25 jan

Page 1

MAGELANG EKSPRES CMYK

Korane Wong Kedu

SENIN 25 JANUARI 2016

TERBIT 20 HALAMAN / HARGA ECERAN Rp3000 Rp3000

PROYEK PUPR KPK Jangan Tebang Pilih JAKARTA - Dana suap sebesar Rp 69 miliar yang melibatkan anggota Komisi V DPR RI asal Fraksi PDIP Damayanti Wisnu Putranti dalam proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat (PUPR) tahun anggaran 2016 ditengarai telah mengalir ke sejumlah rekannya di parlemen. Hal itu seiring dengan dicekalnya salah satu anggota komisi, yakni Budi Supriyanto dari Fraksi Golkar, ke luar negeri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain itu, ruangan salah satu anggota komisi dari Fraksi PKS Yudi Widiana pun tak ketinggalan digeledah oleh lembaga antirasuah itu. Penggeledahan itu berujung adanya penolakan dari Wakil Ketua MPR RI Fahri Hamzah setelah penyelidik KPK dikawal oleh anggota Brimob bersenjata laras panjang. ke hal 3

Devia Sherly foto:solikhah ambar p/magelang ekspres

Gaet Ade dan Lea di Single Pop SUKSES mencuri perhatian lewat tembang religi. Penyanyi Devia Sherly menyiapkan karya terbarunya di industri musik tanah air. Devia, biasa disapa, bekerja sama dengan Ade Govinda dalam mengemas karyanya itu. “Insya Allah, kolaborasi di bidang m u s i k ,” ujar Devia saat dihubungi IND OPOS, Minggu (24/1). ke hal 3

LOGIS DOKTER MEDI Konsultasi Sehat DIALOG Inspirasi Sehat (LOGIS) Dokter Medi Wirawan Magelang. Pertanyaan : Salam sehat dokter, apakah ada cara untuk mengetahui resiko sakit sejak dini seseorang? Bagaimana caranya serta dimana tempat yang harus saya kunjungi? Menurut saya bila sejak sehat kita bisa memprediksi resiko sakit kita masing-masing akan dapat dilakukan pencegahan sejak dini. (Faisal-Magelang) Jawab : Terima kasih atas pertanyaan mas Faisal yang menurut saya sangat luar biasa. Tidak banyak orang yang peduli akan sehat, yang mereka inginkan kondisi sehat namun faktanya tindakan-tindakan harian yang disukai adalah tindakan-tindakan yang berujung sakit. Fasilitas yang dibangun oleh Pemerintah lebih mengarah ke tempat pelayanan sakit seperti puskesmas, rumah sakit, apotek dengan alat kesehatan penunjang yang modern dan serba komputerisasi. Sehat tinggal sebatas keinginan saja dimana kita melihat dalam musim penghujan seperti saat ini banyak sekali orang sakit dan mengunjungi fasilitas-fasilitas pelayanan sakit. Jarang ada orang yang peduli akan penjagaan kesehatannya karena paradigma yang dibangun dalam pikiran masyarakat adalah paradigma sakit. Setelah sakit difasilitasi. ke hal 3

TERSANGKA. Sebagian tersangka judi ceki di wilayah Kecamatan Kajoran diperlihatkan oleh pihak Polres Magelang pada awak media.

Oknum Kades Ditahan MAGELANG - Seorang oknum kepala desa di Kecamatan Kajoran, AJ (30) ditangkap petugas kepolisian karena terlibat dalam judi ceki (kartu China). Sejauh ini, AJ bersama tujuh orang rekannya ditahan di sel Mapolres Magelang sambil menunggu proses hukum lebih lanjut. Berdasarkan informasi

yang dihimpun, penangkapan delapan orang tersebut berasal dari informasi masyarakat. Petugas kemudian melakukan penggerebekan Rabu (13/1) lalu sekitar pukul 02.30 WIB di salah satu rumah warga di Desa Sangen, Kecamatan Kajoran. Kapolres Magelang AKBP Zain Dwi Nugroho melalui

Kasubbag Humas AKP Haris Gunardi mengatakan, petugas mendapati dua kalangan (arena) berjudi dengan masing-masing arena untuk empat orang. “Dari tangan para pelaku, kami berhasil sejumlah barang bukti. Selain uang tunai senilai Rp1,9 juta, juga terdapat tikar, satu lembar karpet, satu lembar tripleks,

Taruna Harus Teladani Pejuang Bangsa MAGELANG - Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayor Jenderal TNI Hartomo menegaskan kepada taruna dan taruni agar mau menengok sejarah perjuangan bangsa, khususnya periode pascakemerdekaan. Jenderal dengan bintang dua ini menyatakan, pada masa lalu hampir di seluruh Bumi Pertiwi ini berkobar perjuangan bersenjata yang dilakukan pemuda Indonesia, baik dari kalangan pelajar maupun mahasiswa. Fakta sejarah perjuangan mempertahankan dan menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dilakukan segenap bangsa Indonesia oleh para Cadet/Taruna Militer Akademi, dengan semboyannya yang terkenal yaitu Merdeka atau Mati. ”Tidak sekadar slogan karena juga dilandasi semangat nasionalisme kepahlawanan, rela berkorban tanpa pamrih, percaya pada kekuatan send-

