"Go and Do Something"

Page 1


C O N T E N T S

Pergi & Lakukan Sesuatu

3

Apakah ISJC?

4

Gunakan 'Pergi & Lakukan Sesuatu'

5

SDG1

Akhiri Kemiskinan Kapten Swetha Vincent

6

SDG2

Akhiri Kelaparan Lt‐Kolonel Dean Pallant

8

SDG3

Hidup Sehat & Sejahtera Kapten Kathy Crombie

10

SDG4

Edukasi untuk Semua Luke Cozens

12

SDG5

Kesetaraan Gender Lt‐Kolonel Eirwen Pallant

14

SDG6

Air Bersih & Sanitasi Robert Docter

16

SDG7

Energi Besih, Terjangkau Lt‐Kolonel Dean Pallant

18

SDG8

Kerja Baik & Ekonomis Robert Docter

20

SDG9

Infrastruktur & Inovasi Dr. James Read

22

SDG10 Kurangi Ketidaksetaraan

24

Mayor Victoria Edmonds SDG11 Komunitas Berkelanjutan

26

Dr. Aimee Paterson SDG12 Pemakaian Bertanggungjawab

28

Sharlene Lucero SDG13 Perubahan Iklim

30

Kayla Calvo SDG14 Lindungi Lautan

32

Komisioner Janine Donaldson SDG15 Lestarikan Ekosistem Darat

34

Lt‐Kolonel Julius Mukonga SDG16 Perdamaian & Keadilan

36

Mayor Christine Volet SDG17 Bekerja Sama

38

Komisioner Jane Paone

Ucapan Terima Kasih

Versi 2

Teks diadaptasi dari materi yang ditulis untuk #UpForJustice, buletin email bulanan dari International Social Justice Commission (ISJC), diarsipkan di www.salvationarmy.org/isjc. Materi telah diedit agar sesuai dengan format baru dan ditambahkan oleh Joseph Halliday, seorang magang di ISJC dari 2016 sampai 2017, working with Lt‐Colonel Dean Pallant. Joseph juga merancang publikasinya. Gambar (selain dari foto penulis) diambil dari www.unsplash.com, di bawah lisensi Creative Commons.

Kutipan Alkitab berasal dari New International Version, kecuali dinyatakan lain. Hak Cipta © 2017 Jenderal Bala Keselamatan.

‘Prajurit Bala Keselamatan memahami bahwa pekerjaan sosial & keadilan sosial adalah bagian penting dari rencana Allah untuk selamatkan dunia-Nya.’


Pergi & Lakukan sesuatu

arut malam – saat itu masih dini hari – pada tahun 1888 William Booth kembali dari serangan rohani di daerah selatan Inggris, dan tertidur sakit keras setibanya di rumah. Bramwell Booth, yang tinggal berdekatan, datang lebih awal esok paginya, dan baru saja dia memasuki ruang ganti, dengan bergegas, sigap dan ceria, ketika ayahnya, yang berjalan mondar mandir dengan gigi palsu berjuntai dan rambut acak-acakan, berteriak kepadanya, “Kemari, Bramwell! Tahu tidak orang-orang yang tidur di malam hari di atas jembatan? Tidur sepanjang malam di atas batu?” Bramwell, membalas sapaannya, berseru, “Ya, Jenderal; kenapa, tidakkah anda tahu?” Jenderal tampak seperti disambar petir. Dia menyaksikan untuk pertama kalinya pada malam sebelumnya sosok-sosok memilukan meringkuk di atas batu, dan sebagai akibatnya meski tidur di kasur hangat dia tidak bisa tidur lelap. “Kamu tahu itu,” katanya, “dan kamu tidak melakukan apapun!” Terhadap serangan ini Kepala Staf menjawab – pertama, bahwa Bala Keselamatan saat ini tidak dapat melakukan semua yang perlu

dikerjakan di dunia; dan, kedua – ia akui saat ini dia bicara seperti menjiplak buku – bahwa kita harus berhati-hati tentang bahaya beramal sembarangan. Jenderal menyela dengan kemarahan atas kalimat itu. “Oh, aku tidak peduli itu semua,” katanya; “Aku pernah dengar itu sebelumnya. Tapi pergi dan lakukan sesuatu. Lakukan sesuatu, Bramwell, lakukan sesuatu!” Dia berjalan mengelilingi ruangan, menyisir janggutnya yang panjang dengan jarinya dan berbicara dengan amarah kasih dan iba pada para tunawisma yang terpaksa tidur di relung jembatan London.

“Berikan gudang untuk mereka,” perintahnya; “apapun lebih baik daripada tidak ada sama sekali; atap di atas kepala, tembok mengelilingi tubuh mereka”; dan lalu menambahkan, dengan kepedulian yang menjadi ciri khasnya, “kalian tidak perlu memanjakan mereka.”’ Percakapan ini, antara Pendiri Bala Keselamatan dan putera sulungnya, berujung pada lahirnya pelayanan sosial Bala Keselamatan yang diakui dan dihargai di seluruh dunia saat ini. Dua tahun sesudah percakapan ini, buku William Booth,

In Darkest England and the Way Out diterbitkan dengan menjabarkan layanan sosial Bala Keselamatan. Rencana itu dilaksanakan dan berdampak signifikan dalam kehidupan jutaan orang. Dampaknya saat ini nyata dalam karya Bala Keselamatan di lebih dari 125 negara di seluruh dunia. Rencana Booth bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan – ia ingin mengubah dunia. Ia mengerti bahwa perlu penanganan terhadap penyebab kesengsaraan serta efeknya. Bukan semata-mata inisiatif kemanusiaan. Melainkan pekerjaan sosial dan keadilan sosial yang dimotivasi oleh Injil Yesus Kristus. Termasuk di dalamnya bantuan darurat serta pengembangan pribadi dan komunitas serta advokasi. Prajurit Bala Keselamatan mengerti bahwa pekerjaan sosial dan keadilan sosial adalah bagian penting dari rencana Tuhan untuk menyelamatkan duniaNya. Pasal-pasal pertama Kitab Kejadian menjabarkan krevativitas Tuhan yang tak tertandingi dan tak seorangpun dapat mengabaikan kebenaran bahwa Tuhan mengundang manusia ke dalam proses pekerjaan-Nya. Ia mempercayakan ciptaan-Nya pada 3


manusia untuk dikelola dan dikembangkan. Kejadian 1:26 berkata, Berfirmanlah Allah, “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikanikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”’ Alkitab sarat referensi tentang pemeliharaan Allah atas ciptaa-Nya yang saling bergantung. Saling ketergantungan adalah inti dari semua ciptaan dan hal itu mencerminkan sifat dari Allah Tritunggal kita – Bapa, Putra dan Roh. Kita diciptakan untuk saling bergantung pada ciptaan Tuhan di sekitar kita. Keistimewaan memelihara dunia adalah untuk milik manusia dan Tuhan mengundang kita untuk menjalin kemitraan aktif degan Dia. Kita adalah orang-orang yang diberikan hak istimewa! Tidak saja dipanggil untuk mencitai dan memelihara sesama kita, tapi kita juga dipercaya untuk melakukan hal yang sama untuk ciptaan Allah lainnya. 1 2

‘“Pergi dan lakukan sesuatu. Lakukan sesuatu, Bramwell, lakukan sesuatu!”’ Alkitab secara khusus berbicara tentang manusia sebagai makhluk yang diciptakan menurut gambar Allah dan harus menguasai ciptaan. Kata, ‘kuasai’ dan ‘gambar’, sengaja digunakan di pasal-pasal pertama Kitab Kejadian untuk menyampaikan gagasan tentang dunia kuno di mana gambar para penguasa didirikan sebagai pengingat akan kekuasaan mereka.2 Sebagai orang yang diciptakan menurut gambar Allah, kita mewakili Dia di bumi. Pertanyaannya adalah seberapa baik kita mewakili Dia? Mudah sekali digelisahkan oleh

ketidakadilan di dunia. Kita tergoda untuk mengangkat tangan dan berkata: ‘Apa bedanya apa yang saya lakukan?’ Jauh lebih mudah untuk mengabaikan hal-hal mendesak atau mengharapkan orang lain untuk mengerjakannya. Meskipun kita tidak dapat melawan setiap masalah yang mengancam kesejahteraan dunia sendirian, ucapan William Booth masih relevan sampai saat ini. Rencana William Booth untuk mengubah dunia pada tahun 1890 mirip dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan untuk mengubah dunia pada tahun 2030. Both are bold, comprehensive and integrated plans. Keduanya merupakan rencana yang berani, komprehensif, dan terintegrasi. Tetapi kita harus selalu ingat bahwa manusia tidak dapat menyelamatkan dunia dengan usaha sendiri. Kita harus mengandalkan Tuhan – Bapa, Putra dan Roh. Kita dipangggil untuk menjadi Bramwell abad ke-21. ‘Pergi dan lakukan sesuatu. Lakukan sesuatu, Bramwell, lakukan sesuatu!’1

Entire extract from: Begbie, Harold, The History of The Salvation Army, Volume 2, 1920, London. Keller, Timothy, Every Good Endeavour, 2014, New York.

Apakah Komisi Keadilan Sosial Internasional? The International Social Justice Commission (ISJC) adalah advokat internasional terbaik dan penasihat Jenderal tentang masalah sosial, ekonomi dan politik yang mengarah pada berlanjutnya ketidakadilan manusia di dunia. Berbasis di New York dengan staf yang bekerja di Nairobi, Geneva dan Vienna, ISJC melayani Bala Keselamatan sebagai suara strategis untuk mengadvokasi martabat manusia dan keadilan sosial di semua bagian dunia. ISJC menjalankan kepemimpinan dalam menentukan kebijakan & praktik BK di arena keadilan sosial internasional. ISJC berupaya menemukan sumber daya dari BK di seluruh dunia untuk memerangi ketidakadilan, termasuk mempertalikan dan bekerja dengan organisasi yang berpikiran sama dan forum dunia lainnya untuk memajukan perjuangan keadilan sosial global. Dalam mengejar tujuan yang telah ditetapkan, ISJC mempunyai lima tujuan:

Targets

1. 2. 3. 4. 5.

4

Angkat suara strategis untuk mengadvokasi orang-orang terutama mereka yang miskin dan tertindas. Menjadi pusat penelitian dan pemikiran kritis yang diakui tentang isu keadilan sosial global. Kolaborasi dengan organisasi yang berpikiran sama untuk memajukan tujuan global dari keadilan sosial. Menjalankan kepemimpinan dalam menentukan kebijakan dan praktik keadilan sosial di BK. Mengamalkan prinsip keadilan dan belas kasihan dan menginspirasi orang lain untuk melakukannya.

PBB memberikan berbagai target dan indikator untuk memberikan rincian spesifik tentang ruang lingkup dan tujuan dari setiap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Untuk masing-masing dari dua halaman terbentang di Go and Do Something, kami sediakan pilihan target di bagian atas halaman. Tujuannya untuk menciptakan berbagai perenungan dan pokok pembicaraan untuk khalayak umum. Tidak ada kesimpulan yang harus dibuat tentang pentingnya atau prioritas target untuk tiap tujuan berdasarkan tujuan yang telah kami hasilkan; kami membuat pilihan dalam batas ruang yang tersedia dalam publikasi ini. Kami mendorong Anda menemukan detail lengkap tentang platform Pengetahuan Pembangunan Berkelanjutan PBB di sustainabledevelopment.un.org.


Dr. Laurelle Smith Go and Do Something diperuntukkan bagi orang dari segala usia yang ingin menjadikan dunia tempat yang lebih baik, sarat ide praktis untuk beraksi, pokok doa dan fakta. Ada 17 topik – satu untuk tiap SDGs. Ada banyak cara memakai buku ini: • • • •

Luangkan waktu membaca dan merenungkan salah satu dari SDGs setiap hari selama 17 hari ke depan dan berkomitmen pada 17 cara baru yang akan mengubah cara Anda bertindak dan berpikir. Bahas salah satu bab setiap minggu dengan orang lain. Dapat dilakukan di kelas Sekolah Minggu, pertemuan wanita, latihan grup musik, atau kelompok Pendalaman Alkitab. Guru dapat menggunakan materi ini di sekolah, terutama dalam diskusi kelompok atau untuk ide proyek. Pengkhotbah dapat menggunakan materi sumber untuk mengilhami seri khotbah tentang bagaimana orang seharusnya hidup setia di dunia saat ini.

Apa Tujuan Pengembangan Berkelanjutan?

Mayor Victoria Edmonds

SDGs berlaku untuk semua orang, dari segala usia, di tiap komunitas dan tiap negara di bumi dan didukung oleh 193 negara anggota PBB pada September 2015. Meski tiap negara memulai dari titik yang berbeda untuk tiap tujuan, semua negara berkomitmen untuk bekerja mewujudkannya. SDGs didasarkan pada visi bersama tentang seperti apa dunia yang diinginkan para pemimpin dunia di masa depan – masa depan yang aman, berkelanjutan, dan berdasarkan kesetaraan semua orang baik antar negara maupun di dalam negara. SDGs didasarkan pada keyakinan bahwa tidak seorangpun layak ditinggalkan. Tidaklah cukup bahwa rata-rata orang mengalami peningkatan hidup. Orang yang paling miskin dan paling rentan juga harus mengalami peningkatan dalam hidup dengan berkurangnya kesenjangan antara yang terkaya dan termiskin.

Mengapa terlibat dalam SDGS?

Lt‐Kolonel Dean Pallant

Fakta bahwa pemimpin dunia menyepakati serangkaian tujuan yang mencerminkan nilai-nilai yang telah dipromosikan oleh Bala Keselamatan selama 125 tahun adalah sesuatu yang disambut baik – terutama karena hal itu dapat menghasilkan perubahan positif bagi orang yang paling miskin dan paling rentan. Tujuannya mengidentifikasi masalah dan mempromosikan nilai-nilai yang sangat akrab bagi prajurit Bala Keselamatan: kesetaraan bagi semua orang tanpa diskriminasi; kesejahteraan bagi semua orang untuk berkembang; menjadi pengurus yang baik di dunia dan atas sumber dayanya; mengupayakan perdamaian dan keamanan bagi semua orang. Ini adalah nilai-nilai yang disoroti Alkitab dan yang mengilhami orang-orang Kristen selama lebih dari 2000 tahun. Semua orang, tanpa terkecuali, diciptakan menurut gambar Allah dan sama berharganya bagi Dia (Kejadian 1:27‐31). Dalam Khotbah di Bukit, Yesus berkata: ‘Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah’ (Matius 5:9). Yesus menyatakan bahwa Ia datang supaya kita ‘mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan’ (Yohanes 10:10). SDGs mengakui pelajaran yang dipetik Bala Keselamatan beberapa tahun silam – orang-orang dan komunitas perlu berpartisipasi dalam pengembangan mereka sendiri. Selain itu, Bala Keselamatan menyadari pentingnya integrasi. Sama seperti Tuhan menciptakan manusia sebagai pribadi yang terintegrasi dengan tubuh dan jiwa mereka, sehingga mereka yang ingin berpartisipasi dalam misi Tuhan untuk menyelamatkan dunia tidak seharusnya memiliki layanan yang terfragmentasi atau hanya merawat tubuh namun mengabaikan jiwa dan penyembuhan spiritual. Jenderal André Cox mendorong Bala Keselamatan untuk memusatkan perhatian pada SDGs di tiap program. Ini tidak berarti hanya untuk negara berkembang. Tujuannya universal, untuk tiap bangsa, untuk semua orang, di manapun.

Dapatkah kita mendoakan SDGS?

Lt‐Kolonel Eirwen Pallant

Doa mengakui peran Sang Pencipta dalam penatakelolaan urusan dunia, dan mengucap syukur pada-Nya untuk keberhasilannya ketika hal itu terwujud. Salah satu kontribusi ISJC adalah menyerukan prajurit Bala Keselamatan untuk mendoakan SDGs. Doa meminta Pencipta untuk campur tangan dalam urusan umat manusia. Kami percaya Dia bisa. Kami mendoakan mereka yang terlibat dalam pekerjaan yang terkait erat dengan SDGs. Informasi dasar diikuti dengan seruan untuk merenungkan. Perenungan seperti ini pasti mengarah pada pertanyaan, bagaimana tujuan ini mempengaruhi saya? Apakah saya berkontribusi pada masalah? Dapatkah saya berkontribusi untuk keberhasilan tujuan ini? Perenungan semacam ini dapat menyebabkan perubahan pikiran dan sikap yang nyata, dengan tindakan hasil. Seperti yang Yesus ajarkan kita untuk berdoa: ‘Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di surga’ (Matius 6:10). 5


sdg 1

AKHIRI kemiskinan Akhiri kemiskinan dalam segala bentuknya di manapun • Berantas kemiskinan ekstrim bagi semua orang di manapun. • Kurangi setidaknya setengah dari perbandingan laki-laki, perempuan dan anak-anak dari segala usia yang hidup dalam kemiskinan, dengan semua dimensinya menurut definisi nasional. • Terapkan sistem dan tindakan perlindungan sosial yang sesuai secara nasional untuk semua orang dan capai cakupan sesungguhnya dari kaum miskin dan rentan. • Bangun ketahanan masyarakat miskin dan mereka yang berada dalam situasi rentan dan kurangi keterpaparan dan kerentanan mereka terhadap peristiwa ekstrim terkait iklim serta guncangan dan bencana ekonomi, sosial dan lingkungan lainnya. • Pastikan mobilisasi sumber daya yang signifikan dari berbagai sumber. Kapten Swetha Vincent Koordinator Pelayanan Internasional, Divisi Greater New York, Teritori AS bagian Selatan

S

EBUAH video UNICEF beredar di

internet, yakni sebuah eksperimen yang dimaksudkan untuk mengekspos sikap apatis dan prasangka orangorang terhadap orang miskin.1 Di bagian pertama dari video adalah seorang gadis muda dengan mantel lucu dan bergaya serta topi yang menggemaskan, sedang menunggu sendirian di alun-alun yang ramai. Hanya dalam beberapa saat, orangorang yang lewat menyadari bahwa dia sendirian dan mereka terdorong untuk menolongnya. Pada adegan berikutnya, gadis muda yang sama memasuki sebuah restoran dan beberapa tempat umum lainnya dan lagi-lagi orang disekitarnya merasa tergerak untuk membantunya menemukan walinya dan mempedulikannya sehingga dia tidak menjadi korban kejahatan masyarakat. Eksperimen ini mengalami perubahan yang menarik di paruh video kedua. Gadis yang sama sekarang berpakaian seperti gadis miskin dengan pakaian koyak, kotor dan sekali lagi menunggu di alun-alun. Selama satu jam berikutnya, orangorang melewatinya seolah-olah dia tidak terlihat. Gadis muda itu kemudian memasuki restoran yang sama seperti sebelumnya. Hanya kali ini dia disambut dengan tatapan tidak suka dan seorang pelayan memanggil staf restoran untuk mengantarnya keluar. Eksperimen dipersingkat sebab

6

gadis muda itu menjadi putus asa dan sedih tak terkendali; meski dia tahu ini hanya eskperimen, rasa sakit yang dialami masih tak tertahankan. Meski hati pemirsa tergerak belas kasihan, kita tergoda untuk menggelengkan kepala melihat orang tidak peka dalam video. Ada pertanyaan yang mengganggu: berapa kali kita berjalan melewati orang miskin tanpa pandang sebelah mata? Apakah pertanyaan ‘apa yang dapat saya lakukan?’ pernah terbersit saat kita melewati mereka yang membutuhkan? Pemikiran tidak tepat bahwa orang miskin layak hidup di jalanan ‐ bahwa mereka terbiasa atau memilih hidup miskin dapat dengah mudah mengarahkan kita untuk membenarkan ketiadaan tindakan atau respons kita. Terlalu sering, yang miskinlah yang hancur oleh ketidakadilan dan terdorong ke pinggiran. Berikut adalah statistiknya:2 • Lebih dari 1,2 juta orang hidup dalam kemiskinan ekstrim dan hidup kurang dari $1.25 per hari. • Sekitar 75% populasi miskin dunia tinggal di daerah pedesaan dan mata pencaharian bergantung pada pertanian. • Di negara berkembang, orang miskin menghabiskan 60‐80% pendapatan mereka untuk makanan. Orang Amerika, misalnya, menghabiskan kurang dari 10%.

