th
topik
EDISI 171 | 27 MARET -02 APRIL 2017
Pengaduan langganan/ iklan/redaksi, HOTLINE: ( 021) 5366 017 7 ( 031) 841 0288
TERBIT 16 HALAMAN | HARGA ECERAN: RP 4.000 | LANGGANAN: RP 16.000 (LUAR JAWA TAMBAH ONGKOS KIRIM)
AM FATWA, DIHAJAR ORDE LAMA DIPENJARA ORDE BARU
MENGAPA KASUS RJ LINO DIGANTUNG?
KWIK KIAN GIE: PROYEK INFRASTRUKTUR HARUSNYA DIBIAYAI APBN, KOK MALAH DITAWARKAN INVESTOR
BACA HALAMAN 3 |
BACA HALAMAN 4 |
SOSOK
PATGULIPAT
Yang namanya barang publik itu seharusnya disediakan cuma-cuma. Pembiayaannya juga prinsip Indonesia, yakni gotong royong... Selengkapnya Baca Halaman 6
Rais Aam Menentang dan Rais Syuriah Mendukung Penista Agama
NU DIKOYAK-KOYAK AHOK Publik bisa melihat, NU seakan-akan beda suara. NU seperti sedang diadu domba dalam kasus Ahok. E S A K S I A N KH Ahmad Ishomuddin di sidang penistaan agama dengan terdakwa Ahok, Selasa (21/3/2017) berbuntut panjang. Meski kehadirannya atas nama pribadi bukan mewakili kedudukannya sebagai Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI dan Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), tapi NU merasa sedang diadu domba. KH Ahmad Ishomuddin yang biasa disapa Gus Ishom, kini terancam diturunkan pangkatnya baik di MUI maupun di NU akibat persoalan ini. Seperti diketahui, dalam sidang yang digelar di auditorium Kementan itu, Gus Ishom menyatakan, putusan MUI yang menyatakan Ahok menista agama, kurang tepat. Sebab, MUI tidak melakukan klarifikasi atau tabayyun terhadap Ahok. “Saya setuju poin tertentu, misalnya bahwa keharmonisan umat harus tetap terjaga, tapi pada keputusan yang merugikan orang lain tapi tidak tabbayun (klarifikasi), itu yang saya tidak sependapat,” tegasnya. Sikap MUI itu disebutnya, memicu masalah ini jadi semakin besar. Apalagi, arti kata “auliya” yang terdapat di surat Al-Maidah ayat 51 yang disebut Ahok, tidak mesti berarti pemimpin. Gus Ishom mengaku sudah meriset 30 kitab tafsir. Tak satu pun yang menyebut arti auliya adalah pemimpin. Auliya diterjemahkan sebagai teman setia, penolong, aliansi pembantu keperluan orang-orang beriman. Menurutnya, asal-usul turunannya ayat Al-Maidah 51 ialah peperangan antara umat Islam dengan kaum Yahudi dan Nasrani pada zaman Nabi Muhammad. Hakim kemudian bertanya, jika menjadikan teman setia saja tak boleh, bagaimana dengan pemimpin? Gus Ishom bilang, alasan hukumnya keliru. Menurutnya, surat Al-Maidah 51 hanya dapat diterapkan dalam konteks peperangan saat terjadi puncak permusuhan. Jadi bukan untuk menyerang atau merendahkan lawan politik, misalnya dalam kampanye.
K
Siapa 14 Orang Pengembali Uang Kasus E-KTP?
“Lalu kapan seseorang bisa dikatakan membohongi dengan Al-Maidah ayat 51?” tanya hakim. “Jika ayat itu digunakan dalam konteks pemilihan gubernur, karena ia tidak ada kaitannya dengan itu,” terang pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI ini. Gus Ishom pun berani menyimpulkan bahwa Ahok sama sekali tak pernah menistakan Al Maidah 51, juga tak meistakan ulama. Kesaksian Gus Ishom ini berbanding terbalik dengan kesaksian Rais Am Syuriah PBNU yang juga Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin, di sidang penistaan agama, 31 Januari lalu. Menurut Ma’ruf, menindaklanjuti keluhan umat soal pernyataan Ahok soal “dibohongi pakai surat Al-Maidah”, pihaknya langsung membentuk 4 tim; komisi fatwa, pengkajian, Humkam dan Infokom untuk melakukan pembahasan dan penelitian. Hasilnya dilaporkan ke pengurus harian inti yang berjumlah 20 orang. MUI melakukan pembahasan mulai dari 1 sampai 11 Oktober 2016. “Kesimpulannya, ucapan (Ahok) itu mengandung penghinaan terhadap Alquran dan ulama,” ujar Ma’ruf. Dari kesimpulan itu, MUI mengeluarkan produk berupa keputusan pendapat dan sikap keagaaman MUI.
