Koran Lensa Indonesia Edisi 158

Page 1

Pengaduan langganan/ iklan/redaksi, HOTLINE: (0 2 1 ) 5 3 6 6 0 1 7 7 (0 3 1 ) 8 4 1 0 2 8 8

topik

Edisi 158 | 14 - 20 november 2016

Terbit 16 halaman | Harga Eceran: Rp 4.000 | Langganan: Rp 16.000 (Luar Jawa tambah ongkos kirim)

Pacaran Bung Tomo Sembunyi-sembunyi, Di Penjara Rajin Menulis Surat Cinta

Indonesia Sudah Terpuruk dan Tidak Mampu Melindungi Petaninya

Baca Halaman 3 | sosok

Baca Halaman 4 | patgulipat

Fadel Dipecat Karena Ahok, Ada yang Tidak Beres dengan Setnov

Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto pecat Fadel Muhammad karena tidak dukung Ahok.

Partai Golkar mem­ berhentikan Fadel Muhammad dari posisi Sekretaris Dewan Pembina (Wanbin) Golkar. Tak tanggung-tanggung, Fadel dicopot dari dua jabatannya sekaligus yakni sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar. Santer disebut, Fadel dicopot dari jabatan strategis tersebut karena menolak mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai calon gubernur DKI. Fadel diketahui pernah bersuara soal peninjauan kembali dukungan Golkar ke Ahok di Pilgub DKI. Adakah kaitannya? Fadel hingga saat ini masih heran dengan alasannya dicopot. Dia menga­kui bahwa tidak mendukung Ahok yang sudah diusung oleh partainya. “Kalau alasannya karena saya tidak mendukung Ahok, itu dari hati kecil saya. Islam enggak boleh dipermainkan oleh dia. Jadi menurut saya enggak jelas, kalau saya diberhentikan karena meminta meninjau dukungan kepada Ahok,” ungkap Fadel

ketika dihubungi, Jumat (11/11/2016). Fadel tidak terima deng­ an pencopotannya. Dia kemudian mempertanyakan pencopotan ini ke Ketum Golkar Setya Novanto lewat pesan singkat. “Saya pertanyakan ke Novanto juga kok begini. Kan bisa dibicarakan deng­an baik-baik. Sudah saya SMS (Novanto) tapi belum balas,” ujarnya. Pernyataan Fadel soal peninjauan kembali dukungan ke Ahok memang diungkapkan saat rapat Dewan Pembina Golkar. Saat itu, Wanbin pun berencana akan menggelar rapat internal terkait Ahok, terutama pasca munculnya kasus dugaan penistaan agama. “Itu harus DPP yang jawab, jangan kita dewan pembina. Nanti kita akan bikin rapat tersendiri,” kata Fadel saat itu di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (8/11/2016). Sementara itu, Ketua Harian Golkar Nurdin Halid mengatakan bahwa sanksi bagi Fadel dijatuhkan karena dia berkampanye untuk calon lain.

Din Syamsuddin: Ahok Pakai Mulut Tokoh Islam untuk Bela Diri, Ini yang Bangkitkan Reaksi Umat Menolak hadir dalam program talkshow bertajuk ‘Setelah 411’ di salah salah satu televisi swasta, Din Syamsuddin mengaku merasa tidak elok dipertontonkan untuk berhadap-hadapan dengan bekas ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif. Selengkapnya Baca Halaman 6

25 November Demo “Aksi Bela Islam III” Turunkan Lima Juta Umat

Ahok Haram Mundur

Empat warga negara (WN) Cina diamankan di lahan perkebunan Kampung Gunung Leutik, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Petugas Timpora (Tim Pengawas Orang Asing) Kantor Imigrasi Kelas 1 Bogor masih melakukan pemeriksaan sampai sekarang. Kepala Seksi Pengawa­ san dan Penindakan (Wasdak) Kantor Imigrasi Kelas