1

https://www.youtube.com/watch?v=MQcN5DtMT‐0

2

http://www.finca.org/campaign/world‐poverty/

Orang Kristen dapat memainkan peran penting dalam menangani dan memerangi masalah kemiskinan yang ekstrim karena Tuhan yang hidup di dalam kita! Berkali-kali, Alkitab berbicara tentang tanggung jawab sosial orang Kristen dalam terang Injil. Yesus tidak saja menangani kebutuhan rohani manusia tetapi juga kebutuhan materi, fisik dan emosional. Dia adalah Tuhan yang sama yang menjadi manusia dan dalam kemanusiaan-Nya, menyamakan diri-Nya dengan orang miskin dan menjadikan diri-Nya sendiri miskin. Yesus berkata, ‘Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orangorang untuk membebaskan orangorang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang’ (Lukas 4:18‐19). HatiNya selalu lembut dan tergerak oleh belas kasihan yang mengarah pada tindakan. Sebagai pengikut Kristus, yang diharapkan bagi kita jelas! Orang Kristen dipanggil untuk mengambil tugas orang miskin karena itu mencerminkan hati Tuhan yang kita sembah dan layani. Kita diundang untuk menjadi rekan kerja Kristus dan menjadi mata, telinga, mulut, tangan dan kaki-Nya di dunia.


Apa yang Alkitab ajarkan? •

Amsal 31:8‐9 berkata: ‘Bukalah mulutmu untuk orang yang bisu, untuk hak semua orang yang merana. Bukalah mulutmu, ambillah keputusan secara adil dan berikanlah kepada yang tertindas dan yang miskin hak mereka.’

Dalam Yeremia 22:3 kita temukan: ‘Beginilah firman Tuhan: Lakukanlah keadilan dan kebenaran, lepaskanlah dari tangan pemerasnya orang yang dirampas haknya, janganlah engkau memperlakukan orang asing, yatim dan janda dengan keras, dan janganlah engkau menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini!’

Mikha 6:8 berkata: ‘Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut Tuhan dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?’

1 Yohanes 3:17 mengandung pertanyaan: ‘Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?’

APA yang seharusnya KITA DOAKAN? •

Kesabaran dan pengertian antara mereka yang mengalami kemiskinan dan mereka yang tidak. Semoga kita lebih dimampukan untuk membayangkan diri kita menjalani kehidupan orang-orang di sekitar kita dan kemudian menggunakan pengalaman ini untuk menyampaikan perkataan dan perbuatan kita.

Agar pemerintah akan berbuat lebih banyak bagi mereka yang hidup dalam kemiskinan ‐ miskin makanan, uang dan tempat tinggal. Semoga mereka mendesak dan memperbaiki kebijakan, mendorong akuntabilitas, dan menangani korupsi. Berdoa agar dunia melihat orang miskin sebagai manusia dan bukan sebagai masalah atau proyek.

Agar mereka yang hidup dalam atau dekat kemiskinan dapat memperoleh ketrampilan yang diperlukan untuk memperbaiki kondisi mereka. Semoga orang-orang bersedia meluangkan waktu dan energi untuk mengajarkan ketrampilan ini dan semoga orang yang diperlukan ‐ misal, calon pemberi pekerja ‐ dapat melihat kondisi belakangan ini dan menawarkan peluang yang relevan.

APA yang dapat kita lakukan? •

Di beberapa bagian Afrika dan Asia, korps memiliki ladang di mana mereka dapat menanam makanan untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan. Di tempat lain, penampungan tunawisma, food banks (penyalur sisa makanan) atau dapur umum dan pusat bantuan pekerjaan terus-menerus membutuhkan sumbangan dan relawan.

Tingkatkan kesadaran tentang kemiskinan. Anda dapat menggunakan media sosial, percakapan, penulisan surat, email, telpon, dan banyak metode lainnya untuk tingkatkan pemahaman tentang kemiskinan dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini memungkinkan orang-orang untuk melihatnya di sekitar mereka dan melakukan sesuatu tentangnya.

Mengurangi kemiskinan perlu tindakan dari semua orang ‐ termasuk mereka yang hidup dalam kemiskinan. Proyek keuangan mikro, kewirausahaan dan pengembangan ketrampilan adalah cara di mana proses ini dapat bergerak maju.

Saksikan video yang disebutkan di halaman sebelumnya dalam kelompok kecil orang muda atau kelompok belajar dan minta mereka merenungkannya. Bagaimana perasaan mereka? Bagaimana tanggapan anda? 7


akhiri kelaparan sdg 2

Akhiri kelaparan, capai ketahanan pangan dan tingkatkan nutrisi serta promosikan pertanian berkelanjutan • • •

Akhiri kelaparan dan pastikan akses oleh semua orang, khususnya orang miskin dan orangorang dalam situasi rentan, termasuk bayi, ke makanan yang aman, bergizi dan cukup sepanjang tahun. Akhiri semua bentuk malnutrisi, termasuk pencapaian target yang disepakati secara internasional tentang stunting (bertubuh pendek) dan wasting (kurus/kurang gizi) pada anak di bawah usia 5 tahun. Pastikan sistem produksi pangan yang berkelanjutan dan terapkan praktik pertanian tangguh yang meningkatkan produktivitas dan produksi, yang membantu menjaga ekosistem, yang memperkuat kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim, cuaca ekstrim, kekeringan, banjir dan bencana lainnya.

Let‐Kolonel (Dr.) Dean Pallant Directur ISJC Pernahkah anda merasa lapar? Sangat lapar? Bukan rasa perih di perut saat makan malam terlambat 30 menit, tetapi energi yang melemah, sakit yang membuat pikiran mati rasa yang muncul saat tidak cukup makan selama berhari-hari, bermingguminggu atau berbulan-bulan. Rasa ini bukan sesuatu yang akrab bagi kita yang tumbuh dalam masyarakat yang relatif berada, tetapi PBB memperkirakan bahwa pada tahun 2014, 795 juta orang mengalami kekurangan gizi kronis ‘seringkali sebagai akibat langsung dari degradasi lingkungan, kekeringan dan hilangnya keanekaragaman hayati.’ Oleh karena itu, SDG 2 sangat penting. Zero hunger bertujuan untuk mengakhiri kelaparan, mencapai ketahan pangan, meningkatkan gizi, dan mempromosikan pertanian berkelanjutan di semua negara pada tahun 2030. Fakta 1 melukiskan gambar yang suram: • Mayoritas besar orang kelaparan di dunia tinggal di negara berkembang, di mana 12,9% poulasinya kekurangan gizi. • Asia Selatan menghadapi beban kelaparan terbesar, dengan sekitar 281 juta orang kekurangan gizi. • Gizi buruk menyebabkan hampir separuh (45%) kematian pada

1 2 3 8

Kontribusi dari Caitlin Hallett Magang di ISJC, 2015‐2016; sekarang tinggal di Australia

pada balita – 3,1 juta anak tiap tahun. Tapi ada kabar baik! Selama 15 tahun terakhir perang melawan kelaparan telah meningkat dengan prevalensi kelaparan turun dari 15% pada tahun 2002 menjadi 11% pada tahun 2016. Namun, lebih dari 790 juta orang di seluruh dunia masih kekurangan akses ke porsi makanan yang memadai dan bahkan jika tingkat penurunan ini terus berlanjut selama 15 tahun ke depan, target nol kelaparan pada tahun 2030 akan sangat terlewatkan. Sering dikatakan bahwa ada cukup makanan di dunia untuk memberi makan semua orang, kita hanya perlu mendistribusikannya secara adil. Namun mengakhiri kelaparan dan malnutrisi bukan hanya sekadar menyediakan akses mudah ke makanan bagi semua orang, tapi yang juga penting adalah akses ke makanan bergizi. Lebih dari 34 juta anak-anak di seluruh dunia menderita malnutrisi2, penyakit yang sepenuhnya bisa dicegah dan diobati, yang bila tak tertangani dapat membawa kematian. Di daerah seperti Afrika sub-Sahara, kebanyakan keluarga tidak mampu membeli makanan seimbang lebih dari dua kali seminggu sehingga daerah ini memiliki salah satu tingkat kekurangan gizi tertinggi di dunia.3

Mengakhiri kemiskinan dan malnutrisi juga sangat bergantung pada sistem produksi pangan dan praktik pertanian yang berkelanjutan. Pertanian adalah sumber mata pencaharian nomor satu di dunia, dengan lebih dari 40% populasi dunia bergantung padanya dan lebih dari 80% makanan yang dikonsumsi di negara berkembang berasal dari pertanian skala kecil. Tren terkini dalam industrialisasi, globalisasi dan komersialisasi, bagaimanapun, memiliki dampak besar pada pertanian skala kecil dan pada akhirnya mengurangi ketersediaan makanan bergizi dan mudah didapat di negara-negara berkembang. Kita mungkin tidak dapat membayangkan seperti apa rasanya kelaparan yang sesungguhnya itu, tetapi bagi sebagian besar penduduk, inilah kenyataan mereka, setiap hari. Jadi lain kali perut anda keroncongan, gunakan itu sebagai pengingat untuk berseru kepada Tuhan dalam doa bagi mereka yang kelaparan dan tanyakan pada diri sendiri ‘apa yang dapat saya lakukan dalam perjuangan untuk mengakhiri kelaparan, meningkatkan nutrisi dan mempromosikan pertanian berkelanjutan?’

http://www.un.org/sustainabledevelopment/hunger/ http://www.actionagainsthunger.org/hunger‐facts?gclid=CKXA0euVqdICFYKEswod1q8BAQ https://sustainabledevelopment.un.org/sdg2


Apa yang Alkitab ajarkan? •

Ulangan 10:17‐18 berkata: ‘Sebab Tuhan, Allahmu Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap, yang membela hak anak yatim dan janda dan menunjukkan kasih-Nya kepada orang asing dengan memberikan kepadanya makanan dan pakaian.’

Dalam Yesaya 58:6‐7 kita temukan: ‘Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!’

Yesaya 65:17, 19‐22 berkata: ‘Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru…di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak. Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk, sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk. Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya, dan mereka tidak akan menanam sesuatu, supaya orang lain memakan buahnya; sebab umur umat-Ku akan sepanjang umur pohon, dan orang-orang pilihan-Ku akan menikmati pekerjaan tangan mereka.’

Yohanes 15:5 adalah perkataan Yesus: ‘Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.’

APA yang seharusnya KITA DOAKAN? • Agar roh bersyukur akan terus ada dalam diri orang-orang yang memiliki makanan berlimpah dan bergizi untuk dimakan; kita bersyukur kepada Tuhan untuk persediaan makanan yang mencukupi di banyak wilayah di dunia. • Visi, optimisme, dan kearifan bagi mereka yang memiliki kekuasaan dan pengaruh untuk melakukan distribusi makanan dengan adil, semoga kita menyaksikan berakhirnya kelaparan. Semoga mereka yang bekerja untuk meningkatkan kehidupan masyarakat mengalami pengharapan dan tekad untuk melanjutkan.

Apa yang dapat kita lakukan? •

Berupaya membeli makanan yang diproduksi secara lokal dan melalui sistem pangan berkelanjutan.

Minimalkan pemborosan makanan dengan berusaha tidak membuang makanan dan hanya membeli yang anda perlukan.

Perhatikan orang-orang di sekitar anda: masak untuk orang-orang di komunitas anda yang tidak mampu membeli makanan; sumbangkan makanan ke penampungan dan food banks (penyalur sisa makanan); bentuk atau menjadi relawan di alun-alun/taman kota; mulai program pemberian makan di sekolah dan kelompok komunitas lokal anda.

Jika anda berada dalam posisi untuk melakukannya, sponsori anak atau komunitas negara berkembang.

9


sdg 3

hidup SEHAT DAN SEJAHTERA Pastikan hidup sehat dan promosikan kesejahteraan untuk semua usia • • • • •

Kurangi rasio kematian ibu secara global menjadi kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup. Akhiri kematian bayi baru lahir dan anak di bawah usia 5 tahun yang dapat dicegah. Akhiri epidemi AIDS, TBC, malaria, dan penyakit tropis yang terabaikan dan perangi hepatitis, penyakit yang ditularkan lewat air dan penyakit menular lainnya. Perkuat pencegahan dan pengobatan penyalahgunaan zat. Capai cakupan kesehatan universal, akses ke layanan perawatan kesehatan esensial yang berkualitas dan akses ke obat-obatan esensial yang aman, efektif, berkualitas dan terjangkau bagi semua.

Kapten (Dr.) Kathy Crombie Analis Penelitian Kebijakan Senior di ISJC, 2014‐2016 Memastikan hidup sehat dan mempromosikan kesejahteraan untk semua (semua usia) adalah penting untuk pembangunan berkelanjutan. PPB melaporkan bahwa, selama 15 tahun terakhir, langkah signifikan telah dibuat dalam meningkatkan harapan hidup dan mengurangi beberapa pembunuh umum yang terkait dengan kematian ibu dan anak. Kemajuan telah dicapai dalam meningkatkan akses terhadap air bersih dan sanitasi, menekan malaria, TBC, polio dan penyebaran HIV/AIDS. Namun, lebih banyak upaya diperlukan untuk sepenuhnya memberantas berbagai macam penyakit dan mengatasi banyaknya masalah kesehatan yang muncul terus-menerus. Selain itu, masih ada perbedaan besar dalam status kesehatan penduduk dunia di daerah-daerah berkembang dan maju. Contoh berikut memberikan gambaran sekilas tentang status kesehatan orang di seluruh dunia:1 • Lebih dari 6 juta anak meninggal sebelum ulang tahun kelima setiap tahun. Empat dari setiap lima kematian anak balita terjadi di sub-Sahara Afrika dan Asia Selatan. • Anak-anak yang lahir dalam kemiskinan hampir dua kali lebih mungkin meninggal sebelum usia 5 tahun dibandingkan yang berasal dari keluarga kaya.

• Proporsi ibu yang tidak selamat dalam persalinan masih 14 kali lebih tinggi di daerah berkembang dibandingkan di negara maju. • Hanya separuh wanita di daerahdaerah berkembang menerima perawatan kesehatan yang mereka butuhkan. • Pada akhir tahun 2013, diperkirakan ada 35 juta orang hidup dengan HIV (2,1 juta remaja). • Secara global, remaja perempuan menghadapi ketidaksetaraan berbasis gender, pengucilan, diskriminasi dan kekerasan, yang menempatkan mereka pada peningkatan risiko tertular HIV. • Prevalensi TBC dan malaria masih ada di dunia. Obesitas sekarang muncul sebagai epidemi kesehatan masyarakat yang utama di negara maju dan berkembang, berlipat ganda secara global antara 1980 dan 2014. Contoh berikut memberikan gambaran sekilas tentang prevalensi obesitas:2 • 2,1 juta orang – hampir 30% dari populasi dunia – mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. • 39% orang dewasa berusia 18 tahun ke atas mengalami kelebihan berat badan pada tahun 2014, dan 13% mengalami obesitas.

1

http://www.un.org/sustainabledevelopment/health/

2

http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs311/en/

10

• 42 juta balita mengalami obesitas pada tahun 2013. Kesehatan & kesejahteraan seluruh orang adalah inti pesan & pelayanan Yesus. Yang terus berlanjut melalui Gereja mula-mula dan masih relevan hari ini. Pesannya tetap tidak berubah. Tuhan mengasihi kita dan mempedulikan jiwa, roh & tubuh kita. Dia menghendaki agar kita mengasihi orang lain seperti diri sendiri. Termasuk dalamnya mempedulikan diri sendiri dan tubuh kita – bait Roh Kudus. Saat kita menjalani hidup, kita dapat menanyakan pada diri sendiri sejumlah pertanyaan perspektif untuk membantu membawa kita ke perspektif yang benar. Bagaimana bisa mengabaikan kesehatan dan kebugaran, baik spiritual atau fisik atau mental, mempengaruhi kemampuan kita untuk menjadi saksi yang baik bagi orang lain; kemampuan kita untuk memuliakan dan melayani Tuhan? Salah satu cara kita dapat memuliakan Tuhan adalah dengan mengikuti gaya hidup dan perilaku yang sejauh mungkin menghasilkan kesehatan dan kebugaran daripada memilih untuk berjalan di jalan yang mengarah pada penyakit dan masalah. Praktisnya, saat kita merawat tubuh kita, kemungkinan besar kita akan tetap aktif melayani Tuhan dan sesama. Mungkin kita perlu rencana kesehatan!


Apa yang Alkitab ajarkan? • Alkitab menilai kesehatan sebagai hal yang sangat penting. Yohanes, dalam surat ketiganya, menulis kepada Gayus: ‘Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu sama seperti jiwamu baik-baik saja’ (3 Yohanes 1:2). Sebagai manusia, pikiran, alam rohani dan tubuh semuanya saling berkait dan saling bergantung. Apa yang mempengaruhi yang satu akan mempengaruhi yang lain. Jika tubuh kita disalahgunakan, pikiran dan kodrat rohani kita tidak akan menjadi seperti yang seharusnya Tuhan tetapkan. •

Paulus, dalam suratnya kepada gereja di Roma, menulis tentang menempatkan hidup kita di hadapan Tuhan: ‘Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan bumi, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna’ (Roma 12:1‐2).

