3 minute read

Stop Kekerasan Terhadap Perempuan

Ada yang menarik dari acara persekutuan Wanita Baptis Indonesia (WBI) Rayon 3 yang diselenggarakan oleh Badan Pengurus Daerah (BPD) Jawa Barat (Jabar) dan Gabungan Gereja Baptis Indonesia (GGBI) pada Sabtu (28/10) lalu. Yang menarik adalah pembicaraan soal kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga.

Menurut Yinda Adiyanti, pengurus WBI Gereja Batu Zaman, Bandung ini dalam presentasinya mengajak setiap WBI di mana pun untuk mengatasi kekerasan dalam rumah tangga.

Apa yang disampaikan Yinda juga disepakati Julia, peserta Gereja Baptis Batu Zaman cabang Ujung Berung. “Materi yang disampaikan Ibu Yinda amat berkesan bagi saya soal kekerasan dalam rumah tangga. Saya ingin terlibat dalam pelayanan ini, membantu kaum perempuan yang terdampak akibat kekerasan rumah tangga.”

Soal kekerasan terhadap perempuan memang menjadi topik yang hangat yang dibicarakan di Indonesia dan dunia. Data menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang dikutip dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPPA) sepanjang tahun 2022 hingga Juni 2023 terdapat 15.921 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan dengan jumlah korban 16.275 orang.

Berdasarkan jenis kekerasannya, kasus kekerasan terhadap perempuan dewasa dengan korban berjumlah paling banyak adalah kekerasan fisik (7.940 kasus), kekerasan psikis berjumlah (6.576 kasus), kekerasan seksual (2.948 kasus), dan penelantaran (2.199 kasus).

Persekutuan WBI Rayon 3 ini dihadiri 10 gereja, di antaranya Gereja Baptis Batu Zaman, Gereja Baptis Batu Zaman cabang Ciparay, Gereja Baptis Batu Zaman cabang Ujung Berung, Gereja Baptis Indonesia Baitlahim Cirebon, Gereja Baptis Efrata, Gereja Baptis Imanuel, Gereja Baptis Pertama Kopo Permai dan Gereja Baptis Garut.

Ibu Agnes Centie Legowati P. dalam kata sambutannya sebagai perwakilan dari Departemen Wanita Baptis BPD Jabar mengajak kaum wanita Baptis terus mengobarkan talenta yang sudah diberikan Tuhan.

“WBI harus sadar bahwa peranan wanita tidak bisa dipandang sebelah mata baik itu di dalam keluarga maupun di dalam pelayanan. Semua keahlian yang dimiliki kaum ibu apa pun itu kalau digunakan secara maksimal pasti akan memberkati teman-teman yang lain, dan saat mengadakan pertemuan-pertemuan kecil harus mengusahakan bahwa apa yang keluar dari setiap pertemuan itu adalah menyampaikan kabar baik, kabar sukacita, kabar keselamatan yang mendorong orang lain untuk terus terlibat dalam pelayanan gereja masing-masing. Setiap manusia mempunyai kesempatan masing-masing di mana pun berada harus menggunakan kairos kita untuk menyongsong kedatangan Yesus yang kali kedua,“ katanya pada reporter SB Nasrul Manalu.

Tema persekutuan WBI kali ini adalah “Soar to Greater Heights“ atau “Menuju Tempat Lebih Tinggi Melalui Panggilan Allah”. Ketua Rayon 3 Virgin Aviona berharap peserta persekutuan WBI menyadari perannya dan memandang dirinya dapat dipakai oleh Tuhan. /nasrul.

Penulis: Nasrul Manalu

Editor: Fajar

This article is from: