Koran Lensa Indonesia Edisi 155

Page 1

Pengaduan langganan/ iklan/redaksi, HOTLINE: (0 2 1 ) 5 3 6 6 0 1 7 7 (0 3 1 ) 8 1 6 0 0 2 9 6

topik

Edisi 155 | 17 - 23 oktober 2016

Terbit 16 halaman | Harga Eceran: Rp 4.000 | Langganan: Rp 16.000 (Luar Jawa tambah ongkos kirim)

Moekari: Perang itu Ngeri, Mati itu bagi Saya Nggak Ada Artinya

Nusron Wahid dan Para Pembela Ahok “Basimah”

Google BERBISNIS di Indonesia Harus Bayar Pajak atau Diblokir

Baca Halaman 3 | SOSOK

Baca Halaman 4 | PATGULIPAT

Baca Halaman 6 | ANALISA

Polisi harus cermat, jangan sampai salah mengambil keputusan. Polisi akan dikesankan telah menyelamatkan Ahok jika penistaan agama ditangguhkan. Sentimen publik seperti ini juga harus dikelola. Jika tidak dikelola dengan baik maka kepolisian bisa jadi bulanbulanan publik.

d

emo memprotes penis­ taan agama yang di­ lakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di­ lakukan oleh ribuan umat Islam. Para ulama, habib, tokoh muslim, dan umat turun ke jalan. Sebanyak 15 ribu massa yang ter­ gabung dalam Aksi Bela Islam mem­ banjiri jalan-jalan di ibukota. Demo kali ini menunjukkan bersatunya umat Islam dalam melawan penistaan agama yang dilakukan Ahok, bukan seperti yang digembor-gemborkan beberapa kalangan bahwa demo hanya melibatkan kepentingan segelitir Ormas Islam. Melihat jumlah massa yang turun ke jalan, membuktikan bahwa umat Islam satu sikap, yakni membela agama Allah. Mereka menuntut penegak hukum untuk segera memproses hukum Ahok.

Begini Cara Kami Menghancurkan Sukarno

Pada musim gugur 1965, Norman Reddaway (George Frank Norman Reddaway) seorang yang terpelajar dengan karir yang bagus di Kantor Luar Negeri Inggris, mendapat brifing untuk suatu misi khusus. Selengkapnya Baca di Halaman 8

Kasus Penistaan Al Quran Surah Al Maidah Ayat 51

Allahu Akbar! Tangkap Ahok

nBaca: Allahu Akbar... Halaman 7

Kecerdikan Jokowi Pilih Duet Jonan-Arcandra

Caper ke Jokowi, Djan Ternyata Sohib Lama

Presiden Joko Widodo melantik Ignasius Jonan men­ jadi Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Arcandra Tahar jadi Wakil Menteri ESDM di Istana Neg­ ara, Jakarta, Jumat (14/10/2016). “Pengangkatan Ignasius Jonan seba­ gai Menteri ESDM selama sisa peri­ ode 2014 hingga 2019. Mengangkat Arcandra Tahar menjadi Wakil Menteri ESDM,” kata Jokowi di mana Pelanti­ kan berlang­

Digembosi PPP, Agus Yudhoyono Batal Nyagub Partai Persatuan Pembangu­ nan (PPP) kubu Djan Faridz me­ layangkan surat permohonan kepada Kemenkumham. Surat tersebut berisi permintaan ke­ pada Kemenkumham untuk menganulir surat keputusan (SK) untuk PPP kubu Roma­ hurmuziy. Permohonan surat tersebut dapat berdampak pada Pilkada DKI Jakarta. “Kemarin surat sudah dikirimkan kepada Men­ kumham,” kata Wasekjen PPP kubu Djan Faridz, Su­ darto ketika dikonfirmasi, Kamis (13/10/2016). PPP kubu Djan melam­ pirkan dokumen sesuai dengan ketentuan perun­ dang-undangann yang berlaku bagi perubahan kepengu­rusan dan peruba­ han AD/ART untuk parpol. SK Menkumham untuk kubu Romahurmuziy keliru karena bertentangan den­ gan putusan MA 601 yang sudah berkekuatan hukum tetap. “Akibat yang timbul dari dicabutnya SK Romy, kubu Romy tidak lagi bisa menga­ tasnamakan PPP dan ter­ masuk tidak lagi bisa meng­ gunakan atribut PPP,” kata Sudarto. Menurut Sudarto, pengaruh keputusan Menkumham jika meng­ abulkan surat PPP kubu Djan Faridz sangat besar. Hal itu bisa berdampak pada pencalonan kepala daerah di Pilkada DKI Jakarta. Sekjen PPP kubu Djan, Dimyati Natakusumah menyebut jika dukungan PPP kubu Djan Faridz ke Ahok untuk menarik perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Saat Pilpres 2014 silam, Djan berdiri di Koalisi Merah Putih (KMP) yang berse­ berangan dengan Jokowi. “Siapa sih yang tak ingin mendapat perhatian Pak Presiden. Munafik namanya,” ucap Dimyati, beberapa waktu lalu.