Alkitab berkata bahwa tubuh kita adalah milik Tuhan. Paulus menulis: ‘Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!’ (1 Korintus 6:19‐20).

APA yang seharusnya KITA DOAKAN? • Orang-orang yang menderita akibat kesehatan yang buruk. Semoga Tuhan memberikan kesembuhan fisik, kekuatan mental & dukungan yang tepat. Semoga kita menjadi orang yang percaya pada kuasa Tuhan untuk bekerja dalam segala keadaan. • Belas kasih pada orang-orang di sekitar kita. Semoga kita waspada terhadap masalah kesehatan baik fisik maupun mental. Saat dapat memberikan bantuan, semoga kita melakukannya, dan semoga kita selalu peduli pada kesehatan & kesejahteraan orang lain. Semoga hati kita dilembutkan sehingga solusi dapat dihasilkan & kesehatan & sumber daya lain dapat dibagikan. • Fasilitas & sumber daya dapat dikembangkan, terutama di tempat-tempat yang saat ini kurang. Semoga ada kemauan untuk menerapkan perawatan terbaik di semua komunitas.

Apa yang dapat kita lakukan? •

Pikirkan kesehatan anda sendiri. Bagaimana diet & olahraga anda? Apakah anda menjalani gaya hidup sehat? Lakukan perbaikan kecil ‐ lebih banyak berjalan kaki, makan lebih banyak buah dan sayuran, makan lebih sedikit makanan ‘jajanan’ tidak sehat ‐ atau porsi besar ‐ turunkan berat badan atau lakukan olahraga baru.

Bagaimana anda menjaga kesehatan rohani anda? Apakah anda meluangkan cukup waktu untuk mempelajari Alkitab dan berdoa?

Dukung inisiatif yang sedang berlangsung untuk tingkatkan kesehatan di seluruh dunia. Banyak teritori di Bala Keselamatan, dan lembaga lainnya, bekerja di negara berkembang untuk proyek kesehatan ‐ dapatkah anda sumbangkan uang untuk membantu hal ini? 11


sdg 4

Pendididikan untuk semua Pastikan edukasi berkualitas yang inklusif & adil & promosikan pembelajaran seumur hidup • • • •

Pastikan agar semua anak laki-laki & perempuan menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah secara gratis, setara dan berkualitas yang mengarah pada hasil pembelajaran yang relevan dan efektif. Pastikan agar semua anak laki-laki dan perempuan mempunyai akses ke pengembangan, pengasuhan, dan pendidikan anak usia dini yang berkualitas sehingga mereka siap untuk pendidikan dasar. Pastikan akses yang sama bagi semua perempuan dan laki-laki ke pendidikan teknis, kejuruan dan tersier yang terjangkau dan berkualitas, termasuk universitas. Hapuskan perbedaan gender dalam pendidikan & pastikan akses yang setara.

Luke Cozens Magang di ISJC, 2015‐2016; sekarang tinggal di London, Inggris Tujuan Pengembangan Milenium (MDGs) yang membentuk agenda pembangunan internasional dari tahun 2000 hingga 2015 termasuk target untuk ‘Mencapai Pendidikan Dasar Universal’. Tenggat waktu untuk tujuan itu telah lewat, namun menurut kampanye #UpForSchool, pada tahun 2015 ‘59 juta anak [tidak] bersekolah dasar – dan ratusan juta lainnya tidak belajar.’1 Membangun MDGs, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 4 bertujuan untuk menyelesaikan pekerjaan agar semua anak laki-laki dan perempuan selesaika pendidikan dasar. Namun, ini jauh melampaui target – ini juga bertujuan memberikan pendidikan menengah universal kepada anak-anak, meningkatkan akses ke universitas, mendidik orang dewasa, memberikan pelatihan kejuruan dan mendidikan dalam kewarganegaraan global. Ini tujuan yang ambisius dan perlu banyak perubahan! Data PBB menunjukkan:2 • Pendaftaran di pendidikan dasar di negara berkembang telah mencapai 91% tetapi 57 juta anak tetap tidak bersekolah. • Lebih dari separuh anak yang tidak bersekolah tinggal di subSahara di Afrika. • Diperkirakan 50% anak putus sekolah usia sekolah dasar tinggal di daerah terkena dalam konflik.

• 103 juta orang muda di seluruh dunia tidak memiliki ketrampilan literasi dasar, dan lebih dari 60% di antaranya adalah perempuan. Tuhan menciptakan manusia dengan kemampuan untuk memahami dunia tempat kita ditempatkan. Dia menanamkan sebagian diri-Nya dan rencana-Nya untuk kehidupan yang dapat ditemukan dengan melatih pikiran kita. Dalam Kejadian manusia pertama terutama ditugaskan untuk memberikan nama pada penciptaan dan melakukannya: ‘Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu … Lalu Tuhan Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.’ (Kejadian 2:15 & 19). Adalah hak istimewa dan kewajiban kita untuk berjalan di dunia dengan mata terbuka. Kita diciptakan bukan saja untuk menjadi “hewan” lain di dalam tubuh alam, tetapi juga membentuk ciptaan dalam kemitraan dengan Tuhan. Kita belajar bagaimana merawat taman, bagaimana membuat makanan, bagaimana memasaknya, bagaimana merawat tubuh kita dengan obat &

1. http://www.theirworld.org/causes 2. http://www.un.org/sustainabledevelopment/education/ 3. http://www.un.org/en/sections/issues‐depth/education/index.htm 12

bagaimana merawat satu sama lain. Tidak semua orang harus menjadi dokter atau petani, tapi saat kita tidak dapat memberikan akses penuh kepada sesama agar mendapatkan peluang pendidikan, kita menghilangkan kemampuan mereka untuk berpartisipasi sepenuhnya dalam rancangan Alla untuk kehidupan manusia. Lebih dari itu, kita merampok komunitas kita dari wawasan yang dapat diberikan orang-orang ini kepada kita. Menurut PBB: ‘[Edukasi] berkontribusi untuk mendorong perdamaian, demokrasi dan pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesehatan dan mengurangi kemiskinan … mempromosikan kesetaraan gender … mengurangi kematian anak … berkontribusi pada peningkatan kesehatan ibu … menolong perangi HIV, malaria dan penyakit lain yang dapat dicegah … mendorong kelestarian lingkungan … [dan] membantu pembangunan global.’3 Ini bukan berarti pendidikan akan selamatkan dunia. Kita tidak dapat belajar banyak tentang ciptaan namun mengabaikan Pencipta dan sebagian pengetahuan itu terlalu indah bagi kita untuk dicapai. Pendidikan tidak menggantikan kepercayaan pada Tuhan. Namun, ketika kita belajar dan jelajahi dunia dengan Tuhan, kita temukan bahwa semuanya mengarah pada-Nya.


Apa yang Alkitab ajarkan? •

Tuhan adalah sumber segala pengetahuan. Amsal 1:7 diawali: ‘Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan’. Amsal 3:5 berkata: ‘Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri’.

Yohanes 8:31‐32 mengatakan kepada kita perkataan Yesus: ‘“Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

Tuhan, berbicara kepada Musa dalam Keluaran 31:2‐3 berkata: ‘“Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan”’.

APA yang seharusnya KITA DOAKAN? •

Semua pendidik, kepala sekolah, administrator, penjaga sekolah, juru masak dan pelatih, dan orang lain yang membantu kita memperoleh pendidikan. Minta Tuhan memberi kita kekuatan, kebijaksanaan, dan istirahat saat ketiganya bekerja untuk meningkatkan pengertian kita.

Mereka yang tidak mempunyai akses ke pendidikan yang mereka perlukan, baik itu pendidikan dasar, pengetahuan kejuruan atau pekerjaan akademis. Semoga mereka mendapat akses ke peluang yang mereka perlukan untuk maju dan menjalani hidup yang memuaskan.

Para pemimpin dunia yang putuskan dan pengaruhi kebijakan pendidikan, dan bagi mereka yang bekerja untuk tingkatkan akses ke pendidikan. Semoga mereka beroleh pengertian akan manfaat yang didapat dari pembelajaran.

Bahwa Tuhan akan ungkapkan bidang-bidang dalam hidup anda di mana anda dapat beroleh pemahaman yang mendalam tentang ciptaan-Nya. Doakan agar Dia memberimu hikmat.

Apa yang dapat kita lakukan? •

Menunjukkan komitmen pada praktik pendidikan. Menjadi relawan dalam program mentoring, pendidikan dan pelatihan dan menolong orang muda dan orang dewasa yang ingin mengembangkan ketrampilan baru.

Sumbangkan buku yang anda miliki ke sekolah lokal. Ini mendukung masyarakat dengan cara praktis dan memanfaatkan sumber daya lama dengan baik tanpa mengerluarkan uang.

Membantu sekolah lokal, misalnya bergabung dengan asosiasi orangtua-guru (atau yang sederajat) atau dalam peran sebagai pengawas sekolah. Lembaga-lembaga pendukung dengan cara ini memungkinkan masyarakat memberikan arahan yang baik tentang kebijakan, maksud dan tujuan; menjadi bagian dari membantu memastikan pendidikan terbaik bagi semua.

Terus mendidik diri sendiri ‐ lewat membaca, riset online, kursus, pembelajaran online, dan menantang diri sendiri belajar ketrampilan baru. 13


KESETARAAN GENDER sdg 5

Capai kesetaraan gender dan berdayakan semua wanita dan anak perempuan • • • • • • •

Akhiri semua bentuk diskriminasi terhadap semua wanita dan anak perempuan di manapun. Hapus semua bentuk kekerasan terhadap semua wanita dan anak perempuan di ruang publik & privat, termasuk perdagangan manusia dan seksual dan jenis eksploitasi lainnya. Hapus semua praktik berbahaya, seperti pernikahan paksa dini pada anak, serta mutilasi alat kelamin wanita. Akui dan hargai perawatan tak berbayar dan pekerjaan rumah tangga melalui penyediaan layanan publik, infrastruktur & kebijakan perlindungan sosial & promosi tanggung jawab bersama di dalam rumah tangga dan keluarga sebagaimana layaknya secara nasional. Pastikan partisipasi penuh dan efektif bagi wanita serta peluang yang sama dalam kepemimpinan di semua tingkat pengambilan keputusan dalam kehidupan politik, ekonomi dan publik. Jamin akses universal ke kesehatan seksual dan reproduksi dan hak reproduksi. Lakukan reformasi untuk memberikan wanita hak yang sama atas sumber daya ekonomi, serta akses ke kepemilikan dan kendali atas tanah dan bentuk properti lainnya, layanan keuangan, warisan dan sumber daya alam, sesuai dengan hukum nasional.

Let‐Kolonel (Dr.) Eirwen Pallant Wakil Direktur ISJC; Ketua Gugus Tugas Anti Perdagangan manusia Internasional

K

esetaraan gender berarti

memastikan keadilan bagi semua orang tanpa memandang gender mereka. Pria dan wanita, anak perempuan dan laki-laki harus diperlakukan dengan keadilan yang setara setiap saat. Bagaimana agar terjadi secara nyata? Di banyak bagian dunia, wanita dan anak perempuan tidak diperlakukan sama. Sikap dan persepsi kita membentuk cara berpikir kita. Jadi apa yang membentuk persepsi kita tentang anak perempuan dan wanita? Beberapa tahun lalu, saya mengunjungi opsir BK di India, yang kurang bisa berbahasa Inggris. Putri mereka yang berusia 10 tahun berbicara bahasa Inggris dengan sangat baik dan itu mengejutkan saya. Ia menjelaskan kepada saya bahwa ia sering menonton banyak acara berbahasa Inggris dan acara favoritnya adalah ‘America’s Next Top Model’. Saya bertanya-tanya apakah acara ini membentuk pikirannya, terutama cara dia memandang diri sendiri, tempat dan perannya di dunia. Cara wanita digambarkan di media, dan dalam masyarakat kita, sangat berpengaruh pada sikap wanita dan pria terhadap wanita, bukan saja 1 14

pada bagaimana mereka seharusnya berpenampilan tetapi juga pada bagaimana mereka seharusnya diperlakukan. Laporan dari Organisasi Buruh Internasional pada tahun 2015 menjelaskan dampak diskriminasi gender. ‘Secara umum diakui bahwa beberapa kendala utama yang menahan wanita adalah stereotip gender, budaya perusahaan, kesulitan dalam seimbangkan pekerjaan dan tanggung jawab keluarga serta bentuk bias gender yang lebih halus dan tempat kerja.’1 Hal ini mengakibatkan wanita dibayar dengan upah lebih rendah dan kurang terwakili dalam posisi pengambilan keputusan. Sebagai yang baru lulus kedokteran di pertengahan tahun 1980an saya mengalami diskriminasi gender di tempat kerja. Misalnya, ketika saya melamar posisi dokter junior, saya ditanyai pertanyaan yang mengusik tentang kehidupan pribadi saya yang tidak pernah ditanyakan kepada pelamar pria, dan jawaban saya mempengaruhi peluang saya untuk posisi itu. Namun, itu tidak seberapa dibandingkan dengan diskriminasi yang dihadapi ibu dan nenek saya ketika mereka masih muda. Nenek meninggalkan sekolah ketika berusia

ILO Report: Women In Business And Management: Gaining Momentum, 2015

14 tahun – dan sebelumnya dia jarang pergi ke sekolah. Ia anak perempuan sulung dan bahkan di usia yang sangat muda dia sudah bertugas untuk menjaga semua saudaranya yang lebih muda. Pendidikannya mendapat prioritas rendah dalam keluarga. Saya senantiasa mengucap syukur untuk kesempatan yang datang kepada saya, bukan saja dalam pendidikan tetapi juga dalam banyak kehidupan lainnya. Namun, saya sadar bahwa saya adalah salah satu yang beruntung. Banyak wanita di dunia yang diperlakukan dengan sangat berbeda, tidak hanya ditolak dalam banyak kesempatan tapi dimanfaatkan dan dilecehkan oleh pria, dan wanita lainnya, karena mereka dipandang sebagai makhluk yang ‘lebih rendah’, dan karenanya tidak berhak atas perawatan atau perlindungan. Statistik kekerasan terhadap wanita, baik fisik maupun seksual, belum mental dan psikologis sangat mengerikan. Statistik ini hanya akan berubah jika persepsi wanita diubah. Hanya ketika persepsi berubah, kesetaraan gender akan menjadi kenyataan.


Apa yang Alkitab ajarkan? •

Di awal penciptaan kita diberitahu tentang kisah penciptaan dan tempat manusia dalam ciptaan. ‘Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi”’ (Kejadian 1:27‐28).

Injil menunjukkan kepada kita bagaimana Yesus memperlakukan wanita. Kristus datang ke dunia agar orang-orang bisa memiliki kehidupan yang berkelimpahan, tidak bergantung pada jenis kelamin, ras, warna kulit atau kekuasaan. ‘Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya”’ (Lukas 10:38‐42). Tempat wanita sering terlihat di rumah dan mengurus semua pekerjaan yang terlibat, termasuk memasak dan menjaga orang di rumah. Di sini, Yesus dengan sangat jelas menunjukkan bahwa wanita harus diberi kesempatan yang sama dengan pria untuk belajar. Dia tidak bergabung dengan Marta untuk menegur Maria karena tidak berada di dapur, sebaliknya Dia memuji Maria karena memilih pilihan yang lebih baik, bergabung dengan para pria untuk mendengarkan ajaran-Nya.

APA yang seharusnya KITA DOAKAN? •

Wanita dan anak perempuan menderita, diperlakukan kurang dari harkat sejati mereka karena jenis kelamin mereka.

Sikap terhadap perubahan, menjadikan tidak dapat diterima menganggap wanita dan pria sebagai komoditas sebab semua orang diakui sebagai orang yang berharga.

Berdoa agar semua pria & wanita, anak perempuan & laki-laki di Gereja belajar menghormati satu sama lain, menghargai perbedaan & mengenali bagaimana bersama-sama kita bisa saling memajukan, menjadi saksi dunia akan indahnya gender.

Apa yang dapat kita lakukan? Mari kita semua berhenti dan berpikir tentang budaya kita – di rumah, di tempat kerja, di Bala Keselamatan, di komunitas kita. Apakah sikap dan harapan kita mendorong kesetaraan gender? Apa yang bisa kita lakukan secara berbeda? Berikut beberapa ide: •

Menyadari apa yang kita katakan ketika kita berbicara tentang orang yang berbeda dari kita. Kita harus berhati-hati agar tidak menyebut orang dengan menggunakan istilah yang merendahkan gender mereka.

Dorong anak perempuan dan wanita untuk mengambil kesempatan dalam pengembangan pribadi.

Dukunga wanita dan anak perempuan yang pernah dilecehkan dan kehilangan harga diri mereka. Kita harus mendorong dan memampukan mereka untuk membangun kepercayaan diri mereka. 15


air bersih dan sanitasi sdg 6

Pastikan ketersediaan dan keberlanjutan pengelolaan air dan sanitasi bagi semua • Mewujudkan akses universal & adil air untuk air minum yang aman & terjangkau bagi semua. • Mewujudkan akses ke sanitasi dan keberhasihan yang layak dan adil bagi semua dan mengakhiri buang air besar sembarangan, memberikan perhatian khusus pada kebutuhan wanita dan anak perempuan dan mereka yang berada dalam situasi rentan. • Meningkatkan kualitas air dengan mengurangi polusi, menghilangkan buang air sembarangan, dan meminimalkan pelepasan bahan kimia dan bahan berbahaya, mengurangi separuh proporsi air limbah yang tidak diolah dan secara substansial meningkatkan daur ulang dan secara global penggunaan barang bekas dengan aman. • Secara substansial meningkatkan efisiensi penggunaan air dan memastikan pengambilan dan pasokan air tawar yang berkelanjutan untuk mengatasi kelangkaan air. • Melindungi dan memulihkan ekosistem terkait air, termasuk pegunungan, hutan, lahan basah, sungai, akuifer, dan danau.

