TERBIT 16 HALAMAN | HARGA ECERAN: RP 4.000 | LANGGANAN: RP 16.000 (LUAR JAWA TAMBAH ONGKOS KIRIM)
EDISI 139/30 MEI - 4 JUNI 2016
HEBOH POLWAN CANTIK DIANIAYA POLISI, SEBELUMNYA DIPERKOSA? KASUS dugaan asmara menyeruak di kepolisian. Adalah kasus AKBP B, seorang perwira menengah yang terlibat hubungan dengan Polwan cantik Bripda M. Hubungan asmara itu kemudian berujung pada penganiayaan. Belum diketahui penyebabnya. Sejak pelaporan tersebut, Bripda M, Polwan cantik yang melaporkan AKBP B kini tak lagi berdinas di Bogor. Bripda M melaporkan AKBP M atas dugaan penganiayaan ke Propam Polri. Keduanya diduga memiliki hubungan asmara. Tapi kemudian terjadi kasus penganiayaan. Lalu siapa Bripda M. Sejak kasus tersebut muncul ke per-
mukaan, bersamaan itu muncul pula foto-foto yang memperlihatkan kecantikan Bripda Muthia tersebar di dunia maya. Foto Bripda Muthia kemungkinan adalah Bripda M. Foto-foto cantik dari Bripda Muthia itu diunggah ke akun Instagram miliknya, @muthiasyahra. Sayangnya, akun ini diset private, sehingga tak semua orang bisa melihat foto-fotonya. Hanya yang sudah menjadi followersnya dan sudah difollow balik saja yang bisa melihat fotonya. Adapun aksi penganiayaan yang dilakukan AKBP B terjadi di sebuah hotel di Jakarta Pusat, 27 April lalu. Diketahui AKBP B
berdinas di Mabes Polri, sedang Bripda M di Polres Bogor Kota. Keduanya pernah sama-sama berdinas di Polda Jabar. Namun menurut Kapolres Bogor Kota AKBP Andi Herindra, Bripda M kini tak lagi berdinas di Bogor. “Yang bersangkutan memang pernah bertugas di Polres Bogor sebagai anggota Propam, tapi cuma sebentar,” jelas Andi, Selasa (24/5/2016). Andi menjelaskan, Bripda M dahulu berdinas di Polda Jabar, kemudian ke Polres Bogor Kota, lalu ke Mabes Polri. “Sekarang di Propam Mabes,” imbuh dia.
Andi sendiri memilih tak berkomentar mengenai kasus Bripda M dan AKBP B. Dia meminta agar menanyakan soal ini ke Mabes Polri. Juru bicara Mabes Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, menyatakan Ajun Komisaris Besar BH sudah diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan Polri. Boy juga belum bisa memastikan apakah sebelum terjadi penganiayaan sempat terjadi tindak pemerkosaan. nBaca: Heboh Polwan... Hal 7
BRIPDA MUTHIA
PDIP-GERINDRA MESRA LAGI CARI “NEW JOKOWI” PDIP dan Gerindra mesra lagi. Kedua partai kembali berkoalisi untuk mencari calon kandidat “New Jokowi” di Pilkada DKI Jakarta. Bagaimana dengan Ahok? SINYAl Gerindra dan PDIP menyatu kembali seperti ketika di Pilgub 2012 terlihat kala petinggi dari kedua pihak menggelar pertemuan di Kan-
tor DPD PDIP DKI Jakarta, Tebet, Jakarta Selatan. Kedua partai ini tengah melakukan penjajakan koalisi untuk mencari pesaing
Jaksa-Jaksa Terbaik Siap “Keroyok” Jessica di Pengadilan HARAPAN Jessica Kumala Wongso untuk bebas akhirnya pupus. Berkas terduga pembunuh Wayan Mirna Salihin ini pun dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta dan layak untuk dilanjutkan ke Pengadilan. Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta resmi menerima berkas Jessica Kumala Wongso dari Polda Metero Jaya untuk dilanjutkan ke pengadilan. Asisten Pidana Umum Kejati DKI Jakarta, Muhammad Nasrun menyatakan berkas dengan tersangka Jessica Kumala Wongso dinyatakan telah lengkap setelah melalui pemeriksaan jaksa peneliti. “Setelah berkas perkara kami terima kembali. Kemudian berkas perkara kami teliti seksama oleh jaksa peneliti, maka berkas perkara dinyatakan lengkap yaitu P21,” kata Nasrun di Kejati DKI Jakarta, Kamis (26/5/2016). Alat bukti dari penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, disebut Nasrun, telah memenuhi syarat secara formil dan materil. “Berdasarkan ketentuan Pasal 139 KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) bahwasanya secara formil dan materil berkas perkara dapat dilimpahlan ke pengadilan,” kata Nasrun.