WAKIL Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Laode M. Syarif mengatakan, dalam persidangan, jaksa penuntut umum sengaja tidak menyebutkan nama-nama penerima uang suap kasus korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang dikembalikan. Sebab, kata Laode, para penerima uang hasil korupsi Rp 2,3 triliun itu perlu dilindungi. “Yang mengembalikan uang sengaja tidak disebutkan,” kata Laode di Universitas Gadjah Mada, Senin, (20/3/2017). Menurut Laode, dalam menyelidiki suatu kasus, ada pihak yang mau bekerjasama dan ada yang tidak. Yang bersedia bekerjasama inilah, kata dia, memberikan penjelasan lebih banyak. Meski mengembalikan uang kerugian negara, namun mereka tetap tidak bisa lepas dari tindak pidana korupsinya. Mereka juga tidak bisa lepas dari tanggung jawab perbuatan yang telah dilakukan. nBaca: Tikus DPR... Halaman 7
TAK DIGUBRIS JOKOWI, PESERTA AKSI COR KAKI MENINGGAL
nBaca: Pecah belah... Halaman 7
Freeport Penyewa, kok Indonesia Diatur-atur GUBERNUR Papua Lukas Enembe menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/3/2017). Kedatangan Enembe guna melaporkan Luhut Panjaitan. situasi politik dan ekonomi di Papua termasuk masalah PT Freeport Indonesia. Pemerintah Provinsi Papua menegaskan sikapnya mendukung seluruh kebijakan pemerintah soal Freeport.
“Kita telah sampaikan 17 item sikap kita. Diantaranya, 6 item yg hampir sama dengan pemerintah Jakarta,” kata Lukas usai temui Jokowi. Pemerintah Provinsi Papua telah mengeluarkan 17 sikap terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. Diantaranya meminta 10% saham dari 51% saham Freeport yang dikuasai penerintah. “Kepemilikan saham 51% setuju. Freeport jadi karyawan kita. Ini negeri kita, diatur kedaulatan negara yang kita jaga. Seluruh potensi ekonomi harus dikuasai negara. Makanya 51% harus sahamnya diberikan ke
foto cor - Patmi (paling kanan) saat aksi unjuk rasa mengecor semen di kaki di depan Istana Presiden.
Patmi, satu di antara peserta aksi yang mengecor kakinya di depan Istana Presiden wafat pada Senin, (20/3/2017) dinihari. Mereka protes atas pemberian izin pabrik semen yang merusak ekosistem tempat tinggal mereka di Pegunungan Kendeng. nBaca: Kabar duka... Halaman 7
nBaca: Papuaku... Halaman 7
AHOK MENANG TAPI LENGSER, KHOFIFAH-GUS IPUL TERGANTUNG “PAWANG” OKOH paranormal KRT Kholiq Waseso Puro atau akrab disapa Gus Kholiq, membaca konstelasi pemilukada dengan kemampuan mata batinnya. Menurut Gus Kholiq, politik di Indonesia pada 2017-2018 bakal gonjang-ganjing karena rentan timbul konflik. Terutama, saat laga politik Pemilukada putaran kedua 19 April usai digelar di DKI Jakarta. Paranormal yang selalu menyeimbangkan antara logika dengan metafisika ini mengawali terawangannya pada pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat bakal menang mengalahkan pasangan Anis Baswedan-Sandiaga Uno.
T
Ahok.
“Saya ini kan tidak kenal dengan Ahok, juga tidak tahu perkembangan informasi politik terkini baik di televisi atau media lainnya, tapi sampean nanti saksikan saja, Ahok tetap bakal menang,” tutur Gus Kholiq di pondok terapinya yang berlokasi di Jalan Brigjen
Katamso, Waru, Sidoarjo. Kata Gus Kholiq, dirinya sudah sejak awal menerawang kemenangan Ahok. Mantan bupati Bangka Belitung itu menang karena didukung para “petani” di Jakarta. Petani yang dimaksud adalah politisi dan pengusaha taipan.
Gus Ipul.
“Meski dia keturunan Cina, Ahok ini lahirnya di Indonesia. Kendati digempur sana-sini, ibaratnya dia itu punya ruh yang sudah menjadi bagian DKI Jakarta. Maka jangan heran kalau dia mampu menguasai para petani. Oleh karenanya dia nggak mungkin kalah kare-
W W W. L E N S A I N D O N E S I A . C O M
na juga disokong petani-petani itu,” imbuh Ketua Ikatan Paranormal Indonesia (IPI) Jawa Timur ini. Gus Kholiq mengaku merasakan getaran tidak wajar yang disebabkan anomali suhu politik pemilukada DKI Jakarta tidak stabil.
Menembus Zona Tahun ke-7
Khofifah.
onal (BNN) untuk menangani pecandu narkotika di lapaslapas. Lebih dalam lagi, Gus Kholiq mengutarakan bahwa getaran yang ditangkapnya itu merupakan ancaman serius bagi Ahok. Kendati diterawang bakal menang dan berhasil mempertahankan kursi Gubernur DKI Jakarta, tapi jabatan Ahok itu berpotensi besar bakal dilengserkan. Itu artinya, kata dia, Ahok bisa lengser sebelum masa periode jabatannya berakhir. “Tidak hanya kawan, tapi Ahok itu juga punya banyak lawan politik yang sepadan. Di situ saya melihat tongkat komando Gubernur Ahok ini
“Di Jakarta saat ini suhu politiknya tidak ramah. Di sana banyak kabut tebal dan terkadang diselimuti mendung. Bahkan, tak jarang disertai guntur. Ini sebuah isyarat sekaligus ancaman untuk sang jawara,” ujar pria yang menjadi mitra Badan Narkotika Nasi- nBaca: Paranormal... Halaman 7