Robert Docter Magang di ISJC, 2015‐2016; sekarang tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat

S

anitasi dan air adalah dua

komponen dasar yang dibutuhkan semua orang setiap hari. Tidak peduli apapun budaya, agama atau wilayah geografis, semua manusia akan pergi ke kamar mandi dan mengkonsumsi air. Keduanya adalah sarana penting untuk bertahan hidup. Mudah sekali beranggapan bahwa sanitasi dan air akan selalu ada. Akses mendapatkan air dan sanitasi sesungguhnya cukup mewah mengingat angka-angka global saat ini:1 • Setidaknya 1,8 miliar orang di seluruh dunia menggunakan air minum yang tercemar tinja. • Kelangkaan air mempengaruhi lebih dari 40% populasi dunia dan diperkirakan akan meningkat. Lebih dari 1,7 miliar orang saat ini tinggal di daerah aliran sungai di mana penggunaan air melebihi isi ulang. • 2,4 miliar orang tidak memiliki akses mendapatkan layanan sanitasi dasar, seperti toilet atau jamban. Ada cukup teknologi dan pasokan air untuk menyediakan dunia dengan air bersih. 1 16

Namun, faktor ekonomi dan lingkungan mencegah akses lebih dari 1 miliar orang untuk mendapatkan air.1 Akses ke air, sungai, penyaringan, dan penyimpanan air bersih mencegah pembangunan berkelanjutan. Kekeringan dan cuaca ekstrim lainnya sangat merugikan negara-negara termiskin di dunia, berdampak pada perkembangan anakanak yang paling rentan terhadap kekurangan air bersih dan sanitasi. Menurut PBB, ‘setiap hari, hampir 1,000 anak meninggalkan karena penyakit diare terkait air dan sanitasi yang sebenarnya dapat dicegah.’1 Faktor-faktor lain yang secara langsung terkait dengan sanitasi dan air: kelaparan karena pertanian yang buruk, kekurangan gizi, penyakit, ekonomi yang buruk dan polusi. Dalam hal di mana akses mendapatkan air sangat jauh, banyak yang harus mengorbankan waktu, tenaga, dan keamanan saat pergi untuk mengambil air. Hal ini akan membuang waktu belajar di kelas bagi anak-anak dan peluang untuk pekerjaan berbayar. Bepergian juga membahayakan mereka yang tinggal di

http://www.un.org/sustainabledevelopment/water‐and‐sanitation/

daerah-daerah konflik. Pertanyaan yang terus mengemuka: bagaimana akses dan teknologi air dapat menjangkau mereka yang membutuhkannya? SDG 6 menyediakan target dan inisiatif untuk diikuti/dipatuhi dunia. Hari Toilet Sedunia PBB berfungsi untuk mendidik masyarakat tentang kurangnya air dan sanitasi yang dapat diakses di seluruh dunia. Ini adalah hari untuk aksi dan advokasi, dan berupaya untuk mendidik masyarakat tentang 2,4 miliar orang – terutama wanita dan anak-anak – yang tidak memiliki sanitasi yang baik. Penting untuk diperhatikan pekerjaan signifikan dari Bala Keselamatan dalam program air dan sanitasi di negara-negara termasuk Angola, Papua Nugini, Sri Lanka, dan Zambia. Program-program ini dan program-program lainnya di seluruh dunia berfungsi sebagai model untuk pekerjaan lanjutan dan peningkatan akses mendapatkan air bersih dan sanitasi.


Apa yang Alkitab ajarkan? •

Dalam Yohanes 4:13‐14, Yesus berkata: ‘“Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.

Dalam Yohanes 4:10‐15 kita membaca: ‘Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup”. Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiir dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?” Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepad hidup yang kekal”. Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air”.

Yesaya 12:3 berkata: ‘Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.’ Penggunaan metafora ini mengingatkan kita bahwa air dianggap sebagai bagian penting dari kehidupan. Upaya harus dilakukan untuk menyediakannya secara universal. Semoga mereka yang belum mengetahui ‘nikmatnya’ air bersih bisa mengaksesnya.

APA yang seharusnya KITA DOAKAN? •

Bersyukur untuk air pemberi kehidupan yang Yesus berikan dengan cuma-cuma.

Pekerjaan program air dan sanitasi yang sedang berlangsung – membawa pertumbuhan, stabilitas, dan proyek lebih lanjut sambil memastikan keselamatan, kesehatan, pertumbuhan, perkembangan, dan perlindungan. Juga untuk pembiayaan proyek-proyek yang sedang berjalan di daerah-daerah yang membutuhkan, kekeringan, konflik, dan bantuan bencana alam.

Mereka yang tidak memiliki akses ke air bersih dan sanitasi di seluruh dunia – supaya mereka dapat pulih baik secara spiritual maupun fisik. Semoga Tuhan menyinari mereka.

Apa yang dapat kita lakukan? •

Dukung proyek Daerah Aliran Sungai Bala Keselamatan (www.salvationarmy.org.uk/watershed). Galang dana ‐ barangkali dengan mengikuti Tantangan Air Keran ‐ dan caritahu lebih lanjut dampak pekerjaan ini di seluruh dunia. Anda akan temukan banyak sumber daya di situs web The Salvation Army's International Development Service.

Tantang para pemimpin dunia untuk tingkatkan sanitasi di daerah yang membutuhkan. Baik itu pasokan air bersih atau pekerjaan pembuangan limbah dengan cara yang lebih baik, dorong pemerintah dan pemimpin dunia untuk menjadikan masalah ini prioritas yang lebih tinggi.

17


sdg 7

Energi bersih, terjangkau Pastikan akses ke energi yang terjangkau, andal, dan berkelanjutan tersedia bagi semua • • • •

Pastikan akses universal ke layanan energi yang terjangkau, andal dan modern. Tingkatkan secara substansial pangsa energi terbarukan dalam bauran energi global. Gandakan tingkat peningkatan efisiensi energi global. Tingkatkan kerjasama internasional untuk memfasilitasi akses ke penelitian dan teknologi energi bersih dan teknologi bahan bakar fosil yang lebih maju dan lebih bersih, dan mempromosikan investasi dalam infrastruktur energi dan teknologi energi bersih.

Let‐Kolonel (Dr.) Dean Pallant

Direktur ISJC

K

apan anda terakhir kali mengalami

kehabisan pasokan listrik? Sebagian besar pembaca di Eropa dan Amerika Utara barangkali hanya perlu beberapa detik untuk berpikir – sebab memang ini kejadian sangat langka. Pernah terjadi kehabisan besarbesaran pasokan listrik di London dan Timur Laut Amerika Serikat pada tahun 2003. Sangat mengejutkan sebab orang-orang sama sekali tidak siap dan kejadian itu mendominasi berita selama berhari-hari. Negaranegara maju sangat bergantung pada listrik sehingga kita tidak dapat berfungsi tanpanya – kereta berhenti, tidak ada penerangan, pemanas atau pendingin untuk kantor dan rumah, gadget elektronik kehabisan daya baterai, dan bagaimana kita bisa memasak makanan jika oven microwave berhenti berfungsi? Masyarakat Barat abad ke-21 perlur sejumlah besar daya untuk terus hidup. Namun, jika anda tinggal di Asia atau Afrika dan belum pernah mengalami pemadaman listrik dalam beberapa bulan sebelumnya, maka anda beruntung. Ketika melayani istri saya, Eirwen, dan saya melayani di Rumah Sakit Chikankata di daerah pedesaan Zambia pada tahun 1990an kami sering mengalami pemadaman listrik – kadang setiap kali berlangsung selama 48 jam. Merupakan masalah

1

18

besar menjalankan rumah sakit tanpa pasokan listrik dan air – listrik diperlukan untuk memompa air dari bendungan. Sebagian besar pemadaman listrik ini disebabkan oleh pengelolaan yang buruk, sambaran petir atau pencuri yang mencuri kabel tembaga. Kondisinya tidak membaik dalam beberapa tahun terakhir. Orangtua saya tinggal di Cape Town, Afrika Selatan, satu bagian dunia yang sangat indah, tetapi mereka harus belajar hidup dengan pemadaman listrik yang rutin. Hal ini biasanya bukan terjadi karena pengelolaan yang buruk atau pencurian, melainkan karena kurangnya daya di jaringan nasional. Tidak ada kecukupan listrik untuk memenuhi permintaan, sehingga daya di daerah tersebut dimatikan secara bergiliran. Ini yang disebut dengan ‘pelepasan muatan’ dan sering terjadi pada jam yang tidak nyaman – antara 6 sore hingga 8 malam – saat banyak orang butuh listrik untuk memasak atau menghangatkan rumah. Permintaan listrik di seluruh dunia meningkat dengan cepat. Saya telah bepergian ke Asia secara rutin selama 8 tahun terakhir dan saya terusmenerus terpesona oleh – kebanyakan orang-orang usia antara 20an dan 30an – yang menerima gaji yang lumayan dan sudah bisa membeli TV, lemari es, telpon, komputer, dan kadang bahkan AC. Tak satupun melewatkan peluang untuk mendapatkan teknologi paling sederhana yang oleh masyarakat

https://www.eia.gov/outlooks/ieo/world.cfm

barat dianggap barang biasa. Namun, menghasilkan daya yang cukup untuk memenuhi tuntutan yang wajar merupakan tantangan yang besar. Banyak negara telah berkomitmen untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil (minyak, batu bara, gas alam) karena masalah lingkungan. Namun, bahan bakar tersebut menyumbang 87% dari konsumsi energi primer global pada tahun 2012. Diperkirakan pada tahun 2040 bahan bakar cair, gas alam, dan batu bara masih akan menyumbang 75% dari total konsumsi energi dunia.1 Mengganti bahan bakar fosil dengan energi nuklir menimbulkan banyak masalah keamanan. Kita dapat berharap bahwa ilmuwan akan menemukan cara baru untuk memanfaatkan energi dari matahari, angin dan air – yang disebut sumber daya ‘energi hijau’ – tetapi pada kenyataannya masih lama sebelum sumber energi yang murah dan berkelanjutan dapat memenuhi permintaan dunia akan daya listrik. Ini adalah masalah yang kompleks. Tidak ada solusi sederhana, namun bukan berarti kita tidak bisa menghindari masalah denganmenutup mata, dan berharap masalah akan hilang sendiri.


Apa yang Alkitab ajarkan? Sebagian besar dari sumber energi yang kita pergunakan pada hari ini belumlah ditemukan pada zaman Alkitab. Tidak ada ayatayat Alkitab yang menginstruksikan kita apakah kita harus membangun ataukah menutup pembangkit listrik tenaga nuklir, misalnya. Akan tetapi Alkitab memang memuat beberapa prinsip yang membantu kita memutuskan apa yang seharusnya kita lakukan. Pernyataan Posisi Internasional tentang Lingkungan Hidup (www.salvationarmy.org/isjc/ips) menyoroti tiga prinsip penting: •

Tuhan adalah pencipta, pemerintah dan pemelihara segala sesuatu. Bumi dan segala isinya adalah milik Tuhan (Mazmur 24:1, Keluaran 19:5). Sebagai manusia yang diciptakan menurut gambar Allah (Kejadian 1:27) kita dipercayakan untuk menjaga sumber daya Bumi (Kejadian 2:15). Tuhan mengundang kita untuk berbagi tanggung jawab atas pemeliharaan Ciptaan (Kejadian 1:28‐31; 2:15) dan berpartisipasi dalam pekerjaan pemulihan dunia (Roma 8:19‐22).

Relasi Tuhan dengan Ciptaan adalah relasi kasih sayang dan kepedulian. Pemeliharaan bumi yang dipercayakan kepada manusia adalah cerminan dari kepedulian itu, sebab manusia diciptakan menurut gambar Allah. Dunia diciptakan untuk memuji Tuhan dan menyatakan kemuliaan-Nya (Mazmur 19:1‐6); pemeliharaan bumi yang diembankan kepada kita adalah untuk mewujudkan tujuan itu.

Kerusakan bumi sebagian merupakan akibat dari aktivitas manusia IYesaya 24:5‐6) dan oleh sebab itu menjadi tanggung jawab kita untuk bekerja memulihkan bumi. Perintah Alkitab kepada umat manusia untuk ‘menaklukkan’ dan memerintah atas’ harus ditafsirkan sebagai persyaratan untuk menjadi pengurus yang baik dan bukannya dipahami sebagai pembenaran dalam menyalahgunakan sumber daya bumi (Kejadian 1:28). Pengaruh yang tidak proporsional dari perubahan iklim dan degradasi lingkungan di bagian dunia yang termiskin menciptakan tanggung jawab tambahan untuk membela perjuangan mereka yang rentan dengan memulihkan rasa keadilan bagi komunitas global (Mikha 6:8).

APA yang seharusnya KITA DOAKAN? •

Bagi orang-orang di dunia yang memiliki akses ke energi – semoga kita selalu menjadi pengurus yang baik dari sumber daya yang dipercayakan pada kita. Semoga kita tidak pernah boros atau sombong dengan mengonsumsi lebih dari yang perlu.

Bagi mereka yang bekerja untuk mengembangkan sumber energi yang berkelanjutan – semoga mereka diberikan wawasan dan kearifan untuk mengembangkan solusi yang bermanfaat bagi anggota masyarakat yang paling miskin.

Bagi mereka yang tidak dapat mengakses daya yang cukup untuk kebutuhan dasar mereka.

Apa yang dapat kita lakukan? •

Matikan barang-barang yang menggunakan energi seperti lampu, televisi, dan pemanas saat tidak digunakan. Kurangi ‘mil udara’ (jarak tempuh produk) makanan anda dan gunakan transportasi yang lebih bersih.

Dukung organisasi yang membawa energi terbarukan ke negara berkembang. Hal ini membawa manfaat yang sangat besar bagi masyarakat di daerah itu, dan energi terbarukan lebih mudah diperkenalkan di mana infrastruktur yang ada tidak perlu diganti.

Desak politisi dan pemimpin untuk beralih ke sumber energi yang lebih bersih dan lebih terjangkau, hindari sumber bahan bakar fosil. Petisi, tulis surat, dan bergabung dengan kampanye semua ini bisa menjadi cara efektif untuk melakukannya. 19


Kerja baik dan ekonomis sdg 8

Dorong pertumbuhan ekonomi yang berkembang, inklusif, dan berkelanjutan, lapangan kerja penuh dan produktif, serta pekerjaan yang layak bagi semua • • • •

Pertahankan pertumbuhan ekonomi sesuai dengan kondisi nasional. Mencapai tingkat produktivitas ekonomi yang lebih tinggi melalui diversifikasi, peningkatan teknologi, dan inovasi. Capai pekerjaan penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak bagi semua perempuan dan lakilaki, termasuk orang muda dan penyandang disabilitas, dan upah yang setara untuk semua pekerjaan yang setara. Hapus kerja paksa, akhiri perbudakan modern dan perdagangan manusia, serta akhiri pekerja anak. Lindungi hak-hak tenaga kerja dan dorong lingkungan kerja yang aman dan terjamin bagi semua pekerja, termasuk pekerja migran dan mereka yang berada dalam pekerjaan berbahaya.

Robert Docter Magang di ISJC, 2015‐2016; sekarang tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat

P

endapatan penting untuk

kelangsungan hidup. Pada tingkat paling dasar, kita bekerja untuk mendapatkan penghasilan sehingga kita bisa memenuhi kebutuhan universal akan makanan, air dan tempat tinggal. Uang juga memberikan peluang untuk menabung, berinvestasi, meminjamkan dan berdagang. Kebanyakan orang memiliki kewajiban hukum untuk membayarkan kepada pemerintah sebagian dari pendapatan mereka dalam bentuk pajak. Orang beriman juga diharapkan memberikan sebagian dari pendapatan mereka kepada Tuhan dan beramal. Namun, hampir semua orang menginginkan lebih. Saya lahir dan dibesarkan di Amerika Serikat. Saya akui saya rakus sejak usia muda. Saya selalu mengganggu orangtua saya untuk dibelikan mainan terbaru yang dimiliki teman-teman saya. Tapi itu tidak cukup – selalu ada hal lain yang saya inginkan. Satu mobil mainan tidak sebagus memiliki dua mobil mainan! Sayangnya, kita tidak bisa dengan mudah melepaskan keinginan kekanakkanakan kita. Mudah sekali untuk menginginkan lebih dan lebih – bukan demi kebaikan semua orang, tetapi kita didorong oleh keegoisan. Dalam kondisi terekstrim, ambisi egois ini

berujung pada korupsi, perdagangan ilegal, perdagangan manusia, eksploitasi lingkungan dan sebagainya. Keserakahan itu agresif, menular dan katalisator ketidakadilan. SDG ke-delapan adalah komitmen para pemimpin dari 193 negara untuk memastikan pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi semua orang. Ini adalah tujuan yang harus didukung oleh orang Kristen. Pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi adalah hal yang baik dan pemberian dari Tuhan. Banyak dari ketidakadilan global saat ini yang berakar pada akses yang tidak setara ke lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi. Hal ini memaksa banyak orang mencari pekerjaan yang tidak memberikan pertumbuhan dan keselamatan, seperti perdagangan manusia, aktivitas kriminal, perdagangan ilegal, dan kerja paksa. Dua statistik menyoroti masalah global ini: • Menurut Organisasi Buruh Internasional, lebih dari 204 juta orang menganggur pada tahun 2015.1 • Hampir separuh populasi dunia masih hidup dengan penghasilan

yang setara dengan sekitar US$2 [Rp 29.447] sehari. Dan di banyak tempat, memiliki pekerjaan tidak menjamin kemampuan untuk keluar dari kemiskinan.2 SDG 8 adalah tujuan menyeluruh yang membahas banyak komponen, seperti: • Upaya menuju penciptaan lapangan kerja yang berkualitas; • Produktivitas ekonomi yang berkelanjutan dan inovasi teknologi; • Mengurangi dampak lingkungan; • Mendorong praktik yang adil dalam perbankan dan investasi; • Pembentukan lebih banyak usaha kecil dan menengah; • Menanamkan kebijakan yang menghapus kerja paksa, perdagangan manusia, perdagangan ilegal dan kegiatan kriminal lainnya; • Praktik keuangan yang bertanggung jawab. Ad banyak masalah yang dijejalkan ke dalam satu SDG ini, tetapi tujuan yang mencakup semua itu diperlukan untuk mengatasi kekuatan keserakahan di dunia kita saat ini.

1

http://www.undp.org/content/undp/en/home/sdgoverview/post‐2015‐development‐agenda/goal‐8.html

2

http://www.un.org/sustainabledevelopment/economic‐growth/

20


Apa yang Alkitab ajarkan? •

Dalam Kejadian 41:34‐36 kita melihat bagaimana Tuhan menyukai bekerja untuk kepentingan bersama dan manfaat ekonomi yang baik: ‘“Baiklah juga tuanku Firaun berbuat begini, yakni menempatkan penilik-penilik atas negeri ini dan dalam ketujuh tahun kelimpahan itu memungut seperlima dari hasil tanah Mesir. Mereka harus mengumpulkan segala bahan makanan dalam tahun-tahun baik yang akan datang ini dan, di bahwa kuasa tuanku Firaun, menimbun gandum di kota-kota sebagai bahan makanan, serta menyimpannya. Demikianlah segala bahan makanan itu menjadi persediaan untuk negeri ini dalam ketujuh tahun kelaparan yang akan terjadi di tanah Mesir, supaya negeri ini jangan binasa karena kelaparan itu.”’