Meski demikian, Nasrun enggan menjawab bukti yang akhirnya dapat dilengkapi penyidik Dirkrimum Polda Metro Jaya. Dia hanya menjelaskan bukti tersebut telah dilengkapi sesuai petunjuk jaksa terdahulu. Dengan pernyataan jaksa bahwa berkas Jessica telah lengkap maka masa penahanannya dapat diperpanjang hingga selesainya proses pengadilan kelak. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Jakarta Waluyo Yahya menjelaskan setelah berkas perkara lengkap, maka lokasi penahanan Jessica akan segera dipindahkan. “(Dipindahkan) ke Rumah Tahanan Pondok Bambu. Karena dia (Jessica) perempuan,” kata Waluyo. Waluyo menerangkan, setelah nantinya seluruh alat bukti dan Jessica sebagai tersangka dilimpahkan ke Kejaksaan, penahanan sepenuhnya menjadi kewenangan pihaknya. Karena pasal pidana yang dituduhkan pada Jessica lebih dari lima tahun dan ada kekhawatiran dari jaksa ada upaya melarikan diri, penahanan Jessica diperpanjang hingga vonis nantinya. Dan pada Jumat, (27/5/2016), Jessica resmi ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur, menunggu perkaranya disidangkan. nBaca: Jaksa-Jaksa... Hal 7
Jessica Kusuma Wongso masih bisa tersenyum saat diserahkan polisi ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.
WWW.LENSAINDONESIA.COM
ideal dalam menghadapi Ahok yang bertarung dari jalur independen. Dalam pertemuan tersebut, Gerindra diwakili Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M. Taufik dan sekretarisnya Husni Thamrin. Sementara dari PDIP, diwakili oleh Plt Ketua DPD PDIP DKI Jakarta, Bambang DH. Meski berseberangan saat pemilihan presiden 2014, namun koalisi PDIP dan
Gerindra kembali bersatu di sejumlah Pilkada 2015. “Tidak jauh-jauh pengalaman Pilkada 2015, kami berkoalisi dengan Gerindra dan menang di 36 daerah pemilihan. Bahkan PDIP berkoalisi dengan 11 parpol. Di Pilkada ini kita sangat cair,” kata Bambang DH di Kantor DPD PDIP DKI Jakarta. Siapa yang bakal diusung untuk menghadapi calon incumbent Basuki Tja-
haja Purnama (Ahok)? “Kita melakukan komunikasi politik di Kantor DPD PDIP Tebet,” kata Wakil Ketua Bappilu PDIP DKI Gembong Warsono saat dikonfirmasi, Rabu (25/5/2016). Baik PDIP maupun Gerindra saat ini sedang melakukan penjaringan cagub DKI. Penjaringan cagub DKI masih dalam tahap penyaringan, sedangkan untuk Gerindra sudah mengerucut ke dua
KAKI TANGAN NOVANTO DIISI ORANG-ORANG BERMASALAH
nama yakni Sjafrie Sjamsoeddin, Sandiaga Uno. Dalam penjajakan koalisi nanti akan dibahas namanama yang mungkin akan diusung di Pilgub DKI. Namun untuk mencapai kesepakatan masih butuh waktu. “Kita akan melihat dahulu bagaimana masalah di Jakarta dan siapa figur yang tepat,” imbuh Gembong. Lalu apakah ada kemungkinan PDIP dan Gerindra
mengusung Sjafrie Sjamsoeddin sebagai cagub DKI seperti isu yang berkembang saat ini? Soal hal ini Gembong enggan menjawab terlalu jauh. Selain Sjafrie Sjamsoeddin dan Sandiaga Uno, ada juga nama-nama seperti Yusril Ihza Mahendra, Tri Rismaharini (Walikota Surabaya), dan Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), yang juga layak dipertimbangkan. nBaca: PDIP-Gerindra... Hal 7
GURIHNYA PRAKTIK CALO DAN PUNGLI SATPAS COLOMBO (1)
DAFTAR KEPENGURUSAN PARTAI GOLKAR BOCOR
Para pemohon SIM disuruh bayar tes kesehatan tanpa mendapat menjalani pemeriksaan di Satpas Colombo. Setelah itu mereka mendapat surat keterangan dokter abal-abal. Pemohon juga diwajibkan iuran Asuransi Bhakti Bhayangkara.
Ada Kode Antara Calo dan Petugas, Berkas-berkas yang Masuk Pasti Sudah Tahu Praktik percaloan dan pungli di Satpas Colombo tersamarkan dengan rapi dan lebih canggih. Ada kode-kode yang hanya diketahui antara calo dan petugas. Sehingga berkas-berkas yang masuk bisa diketahui.
