konspirasi
Hitler Meninggal di Surabaya?
Benarkah ini makam orang yang pernah menjadi momok pada Perang Dunia II yang ditakuti oleh negaranegara besar seperti Amerika, Rusia, Perancis dan Inggris sekaligus? Baca halaman 13.
Terbit 16 halaman | Harga Eceran: Rp 4.000 | Langganan: Rp 16.000 (Luar Jawa tambah ongkos kirim)
Edisi 152 | 5 - 10 september 2016
Buwas vs Tomy Winata
Puluhan anak buahnya diperiksa Propam usai menggeledah perusahaan milik pengusaha Tomy Winata. Buwas pun meradang. Dia mengancam diperiksa dan dicopot.
i
nspektur Pengawasan Umum serta Divisi Profesi dan Pengamanan Markas Besar Polri memeriksa dua puluhan anak buah Komisaris Jenderal Budi Waseso (Buwas). Mereka diperiksa atas aduan PT Maritim Timur Jaya, perusahaan tangkap dan pengelolaan ikan yang masih
Jokowi Rasa PDIP atau Jokowi Rasa Golkar?
M a n u v e r Partai Golkar yang mencapreskan Jokowi di Pilpres 2019, lalu memajang juga foto Jokowi di spandukspanduk dan alat peraga kampanye untuk dijual di Pilkada serentak 2017, membuat PDIP kebakaran jenggot. Sikap Beringin ini dianggap sebagai upaya untuk mengkatrol suara yang sempat terpuruk akibat konflik internal. Sejak sepekan ini, span duk-spanduk Golkar yang dipasangi foto Jokowi mulai bermunculan. Di markas DPP Golkar, Slipi, Jakarta, misalnya, ada tiga baliho raksasa yang menyandingkan Jokowi bersama tiga petinggi Golkar yakni Ketum Golkar Setya Novanto, Sekjen Idrus Marham dan Bendahara Umum Robert Joppy Kardinal. Di baliho berukuran sekitar 3x4 meter itu ditulisi slogan Golkar, ditambahi dengan tulisan “Bersama Jokowi Kita Berkarya Untuk Bangsa”
dengan ukuran besar. Ketua DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo menyampaikan ada beberapa alasan kenapa foto Jokowi ikutan dipajang di baliho Golkar. Pertama, untuk mendongkrak elektabilitas calon dari Golkar. Dia menilai, elektabilitas Jokowi saat ini masih tinggi dan publik puas dengan kinerjanya. “Selain itu, strategi ini dijalankan agar publik mengetahui bahwa Golkar pendukung pemerintahan Jokowi,” kata Bambang di kantor DPP Golkar, kemarin. Apakah sudah izin kepada Jokowi atau kepada PDIP? Ketua Komisi III DPR ini merasa tidak perlu. Malah, dia menilai, pemasangan foto akan memuluskan langkah Jokowi di Pilpres 2019. Bambang memang belum mendengar ada komplain dari Istana, meski memang pemasangan foto atas inisiatif Golkar tanpa
ada perintah dari Jokowi. “Beliau nggak minta tapi juga nggak protes. Ya barangkali sama-sama saling dukung,” kata Bambang, menduga. Bagaimana sikap PDIP? Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga mengatakan, sebagai kader tentunya sangat bangga jika ada kader terbaik PDIP dipergunakan fotonya untuk menarik minat masyarakat. Artinya, kritikan yang selama ini ditujukan kepada PDIP bahwa tidak punya kader terbaik terjawab sudah. Namun, kata dia, saat ini posisi Jokowi sebagai Presiden dan Kepala Negara milik semua golongan. Jadi, jika ingin memanfaatkan untuk memperoleh keuntungan satu golongan, etis atau tidaknya sebaiknya ditanyakan dulu kepada Presiden. Jangan kemudian ada anggapan Jokowi rasa PDIP dan rasa Golkar.