Amsal 22:16 mengingatkan kita pentingnya ekonomi yang adil dan terstruktur dengan baik: ‘Orang yang menindas orang lemah untuk menguntungkan diri atau memberi hadiah kepada orang kaya, hanya merugikan diri saja.’

Dalam kitab yang sama kita juga menemukan nasihat tentang sikap yang benar terhadap pekerjaan kita. Amsal 16:2‐3 berkata: ‘Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhan yang menguji hati. Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu.’

1 Timotius 6:10 memberitahu kita untuk memberikan penegasan pekerjaan dan ekonomi kita pada Tuhan, bukan uang: ‘Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.’

APA yang seharusnya KITA DOAKAN? •

Mengucap syukur untuk inovasi yang memungkinkan ekonomi kita berkembang dan seringkali untuk pekerjaan yang meningkat. Kita telah membuat terobosan dalam industri melalui ketrampilan dan talenta yang Tuhan anugerahkan.

Untuk berakhirnya semua bentuk pelecehan di tempat kerja: eksploitasi, kerja paksa dan praktik-praktik yang tidak adil. Semoga Tuhan berkarya dalam kehidupan orang-orang yang melakukan pelecehan. Semoga mereka yang dilecehkan menemukan jalan keluar ‐ menuju perdamaian dan kerja yang layak.

Untuk perbaikan kondisi dan kualitas hidup semua orang, untuk memastikan tak satupun tertinggal.

Apa yang dapat kita lakukan? •

Hindari membeli produk, termasuk pakaian dan makanan, yang diproduksi dengan menggunakan praktik-praktik eksploitatif seperti kerja paksa atau upah rendah. Berbelanja secara etis di mana anda bisa.

Dukung usaha ‘Orang Lain’ Bala Keselamatan (www.tradeforhope.com). Yang bertujuan menciptakan lapangan kerja, mengembalikan keuntungan untuk mengembangkan bisnis dan menciptakan lapangan kerja lebih lanjut ‐ memelihara keberlanjutan dan kemandirian.

Caritahu tentang Gerakan Akuntabilitas Bala Keselamatan (www.salvationarmy.org/accountability). Pertimbangkan seberapa bertanggung jawab anda kepada Tuhan dan sesama dalam pekerjaan anda atau cara anda menjalankan bisnis.

Terlibat dalam program yang mengembangkan pelatihan ketrampilan, pendampingan dan dukungan. Hal-hal ini dapat membantu orang mendapatkan pekerjaan yang baik dan menghidupi diri sendiri. 21


infrastruktur dan inovasi sdg 9

Bangun infrastruktur yang tangguh, dorong industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan, serta pupuk inovasi •

Kembangkan infrastruktur yang berkualitas, andal, berkelanjutan, dan tangguh untuk mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan manusia, dengan fokus pada akses yang terjangkau dan setara untuk semua. Dorong industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan dan secara signifikan meningkatkan pangsa industri dalam pekerjaan dan produk domestik bruto. Tingkatkan akses industri kecil dan perusahaan lain ke layanan keuangan, termasuk kredit yang terjangkau, dan integrasinya ke dalam rantai nilai dan pasar.

• •

Dr. James Read Analis Kebijakan Senior di ISJC; Ketua Dewan Masalah Moral dan Sosial Internasional

T

ujuan ke-sembilan menggunakan beberapa kata hebat: infrastruktur, industralisasi dan inovasi. Di balik kata-kata hebat itu terdapat gagasan besar dan ambisi besar. Meskipun saya tidak menemukan kata-kata hebat ini dalam Alkitab, gagasan dibaliknya pasti ada. Umat Kristiani diundang untuk berdoa memohon hikmat dan keberanian sehingga gagasan yang ambisius itu bukan hanya gagasan umat manusia, tetapi gagasan yang mendorong visi Tuhan tentang keadilan sosial. Bukan misteri mengapa negaranegara di dunia menjadikan industrialisasi sebagai tujuan. Industrialisasi telah menciptakan kemakmuran materi yang tak tertandingi yang sekarang dialami oleh orang-orang di dunia yang ‘lebih maju’. Dan sampai negara-negara ‘kurang berkembang’ mengalami pertumbuhan dalam industrialisasi ekonomi mereka, mereka akan semakin tertinggal. Sebaliknya, industrialisasi menyebabkan perubahan besarbesaran dalam pekerjaan. Misalnya, industri pertanian menggunakan mesin untuk menanam, mengairi, memanen dan dalam prosesnya memaksa buruh tani kehilangan pekerjaan. Apa yang harus mereka pekerjaan? Dan di mana melakukannya? ‘Darkest England’ tempat di mana William Booth melayani mengalami kemelut sebab 1

22

banyak orang yang pindah dari desa ke kota untuk mencari pekerjaan. Dan terlalu sering pekerjaan yang mereka temukan tidak memberikan nutrisi baik tubuh maupun jiwa mereka. Para pemimpin pabrik industri menjadi sangat kaya – para pekerja melarat. Ketika William Blake menulis tentang ‘pabrik setan gelap’ Inggris, dia menulis tentang dampak industrialisasi. Apa yang terjadi di abad ke-19 Blake dan Booth dapat terjadi pada abad ke-21 kita. Kita perlu berdoa dan bekerja dengan cerdas untuk memastikan itu tidak terjadi. Infrastruktur mengacu pada jalan, jembatan, jalur, kereta api, dan bandara yang memungkinkan pergerakan orang dan barang. Ini mengacu pada pasokan air dan listrik serta pembuangan limbah yang aman yang membuat suatu negara layak huni. Sekarang ini juga mengacu pada ‘superhighway informasi’ (internet) dan sistem telekomunikasi. Saya pernah mendengar cerita inspiratif yang mengaitkan inovasi dengan infrastruktur. Pada tahun 2001, kelaparan membuat keluarga William Kamkwamba yang berasal dari Malawi hanya makan satu kali sehari. Tanpa uang untuk bersekolah, William menemukan buku tentang sains. Ilustrasi tentang kincir angin membuatnya penasaran.

Buku itu mengatakan bahwa kincir angin bisa menghasilkan listrik dan memompa air. Dengan ketabahan dan kecerdikan, William mengumpulkan bahan-bahan dari tempat barang rongsokan – kipas traktor yang dibuang, rangka sepeda tua, peredam kejut, pipa plastik yang meleleh, dan dinamo bekas. Akhirnya, keluarganya memperpanjang hari-hari dengan empat lampu kecil yang ditenagai oleh generator kincir angin yang telah dibuatnya. Kemudian ia membangun kincir angin kedua yang menarik air dari sumur kecil di dekat rumahnya untuk mengairi pertanian keluarganya. Hasilnya, mereka mulai memanen dua kali panen jagung dalam setahun.1 Kondisi material kehidupan manusia berdampak pada kondisi spiritual; dan kesehatan spiritual seseorang mempengaruhi infrastrukturnya. Interaksi itu tidak sederhana atau selalu sama, tapi nyata. Tuhan telah membuat manusia menjadi jiwa yang berwujud dan tubuh yang terlindungi. Saat kita mendoakan SDG 9, dan tentang infrastruktur yang tangguh, industrialisasi dan inovasi, kita perlu berdoa agar para pemimpin ekonomi dan politik dunia menyadari keterkaitan itu.

Learn more at his TED talk (https://www.ted.com/talks/william_kamkwamba_how_i_harnessed_the_wind) and the ISJC resource 'Think on These Things' (https://issuu.com/isjc/docs/think_on_these_things).


Apa yang Alkitab ajarkan? •

Alkitab tidak berbicara tentang internet atau listrik yang dihasilkan angin, tetapi sebenarnya berbicara tentang konsep infrastruktur. Salah satu hal yang membuat gambaran tentang Yerusalem Baru menyenangkan bagi kita adalah karena dibangun dengan kokoh, dialiri dengan baik dan terang benderang; jalan-jalan dari utara, selatan, timur dan barat mengarah ke sana, dan orang-orang dari mana-mana dapat melewatinya tanpa rasa takut. Tidak ada gambaran yang lebih baik tentang ‘infrastruktur tangguh’ selain ini.

Alkitab juga menunjukkan kepada kita infrastruktur yang digunakan untuk tujuan yang tidak adil. Efesus 2 menggambarkan bagaimana Kristus datang untuk merobohkan dan menghancurkan tembok permusuhan yang telah didirikan untuk tujuan memisahkan orang-orang. Hal ini mengingatkan kita akan infrastruktur yang tangguh – seperti tirai besi, tirai bambu, dan perbatasan berkawat silet – belum tentu baik atau adil atau sesuai dengan visi Tuhan.

Ketika rasul Paulus menggambarkan Yesus Kristus sebagai ‘batu penjuru’, dia menggunakan bahan infrastruktur sebagai analog untuk infrastruktur rohani. Tetapi ketika Nabi Nehemia menggambarkan pembangunan kembali Yerusalem, yang digunakan adalah bahasa infrastruktur secara langsung. Ini adalah kisah informatif tentang memperbaiki tembok dan bangunan serta mengamankan titik-titik penyeberangan perbatasan setelah jatuhnya Yerusalem ke tangan Babilonia. Satu hal yang membuatnya informatif adalah berbagai cara yang mengingatkan kita bahwa menjadi ‘Pemulih Jalanan’ (Yesaya 58:12) adalah penting secara materi dan rohani. Keduanya saling berkaitan.

APA yang seharusnya KITA DOAKAN? • Mengucap syukur kepada Tuhan, Sang Pencipta, Pemelihara dan Pemerintah segala sesuatu. ‘Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah’ (Ibrani 3:4). • Bagi semua orang yang terlibat dalam pekerjaan membangun kembali apa yang telah dihancurkan oleh perang dan permusuhan, dengan demikian mempersulit orang untuk mengalami hal-hal baik dalam hidup. • Untuk keteguhan hati para pemimpin nasional yang telah berjanji untuk mengupayakan SDG 9.

Apa yang dapat kita lakukan? •

Berperan aktif dalam perencanaan lokal. Caritahu tentang perkembangan baru dan proyek terdekat dan renungkan dampaknya. Hauskah anda mendukung mereka? Bisakah anda menawarkan saran untuk memperbaiki rencana tersebut? Anda mungkin menemukan beberapa tumpang tindih yang bermanfaat dengan SDG 11.

Dorong pengembangan dan penelitian ilmiah. Ikuti terus berita terbaru dan diskusikan masalah dengan orang di sekitar anda ‐ percakapan seperti ini dapat menginspirasi orang lain. Pilih teknologi baru dan berkelanjutan yang dapat menghasilkan peningkatan luas di banyak area yang terdapat dalam Go and Do Something.

Bala Keselamatan berpengalaman di sejumlah negara dalam menawarkan kursus pelatihan dalam mengelola hutang pribadi dan program untuk membantu orang kembali bekerja. Bisakah anda membantu atau menetapkan salah satunya di komunitas anda? 23


sdg 1 0

kurangi ketimpangan Kurangi ketimpangan di dalam dan antar negara • Secara progresif capai dan pertahankan pertumbuhan pendapatan dari 40% populasi terbawah. • Berdayakan dan dorong inklusi sosial, ekonomi dan politik bagi semua, tanpa memandang usia, jenis kelamin, disabilitas, ras, etnis, asal, agama atau ekonomi atau status lainnya. • Pastikan peluang yang sama dan kurangi ketimpangan hasil, termasuk dengan menghapus UU, kebijakan dan praktik yang diskriminatif dan dorong UU, kebijakan dan tindakan yang sesuai dalam hal ini. • Adopsi kebijakan, terutama kebijakan fiskal, upah dan perlindungan sosial, dan secara progresif mencapai kesetaraan yang lebih besar. • Pastikan representasi dan suara yang meningkat untuk negara berkembang dalam pengambilan keputusan. • Fasilitasi migrasi dan mobilitas orang secara tertib, aman, teratur dan bertanggung jawab. • Terapkan prinsip perlakukan khusus dan berbeda untuk negara berkembang, khususnya negara kurang berkembangs. Mayor Victoria Edmonds Perwakilan Senior PBB di New York, ISJC

O

xfam, a UK‐based

charity,

reported in 2010 that 388 of

the richest people owned the same wealth as half of the world’s population – the poorest half. When Oxfam reported in 2014, the number of rich people had dropped to 80, and by 2015 the number was down to 62 who owned the same wealth as half the world’s population.1 Income inequality is on the rise, with the richest 10 per cent earning up to 40 per cent of total global income. The poorest 10 per cent earn only between two and seven per cent of total global income. When taking into account the population growth in developing countries, inequality has increased by 11 per cent. Increasing inequality needs urgent action. But what can be done to help those who earn so little? What policies will include all people regardless of sex, race or ethnicity? Income inequality is a complex global problem that requires complex global solutions. This involves improving 1

24

the regulation and monitoring of financial markets and institutions, as well as encouraging development assistance and direct foreign investment to regions where the need is greatest. Most of the specific targets of SDG 10 ‐ a selection of which are shown at the top of the page ‐ use very complicated language. We might think this has nothing to do with us. Wrong! Every Christian needs to follow the example of Jesus and care particularly for the poor. While Jesus said, ‘The poor you will always have with you, but you will not always have me’ (Matthew 26:11), he was not giving us an excuse to do nothing about poverty. We have the wonderful opportunity through The Salvation Army Self‐Denial Fund (World Services programme) to help others who deal with inequity in many of the poorest places on earth. Every Salvationist – even those living in

the poorest countries – is asked to participate in this annual project to raise funds. That money enables people with few financial resources to help themselves. Corruption and greed are usually the root cause of why there is inequality within and among countries. The human desire to look after oneself, rather than care about others, is caused by our sinful nature. Scripture addresses inequality, and in 1 John 2:16 we read: ‘For everything in the world—the lust of the flesh, the lust of the eyes, and the pride of life—comes not from the Father but from the world.’ As long as there is sin in this world, reducing inequities within and among countries will be a problem. But the words of Jesus remind us of a reality: ‘I have told you these things, so that in me you may have peace. In this world you will have trouble. But take heart! I have overcome the world’ (John 16:33).

https://www.theguardian.com/business/2016/jan/18/richest‐62‐billionaires‐wealthy‐half‐world‐population‐combined


Apa yang Alkitab ajarkan? •

Nafsu mata adalah godaan melihat hal-hal yang seharusnya tidak kita lihat atau menginginkan hal-hal yang seharusnya tidak kita miliki. Dengan kata lain, yaitu mengarahkan pandangan kita pada sesuatu disertai keingingan dan hasrat, sebab hal itu berpotensi menjadi penyebab ketidaksetaraan. Sebaliknya, orang Kristen diperintahkan: ‘Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.’ (Ibrani 12:2).

Kita hidup di dunia yang mendambakan apa yang orang lain miliki – potensi penyebab ketidaksetaraan antar negara. Contoh nyata dari nafsu kedagingan ini adalah banyaknya perang yang terjadi selama bertahun-tahun – negara-negara menyerang negara lain untuk mendapatkan sumber daya mereka, seperti minyak dan mineral. Dalam Keluaran 20:17 kita membaca: ‘“Jangan mengingini ... apapun yang dipunyai sesamamu.”’

Kesombongan hidup adalah godaan akan kebesaran atau kekuasaan yang mengambil alih kemampuan berpikir kita dan yang terlihat dalam ketidaksetaraan bangsa-bangsa. Kita diingatkan bahwa kesombongan dapat menguasai hidup orang dan, tak lama kemudian, menghancurkannya kecuali mereka terus-menerus menjaga hati di hadapan Tuhan. Kesombongan terlihat dalam beberapa cara: mulai dari keinginan untuk mendapat pujian atau kemuliaan untuk hal-hal yang dilakukan orang lain (atau Tuhan) hingga keinginan agar orang lain ‘menyembah’ atau menjunjung tinggi kita. Kadang kita ingin ‘membuat nama untuk diri sendiri’ atau merasa dihargai atau lebih penting dari orang lain. Terkadang kita ingin berada dalam posisi berkuasa atas orang lain sedemikian rupa untuk meningkatkan ego kita atau demi ‘hak membual’ (Yesus berkata bahwa mereka yang ingin menjadi besar harus menjadi pelayan terbesar – lihat Matius 20:25‐ 28). Amsal 4:25‐27 memerintahkan kita: ‘Biarlah matamu memadang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka. Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.’

APA yang seharusnya KITA DOAKAN? •

Orang yang menderita akibat ketidaksetaraan. Baik melalui kesempatan yang terbatas, percakapan dan sikap yang terisolasi atau kualitas hidup yang tidak terpenuhi, semoga mereka merasakan pengharapan dan tujuan.

Sesama Kristen yang alami ketidaksetaraan, ketidakadilan & kemiskinan dalam hidup. Semoga iman mereka pada Kristus tetap kokoh meski hadapi tantangan. Semoga mereka yang saat ini belum kenal Tuhan temukan nilai mereka dalam Dia.

Orang-orang di seluruh masyarakat dan di seluruh dunia yang bertindak tidak adil akibat prasangka dan sikap masyarakat. Semoga keadaan berubah dan semua orang bekerja sama untuk mencapai kondisi terbaik untuk satu sama lain.

Apa yang dapat kita lakukan? •

Menjadi pendukung bagi mereka yang dirugikan karena ketidaksetaraan. Misalnya, adakan atau libatkan percakapan tentang kesenjangan gaji, sikap yang mendorong ketidaksetaraan, dan niatkan untuk melakukan pendekatan positif kepada mereka yang berbeda dari anda.

Dukung inisiatif yang dirancang untuk mengurangi ketidaksetaraan dan memberikan dukungan praktis kepada mereka yang kurang beruntung. Misalnya, ikuti proyek yang mendukung tunawisma, orang miskin, minoritas, dan kelompok lainnya.

25


sdg 1 1

Komunitas berkelanjutan Jadikan kota dan pemukiman manusia inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan • Pastikan akses bagi semua orang untuk mendapat perumahan dan layanan dasar yang layak, aman, dan terjangkaul perbarui daerah kumuh. • Sediakan akses ke sistem transportasi yang aman, terjangkau, dapat diakses dan berkelanjutan bagi semua, tingkatkan keselamatan jalan raya, terutama dengan memperluas transportasi umum. • Sediakan akses universal ke ruang yang aman, inklusif, dan dapat diakses, hijau dan publik. • Dukung negara kurang berkembang dalam membangun bangunan yang berkelanjutan dan tangguh.