sung di Istana Negara Jakarta pukul 13.30 WIB. Jonan sendiri adalah man­ tan Menteri Perhubungan yang direshuffle pada 27 Juli 2016 dan digantikan oleh Budi Karya Sumadi. Sementara, Tahar adalah man­t an Menteri ESDM yang diberhentikan hormat pada 15 Agustus 2016 karena kasus ke­ warganegaraan. Tahar menjabat Menteri ESDM hanya 20 hari menggantikan Sudirman Said. Adapun Menteri ESDM, setelah ditinggalkan Tahar, dijabat oleh Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan sebagai Plt menteri. Jonan Lahir di Singapura

pada 21 Juni 1963, Ignasius Jonan adalah lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univer­ sitas Airlangga Surabaya. Ia kemudian melanjutkan studi ke Fletcher School, Tufts Uni­ versity, Amerika Serikat. Ignasius Jonan sempat me­rintis karir di bidang per­ bankan. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Citigroup dari 1999 hingga 2001. Kemudian dia memegang jabatan selaku Direktur Uta­ ma PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) dari tahun 2001 hingga 2006 dan berlanjut sebagai Mana­ ging Director hingga 2009. Setelahnya, Jonan menjabat

sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI). Ia menjabat sebagai Dirut KAI sesuai dengan penugasan pe­ merintah melalui Kementerian BUMN yang dipimpin Menteri BUMN Sofyan Djalil. Jonan diangkat pada 25 Februari 2009, dan terpilih kembali pada tahun 2013 oleh Dahlan Iskan. Ini bukanlah kali pertama Jonan menduduki kursi pe­ merintahan sebagai menteri. Pria berusia 53 tahun terse­ but pernah diangkat sebagai Menteri Perhubungan. nBaca: Kecerdikan... Halaman 7

Pollycarpus: Silahkan Dibuka, Kembalikan Nama Baik Saya!

Pejabat BIN Terlibat, Dokumen TPF Munir Dilenyapkan?

Aktivis

Dokumen hasil investiasi Tim Pencari Fakta (TPF) kematian Munir lenyap. Padahal, menurut mantan ang­ gota TPF Hendardi dan Usman Hamid, dokumen itu sudah diserahkan ke Sekre­ tariat Negara semasa Presiden Susilo Bam­ bang Yudhoyono (SBY) pada 24 Juni 2005. Saat penyera­ han dokumen itu, tujuh anggota TPF Munir itu langsung menyerahkannya kepada Presiden SBY. Presiden SBY sendiri didampingi Sekre­ taris Kabinet Sudi Silalahi, Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra, dan juru bicara Kepresidenan Andi Mal­ larangeng.

Beberapa hari setelah di­ terima presiden, dokumen itu langsung didistribusikan ke para menteri dan peja­ bat setingkat menteri yang terkait. “Hari ini (Senin, 27/6/2005) laporan TPF sudah didistri­ busikan ke menteri-menteri terkait untuk dianalisa. Nanti kalau sudah selesai mereka mempelajari baru dibahas bersama-sama dengan presi­ den,” kata Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. Mereka yang dikirimi itu yakni Polri yang saat itu di­ jabat Da’i Bachtiar, Kejaksaan Agung yang dijabat Abdul Rahman Saleh, BIN yang kala itu dijabat Syamsir Siregar, Kemenhum dan HAM yang dijabat Hamid Awaluddin, dan TNI yang saat itu dijabat Endriartono Sutarto. Tentu saja kabar yang me­ nyebut dokumen TPF itu

nBaca: Caper ke Jokowi.. Halaman 7

w w w. l e n s a i n d o n e s i a . c o m

Menembus Zona Tahun ke-7

Pollycarpus sudah bebas namun kematian Munir tetap misteri.

lenyap, banyak orang ter­ perangah mendengarnya. Karenanya, untuk mencari kejelasan, Kontras, LBH Ja­ karta bersama Suciwati, istri almarhum Munir, mendaftar­ kan permohonan penyelesa­ ian sengketa informasi publik ke Komisi Informasi Pusat

(KIP) pada 27 April 2016. Dalam sengketa ini, pihak termohon adalah Sekretaris Negara. Sedang sengketa di KIP sampai saat ini sudah digelar selama enam kali. nBaca: Pollycarpus:... Halaman 7


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.