1 Bogor, Arief Hazairin Sutoto mengatakan, keempat WN Cina ini diamankan karena menyalahgunakan izin tinggal. Dari dua orang yang memiliki paspor, satu di antaranya menggunakan visa bebas kunjungan singkat dan satu lagi visa kunjungan wisata. Visa kunjungan wisata inilah yang dinilai janggal. nBaca: Gawat... Halaman 7

Trump Presiden AS Bisa Picu Perang Dunia III?

nBaca: Fadel... Halaman 7

oleh: Fitradjaja Purnama*

waktu gagasan yg serius akan menjadi benda. Disi­ tulah, kerja akan mematerialkan ide. Sehingga, ide akan menjadi materi. Maka, perdebatan-perdebatan tentang keduanya, Aristoteles dengan Plato atau Karl Marx dengan Hegel jadi tak aktual lagi. Idealisme dan materialisme tak perlu dipertentangkan lagi. Seperti ilmu dan budaya; agama, ideologi, ajaran, adalah kata-kata benda abstrak yang paling abstrak. Isinya adalah nilai-nilai dan filsafat. Meskipun memuat juga hal-hal kongkrit dan aplikatif. Itu ide. Materialisasinya tak mudah ditangkap. Ilmu, karena ruangnya spesifik, masih lebih mudah dan cepat termaterialisasi. Budaya, karena merupakan produk, mungkin lebih mudah ditangkap pikiran. Tapi agama, ia membahas segalanya, dari paling awal hingga paling akhir yang bisa dijangkau manusia. Membahas jagat raya hingga pada batas yang sudah tak teridetifikasi timur-barat dan utaraselatannya;

Gawat, Eksodus Petani Tiongkok ke RI Sudah Disiapkan Matang

Sofjan Wanandi: Kita Jangan Percaya 100 Persen Omongan Trump

Sidi, Tak Perlu Gundah! Kata benda memang ada dua jenis, kata benda kongkrit dan abstrak. Tapi, dari dua jenis itu ternyata ada gradasi. Karena, ada yang dijeniskan sebagai kata benda abstrak tapi ada wujudnya. Sekolah, departemen, lembaga, organisasi yg sering dijeniskan sbg kata benda abtrak punya wujud bangunan, orangorang yg mengurusi di dalamnya, perlengkapan yg dimilikinya, dan seterusnya. Makin jelas wujudnya makin dia terasa sebagai kata benda kongkrit. Bagaimana seorang Aristoteles yang setiap waktunya berpikir itu tak menemukan pembedaan atas abstrak dan kongkrit dalam KATEGOREA-nya; sampaisampai memasukkan abstrak ke dalam benda. Entah kenapa, sampai sekarang– setelah 2.500 tahun–tak juga ada rumusan baru tentang hal itu. Yang ada justru mendekatkan hal-hal maya ke dalam kehidupan nyata. Memang, makin waktu gagasan-gagasan serius akan makin berwujud. Makin waktu gagasan-gagasan serius itu berwujud dalam kebendaan. Makin

Impor Cangkul Dulu, Petaninya Datang Menyusul

Jangankan menjatuhkan seorang Ahok, Presiden pun bisa dijatuhkan jika terusterusan melindungi orang bersalah.

k

adiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar meng­ ungkapkan gelar perkara kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki T Purnama alias Ahok akan dilakukan, Rabu (16/11/2016). Menurutnya, gelar perkara kasus dugaan penistaan agama di kantor Bareskrim Polri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, itu rencananya akan dilakukan secara tertutup. “Gelar perkaranya tidak terbuka seperti live di media,” terang-

nya, Jumat (11/11/2016). Menurutnya, gelar perkara akan disaksikan langsung pihak pelapor, para saksi ahli, Kejaksaan, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan anggota Komisi III DPR. Selanjutnya, Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto akan mengumum­ kan hasil gelar perkara tersebut pada Kamis (17/11) di Mabes Polri. “Selanjutnya (hasil) dicatat dalam notulen dan diumumkan pada Kaba­ reskrim,” pungkasnya. Sementara itu Ahok sebelumnya mengatakan ada pihak yang meminta dirinya mun-