Dr. Aimee Paterson Konsultan Etika Kristen di The Salvation Army Ethics Centre in Winnipeg, Kanada f you read the final two chapters

I

of the Bible (Revelation 21‐22),

you will see that the city operates like an ecosystem. It’s a place where everything works together for good. The bounty and beauty of the environment are celebrated as nature is incorporated in the city’s very design. A thirst‐quenching river flows and trees yield nourishing fruit. Health and wholeness are sustained all year round. But there’s no sunlight or moonlight, because God’s glory extinguishes the darkness of night. This holy city doesn’t just celebrate nature. God’s light shines both on nature and human culture and creativity: streets, walls, nations and tribes. The city gates never close ‐ everyone lives in a safe neighbourhood. This is what the new Jerusalem is like. It is a place where God dwells among the people. Human beings have long built cities seeking to provide people with safety, community and the promise of a better future. We want to be able to meet our own needs, also doing our best to ensure that our children can meet theirs. This is sometimes called ‘sustainable development’. On our own, we have never succeeded; yet Christians are told not to despair but to be hopeful. The prophets call us to concern ourselves with the welfare 1 2 3 26

of human communities and seek justice in our cities.1 Glen Stassen, In Just Peacemaking: Transforming Initiatives for Justice and Peace, observes that sustainable development is, in part, the result of welfare and justice. What might welfare and justice in a city look like today? First think about what injustice and a lack of welfare look like. In a nation like Brazil, they might look like the favelas on the outskirts of major cities. Favelas were originally considered temporary residences for immigrants moving from the outlying country to the cities to build a better life. But making a new start requires money and opportunity, and many immigrants were pushed out of the urban centres. For the most part, favelas failed to receive public services, with some still having no sanitation, electricity, medical care, education, public transit or city planning. With no viable economy, drug trafficking and violence run rampant. Residents often live in inadequate housing. Many favelas have been wiped away in mudslides or floods because of their geographic locations. The Salvation Army has a serving presence in favelas,2 but Salvationists are also encouraged to learn from people who are disenfranchised. What lessons do

Jeremiah 29:7; Amos 5:15 https://www.youtube.com/watch?v=Z5BShmE0KLc https://www.youtube.com/watch?v=2sT8rhhbCUA

residents of favelas have to teach us? In recent years, a number of favelas have been building communities of resilience by working hand in hand with the land and with each other. They govern themselves creatively and sustainably. Informal waste collection systems are organised. Bicycles are commonly used for transit. Houses are constructed on stronger foundations, providing protection from natural disaster. Vegetable gardens are grown for nutritional benefits. Forests and wildlife are seen as natural resources to be protected. People support one another when there is need. A number of residents claim that they live in a favela not because they have to but because they choose to.3 One non‐ governmental service worker observes: ‘Everyone knows everyone. There aren’t walls around the houses, everything is open.’ Sounds a little bit like the city of God, doesn’t it? However, it will be challenging for favelas to develop some other components of SDG 11 if they continue to be neglected by their municipal governments. Let’s continue to live in hope that increasing support will be given to disenfranchised communities and that welfare and justice will be achieved for everyone.


Apa yang Alkitab ajarkan? • Tuhan ada di tengah-tengah kota dan komunitas sebab Dia mempedulikan mereka. Kejadian 28:16‐17 berkata: ‘Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: “Sesungguhnya Tuhan ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.” Ia takut dan berkata: “Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga.”’ Lihat juga Mazmur 46. • Kita didorong untuk berdoa bagi yang paling rentan, dan bekerja bagi dan bersama mereka ‐ lihat Keluaran 22:21‐24 dan Mazmur 68:5. • Di sepanjang perjalanan, kita dapat terinspirasi oleh visi kota yang telah diubahkan – Yerusalem baru! ‐ lihat Ibrani 13:14, Galatia 4:26 dan Wahyu 21‐22.

APA yang seharusnya KITA DOAKAN? •

Mengucap syukur kepada Tuhan untuk anugerah masyarakat yang sehat dan relasi yang kita nikmati di kota kita (Ibrani 10:24‐25; Mazmur 133:1; Yesaya 45:18).

Berdoa untuk pelayanan Bala Keselamatan di daerah-daerah miskin perkotaan. Bala Keselamatan lahir di daerah kumuh perkotaan Victoria Inggris dan masih banyak warga Bala Keselamatan di seluruh dunia yang berusaha menjadikan kota inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan. Semoga kehendak Tuhan terjadi di kota-kota kita hari ini seperti di sorga (Matius 6:10).

Berdoa bagi mereka yang menjadi bagian dari pelayanan Bala Keselamatan di seluruh dunia, supaya mereka tidak bosan mengerjakan pekerjaan baik (Galatia 6:9).

Untuk otoritas pemerintah di negara berkembang. Berdoa agar mereka tergerak oleh tangisan orang-orang yang hidup dalma kondisi menyedihkan dan agar mereka menanggapi dengan cara yang adil dan penuh kasih (Matius 14:14).

Berdoa untuk pemerintah di seluruh dunia yang telah menandatangani SDGs, agar mereka terus menunjukkan komitmen terhadap transformasi yang adil dari kota dan kehidupan kota (1 Timotius 2:1‐2).

Apa yang dapat kita lakukan? •

Caritahu apa yang terjadi di daerah anda dalam hal pembangunan dan tata kelola. Dengan pengetahuan ini, perhatikan dan dukung inisiatif yang akan memberi manfaat ‐ seperti gedung, program, dan organisasi baru.

Menjadi anggota komunitas yang aktif, bergabung dengan asosiasi pendudukk lokal dan kenali tetangga anda. Ikut serta dalam acara lokal. Dengan cara ini, rasa kepemilikan akan kota anda menjadi semakin besar anda dan memiliki suara yang lebih besar dalam menjalankan dan mengembangkannya.

Melakukan jalan doa, baik sendirian maupun bersama teman-teman. Saat melewati lingkungan komunitas anda ‐ atau sebagian dari lingkungan itu ‐ doakan orang-orang yang tinggal dan bekerja di jalan-jalan dan bangunan yang anda lewati. 27


sdg 1 2

konsumsi yang bertanggung jawab Pastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan • Wujudkan pengelolaan yang berkelanjutan dan penggunaan sumber daya alam yang efisien. • Kurangi separuh limbah makanan global per kapita di tingkat ritel dan konsumen mengurangi kerugian pangan di sepanjang rantai produksi dan pasokan, termasuk kerugian pasca panen. • Capai pengelolaan bahan kimia dan semua limbah yang ramah lingkungan sepanjang siklus hidup dan secara signifikan mengurangi pembuangan ke udara, air dan tanah guna meminimalkan dampak buruknya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. • Secara substansial kurangi timbunan sampah melalui pencegahan, pengurangan, daur ulang, dan penggunaan kembali. • Dorong perusahaan, terutama perusahaan besar dan transnasional, untuk mengadopsi praktik berkelanjutan dan mengintegrasikan informasi berkelanjutan ke dalam siklus pelaporannya. • Galakkan praktik pengadaan publik yang berkelanjutan, sesuai dengan kebijakan dan prioritas nasional.

Sharlene Lucero Delegasi Gadis Bala Keselamatan ke PBB; sekarang tinggal di New York City, Amerika Serikat

Makanan, energi, dan air diperlukan agar kita dapat bertahan hidup.

Dalam rutinitas harian kita, kita terus menggunakan produk berkelanjutan untuk segala hal seperti memasak, mandi, keperluan listrik, dan kesehatan. Sayangnya, kita cenderung menggunakan semuanya secara sembarangan tanpa menyadari konsekuensinya terhadap dunia Tuhan yang indah yang dipercayakan kepada kita. Saya lahir di kota New York di mana segala sesuatu mulai dari makanan hingga energi dipasok dalam sekejap. Di negara maju, sebagian besar penduduk tidak memahami bahwa ekses jumlah energi, makanan, dan air yang kita gunakan adalah pemborosan dan hal itu berdampak pada orang-orang di negara berkembang yang sangat membutuhkannya. Bahkan ketika menyangkut makanan, kita tidak sadar berapa banyak yang kita miliki sampai kita berada di titik pergumulan hidup ketika kita berusaha keras membayar tagihan kita yang tidak seberapa dan menekan agar makanan bertahan untuk waktu yang lebih lama. Pada satu titik dalam hidup saya, keluarga saya mengalami masa yang sukar 1 28

ketika ayah saya kehilangan pekerjaan selama 15 tahun. Kami harus pastikan agar energi, makanan, dan air bisa bertahan untuk waktu yang lama. Kami bergumul tetapi kami terus beriman kepada Tuhan bahwa ayah akan mendapatkan pekerjaan secepat mungkin sebab kami bergantung pada ayah dalam segala hal. Kami berharap hidup akan kembali normal. Namun kondisi hidup tidak selalu kembali normal bagi mereka yang hidup di negara berkembang. Setiap sumber daya sangat berharga! SDG 12 adalah tujuan yang ditetapkan oleh para pemimpin dari 193 negara untuk membuat dunia yang lebih hijau dengan memiliki sumber daya, pekerjaan yang layak bagi semua, dan mempertahankan gaya hidup yang berujung pada pelestarian air, tanah, dan kehidupan yang ‘lebih hijau’ dan lebih aman. Sebagai orang Kristen, ini adalah SDG yang harus kita dukung sepenuhnya. Konsumsi secara tidak bertanggung jawab di pihak kami mengakibatkan kondisi kerja yang tidak adil di pihak mereka yang bekerja untuk memenuhi pemintaan itu serta alam itu sendiri. Kita bertanggung jawab menjaga ciptaan Tuhan dan satu sama lain. Tiga statistik yang soroti masalah global:1

http://www.un.org/sustainabledevelopment/sustainable‐consumption‐production/

• Setiap tahun, diperkirakan sepertiga dari semua makanan yang diproduksi – setara dengan 1,3 miliar ton seharga $1 triliun – berakhir membusuk di tempat sampah konsumen dan pengecer, atau rusak akibat praktik transportasi dan panen yang buruk. • Umat manusia mencemari air lebih cepat daripada yang dapat didaur ulang dan dimurnikan oleh alam di sungai dan danau. • Rumah tangga mengonsumsi 29% energi global dan dampaknya berkontribusi pada 21% emisi CO2. Di dalam Alkitab kita belajar bahwa sejak awal Tuhan menciptakan dunia dan menjadi tanggung jawab kita untuk memelihara apa yang Tuhan telah ciptakan. Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab berperan penting dalam proses ini. Sebagai warga Bala Keselamatan, kita seharusnya tidak hanya memberikan bantuan kepada orang lain, tetapi juga bagi dunia kita.


Apa yang Alkitab ajarkan? •

Dalam Kejadian 1 kita melihat bagaimana Tuhan menciptakan bumi dan segala isinya, setiap hal saling bergantung dan manusia bertugas untuk memeliharanya. ‘“... penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi ... Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.”’ Perenungan lebih lanjut tentang bagian ini terdapat dalam pendahuluan buku ini.

Dalam Amsal 27:23 kita temukan nasihat berikut: ‘Kenallah baik-baik keadaan kambing dombamu, perhatikanlah kawanan hewanmu.’ Meskipun mengacu pada ternak, kita melihat prinsip penting di sini. Tuhan ingin kita memiliki pemahaman dan pengelolaan yang baik atas sumber daya kita, bukan untuk menyalahgunakan atau menyianyiakannya. Memelihara bumi sama dengan memuliakan Tuhan.

Dalam Pernyataan Posisi Internasional Bala Keselamatan berjudul ‘Peduli Lingkungan’ (www.salvationarmy.org/isjc/ips), kita membaca hal yang berikut ini: ‘Relasi Tuhan dengan Ciptaan adalah relasi kasih sayang dan kepedulian. Pemeliharaan bumi yang dipercayakan kepada manusia adalah cerminan dari kepedulian itu, sebab manusia diciptakan menurut gambar Allah. Dunia diciptakan untuk memuji Tuhan dan menyatakan kemuliaan-Nya (Mazmur 19:1‐6); pemeliharaan bumi yang diembankan kepada kita adalah untuk mewujudkan tujuan itu.’

APA yang seharusnya KITA DOAKAN? •

Negara-negara dunia berkembang yang menghadapi kelaparan, kekeringan dan kekurangan listrik.

Pekerjaan orang-orang di seluruh dunia yang mengadvokasi pelestarian lingkungan kita.

Pemimpin industri, pemerintah dan organisasi yang memiliki pengaruh pada produksi dan konsumsi. Semoga mereka sadar akan dampaknya dan bertindak penuh tanggung jawab, terus-menerus memimpin jalan menuju planet yang lebih baik.

Sikap di antara orang-orang yang memperhatikan lingkungan. Semoga kita melihat perubahan gaya hidup untuk menjaga lingkungan kita tetap sehat dan bersih.

Apa yang dapat kita lakukan? •

Jadikan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab sebagai kunci gaya hidup anda. Daur ulang sebanyak mungkin, gunakan kembali semampu anda, dan pastikan anda hanya menggunakan yang anda perlukan. Hindari budaya sekali pakai yang lazim di masyarakat.

Beralih ke metode dan perangkat yang lebih baik untuk lingkungan ‐ hal-hal seperti mencabut peralatan, membatasi lama pancuran air, dan menghindari bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan dapat membuat perbedaan besar.

Dorong gereja, komunitas, dan bisnis lokal anda untuk mengadopsi prinsip-prinsip ini dalam membatasi dampak kita terhadap planet ini. 29


perubahan iklim sdg 1 3

Ambil tindakan segera untuk perangi perubahan iklim dan dampaknya • Perkuat ketahanan dan kapasitas adaptif terhadap bahaya terkait iklim dan bencana alam di semua negara. • Integrasikan tindakan perubahan iklim ke dalam kebijakan, strategi dan perencanaan nasional. • Tingkatkan pendidikan, peningkatan kesadaran dan kapasitas manusia dan kelembagaan tentang mitigasi perubahan iklim, adaptasi, pengurangan dampak dan peringatan dini. • Dorong mekanisme untuk meningkatkan kapasitas untuk perencanaan dan manajemen terkait perubahan iklim yang efektif di negara berkembang kepulauan kecil.

Kayla Calvo Delegasi Gadis Bala Keselamatan ke PBB; sekarang tinggal di New York City, Amerika Serikat

T

ingkat karbondioksida di atmosfir

saat ini menunjukkan peningkatan 100 bagian per juta sejak 1950, ketika tingkat yang dipertahankan sebelumnya mulai meningkat.1 Suhu global telah menigkat pesat dalam dekade terakhir; di India pada Mei 2015, suhu mencapai 51ºC menewaskan ribuan orang dan merusak tanaman. Sejak tahun 1980an badai menigkat, menjadi lebih kuat dan jauh lebih berbahaya, berkisar antara 4 dan 5 kategori. Sejak 1993, permukaan laut meningkat 88mm.2 Semua fakta ini menunjukkan bahwa dunia tempat kita hidup berada dalam bahaya kehancuran. Kekeringan membuat para petani di banyak daerah di dunia tidak mungkin menanam tanaman. Banjir telah menghancurkan rumah keluarga, membuat mereka rentan dan kehilangan tempat tinggal. Badai telah memisahkan anggota keluarga dan menghancurkan kota dan desa. Saat permukaan laut naik, banyak kota dan pulau terancam terbenam dan hilang ke dalam laut. SDG 13 berkomitmen untuk mengambil tindakan segera untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya. Sangat penting bagi kita untuk melakukan bagian kita dalam memerangi perubahan iklim dan meredakan pola cuaca yang tidak stabil. Namun, pertama-tama kita harus sampai pada kesimpulan bahwa

kita mengalami masalah! Fakta dari badan ilmiah terkemuka seperti NASA menyatakan masalah pemanasan global menguber kita dari belakang, dan semakin cepat mendahului kita. Sesudah kita mengakui adanya masalah ini, kita harus melakukan yang terbaik untuk: • Beradaptasi dengan perubahan. Sesudah kita memahami pola cuaca, kita harus mempersiapkan diri untuk cuaca buruk dan dampaknya. • Membantu negara-negara yang memiliki persentase kemiskinan lebih tinggi. Salah satu alasan utama mengapa negara tertentu memiliki tingkat kemiskinan lebih tinggi adalah karena perubahan iklim.

• Kembangkan strategi perubahan iklim yang terinformasi di setiap negara. Program Pembangunan PBB telah membantu lebih dari 100 negara dan 20 negara berkembang Pulau Kecil dalam mengidentifikasi perubahan iklim. Hal ini membantu mempersiapkan negara mereka untuk menanam tanaman yang lebih baik, taktik keselamatan yang berbeda, dan yang terpenting untuk waspada terhadap lingkungan mereka.3 Kita harus mengedukasi dunia kita tentang perubahan iklim dan dampaknya. Hal ini berdampak bukan saja manusia tetapi juga hewan. Pengasaman yang meningkat menyebabkan kehidupan laut mati dan

dengan demikian mengurangi persediaan makanan bagi manusia. Lapisan salju, gletser, dan lapisan es terus menyusut, mengurangi sumber air bersih kita. Perubahan iklim juga mempengaruhi kesehatan kita. Penelitian menyatakan bahwa dengan meningkatnya perubahan iklim, hal itu menghadirkan lebih awal dampak serbuk sari lebih awal, yang menyebabkan alergi yang parah pada manusia, meningkatkan biaya asuransi dan perawatan kesehatan, dan membuat orang menjadi lebih rentan dan tertekan secara finansial. Penting untuk mengatasi masalah ini, untuk mengedukasi orang-orang dan menjadikannya tanggung jawab kita untuk membantu menghentikan perubahan iklim agar tidak merugikan kita dan menghancurkan dunia kita. Sebagai anak-anak Tuhan, adalah tanggung jawab kita untuk memelihara daratan, laut dan hewan, menjaga ciptaan-Nya, dan membantu melestarikannya. Sebagai warga Bala Keselamatan, kita perlu mengambil tanggung jawab ini secara serius. Ketika kita menyatakan bahwa kita mencintai Tuhan dan sesama, kita perlu menunjukkannya melalui tindakan kita. Menunjukkan kasih kepada Tuhan termasuk termasuk bertanggung jawab atas bumi yang Dia ciptakan.