berkaitan dengan perusahaan di bawah payung Artha Graha Grup milik pengusaha Tomy Winata (TW). Kepala Divisi Propam Polri Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan membenarkan hal itu. “Pemeriksaan masih berlanjut,” katanya, Kamis pekan lalu. Total jenderal sudah ada 24 orang
bekas anak buah Buwas yang diperiksa. Empat di antaranya sudah berstatus terperiksa atau sama dengan tersangka dalam perkara pidana. Irwasum Polri Komisaris Jenderal Dwi Priyatno, yang menjadi penanggung jawab pemeriksaan, menguatkan keterangan rekannya. nBaca: Buwas... Hal 7
Dijual Lewat Facebook, Sindikat 99 Anak Korban Gay Dibongkar Ada puluhan anak menjadi korban prostitusi gay di Cipayung, Puncak, Bogor. Mereka diselamatkan Bareskrim Polri dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dari germo yang menawarkan anak usia 13-17 tahun ini dari pria penyuka sesama jenis. nBaca: Dijual... Hal 7
nBaca: Jokowi... Hal 7
Menteri Susi Bersedia jadi Juru Kampanye Rizal Ramli
Menteri Susi siap menjadi Jurkam Rizal Ramli di Pilgub DKI 2017.
Setelah memutuskan bersedia dicalonkan sebagai kandidat gubernur di Pilkada Jakarta 2017, Rizal Ramli langsung mendapat lebih banyak dukungan signifikan. Sebelumnya, ada 40 ormas yang telah menyatakan mendukung dan meminta Rizal Ramli untuk maju di Pilkada DKI 2017.
Dukungan masyarakat ini disebut Rizal sebagai “people movement” yang menginginkan adanya perubahan di Jakarta. Dukungan kepada Rizal Ramli juga telah disampaikan oleh tokoh-tokoh nasional seperti Buya Syafii Maarif, Solahudin Wahid atau Gus Solah, Yenny Wahid, Lily Wahid, AS
Hikam, JJ Rizal, dan tokoh masyarakat Maluku di Jakarta, Engelina Patisana. Namun tidak banyak yang mengetahui, Rizal Ramli juga mendapat dukungan dari mantan koleganya ketika ia masih menjabat Menteri Koordinator bidang Maritim dan Sumber Daya. nBaca: Menteri Susi... Hal 7
Proyek Jalan Tol Jombang-Mojokerto Korbankan Hak-hak Wong Cilik
Ngeri! Warga Jombang Ancam Bunuh Diri Massal
Bangunan sekolah Tapas dirobohkan alat berat demi proyek jalan tol Jombang-Mojokerto.
Warga Jombang saat demo eksekusi lahan proyek jalan tol dan mengancam bunuh diri massal.
www. l e n s a i nd o n e s i a . c o m
Puluhan warga dari tiga kecamatan Megaluh, Tembelang, dan Kesamben, Kabupaten Jombang yang terdampak pembangunan tol melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Jombang, Selasa (30/08/2016). Mereka tergabung dalam Jamaah Korban Pembangunan Jalan Tol Jombang Mojokerto (JKPT) meminta agar PN Jombang menunda pelaksanaan eksekusi. Dengan alasan proses penentuan tersebut tidak sesuai dengan mekanisme. Pada ketentuan tertulis ada musyawarah mufakat dari kedua belah
Menembus Zona Tahun ke-7
pihak dan dilapangan yang terjadi hanya sebatas sosialisasi. Supi’i kordinator aksi JKPT meminta pada PN Jombang untuk menunda eksekusi korban pembangunan tol Jombang - Mojokerto. Karena proses penentuan harga tersebut tidak melalui musyawarah dengan warga. Padahal dalam ketentuan Peraturan Pemerintah No 71 Tahun 2012, pasal 68 - 73 dijelaskan bahwa panitia menyelenggarakan musyawarah secara terbuka, adil, dan tranparansi. Supi’i menjelaskan me-
mang pemerintah saat ini sedang membangun 225 (dua ratus dua puluh lima) proyek strategis sebagaimana dituangkan dalam Perpres Nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Dan salah satu dari proyek tersebut adalah Proyek Pembangunan Infrastruktur Jalan Tol Jombang - Mojokerto sepanjang 41 (empat puluh satu) kilometer. Masyarakat pada prinsipnya mendukung pembangunan infrastruktur yang sedang dilaksanakan pemerintah. nBaca: Ngeri!... Hal 7