut. Salah satu pedagang batu akik di Pasar Sidomukti 2, Tugiyono (52) mengaku, saat ini dagangan batu akiknya tak lagi laku. Menurutnya, September 2015 lalu, pengunjung di pasar tersebut mulai menurun dan keberadaan batu akik pun tampak tak lagi diminati. ”Setiap hari di sini (Pasar Sidomukti 2) semakin sepi, yang datang pun bisa dihitung. Beda dengan beberapa waktu lalu yang untuk jalan saja susah karena banyaknya pengunjung,” katanya, Senin (30/11).
PRAJA PEMUKUL TARUNA DIPECAT sing salah kudu seleh
DEMAM BATU AKIK MULAI DITINGGALKAN suwe-suwe yo bosen
ke hal 3
Web: magelangekspres.com, E-mail: redaksi@magelangekspres.com, iklanmglekspres@gmail.com