1 2

http://climate.nasa.gov/evidence/ http://climate.nasa.gov/vital‐signs/sea‐level/

3

http://www.undp.org/content/undp/en/home/ourwork/climate‐and‐disaster‐resilience/climate‐change.html

30


Apa yang Alkitab ajarkan? •

Mazmur 104 berkata: ‘Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Tuhan, Allahku, Engkau sangat besar! Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak’. Alkitab menggambarkan pekerjaan tangan Tuhan, kasih-Nya pada ciptaan-Nya dan pengawasan-Nya atas semuanya. Dia memberi makan hewan dan umat-Nya, Dia mengisi pegunungan dengan air, dan menyediakan tanah dengan nutrisi. Tuhan menciptakan semua makhluk hidup, dan Dia menciptakan Bumi.

Menurut Kejadian 1 dan 2, Tuhan mempercayakan pemeliharaan ini kepada manusia. ‘Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu ... Selanjutnya Tuhan Allah membbuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.’ Merupakan tanggung jawab kita untuk membantu mengawasinya, memeliharanya, dan mencintainya seperti yang Allah lakukan.

Baca Yesaya 65:17‐25. Menyaksikan bagaimana dunia baru ini akna menjadi pekerjaan tangan Tuhan dan ‘di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak’ ‐ bumi tidak akan dihancurkan.

APA yang seharusnya KITA DOAKAN? •

Orang-orang di seluruh dunia yang menderita dan menghadapi kesukaran karena perubahan lingkungan. Semoga mereka merasakan harapan, dan dapat melihat perbaikan yang nyata.

Rasa tanggung jawab di hati orang yang melestarikan planet ini. Mulai dari individu sampai ke perusahaan hingga pemerintah, semoga kita semua menggunakan pengaruh kita untuk berbuat baik, membuat perubahan kecil dan besar. Pemerintah harus bertanggung jawab dan berkomitmen yang lebih kuat terhadap lingkungan yang lebih bersih. Semoga dampak tindakan dan kebijakan kita diingat dan menjadi pertimbangan utama dalam proses ini.

Orang-orang Kristen harus memahami bahwa kita adalah pengurus ciptaan Tuhan dan supaya menjadi teladan bagi orang lain. Semoga kita memahami visi Tuhan atas peran kita dalam memelihara planet ini dan menindaklanjutinya.

Apa yang dapat kita lakukan? •

Ubah penggunaan energi anda. Perubahan kecil bisa berdampak besar. Misalnya, gunakan bola lampu hemat energi, peralatan hemat energi, dan sekat rumah anda. Gunakan sumber energi terbarukan ‘hijau’ bila memungkinkan.

Baca Pernyataan Posisi Bala Keselamatan Internasional berjudul ‘Peduli Lingkungan' (www.salvationarmy.org/isjc/ips).

Belanja secara lokal, bepergian secara efisien, dan minimalkan limbah. Ada banyak biaya lingkungan tersembunyi dalam rata-rata gaya hidup ‐ misalnya, dalam ‘mil udara' (jarak yang ditempuh produk) dan pembuangan barang listrik bekas. Kurangi ini semua sebanyak mungkin. Lihat SDG 7 untuk ide lainnya.

Kampanye melawan perubahan iklim. Bicaralah dengan politisi dan pebisnis. Serukan kepada pemimpin untuk memberikan teladan. Pertimbangkan bergabung dengan individu yang berpikiran sama, barangkali badan amal atau organisasi. 31


sdg 1 4

MENOPANG lautan Lestarikan & gunakan sumber daya samudra, lautan, & segara secara berkelanjutan •

Cegah dan secara signfikan kurangi segala jenis pencemaran laut, khususnya dari kegiatan di darat, termasuk sampah laut dan pencemaran nutrisi. Kelola dan lindungi ekosistem laut dan pesisir secara berkelanjutan untuk menghindari dampak merugikan yang signifikan dan ambil tindakan restorasi untuk mencapai lautan yang sehat dan produktif. Secara efektif atur panen dan akhiri penangkapan ikan secara berlebihan, ilegal, penangkapan ikan yang tidak dilaporkan dan tidak diatur serta praktik penangkapan ikan yang merusak dan terapkan rencana pengelolaan berbasis ilmu pengetahuan. Tingkatkan konservasi dan pemanfaatan laut secara berkelanjutan dan sumber dayanya.

Komisioner Janine Donaldson Sekarang tinggal di Inggris, melayani sebagai Sekretaris Zona Pelayanan Wanita Pasifik Selatan & Asia Timur

K

o ngā pae tawhiti whāia kia tata,

ko ngā pae tata, whakamaua kia tina ‐ potensi hari esok bergantung pada apa yang kita lakukan hari ini.

Pepatah Māori ini mencerminkan kebenaran yang luar biasa bagi saya ‐ hidup di Selandia Baru, yakni dua pulau kecil di tengah samudra yang luas. Lautan adalah bagian dari diri saya. Setiap pagi saat berkendara ke tempat kerja, laut selalu ada dalam pandangan saya dan selalu mengingatkan saya akan bagian koor dari lagu yang tidak pernah gagal membuat saya tersenyum: Joy to the world All the boys and girls Joy to the fishes in the deep blue sea Joy to you and me Banyak penduduk Selandia Baru seperti saya menghargai perariran dan samudra pesisir kami. Orang Māori memiliki kedekatan khusus dengan lautan dan ini diakui dalam Perjanjian Waitangi. Banyak industri negara bergantung pada sumber daya hayati dan ekosistem yang sehat, termasuk industri perikanan komersial senilai $1.2 miliar setahun. Tidak masalah apakah anda tinggal di dekat laut atau tidak, atau menikmati apa yang dihasilkan laut atau tidak; kita semua perlu laut yang sehat. 1

32

‘Lautan adalah titik di mana planet, manusia, dan kemakmuran bersatu. Dan itulah yang dimaksud dengan pembangunan berkelanjutan. Ini tentang kita semua sebagai pemegang saham Bumi, berbadan hukum, mengakui dan bertindak dalam tanggung jawab kita terhadap planet ini, kepada manusia, dan aliran darahnya, yakni lautan.’1 Sebanyak 3,1 miliar penduduk dunia hidup dalam radius 100 kilometer dari samudra atau laut. Apakah negara anda terkurung daratan atau memiliki garis pantai, kita semua terhubung dengan lautan dan samudra melalui danau, sungai, dan bengawan. Kita merayakan beberapa perubahan besar yang dibuat melalui pelayaran ‘hiijau’, penangkapan ikan yang berkelanjutan, lapangan kerja dan pemberdayaan (terutama perempuan di komunitas terpencil dan kecil yang telah mampu memanfaatkan pekerjaan mereka di bidang kelautan dan akuakultur untuk memperkuat status ekonomi negara mereka). Kita juga sangat sadari bahwa mereka yang bermukim di kawasan pesisir sedang mengalami perubahan iklim dengan berbagai ekstrim. Diperkirakan pada tahun 2050, 50 hingga 200 juta orang di seluruh dunia akan mengungsi akibat efek perubahan iklim di lautan kita yang luas.

Menurut Komite AS untuk Keanekaragaman Hayati dalam Sistem Kelautan, ancaman paling serius terhadap keanekaragaman hayati laut adalah: operasi penangkapan ikan; polusi kimia dan eutrofikasi; perubahan invasi habitat fisik spesies eksotik; dan perubahan iklim global. Di Selandia Baru secara khusus banyak dari aktivitas kami berdampak pada keanekaragaman hayati laut kami, termasuk: • penangkapan ikan ‐ pengunaan lahan untuk rekreasi dan komersial ‐ melalui sedimen dan polusi • binatang peliharaan eksotik ‐ yang didatangkan oleh ballast water [air pemberat kapal mengandung sedimen yang tersimpan di tangki & ruang kargo kapal untuk tingkatkan stabilitas & kemampuan manuver selama transit yang berdampak negatif pada lingkungan laut] dan lambung kapal yang kotor • perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia ‐ mempengaruhi suhu dan level lautan kita harus memperhatikan untuk menjaga laut. Laut adalah bagian dari hidup kita, baik untuk rekreasi maupun sebagai sumber makanan & pendapatan. Mari tiap kita bawa kebahagiaan kembali pada ikan-ikan di laut biru yang dalam dan menikmati keagungan & keindahan laut di sekitar kita yang Tuhan percayakan untuk kita pelihara.

Elizabeth Thompson, Co‐Executive Coordinator for the Rio+20 Conference, at Oceans Day at Rio+20, 16 June 2012


Apa yang Alkitab ajarkan? •

Kejadian 1 berkata: ‘Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dan di atasnya. ... Lalu Allah menamai cakrawala itu “langit.” Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. Berfirmanlah Allah, “Hendaklah segala air yang berada di bawa langit berkumpul pada satu tempat, kelihatan yang kering!” ... Lalu Allah menamai yang kering itu “darat,” dan kumpulan air itu dinamai-Nya “laut”. Allah melihat bahwa semuanya itu baik’.

Mazmur 33:6 berkata: ‘Oleh firman Tuhan langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya. Ia mengumpulkan air laut seperti dalam bendungan, Ia menaruh samudera raya ke dalam wadah.’

APA yang seharusnya KITA DOAKAN? •

Untuk keanekaragaman menakjubkan dunia yang diciptakan Tuhan. Dari hamparan gurun yang kering dan luas hingga hutan hujan dan sungai yang indah serta semua yang ada di antaranya, banyak hal yang patut kita kagumi.

Untuk kepedulian penuh setiap waktu akan dampak yang kita buat terhadap lautan dan satwa liar. Semoga kita berusaha untuk memilih yang lebih baik, pilihan yang lebih berkelanjutan bahkan meskipun itu membutuhkan lebih banyak usaha atau biaya.

Memberikan kepada mereka tanggung jawab – para pemimpin, pebisnis, masyarakat – pandangan ke depan untuk mempedulikan lingkungan dengan tindakan rencana yang melihat jauh ke masa depan. Semoga mereka mengabaikan langkah-langkah jangka pendek yang menyenangkan orang banyak dan melakukan yang terbaik untuk planet ini.

Apa yang dapat kita lakukan? •

Buat pilihan makanan laut yang aman dan berkelanjutan. Saat berbelanja atau makan di luar, bantu kurangi permintaan spesies yang dieksploitasi secara berlebihan dengan memilih makanan laut yang sehat dan berkelanjutan.

Kurangi penggunaan produk plastik. Banyak barang plastik berakhir sebagai sampah laut dan berkontribusi pada perusakan habitat, menjerat dan membunuh banyak sekali kehidupan laut setiap tahun. Bawalah botol air yang dapat digunakan kembali, simpan makanan dalam wadah non-sekali pakai, dan gunakan tas anda sendiri yang dapat digunakan kembali saat berbelanja. Daur ulang sebisa mungkin.

Jaga pantai anda. Baik anda menikmati berenang, berselancar, atau bersantai di pantai, selalu bersihkan sampah anda. Jelajahi dan hargai laut tanpa mengganggu satwa liar atau mengambil bebatuan dan karang.

Jangan membeli produk barang yang mengeksploitasi kehidupan laut. Produk tertentu membahayakan terumbu karang dan kehidupan laut kita yang rapuh. Hindari membeli barang seperti perhiasan karang, aksesoris rambut kulit penyu (terbuat dari penyu sisik), dan produk-produk dari hiu.

Dukung organisasi yang bekerja melindungi laut. Banyak organisasi yang telibat dalam melindungi habitat laut dan margasatwa laut kita. Pertimbangkan untuk mencari organisasi di tempat anda dengan berinvestasi, mendukung atau menyumbangkan waktu anda. 33


LESTARIKAN ekosistem DARAT sdg 1 5

Lindungi, pulihkan, dan dorong penggunaan ekosistem darat yang berkelanjutan, kelola hutan secara berkelanjutan, perangi penggurunan, serta hentikan dan pembalikan degradasi lahan dan hilangnya keanekaragaman hayati • • •

Pastikan konservasi, restorasi dan pemanfaatan berkelanjutan dari ekosistem air tawar darat dan tanah serta manfaatnya, khususnya hutan, lahan basah, pegunungan dan lahan kering. Dorong pengelolaan berkelanjutan dari semua jenis hutan, hentikan penggundulan hutan, pulihkan hutan terdegradasi dan secara substansial tingkatkan aforestasi dan reforestasi secara global. Perangi penggurunan, pulihkan tanah dan lahan yang terdegradasi, termasuk tanah yang terkena penggurunan, kekeringan dan banjir, dan berusaha untuk mencapai dunia yang netral degradasi tanah. Ambil tindakan segera dan signifikan untuk mengurangi degradasi habitat alami.

Letnan Kolonel Julius Mukonga Perwakilan PBB di Nairobi, Kenya

H

utan sangat penting untuk

kehidupan di Bumi. Sekitar 1,6 miliar manusia bergantung pada hutan secara langsung untuk makanan, tempat tinggal, bahan bakar dan pendapatan.1 hutan mengatur iklim kita, menghilangkan emisi CO2 yang berbahaya dan membantu memperlambat laju perubahan iklim. Saya tinggal di Nairobi, Kenya. Hutan sangat penting bagi kesejahteraan jutaan orang Afrika – terutama orang miskin dan terpinggirkan. Bila digunakan dengan bijak, hutan bisa tingkatkan mata pencaharian dan kualitas hidup masayarakat. Statistik berikut (dari Pusat Penelitian Kehutanan Internasional)2 ungkapkan pentingnya hutan bagi benua saya. Lebih dari dua pertiga dari 600 juta orang Afrika bergantung secara langsung atau tidak langsung pada hutan untuk mata pencaharian mereka, termasuk ketahanan pangan. • Kayu adalah sumber energi utama untuk setidaknya 70% rumah tangga Afrika. • Kegiatan terkait hutan menyumbang 10% dari PDB di setidaknya 19 negara Afrika, dan lebih dari 10% perdagangan nasional di 10 negara lainnya. • Afrika adalah rumah bagi 25%

hutan hujan tropis dan berisi 20% dari hotspot [area-area kecil dengan suhu relatif tinggi dibandingkan daerah sekitarnya] keanekaragaman hayati dunia.1 Menurut Deklarasi Hutan PBB di New York, dunia kehilangan rata-rata 13 juta hektar hutan setiap tahun. Ini disebabkan oleh populasi yang terus bertambah yang menempatkan permintaan yang tidak berkelanjutan di planet kita. Sebagian orang di Afrika menebang pohon dan membakar arang tanpa menanam kembali lebih banyak pohon. Orang perlu arang – sebab mereka tidak memiliki pasokan listrik yang dapat diandalkan – tapi arang merusak lingkungan. Pepohonan melindungi kita dari bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, serta memberi kita ruang untuk rekreasi dan olahraga. Kerusakan hutan di Afrika sebabkan degradasi lahan, kurangi produksi pertanian dan di beberapa tempat akibatkan meluasnya gurun. Tanah yang sangat subur tengah menghilang. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor termasuk kekeringan, penggembalaan hewan secara berlebihan, dan hilangnya hutan. Singkatnya, kita membutuhkan hutan kita dan hutan kita membutuhkan kita. Saya dan isteri saya melakukan perjalanan keliling

di Teritori Kenya Timur untuk berkhotbah di Korps Bala Keselamatan dan memimpin pertemuan-pertemuan kemasyarakatan. Kami selalu menghimbau masyarakat untuk menanam pohon selama musim hujan dan melindungi pohon yang sudah ada. Di Kenya, sebuah badan pemerintah, Otoritas Pengelolaan Lingkungan Nasional (NEMA), tengah berupaya memperbaiki situasi ini. Pemerintah telah menetapkan mekanisme di mana jika anda ingin menebang pohon apapun – bahkan pohon di kompleks anda sendiri – anda harus meminta izin untuk melakukannya.3 Namun, kita tidak seharusnya mempedulikan hutan, ekosistem dan tanah hanya karena PBB dan pemerintah menganggap ini penting. Kita melakukannya karena Alkitab memberitahukan kita bahwa hal ini penting. Saya berkomitmen untuk selalu mendesak masyarakat agar melindungi hutan kita dan menghindari penggurunan dan pembalikan degradasi lahan dengan bekerja sama dengan para pemimpin, divisi, korps, dan KPT Bala Keselamatan di Teritori Kenya Timur. Bagaimana anda bisa membantu?

1 2

‘Sustaining the World’s Forests: Managing Competing Demands for a Vital Resource’, World Bank Publication, 2006 http://www.cifor.org/

3

http://www.standardmedia.co.ke/lifestyle/article/2000086318/rapid‐desertification‐in‐kenya‐threatening‐livelihood

34


Apa yang Alkitab ajarkan? Pernyataan Posisi Internasional Bala Keselamatan berjudul 'Peduli Lingkungan' menjelaskan apa yang Tuhan kehendaki supaya kita perbuat sehubungan dengan masalah ini dan mengapa hal ini penting (www.salvationarmy.org/isjc/ips): •

‘Tuhan adalah pencipta, pemerintah dan pemelihara segala sesuatu. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya (Mazmur 24:1, Keluaran 19:5). Sebagai manusia yang diciptakan menurut gambar Tuhan (Genesis 1:27) kita telah dipercayakan untuk memelihara sumber daya Bumi (Kejadians 2:15). Tuhan mengundang kita untuk berbagi tanggung jawab atas pemeliharaan Ciptaan (Kejadian 1:28‐31; 2:15) dan berpartisipasi dalam pekerjaan pemulihan dunia (Roma 8:19‐22).

Relasi Tuhan dengan Ciptaan adalah relasi kasih sayang dan kepedulian. Pemeliharaan bumi yang dipercayakan kepada manusia adalah cerminan dari kepedulian itu, sebab manusia diciptakan menurut gambar Allah. Dunia diciptakan untuk memuji Tuhan dan menyatakan kemuliaan-Nya (Mazmur 19:1‐6); pemeliharaan bumi yang diembankan kepada kita adalah untuk mewujudkan tujuan itu.

Kerusakan bumi sebagian merupakan akibat dari aktivitas manusia IYesaya 24:5‐6) dan oleh sebab itu menjadi tanggung jawab kita untuk bekerja memulihkan bumi. Perintah Alkitab kepada umat manusia untuk ‘menaklukkan’ dan memerintah atas’ harus ditafsirkan sebagai persyaratan untuk menjadi pengurus yang baik dan bukannya dipahami sebagai pembenaran dalam menyalahgunakan sumber daya bumi (Kejadian 1:28). Pengaruh yang tidak proporsional dari perubahan iklim dan degradasi lingkungan di bagian dunia yang termiskin menciptakan tanggung jawab tambahan untuk membela perjuangan mereka yang rentan dengan memulihkan rasa keadilan bagi komunitas global (Mikha 6:8).

APA yang seharusnya KITA DOAKAN? •

Bersyukur pada Tuhan untuk seluruh alam ‐ ekosistem yang menopang kehidupan dan mempercantik planet ini.

