
3 minute read
Resensi Dua Belas Wanita Luar Biasa
“Bagaimana Allah Membentuk Tokoh-Tokoh Perempuan di dalam Alkitab, dan Apa yang Dikehendaki-Nya dalam Hidup Anda”
Buku ini ditulis sebagai tindak lanjut dari respons pembaca yang sangat baik terhadap Buku Twelve Ordinary Men (Dua Belas Orang Biasa), yang tampaknya menikmati format studi karakter. Metode dan pengaturan buku tersebut juga cocok tidak hanya untuk pribadi tetapi juga menjadi pembahasan dalam kelompok kecil.
Dihadapkan dengan begitu banyak perempuan luar biasa dalam Alkitab, tidak mudah bagi penulis untuk menyortirnya menjadi dua belas saja. Kedua belas tokoh ini akhirnya dipilih dengan salah satu pertimbangannya adalah tingkat kepentingan mereka dalam kisah penebusan.
Salah satu keunikan Alkitab adalah caranya meninggikan perempuan. Alkitab tentu saja mengakui adanya perbedaan peran yang ditetapkan secara Ilahi antara laki-laki dan perempuan, bahkan sangat terlihat jelas dari kondisi penciptaan. Namun, perempuan sama sekali tidak dipinggirkan atau direndahkan statusnya.
Semua hal itu sangat kontras dengan cara budaya kuno lainnya yang meremehkan perempuan. Pada zaman Perjanjian Lama, perempuan dalam masyarakat pagan sering diperlakukan lebih rendah dari binatang.
Buku ini mengupas dengan mendalam kisah Dua Belas Perempuan Luar Biasa dengan berbagai jenis kepribadian dan jalan hidup yang menarik. Mereka adalah perempuan biasa, perempuan yang sehari-hari kita temui, dan dalam beberapa kasus merupakan perempuan yang dipandang sebelah mata. Misalnya, perempuan Samaria dalam Yohanes 4: Kita bahkan tidak tahu namanya. Hana, seorang yang disebut nabiah, janda tua yang tidak dikenal dan hanya muncul dalam satu sketsa singkat dalam pembukaan Kitab Lukas. Rahab adalah seorang pelacur. Bahkan Maria, ibu Kristus, adalah seorang gadis muda yang tidak memiliki keistimewaan khusus, yang tinggal di kota kecil yang tidak terkenal di daerah tandus yang dianggap hina di Galilea.
Satu-satunya pengecualian adalah Hawa, yang diciptakan Allah menjadi perempuan ideal, murni dan suci, tetapi rusak oleh dosa. Namun, Hawa juga menjadi gambaran nyata dari kebenaran bahwa Allah dapat memulihkan dan menebus mereka yang jatuh dalam dosa, lalu menjadikan mereka mahkota yang luar biasa dari kasih karuniaNya. Hawa yang akan menjadi manusia dalam kekekalan, akan jauh lebih mulia daripada dirinya yang dulu tidak berdosa.
Tujuh perempuan luar biasa lainnya juga dibahas dari sudut pandang yang mungkin membuat kita terkejut tetapi semakin mengingatkan kita, baik tentang kejatuhan maupun potensi kita. Tidak satu pun dari para perempuan itu yang sempurna. Mereka juga memiliki kekurangan dan kegagalan, yang dicatat Alkitab untuk menjadi peringatan bagi kita. Dosa-dosa orang-orang kudus dalam Alkitab selalu diceritakan dengan terus terang dan tidak pernah dengan cara halus atau mengagungkan perbuatan yang salah. Selain sebagai teguran atas dosa, kisah-kisah semacam ini juga menjadi penghiburan dan mengingatkan kita bahwa di sepanjang sejarah, Allah telah menggunakan orang-orang yang tidak sempurna.
Meskipun kelihatannya luar biasa, apa yang dilakukan Allah dalam hidup para perempuan luar biasa ini, sebenarnya tidak berbeda dengan apa yang dilakukannya dalam hidup setiap orang percaya sejati.
Mari membeli dan membaca buku ini serta semakin berkomitmen pada Allah yang sama, yang terus membentuk dan memakai orang-orang biasa secara luar biasa pada masa kini.
(Anda juga bisa membeli Buku Twelve Ordinary Men (Dua Belas Orang Biasa) yang ditulis oleh penulis yang sama, dengan pemaparan yang detail dan mendalam tentang dua belas murid Yesus. )
Penulis: Trisanti Karolina Napitu
Editor: Fajar