Nurdin Halid, kader Golkar yang tersangkut korupsi.
Sigit Haryo Wibisono, mantan terpidana kasus pembunuhan.
KEPENGURUSAN Partai Golkar bocor sebelum diumumkan. Yang jadi pertanyaan, Ketua Umum, Setya Novanto (Papa Minta Saham) memasukan nama-nama yang dinilai punya masalah. Seperti Yahya Zaini, pemeran video porno dengan artis Maria Eva masuk sebagai Ketua DPP, belum lagi ada kader yang tersangkut korupsi seperti Nurdin Halid dan mantan terpidana kasus pembunuhan, Sigit Haryo Wibisono. Dokumen tentang struktur baru kepengurusan Partai Golkar pimpinan Setya Novanto menyebar di media sosial dan pesan berantai. Dalam dokumen tersebut baru memuat 75 nama dari sekitar 150-an nama pengurus. Diketahui, Yahya Zaini adalah politikus senior Partai Golkar. Kariernya sangat moncer hingga ia terjerat skandal “video panas” dengan seorang penyanyi dangdut, Maria Eva. Sejak itu, nama Yahya Zaini menghilang dari kancah politik Indonesia. Namun, nama Yahya Zaini tiba-tiba
Yahya Zaini, pemeran video porno dengan artis Maria Eva.
muncul lagi dalam dokumen struktur kepengurusan tersebut. Yahya Zaini ditempatkan sebagai ketua bidang hubungan legislatif dan lembaga politik. Nama Nurdin Halid sebenarnya sudah sejak lama dikabarkan akan mengisi posisi ketua harian jika Setya Novanto terpilih. Dokumen tersebut juga menyebutkan Nurdin ditempatkan sebagai ketua harian. Nurdin dulu pernah menjalani hukuman penjara terkait kasus penyelundupan gula impor ilegal pada 2004. Berdasarkan putusan kasasi MA, Nurdin divonis dua tahun penjara dan bebas setelah menjalani 2/3 hukumannya. Nurdin juga divonis bersalah kasus kepabeanan impor beras dari Vietnam. Dia dihukum dengan penjara 2,5 tahun pada 2005. Nama lain adalah Sigit Haryo Wibisono. Dia divonis 15 tahun penjara terkait kasus pembunuhan Dirut PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnain pada 2009. nBaca: Daftar... Hal 7
PRAKTIK maladministrasi (calo dan pungli) marak terjadi dalam pelayanan surat izin mengemudi (SIM) di Satuan Pelayanan Administrasi (Satpas) Colombo, Jalan Ikan Krapu no 2-4, Surabaya. Menelisik kinerja Satlatntas Surabaya terutama di bagian pelayanan SIM, tentu gampang-gampang susah. Bagai dua mata pedang, di satu sisi tampak pelayanannya terlihat rapi, prosedural, dan petugas Satpas seperti taat aturan. Namun di sisi lain, masih ditemui praktik-praktik maladministrasi di sana. Saban hari pelayanan SIM di Satpas Colombo dipenuhi pendaftar. Tua, muda, mahasiswa, pelajar, pegawai, guru hingga PNS, rela antre berjam-jam menunggu giliran. Ini bukti bahwa kesadaran masyarakat berlalu lintas sangat tinggi. Sayangnya hal itu justru dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk mengeruk keuntungan. Seperti diketahui, Satpas Colombo mendapat predikat
sebagai pelayanan SIM terbaik se Indonesia. Predikat ini tersematkan karena sistem pelayanan yang baik dan bebas dari percaloan. Terbukti, saat pertama masuk areal parkiran, kita akan menemui spanduk beruliskan “Tanpa Calo, Anda Selangkah Lebih Maju”. Kata ini seolah mengingatkan orang untuk tidak menggunakan jasa calo. Tapi apakah praktik percaloan sudah hilang. Tidak juga. Justru praktik percaloan dan pungli di Satpas Colombo tersamarkan dengan rapi dan lebih canggih. Pengakuan calo, sebut saja SH, mengaku para calo dulu bisa bebas berkeliaran di dalam. Sekarang tidak lagi. Sejak ada aturan baru, calo-calo mulai ditata dan ditertibkan. Mereka dilarang masuk areal Satpas. Mereka dilarang menawarkan jasa di dalam. Sehingga mereka hanya bisa menunggu di depan parkir. Sebaliknya, para calo yang mau diatur, mereka bisa tetap berada di dalam tapi tetap dalam pengawasan. nBaca: Ada Kode... Hal 7