dur dari pencalonan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017. Permintaan agar ia mundur datang setelah banyak orang mulai membicarakan dugaan penistaan agama. Kendati begitu, Ahok tidak menyebutkan siapa pihak yang dimaksud. “Ada-lah, teman,” ucap Ahok di kediamannya, Kompleks Pantai Mutiara, Jakarta Utara, Kamis (10/11/2016). Meski kerap didemo kasus dugaan penistaan agama setiap blusukan, namun Ahok tidak gentar. nBaca: Ahok... Halaman 7

nBaca: Sidi... Halaman 7

w w w. l e n s a i n d o n e s i a . c o m

Menembus Zona Tahun ke-7

D o na l d Trump akhir­nya menjadi Presiden Amerika Serikat ke-45. Dia mengungguli pesaingnya, Hillary Clinton dalam pengumpulan electoral college, terpaut 289 berbanding 218. Terpilihnya Trump tentu membuat dunia ‘ketakutan’. Berbagai pimpinan pemerintah beberapa negara mengeluarkan pernyataan publik yang cukup mengkhawatirkan atas terpilihnya Trump. Sebut saja Wakil Presiden Jusuf Kalla, menyatakan banyak orang yang berharap Hillary Clinton yang menang. Kemenang­ an Clinton itu diperlukan untuk menjamin perdamaian dunia. “Indonesia dan dunia berharap perdamaian, ingin sesuatu yang damai, dan perekonomian tetap berjalan. Ya, kalau Trump (yang menang), wah kelihatannya susah itu, dunia nanti juga jadi susah,” kata Kalla, Selasa, (8/11/2016) menjelang hari pemungutan suara di AS. Senada, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah menilai pemerintah Joko Widodo harus berhati-hati dalam menjalin hubungan bilateral dengan Cina. Ini berkaitan dengan terpilihnya Trump. Fahri menilai Trump bakal banyak menghadapi persoalan dengan Cina dalam ekonomi dan politik di Laut Cina Selatan. “Di Asia Tenggara, ia harus berpikir Indonesia. Negara paling kuat dengan skala ekonomi yang memadai cuma kita,” kata Fahri di pusat kebudayaan Amerika, @ america, Pacific Place, Jakarta, Rabu, (9/11/2016). Fahri menilai Trump adalah presiden yang pragmatis dan akan mencari kawan baru untuk menghadapi Cina. “Maka saya juga bilang hati-hati buat Pak Jokowi, karena itu sangat pragmatis. Kalau terlalu pro-Cina karena modal yang murah, bisabisa ia (Trump) mencari sahabat baru,” ucapnya.

Sofjan Wanandi

Fahri berujar, hasil pemilu tersebut harus disambut baik sebagai dinamika dari masyarakat Amerika. Sebab, tutur dia, negara Barat secara umum sedang terjepit menghadapi benturan materialisme Cina, benturan ideologi, dan persoalan imigran. “Negara Barat terjepit materialisme Cina yang meng-overcome ekonomi Barat satu per satu,” katanya. Kepentingan Trump, menurut Fahri, akan sangat pragmatis untuk mengembalikan persoalan lapangan pekerjaan ke dalam negaranya. “Dia akan mengembalikan ekonomi Amerika lebih independen. Dia akan mencari kawan menghadapi Cina, dan agenda ini sangat pragmatis,” ucap politikus Partai Keadilan Sejahtera ini. D e n g a n t e r p i l i h ny a Trump, negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim seperti Indonesia akan kesulitan bekerjasama dengan AS. Pasalnya sebelum Trump terpilih, dia pernah mengeluarkan statement melarang warga Muslim ke AS. Orang Indonesia bakal kesulitan berkunjung ke AS. Apalagi menurut CBSNews, saat ini ada sekitar 100 ribu warga Indonesia yang tinggal di AS. Soal pelarangan warga negara asing ke AS, juga menjadi isu besar bagi Meksiko. Berdasarkan janji kampanyenya, Trump akan membangun tembok tinggi di sepanjang perbatasan ASMeksiko untuk mencegah masukknya imigran ilegal. nBaca: Trump... Halaman 7


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.