MAYOR JENDERAL TNI HARTOMO GUBERNUR AKADEMI MILITER

iri, dan pantang menyerah,” kata Gubernur, kemarin. Semangat heroik para taruna telah dibuktikan dengan Peristiwa Lengkong, Tangerang 25 Januari 1946 silam. Dalam peristiwa itu gugur Mayor Daan Mogot beserta tiga Perwira dan 34 Taruna/Kadet di

medan pertempuran. Saat perang pecah kala itu, dari dua seksi taruna hanya ada 3 taruna yang berhasil lolos dari kepungan pasukan Jepang. Sedangkan 35 taruna ditawan oleh pasukan Jepang, dan 37 lainnya gugur sebagai pahlawan bangsa. Selanjutnya, perjuangan juga pecah saat agresi militer Belanda II di Jogjakarta yang disebut Pertempuran Plataran, Jogjakarta 24 Februari 1949. Pertempuran ini bermula adanya operasi pembersihan tentara Belanda terhadap kedudukan Markas Gerilya Military Akademi (MA) Jogjakarta. Markas tersebut dinilai oleh Belanda sebagai pasukan gerilya yang potensial sebagai pasukan pilihan. ”Oleh karena itu, basis gerilya MA jadi sasaran penyerangan pasukan Belanda dengan menggunakan pesawat terbang pengintai dan terjadi pertempuran sengit antara pasukan

sebuah teko, empat set kartu ceki (China) dan satu buah meja kayu,” katanya kemarin. Adapun kedelapan orang tersebut yakni Kepala Desa AJ, MR (26), MM (38), TN (52), dan RD (45). Semuanya merupakan warga Kajoran. Kemudian NR (35), ZD (35), warga Salaman dan IS (59), warga Bandongan.

Haris mengatakan, meski salah satu pelaku tercatat sebagai seorang kepala desa, namun tidak luput dari proses hukum. “Dalam melakukan pemeriksaan, penyidik tidak membeda-bedakan. Walaupun, salah satu dari yang tertangkap adalah oknum kepala desa,” terangnya. ke hal 3

Eks Gafatar Kian Numpuk Penyakit Menular Mulai Muncul SURABAYA – Kedatangan ratusan pengungsi eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) kloter tiga dan empat di Bandara Juanda membuat Asrama Transito semakin sesak. Sebab, daya tampung tempat transit di Margorejo itu terbatas, hanya sekitar 600 orang. Padahal, jumlah seluruh anggota eks Gafatar yang dipulangkan hampir 800 orang. Untuk memenuhi kebutuhan tempat istirahat para pengungsi, Pemprov Jatim menyediakan aula dan satu los barak yang masih kosong untuk ditempati. Sebelumnya aula digunakan untuk kegiatan

pembinaan bagi pengungsi. ’’Kalau sementara digunakan, berarti kegiatan akan kami pindahkan,’’ ujar Kepala Disnakertransduk Pemprov Jatim Sukardo kemarin (24/1). Panitia pengungsian juga telah menyiapkan empat tenda berukuran besar. Sukardo me ngatakan, petugas menggelar papan setinggi 40 sentimeter di dalam tenda. Kemudian, ditutup terpal dan karpet untuk digunakan para pengungsi tidur. ’’Sementara masih cukup, tapi harus ada yang diambil supaya lebih longgar,’’ tuturnya. Menurut Sukardo, kemarin malam sudah ada kota/kabupaten yang menjemput warganya yang menjadi pengungsi. ke hal 3

ke hal 3

Pemkab Temanggung Nunggu Keputusan Pengadilan dalam Menyikapi Tersangka Margono

Masih Definitif, Leluasa Menandatangani Surat-surat Masih ingat dengan Margono (45), kepala desa (kades) Semen Kecamatan Wonoboyo, yang ditangkap beberapa saat lalu oleh polisi? Dia ditangkap karena dituduh melakukan sejumlah tindak pemerasan kepada warganya sendiri. RIZAL IFAN, Temanggung YA, meski telah ditetapkan sebagai tersangka dan meringkuk di sel ta hanan, namun hingga saat ini ia masih berstatus sebagai kepala desa definitif. Hanya saja, agar pelayanan terhadap masyarakat tidak terganggu, tugas-tugas hariannya telah diambil alih sekretaris

Redaksi, Iklan dan Pemasaran: Jl. A. Yani No 348 Magelang Telp. (0293) 310846

foto: rizal ifan/temanggung ekspres

DIPERIKSA. Margono, Kepada Desa Semen Kecamatan Wonoboyo saat tengah diperiksa oleh Sat Reskrim Polres Temanggung. Ia ditangkap dengan tuduhan pemerasan terhadap warganya sendiri.

desa (sekdes) sebagai pelaksana tugas (Plt). Tugasnya pun terbatas hanya untuk menandatangani surat-surat yang sifatnya rutin di pemerintahan desa setempat. Sedangkan untuk surat-surat keputusan, seperti misalnya untuk keperluan pernikahan, jual beli tanah dari warga dan lain-lain, tetap harus dilakukan kades definitif. Kabag Pemerintahan Desa Setda Pemkab Temanggung, Ramadan menjelaskan, kebijakan tersebut telah sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 6/2014 tentang desa. Pasalnya, dia berhenti menjalankan tugas bukan karena meninggal, mengundurkan diri atau diberhetikan. Namun karena tersangkut kasus hukum.

OKNUM KADES DITAHAN Kades ki jane nyontoni wargane sik apik-apik. E iki kades malah judi.

KPK JANGAN TEBANG PILIH Kudune ngono, nek ora ngono, percuma to ono KPK.

ke hal 3

Web: magelangekspres.com, E-mail: redaksi@magelangekspres.com, iklanmglekspres@gmail.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.