Bagi mereka yang membuat kebijakan dan program untuk melindungi ciptaan Tuhan. Semoga mereka bertindak dengan adil; memprioritaskan kebutuhan orang miskin dan terpinggirkan serta bertindak melawan mereka yang mengeksploitasi sumber daya dunia untuk tujuan egois.

Agar masyarakat menjadi lebih sadar akan masalah deforestasi, dan agar UU dan proyek membuat mereka berpikir ulang tentang dampak tindakan mereka.

Apa yang dapat kita lakukan? •

Membeli produk dengan sertifikasi berkelanjutan. Banyak makanan dan produk lain yang memiliki label yang berarti produksinya telah memenuhi standar tertentu, yang menghormati lingkungan. Luangkan waktu untuk mencaritahu apa artinya dan berbelanja dengan berfokus pada hal ini.

Hindari menggunakan kayu yang berasal dari sumber yang tidak terkelola ‐ terutama kayu mahogani dan jati. Hutan hujan juga bisa ditebang untuk memelihara sapi potong yang digunakna di banyak jaringan restoran; ingatlah dampak yang bisa ditimbulkan oleh perusahaan besar.

Hormati ekosistem di sekitar anda. Hewan dan tumbuhan dapat bergantung pada kebun belakang atau pekarangan, taman lokal dan ruang ‘liar’ lainnya. 35


PERDAMAIAN DAN KEADILAN sdg 1 6

Dorong masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan, memberikan akses keadilan bagi semua dan membangun lembaga yang efektif, akuntabel dan inklusif di semua tingkatan • •

Secara signifikan kurangi semua bentuk terkait kekerasan dan angka kematian dimana saja. Akhiri kekerasan, eksplooitasi, perdagangan dan segala bentuk pelecehan dan penyiksaan terhadap anak. Dorong supremasi hukum di tingkat nasional dan internasional dan pastikan akses yang sama terhadap keadilan bagi semua. Secara signifikan kurangi aliran keuangan dan senjata ilegal, memperkuat pemulihan dan pengembalian aset yang dicuri, dan perangi semua bentuk kejahatan terorganisir. Secara substansial kurangi korupsi dan suap dalam segala bentuknya. Kembangkan lembaga yang efektif, akuntabel dan transparan di semua tingkatan. Pastikan pengambilan keputusan yang responsif, inklusif, partisipatif dan representatif di semua tingkatan. Perluas dan perkuat partisipasi negara berkembang di lembaga pemerintahan global.

• • • • • •

Mayor Christine Volet Perwakilan PBB di Geneva, Swis

S

aya seorang yang gemar membaca

dan sangat menyukai novel detektif. Dari petulangan Gabriel Allon dan tokoh utamanya, David Silva, saya temukan dunia terorisme, pencucian uang, dan penembakan. Penulis favorit saya yang lain, Donna Leon, menggunakan setiap pertanyaan dari Komisioner Brunetti untuk memaparkan beberapa bentuk ketidakadilan. Namun, dalam kehidupan nyata, masalah ini jauh lebih menantang. Selama tiga tahun saya berada di Haiti, saya sering mendengarkan teman-teman saya yang baru saja kehilangan kerabat, ditembak di jalanan karena mereka membela keadilan atau menolak korupsi. Satu keluarga yang akrab dengan saya, diancam akan dibunuh dalam kejadian perampokan rumah. Keluarga lain menyaksikan ayah mereka ditembak di depan mata mereka. Bentuk-bentuk kekerasan yang lebih halus dilakukan pada wanita dan anakanak di Haiti. Keluarga mengirim anakanak mereka untuk bekerja di ladang dan bukan disekolahkan. 1

36

orangtua menempatkan anak-anak mereka pada keluarga lain tanpa sadar bahwa anak-anak mereka dijadikan budak. Kadang, akibat kemiskinan, mereka memilih untuk menikahkan anak perempuan mereka sebelum dewasa atau menawarkan mereka di pelacuran. Dalam setiap kasus, anakanak di Haiti berpeluang besar hidupnya rusak. Yang paling dekat terjadi di sekitar saya, karena saya tinggal di Swis, adalah penghindaran pajak. Orangorang kaya menyembunyikan keuntungan dan aset mereka di rekening di luar negeri. Berita yang dirilis baru-baru ini dari ‘Panama Papers’ mengungkapkan kebobrokan hal ini. Pasar gelap (atau abu-abu) merampas uang berharga negara kita yang menekan ketidaksetaraan dan ketidakadilan. Sayangnya, di mana ada pemerintah yang lemah dan tidak adil, di situ jurang antara orang kaya dan orang miskin melebar. Keserakahan, korupsi & kemiskinan terkait dalam lingkaran setan. Menurut PBB, ‘korupsi, penipuan, pencurian & penggelapan pajak

merampas biaya $1.26 triliun per tahun untuk negara-negara berkembang. Jumlah uang ini dapat digunakan untuk membantu mereka yang hidup dengan pendapatan kurang dari $1.25 per hari selama setidaknya enam tahun.’1 Pemerintahan yang stabil dan adil memungkinkan suatu negara untuk berkembang, menyediakan perlindungan bagi warganya dan meningkatkan akses bagi semua ke layanan kesehatan, pendidikan dan keadilan. Setiap tindakan korupsi, setiap penipuan dan setiap pemerasan uang merusak seluruh umat manusia. Masalah ini mempengaruhi setiap bagian dunia ‐ termasuk Bala Keselamatan. Jenderal André Cox mendorong akuntabilitas yang lebih besar di seluruh organisasi kita: 'Di dunia dengan nilai-nilai yang terus berubah, kita perlu menjadi pribadi yang memiliki vitalitas dan integritas rohani, setia dan dinamis dalam misi.' Kunjungi situs web Gerakan Akuntabilitas di www.salvationarmy.org/account ability untuk informasi lebih lanjut.

https://www.unodc.org/unodc/en/press/releases/2015/November/eliminating‐corruption‐is‐crucial‐to‐sustainable‐ development.html


Apa yang Alkitab ajarkan? •

Membaca Perjanjian Lama, kita melihat ketidakadilan dan kekerasan selalu ada. ‘Hai kamu yang mengubah keadilan menjadi ipuh dan yang mengempaskan kebenaran ke tanah!’ kita membaca dalam Amos 5:7. ‘Sebab Aku tahu, bahwa perbuatanmu yang jahat banyak dan dosamu berjumlah besar, hai kamu yang menjadikan orang benar terjepit, yang menerima suap dan yang mengesampingkan orang miskin di pintu gerbang’ (Amos 5:12).

Zakaria meminta kita untuk bertindak, sebaliknya, dengan kearifan dan integritas: ‘Beginilah firman Tuhan semesta alam: Laksanakanlah hukum yang benar dan tunjukkanlah kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing! Janganlah menindas janda dan anak yatim, orang asing dan orang miskin, dan janganlah merancang kejahatan dalam hatimu terhadap masing-masing… Inilah hal-hal yang harus kamu lakukan: Berkatalah benar seorang kepada yang lain dan laksanakanlah hukum yang benar, yang mendatangkan damai di pintu-pintu gerbangmu”’ (Zakaria 7:9‐10; 8:16).

Yesaya mengingatkan kita bahwa Tuhan mengharapkan kita untuk membela yang paling lemah – untuk ‘membuka belenggu-belenggu kelaliman dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk’. Tantangannya berlanjut: ‘ … memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar … membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah – apabila engkau melihat orang telanjang, … memberi dia pakaian, dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!’ (Yesaya 58:6‐7).

APA yang seharusnya KITA DOAKAN? •

Otoritas kita, secara nasional dan internasional; untuk semua bentuk institusi, pemerintah, swasta, agama dan keuangan – agar Tuhan memimpin dan menegur mereka jika perlu supaya mereka jujur, agar hukum diterapkan dan keadilan ditegakkan.

Mereka yang menyalahgunakan, mereka yang memanipulasi yang paling lemah, mereka yang memperkaya diri dengan korupsi, penyuapan dan penggelapan pajak. Semoga Tuhan membuka mata mereka terhadap konsekuensi dari tindakan mereka dan menaruh dalam diri mereka roh pertobatan.

Mereka yang menderita ketidakadilan dan kekerasan: yang lemah, anak-anak, perempuan, yang terpinggirkan, pengungsi dan populasi yang ditolak – agar Tuhan mengulurkan tangan penyembuhan dan perlindungan-Nya kepada mereka.

Berdoa bagi negara-negara yang, karena sejarahnya, memiliki budaya ketergantungan dan ketundukan. Semoga negara-negara ini pulih, diperkuat, dan bertanggung jawab untuk masa depan mereka.

Apa yang dapat kita lakukan? •

Selalu terinformasi. Baca dan tonton berita dan kejadian terkini dan waspadai bagaimana pemerintah di negara anda dan di negara lain bertindak. Ini memungkinkan anda untuk melihat korupsi dan praktik yang tidak adil, dan berada dalam posisi untuk menentangnya dan memberitahu orang lain tentangnya. Ini adalah langkah awal yang penting untuk memiliki institusi yang kuat.

Menjadi pendukung bagi yang tertindas dan kurang beruntung. Ketika pemerintah (pemerintah negara atau organisasi) telah mengecewakan seseorang, bersuara dan bela mereka. Anda dapat membuat perbedaan bagi individu dan masyarakat.

Baca Perjalanan Pembaruan (www.salvationarmy.org/accountability) dan gunakan Kerangka Akuntabilitas Misi untuk membantu mendorong perdamaian, keadilan dan akuntabilitas. 37


sdg 1 7

bekerja sama Perkuat sarana implementasi dan revitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan • •

Tingkatkan kapasitas domestik untuk himpun pendapatan. Negara-negara maju agar melaksanakan sepenuhnya komitmen resmi mereka dalam membantu pembangunan. Mobilisasi sumber daya keuangan tambahan bagi negara berkembang dari berbagai sumber. Bantu negara berkembang dalam mencapai keberlanjutan hutang jangka panjang. Tingkatkan dukungan internasional untuk laksanakan pembangunan kapasits di negara berkembang.

• • •

Komisioner Jane Paone Koordinator Senior Internasional untuk Keadilan Sosial (Eropa)

A

khirnya, kita mencapai SDG yang terakhir ‐ nomor 17. 16 SDGs berisiko lainnya hanya menyisakan harapan dan impian bagi segelintir kecuali tujuan akhir tercapai. Saya pernah mengikuti satu forum yang memotivasi tentang status kaum wanita di Geneva. Ide-ide penting dihasilkan dari lokakarya dan diskusi terbuka. Namun, pada akhirnya, saya ingat mendengar bahwa bukan saja UU, perjanjian yang ditandatangani, pendanaan dan kerangka kerja adalah hal-hal yang penting, tetapi untuk mewujudkan transformasi yang konkret, persyaratan mendasarnya adalah ‘implementasi, implementasi, implementasi!’ ini masih berlaku hari ini. Agar dampak nyata dapat bertahan lama, pembangunan berkelanjutan perlu tindakan yang terinspirasi. Kita tidak bisa melakukan semuanya sendiri. Kemitraan mengubah banyak hal. Juga, ingat, kemitraan mengubah kita sebagai individu! Terkadang hambatan untuk menjalin kemitraan apapun adalah kesediaan untuk mengambil risiko. Kemitraan melibatkan setidaknya dua pihak. Ini berarti semua pihak cenderung berubah dalam proses interaksi satu sama lain. Bagi mereka yang teguh dengan cara mereka sendiri dalam bernalar dan melakukan sesuatu, hal itu bisa dilihat sebagai ancaman, dan bukannya peluang indah untuk belajar. 1 38

Dengan menghimpun sumber daya, mitra menjadi jauh lebih kaya dari sebelumnya: efek riak terjadi yang cenderung membuat orang lain tertarik, bahkan di luar kemitraan awal. Yang lainnya ingin bekerja untuk tujuan yang sama. Kita temukan bahwa mitra yang mungkin sebelumnya kita anggap ‘miskin’ ternyata dapat mengajarkan kita pelajaran yang baik. Mereka membawa pengetahuan yang tajam terkait lingkungan lokal dan ide-ide praktis tentang bagaimana menciptakan dunia yang lebih baik dan adil, bahkan tanpa memiliki keahlian ‘resmi’. Kemitraan yang baik akan memperkuat harapan untuk mencapai tujuan – bersama. Kemitraan yang baik memberikan energi baru dan mengingatkan masing-masing tentang nilai mereka – nilai yang tidak hanya bersifat ekonomis. Kemitraan akan menjadi yang terbaik ketika ada lingkungan yang saling menghormati dan di mana menyimak (lebih dari sekadar mengungkapkan pendapat sendiri) dihargai. Dunia kita semakin saling terhubung dan kita berdoa agar kita dapat memberikan kontribusi yang valid untuk mencapai SDGs dengan memperkuat sarana pelaksanaan dan revitalisasi kemitraan global kita. Mungkin dengan sektor publik atau swasta dari masyarakat, atau mungkin juga terjadi dengan bekerja sama

dengan komunitas berbasis agama lainnya. Semoga kita memiliki mata dan hati yang terbuka untuk peluang yang muncul di depan kita. Tuhan menghendaki agar manusia bergantung pada-Nya dan saling bergantung dengan sesama. Alkitab sangat menekankan pada komunitas dari pada individualisme, namun setiap orang memiliki tanggung jawab untuk bekerja demi kebaikan dunia yang Tuhan ciptakan. Bersama-sama, kita lebih kuat. Paulus, dalam suratnya kepada jemaat di Korintus menyatakan bahwa kita adalah ‘rekan sekerja Allah’ (2 Korintus 6:1). Ini adalah panggilan mulia untuk dilakukan setiap hari. Kita menerima mandat dari Pencipta dan penopang seluruh kehidupan. Dia menciptakan kita sebagai makhluk sosial. Cara-Nya mewujudkan keadilan adalah melalui kemitraan: lewat orang-orang dan individu-individu yang terdapat di berbagai tingkat masyarakat, berbicara, menjadi pelaku, seringkali menjadi kontra-budaya. Ini adalah dunia-Nya, dan kita terhubung dengan orang lain, bertanggung jawab atas kesejahteraan satu sama lain. Kathleen Darby Ray menyarankan: ‘Kita perlu dimotivasi oleh empati, bukan kerajaan; belas kasihan, bukan penguasaan; kerentanan, bukan kekerasan. Kerendahan hati berasal dari humus, kata untuk bumi, menjadi bumi, menjadi inkarnasi.’1

An interview with Kathleen Darby Ray, American Academy of Religion annual conference, Chicago, Illinois, 19 November 2012. (Source: Salvatierra and Heltzel, 2014, p90)


Apa yang Alkitab ajarkan? •

Paulus menulis dalam Filipi 1:4‐6: ‘Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.’

Dalam Filipi 2:5‐8, Kitab melanjutkan: ‘Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib’.

Saat kita mulai bekerja dalam kemitraan dengan orang lain, kita mengalami penguatan bakat dan ketrampilan kita. Amsal 18:16 mengajar kita: ‘Hadiah memberi keluasan kepada orang, membawa dia menghadap orang-orang besar.’

APA yang seharusnya KITA DOAKAN? •

Keberhasilan individu, LSM, dan organisasi lainnya dalam upaya mereka untuk memenuhi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Semoga kemitraan antara pihak-pihak ini menjadi kuat dan sukses.

Bala Keselamatan yang berupaya mengembangkan kemitraan yang baik dengan lembaga dan kelompok lain di seluruh dunia. Semoga kita bersedia bekerja dengan orang lain untuk mencapai rencana Tuhan di bumi. Semoga kita juga bersedia menolak kemitraan jika kemitraan itu mengalihkan atau menyelewengkan kita dari partisipasi dalam misi Tuhan di Bumi.

Rasa pengeritan di pihak semua orang yang mencari keadilan ‐ agar kita mungkin bersedia mendengarkan orang-orang di sekitar kita dan bertumbuh, dan di mana kita mengalami ketidaksepakatan agar kita melakukannya dengan rasa penghormatan.

Apa yang dapat kita lakukan? •

Berusahalah untuk memahami seseorang yang kurang bergaul baik dengan anda. Barangkali anda tidak setuju dengan mereka tentang suatu masalah ‐ tapi anda masih dapat menghormati sudut pandang mereka dan mencoba menemukan kesamaan. Baca Lukas 6:27‐28. Yesus ingin agar kita bersedia bergaul dengan orang lain di sekitar kita dan menghargai kontribusi orang lain terhadap kehidupan dan komunitas kita. Jika ini bukan sesuatu yang mudah bagi anda, mungkin anda dapat menetapkannya sebagai tujuan pribadi.

Bekerja dalam kemitraan dengan orang lain. Tampaknya SDG 17 akan dimainkan secara internasional antara organnisasi tingkat tinggi, politisi, dan perusahaan, tetapi kita semua memiliki peran untuk dimainkan. Inisiatif baru akan dimuaki melalui individu yang bermitra dengan teman, keluarga dan kolega serta orang lain di gereja mereka. Temukan orang-orang di sekitar anda dengan ketrampilan untuk mengembangkan dan memajukan upaya anda dalam penggalangan dana, relawan, dan cara-cara lainnya.

39



Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook

Articles inside

SDG17 Bekerja Sama

5min
pages 38-40

SDG16 Perdamaian & Keadilan

4min
pages 36-37

SDG15 Lestarikan Ekosistem Darat

5min
pages 34-35

SDG14 Lindungi Lautan

5min
pages 32-33

SDG12 Pemakaian Bertanggungjawab

4min
pages 28-29

SDG13 Perubahan Iklim

4min
pages 30-31

SDG11 Komunitas Berkelanjutan

5min
pages 26-27

SDG10 Kurangi Ketidaksetaraan

5min
pages 24-25

SDG9 Infrastruktur & Inovasi

4min
pages 22-23

SDG8 Kerja Baik & Ekonomis

4min
pages 20-21

SDG7 Energi Besih, Terjangkau

5min
pages 18-19

SDG6 Air Bersih & Sanitasi

4min
pages 16-17

SDG2 Akhiri Kelaparan

5min
pages 8-9

SDG4 Edukasi untuk Semua

4min
pages 12-13

SDG5 Kesetaraan Gender

5min
pages 14-15

SDG3 Hidup Sehat & Sejahtera

5min
pages 10-11

Gunakan 'Pergi & Lakukan Sesuatu'

3min
page 5

SDG1 Akhiri Kemiskinan

5min
pages 6-7

Pergi & Lakukan Sesuatu

2min
page 3

Apakah ISJC?

3min
page 4
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.